
Pak Adnan kebingungan dengan apa yang terjadi saat ini..
“Agan..!?”
“bisakah kita mulai negosiasinya?”
“kau pikir aku akan termakan oleh tipuan mu!? akan ku biarkan kejadian kali ini karena kau adalah murid di sekolah tempat ku mengajar..”
Agan memberikan lembaran foto yang sudah di dapatkan olehnya selama investigasi.
“berikan aku Ra'is dan informasi mengenai Ketua ADMIN, jika kau tidak mau melakukannya pikirkan lah apa yang akan terjadi pada anak mu saat orang tuanya dipenjara”
“bagaimana bisa kau melakukan hal seperti ini pada guru mu..”
“haha.. kau lucu pak, bersyukurlah karena kau tidak terlibat dengan pelecehan seksual juga, karena jika guru seperti mu melakukan hal tersebut aku sendiri yang akan mengakhiri karir dan kehidupan sosial mu”
dalam waktu singkat pak Adnan merasa dunianya hancur, muncul banyak pikiran-pikiran negatif ke dalam kepalanya dan menjadi murung.
Agan memberi tahu pak Adnan kalau dirinya juga bukan pahlawan yang gila keadilan atau semacamnya, sebaliknya dia membutuhkan pak Adnan sebagai orangnya.
namun syarat pertama nya adalah dengan memberikan informasi yang di minta oleh Agan terlebih dahulu..
“aku bisa memberikan mu Ra'is, tapi untuk ketua ADMIN.. itu terlalu bahaya”
“orang luar ya, hmm.. kau benar ini mungkin terlalu terburu-buru”
“bagaimana kau..!?”
“tapi tidak apa, kau bisa mengatakan semuanya”
Agan meminta pak Adnan untuk menulis semua informasi yang dia miliki di dalam aplikasi catatan di smartphone milik Agan.
“aku tahu kalau kau adalah salah satu dari sekian murid yang memiliki potensi berbahaya sejak pertama kali bertemu, tapi aku tidak menyangka akan sangat berbahaya seperti ini”
“orang-orang itu mungkin akan menganggap ku sebagai ancaman dan berusaha untuk melenyapkanku..”
“aku akan berusaha semampuku untuk menutupi hal ini, namun jika sesuatu tetap terjadi padaku.. ku harap aku bisa menitipkan anak ku pada mu”
pak Adnan segera pergi setelah memberikan semua informasi yang di minta, Agan memesan beberapa makanan dan minuman di kafe tersebut setelah menghubungi Kuga untuk datang.
“bangs*t.. kau pikir aku ini budak mu, apa maksudmu aku harus sudah sampai dalam waktu 15 menit.. huff.. huff..”
“kau memang budak ku? aku tidak mengatakan kalau kau harus menurutinya..”
“iya.. lalu apa artinya emote ini si*lan?”
Kuga menunjukan emote tengkorak di akhir pesan yang Agan kirim.
“pfft..aku hanya mengirimnya karena bosan”
Kuga yang merasa kesal namun tidak dapat melakukan apa-apa, karena itu dia langsung duduk dan menyantap makanan yang disediakan.
“jika kau tidak ingin dianggap sebagai budak berhentilah bertingkah seperti salah satunya.. aku menganggap mu sebagai saudara loh.”
“bwnawkah?”
“maka dari itu berhenti lah muncul dihadapan adikku baji*gan, karena saudara tidak boleh menjalin hubungan dengan saudari nya bukan?”
Kuga langsung menelan makanan yang sedang di kunyahnya, dan langsung minum..
“kau jahat sekali bukan.. aku bahkan tidak melakukan hal aneh bersama dengan adikmu”
“itulah masalahnya.. semua hubungan di jalin secara bertahap, dan kau sedang di tahap awal untuk mendekati adikku”
__ADS_1
Kuga langsung mengalihkan percakapan dengan menanyakan hal penting apa yang ingin di bicarakan oleh Agan.
karena sebentar lagi sudah jam 5 sore, Agan tidak melanjutkan basa-basi nya.
“besok kita akan menghancurkan VAIN”
“berdua saja..?”
“iya.. alasan Ra'is tidak pernah di temukan dalam absen murid adalah karena itu nama samarannya, nama asli orang itu adalah Ramdan Isa”
“oh.. aku mengenalnya, dia ketua kelas ku. tapi penampilan nya benar-benar berbeda bukan?”
“aku akan langsung menghampiri nya besok di kelas dan menghajarnya”
“terlalu ceroboh, kau akan mendapatkan masalah jika melakukanya seperti itu.”
Agan menyerahkan sebuah catatan pada Kuga secara diam-diam, yaitu saat Agan permisi ke toilet.
Kuga yang mengerti berpura-pura membuka smartphone nya kemudian keluar kafe..
“seseorang sedang memperhatikan kita, tolong bayar makanan yang sudah di pesan dan pergi terlebih dahulu.”
Setelah membaca catatan tersebut, Kuga menuruti perintah Agan dan pulang duluan.
saat Kuga sudah masuk ke dalam angkutan umum menuju rumahnya, beberapa orang masuk ke dalam kafe dan pergi menuju toilet.
