Tidak Ada Yang Namanya Pahlawan

Tidak Ada Yang Namanya Pahlawan
The Most Powerful Being On Earth


__ADS_3

Agan menyuruh Kuga untuk segera pulang dan beristirahat, dan setelah itu Agan menjadi tahu kalau Kuga memiliki tubuh seperti orang normal pada umumnya.


dia tidak langsung sembuh dari luka-lukanya setelah beberapa hari tidak bertemu, Kuga mengatakan seluruh cedera yang dialami oleh nya akan sembuh total dalam waktu paling cepat 2 Minggu.


“aku sekarang merasa bersalah karena sudah memukuli nya, meskipun begitu sekarang aku bisa beristirahat dengan lebih tenang karena secara logika aku sudah memegang kendali atas kelas 2”


Agan yakin tidak mungkin seluruh kelas 2 di pegang oleh Noir sendiri, Kuga juga tidak mau cerita karena takut mereka terluka..


ternyata dalam seminggu ini terjadi banyak sekali kejadian sampai terasa sangat panjang, mungkin ini sudah waktunya untuk time skip.


Agan menulis di buku harian nya kalau dirinya akan berhenti menulis buku harian sampai terjadi sesuatu yang menyenangkan, karena tidak mungkin keseharian nya yang monoton terus menerus di tulis di buku harian..


jika begitu isi buku nya akan sangat membosankan dan biasa saja.


3 Minggu kemudian..


2 hari sebelum taruhan Agan dan pak Aldi sampai di puncaknya.


•WArung pinggir jalan


Agan mengajak Kuga untuk mencoba makanan di warung dekat SMA Anggur.. beberapa murid di kelas menyarankan Agan untuk mencoba makanan di sana.


“jadi gimana Gan, bentar lagi udah sampai batas waktu lu sama pak Aldi kan?”


“sebenarnya aku ingin menyatakannya hari ini, cuman masih males..”


Kuga seperti sudah mengenal Agan dari lama, dia mengerti kenapa Agan masih menunda-nunda pernyataan nya pada Swan, bisa jadi Agan memang tidak mau untuk menyatakan nya dan sengaja kalah dalam taruhan.


“permisi Bu, katanya makanan di sini enak-enak ya bener gak?”


seorang ibu yang menjaga warung tersebut tersenyum dengan ramah kemudian menjawab kalau yang namanya makanan mah sesuai selera, kalau yang tersedia di sini sesuai sama selera ku berarti enak, tapi kalau enggak ya sudah..


menu di tempat ini sesuai dengan menu yang tersedia di Warkop pada umumnya, yang membuat nya berbeda adalah si ibu penjaga warung.


dia benar-benar terlihat seperti seorang mahluk yang berbeda, pernah dengar tentang ras terkuat di bumi adalah seorang ibu-ibu?


kurasa jika itu adalah ibu penjaga warung ini pernyataan tersebut terlihat seperti kenyataan, namanya Bu Lesti.. dia memiliki tubuh yang terlihat seperti binaragawan aktif.


kami berdua memesan menu paling laris di tempat ini, dan yang kulihat di depan mataku adalah sesuatu yang sangat di luar nalar.


Kuga yang juga merasakan nya mengajak ku untuk keluar dari toko, pura-pura ingin ke kamar mandi..

__ADS_1


“Gan.. kau mengerti kenapa aku mengajak mu ke luar kan?”


“tempat itu adalah pemerasan berkedok warkop, kita harus membayar 30k untuk kopi saset biasa?


dia bahkan tidak melakukan penambahan apapun pada kopinya, atau melakukan suatu atraksi yang menghibur..”


“kau benar Gan, dia hanya tersenyum sambil melihat kita.. tapi aku merasa dapat mati di tempat, hanya dengan menerima tatapan darinya..”


berbeda dari cara Kuga melihat nya, aku justru melihat sebuah peluang bisnis setelah bertemu dengan Bu Lesti..


kami pulang setelah membayar kopi pesanan kami dan aku meminta nomor telepon Bu Lesti, dan dia mengatakan..


“kuharap kalian lebih sering mampir kemari, kalau bisa bawa teman-teman kalian.. aku akan membuat menu spesial khusus untuk saat itu”


membiarkan diri kami di peras secara sukarela adalah hal yang luar biasa, tidak pernah terlintas sekalipun dalam pikiran ku untuk melakukan hal tersebut.


namun seperti biasa, karena dalam beberapa hari terakhir, aku sudah menjalani hari-hari yang tenang.. pasti akan ada saat di mana sesuatu akan terjadi lagi.


“kamu adalah Agan dari SMA Delima kan?”


seseorang yang menggunakan seragam SMA Anggur tiba-tiba datang dan berbicara padaku.


