Tidak Ada Yang Namanya Pahlawan

Tidak Ada Yang Namanya Pahlawan
Gimmick


__ADS_3

Malam itu ayah Kuga memberikan kabar kalau dia tidak akan pulang dan akan kembali besok di pagi hari, karena Agan kebetulan sedang menginap Kuga bersyukur ayahnya tidak pulang.


“apa kau ingin langsung beristirahat?”


“kurasa tidak.. kau tahu bro, sepertinya Swan juga menyukai ku”


“kau baru menyadarinya? kurasa Swan mulai menyukai mu sejak kembali dari rumah mu, kurasa saat itu kau sedang sakit karena kelelahan”


Kuga berbicara sambil menyiapkan makan malam untuk dirinya, yaitu sebuah mie goreng yang dia tambahkan potongan daging di atasnya.


“kau mau?”


“tidak, aku tidak makan apapun lagi di atas jam delapan malam”


“baiklah.. kurasa aku akan menyantap makanan lezat ini sendirian”


Agan menyalakan televisi, dan mencari stasiun televisi yang menayangkan hiburan.


“kau yakin dia sudah menyukai ku sejak saat itu?”


“uhmmph.. kurasa begitu, memang apa yang terjadi di hari itu?”


Agan memarahi Kuga karena berbicara dengan mulut yang penuh dengan makanan.. Kuga juga benar-benar mirip dengan Alia jika di lihat pada saat-saat tertentu.


karena sudah di marahi oleh Agan, Kuga bertanya sekali lagi sebagai basa-basi untuk mencairkan suasana, namun dia sangat terkejut mendengar jawaban dari teman gilanya itu.


“aku melamarnya..”


Kuga memuntahkan air yang sedang di minumnya.


“k-kau sedang bercanda bukan? tidak.. mungkin kau hanya menyatakan perasaan saja dan bukan melamar, ya kan..?”


“apa aku terlihat seperti orang yang suka bercanda di saat sedang serius seperti ini..?”


“tidak sih..”


“aku melamarnya menggunakan bahasa yang tidak dia mengerti, tepat setelah curhat tentang cinta pertamaku”


Kuga langsung merasa semuanya masuk akal, karena orang gila seperti Agan tidak mungkin terlalu terang-terangan seperti itu..


“kau jahat juga ya.. curhat tentang cinta pertama pada gebetan mu saat ini adalah hal yang cukup gila, dan kau bilang kau melamarnya menggunakan bahasa yang tidak ia mengerti? bahasa apa itu.. Swan menguasai 4 bahasa dengan sangat baik loh.”


“kau tidak akan mengerti, jika tidak aku ucapkan secara langsung.. benar kan?”


“whoa.. whoa.. bahasa apa itu, Tagalog? Urdu?”

__ADS_1


“kau hanya menebak dengan asal bukan?”


“begitulah, aku tidak terlalu mengerti jika diluar bahasa Inggris dan Indonesia”


ruangan sempat di isi dengan keheningan, selain suara yang keluar dari televisi ruang tamu terasa sangat sepi.


“aku sedikit penasaran, ibumu meninggal karena apa? aku memaksa mu untuk bercerita, jadi jangan harap kalau kau bisa menghindari pertanyaan ku”


“kau benar-benar tidak berperasaan ya.. ”


“apa aku menyinggung mu karena bertanya hal tersebut, oh.. atau karena itu mengingatkan mu pada ibumu?”


Kuga langsung berdiri dari tempat nya duduk saat ini dan langsung mencengkram kerah baju yang dikenakan Agan.


“Agan.. mau bagaimanapun aku lebih tua darimu, bisakah kau sedikit menghormati hal tersebut?”


“cih.. karena penyakit yang sedang ku derita hidupku juga tidak akan berumur panjang, setidaknya aku tidak mau bergentayangan sebagai roh penasaran hanya karena tidak bisa mengenal teman dekatku dengan lebih baik”


“kau serius? apa kau sudah melakukan pengecekkan ke rumah sakit.. apa yang membuat mu yakin dengan ucapan mu itu?”


Agan langsung mengingat usahanya waktu itu.


beberapa minggu yang lalu Agan sudah mencoba melakukan pengecekkan tentang penyakitnya di beberapa tempat, di temani si preman yang pernah dia tangkap..dia berpura-pura sebagai wali yang menemani Agan.


tapi tidak ada peralatan yang bisa mengecek penyakit yang di deritanya, dan semua hasil pengecekan berakhir normal.. bahwa Agan tidak menderita apa-apa.


setelah memuntahkan darah, tubuh menjadi sangat sensitif terhadap apapun.. suara, sentuhan, dan semua cahaya yang Agan lihat.


saat sensitif tersebut hanya bertahan selama 3 sampai 5 menit setelah memuntahkan darah, setelah itu semua kembali menjadi normal tapi..