“Agan, aku tahu kau ada di dalam salah satu ruangan ini.. keluar lah sebelum kami mendobrak masuk.”
“cuma 3 orang ya.. kupikir akan lebih banyak”
Agan muncul dari salah satu ruang kamar mandi dekat pintu masuk, dan memukul kaki salah satu dari mereka menggunakan baton yang selalu dia bawa di dalam tas.
cklek..
“aku tahu pengecut seperti kalian akan membawa jumlah, jadi tidak ada salahnya aku menggunakan senjata kan..”
“ugh..!! dia mematahkan kaki kanan ku..!!”
“bagaimana ini..”
“tenang, kita masih menang jumlah..”
mereka berdua mengambil apapun yang bisa mereka pakai sebagai senjata dari sekitar mereka, namun hanya tersedia botol sabun..
“ayo, maju..”
salah satu dari mereka melempar botol sabun ke arah Agan, dan yang lainnya maju dan melayangkan sebuah tendangan.
“...”
Agan menangkap botol sabun menggunakan tangan kiri nya, kemudian menggagalkan tendangan musuh dengan melempar baton miliknya ke arah wajah si penendang.
namun lemparan baton tersebut berhasil di hindari.
“fyuh.. hampir saja”
“hei, menghindar..!!”
di saat orang itu lengah Agan membuka tutup botol sabun kemudian menuangkan sebagian isi nya ke atas tangan, dan menempelkan tangannya ke wajah musuh.
“akh..!! mataku”
musuh terakhir yang berada di belakang berusaha mengambil baton yang Agan lempar, namun Agan yang menyadarinya tidak membiarkan hal tersebut dan menendang perut orang tersebut hingga membuatnya terhempas.
__ADS_1
“woi..!! apa yang kalian lakukan di dalam sana!!?”
seseorang dari luar menggedor pintu yang Agan kunci.
Agan mengambil baton miliknya membasuhnya kemudian membuka pintu setelah memasukkan baton tersebut ke dalam tas..
“mereka mencoba merampok ku, jadi aku melakukan segala cara untuk bertahan dari serangan mereka.. tolong laporkan saja mereka ke pihak berwajib.”
orang tersebut terkejut melihat 2 orang tergeletak menahan sakit, dan yang satu nya sedang membasuh wajah di wastafel sambil menahan sakit.
Agan langsung pergi keluar kafe setelah selesai dengan urusannya dan ingin kembali ke rumah, namun di luar muncul lebih banyak orang yang ingin menghabisi Agan.
tiba-tiba terdengar bunyi klakson yang membuat orang-orang tadi membuka jalan..
“kau lama..”
Kuga muncul membawa motor dan langsung membonceng Agan keluar dari tempat tersebut.
“hampir saja korban yang jatuh lebih banyak, jika kau terlambat sedikit saja mungkin seseorang dari mereka sudah kehilangan kemampuan untuk berjalan selama beberapa bulan”
“ya..!! atau mungkin kau menjadi bubur karena di keroyok oleh badut-badut itu.”
adrenalin yang sudah lama tidak kurasakan akhirnya muncul kembali, mereka benar-benar terlihat lebih mengerikan saat sedang berkumpul bersama-sama.
“menurut mu apakah kejadian ini akan viral?”
“tidak, ketua anggota ADMIN akan menutupi semuanya..”
“kau benar-benar membuat mereka marah ya..”
“itulah keahlian ku, ngomong-ngomong bisakah aku menginap di tempat mu untuk sementara waktu?”
Agan menunjukkan tangan nya yang di penuhi darah.
“hei bro..!! apa kau sedang terluka!?”
karena terkejut Kuga sempat oleng dalam mengendalikan motornya dan membuat mereka hampir terjatuh.
“si*lan, kau hampir berhasil memb*nuh ku..”
“maaf.. maaf.. jalannya lumayan licin tadi”
saat sampai di rumah Kuga, Agan menyadari kalau selama ini Kuga tinggal sendiri di tempat yang dia sebut sebagai rumah tersebut.
“di mana orangtua mu?”
“ayah ku belum pulang, dan ibu ku.. dia sudah meninggal beberapa tahun yang lalu”
“ayahmu pasti keras ya..?”
“sifatnya mirip sekali dengan mu, mungkin itu sebabnya aku bisa memahami mu dengan cukup baik”
karena Agan merasa bersalah dengan sikapnya selama ini, dia mencoba untuk bersikap baik dengan menyuruh Kuga untuk sesekali datang ke rumahnya dan bermain bersama.
“kau sudah merestui hubungan kami?”
“hubungan apa si*lan? ngelunjak ya.. uhuk.. uhuk..”
melihat kondisi Agan, Kuga mengingat ibunya yang sakit dengan gejala yang mirip dengan Agan.. dengan sigap Kuga menyiapkan minuman herbal yang bisa meredakan batuk yang dialami oleh temannya itu.
“minumlah, itu bagus untuk meredakan batuk”
“terima kasih..”
__ADS_1
beberapa saat setelah meminumnya kondisi Agan menjadi lebih baik, karena kondisi Agan sudah dirasa lebih baik, dia menelpon adiknya untuk mengatakan kalau dirinya akan menginap di rumah teman selama 2 hari.