“benar sekali, dengan Agan di sini.. ada yang bisa aku bantu?”


padahal belum lama sejak kepergian kami dari tempat ini, aku bahkan tidak melihat orang itu saat meminum kopi di tempat ini.. rasanya seperti seseorang memang berniat mencari masalah.


“KENAPA AKU HARUS MEMBAYAR 30 RIBU UNTUK KOPI SASET BIASA..!!”


“ITU KARENA KAMU MEMBELI NYA DI TEMPAT KU, PELANGGAN..!!”


seperti nya ini hanya masalah yang terjadi karena seorang otak otot di biarkan untuk menjadi liar di tempat umum.


beberapa orang di sekitar tidak berani melerai karena takut terluka, jika hal ini di biarkan akan terjadi hal yang buruk kepada 2 belah pihak.. dan itu tidak bagus untuk rencana ku kedepannya.


Agan menyuruh Kuga untuk menenangkan orang-orang di sekitar dengan mengatakan kalau ini adalah salah satu cara Bu Lesti memberikan suasana baru pada pelanggan.. dan menghentikan mereka yang ingin menghubungi pihak berwajib.


dan Agan akan menjadi penengah di antara Bu Lesti dan murid dari sekolah nya.


“hei bro.. bukan kah kau sudah melihat harga dari minuman yang kau beli sebelum memesan nya?”


“APA KAU BICARA DENGAN SUARA KECIL MU ITU PADA KU!? HAH..!!”

__ADS_1


sepertinya orang ini berpikir aku akan takut dengan badan besar nya dan muka nya yang terlihat garang.


karena sepertinya orang-orang sudah mulai merasa terganggu dan curiga, Agan mengambil keputusan cepat tanggap dan memukul dengan cepat dan kuat kebagian rahang..


pukulan tersebut langsung membuat orang itu pingsan di tempat.. di saat sang murid jatuh suasana menjadi canggung dan membuat orang-orang kebingungan.


namun saat Agan menundukkan badan dan berterima kasih, orang-orang mulai berpikir mungkin ini akting yang sudah ada scriptnya.. jadi mereka tidak memiliki rasa curiga sedikitpun.


“lagi pula si tampan itu tidak mungkin memiliki tenaga yang cukup besar untuk membuat pingsan seseorang yang lebih besar dari nya hanya dengan satu pukulan.”


“kau benar.. Bu Lesti hebat juga ya, bisa mendapatkan aktor kecil seperti mereka.”


hal tadi mulai ramai di bicarakan oleh orang-orang, Bu Lesti sepertinya langsung mengerti dengan situasi dan memberikan hadiah mie goreng instan pada setiap pelanggan yang hadir dan melihat adegan tadi.


Agan langsung membopong murid dari sekolah nya bersama dengan Kuga dan membawanya pergi, tidak lupa dia juga mengirim pesan pada Bu Lesti..


“jangan lupa dengan bayaran ku sebagai aktor utama dalam iklan singkat tadi, dan uang untuk kopi yang di pesan oleh anak ini sudah ku taruh di bawah gelas pesanan nya.. maaf sudah merepotkan”


sesuai dengan dugaan awal, Agan merasa ada seseorang di balik kejadian ini.. dia melakukan pengecekkan di setiap kantong dan juga di dalam tas murid ini tapi dia tidak menemukan sepeserpun uang.


“seolah-olah di memang datang dengan niat untuk mencari masalah di tempat itu..”


Kuga selalu mengatakan nya dengan lantang supaya terlihat cerdas, lebih tepatnya aku menganggap nya seperti itu..


dia memang cerdas, pintar dalam pelajaran dan olahraga, pengertian, tinggi, punya penghasilan dari pekerjaan nya sebagai model, kepribadian nya lembut..


si*lan haruskah aku memb*nuh nya?


aku tidak akan membiarkan dia membuat ku terkesan supaya dia bisa mendekati adik perempuan ku..


“Gan.. hei, denger gak sih?”


“kenapa? apa kau mau kupukul?”


ekspresi Kuga terlihat sangat kebingungan, meskipun dia mengerti banyak tentang Agan bukan berarti dia bisa membaca hatinya..


“bro.. lu kenapa dah?”


“tidak apa hanya saja tiba-tiba aku ingin memukul wajah mu karena teringat dengan adik ku”


lihat saja, Kuga bahkan sudah beradaptasi dengan baik di lingkungan nya.

__ADS_1


padahal bahasa utama yang biasa dia gunakan adalah bahasa inggris, namun sekarang dia sudah terbiasa dalam pengucapan bahasa Indonesianya..


sekali lagi, aku ingin sekali memukul orang dihadapan ku ini.


__ADS_2