Agan merasakannya, penyakit ini terus menggerogoti daya hidup nya seperti saat di dunia lain..


namun untungnya saya di dunia lain adalah terdapat skill yang mampu meningkatkan resistensi terhadap kutukan, penyakit, dan kegilaan.


Agan juga bisa mendapatkan suplai mana dari membunuh monster.. setidaknya itu bisa menahan penyakit ini dari bertambah parah.


“terdengar seperti omong kosong bukan?”


“begitulah, apa orang tua mu sudah tau tentang penyakit mu?”


“untuk saat ini hanya 4 orang yang tahu termasuk diriku, kau, Swan dan seseorang lagi aku tidak ingin memberi tahu mu tentang identitasnya”


“apakah aku harus merahasiakan hal ini?”


“kau harus.. sampai akhir, kau harus tetap merahasiakannya.”

__ADS_1


karena suasana di ruang tamu menjadi aneh dan tidak nyaman, Kuga memulai ceritanya alasan mengapa ibunya meninggal..


“ibu ku meninggal karena sebuah kecelakaan, dia sempat sakit-sakitan namun penyakit itu tidak cukup parah sampai bisa membunuhnya..”


Kuga menarik nafas, seolah sedang menahan emosi.. tapi dia tetap melanjutkan ceritanya.


“namun karena kebodohan seseorang yang sedang berkendara, ibu ku menjadi salah satu korban dari kecelakaan yang disebabkan pengendara bodoh itu.. pria yang menabrak nya juga berhasil melarikan diri, apa itu cukup untuk memuaskan rasa penasaran mu?”


“kau membuat ku terlihat seperti penjahat, itu menyakitkan kau tahu..”


“maaf, hanya saja aku sangat kesal setiap kali mengingat kejadian tersebut..”


“bagaimana dengan ayah mu..? sepertinya dia yang paling merasa terpukul karena kejadian itu”


Kuga melanjutkan ceritanya, ayahnya yang dulu sangat perhatian dan penyayang tiba-tiba berubah menjadi sangat emosional dan putus asa.


untung saja saat itu dia di temani oleh sahabatnya dan beberapa saudara ibuku yang bisa membuatnya tenang.


“karena kau sudah mengenalku dengan lebih baik sekarang ceritakan tentang adik–, maksudku keluargamu pada ku”


“Zzzzz..”


“Damn.. dia tertidur saat aku sedang cerita, parah sekali. baiklah saatnya aku juga tidur, ini sudah lewat jam tidurku”


Kuga pergi ke kamar nya untuk mengambil selimut dan kemudian menyelimuti Agan yang tertidur di atas sofa.


kemudian kembali lagi ke dalam kamar untuk bersiap tidur.


keesokan harinya..


Kuga terbangun jam 6 pagi karena hari ini libur, dia pergi ke dapur untuk membuat sarapan, dan menemukan satu set makanan sehat tersedia di atas meja makan dengan sebuah note tertempel di salah satu piring.


“SAT.. makasih karena sudah membiarkan ku menginap, cobalah untuk memakan makanan sehat, kau terlihat mirip dengan adik ku saat depresi.. lagipula aku tidak mau adikku memiliki pasangan yang gemuk”


Kuga sedikit tidak menyangka kalau Agan memiliki sisi seperti itu, Agan adalah seorang pemimpin yang peduli dengan para bawahannya.. dan Kuga terlihat seperti bawahan yang paling bermanfaat saat ini.


dan tindakan yang dilakukan oleh Agan membuat Kuga jadi lebih menghormati dirinya.


“jika melihat note yang di buat olehnya apakah aku sudah di akui sebagai pasangan yang pantas bagi adiknya..? hahaha, tentu saja tidak.. dia pasti hanya bermain-main dengan kata-kata lagi.”


Agan kembali kerumahnya untuk bersiap berangkat sekolah, masuk ke dalam rumah menggunakan kunci cadangan.


namun saat dia pulang dan melihat belum ada yang bangun membuat nya sedikit bingung.


“tidak biasanya mereka belum bangun di jam segini..”

__ADS_1


setelah melihat tanggal Agan sadar kalau hari ini tanggal merah dan dia harus menunda rencana yang sudah dia buat beberapa hari terakhir.


next →


__ADS_2