
Identitas dari murid SMA Delima yang mencari masalah di warung Bu Lesti, tidak dapat di temukan di manapun.
Agan sudah memberi tahu pak Aldi untuk melakukan pengecekkan, Agan juga memberikan foto orang tersebut ke pak Aldi.
“u know what bro, no matter how many times I've seen this face, he doesn't look like an average high schoolers..”
“aku bisa melihat nya, tapi.. apakah kau ingat dengan wajah murid SMA Anggur yang memberi tahu kita tentang masalah di Warkop?”
Kuga mengaku tidak mengingatnya.
“kalau begitu bagaimana jika kita tanya langsung saja ke orang ini?”
Kuga setuju, dia merasa sedikit senang karena akan melihat ada orang yang bernasib sama dengannya, ditangkap oleh Agan Nyu Sain.
jam di tangan Kuga menunjukkan pukul 16:27, Kuga menjelaskan pada Agan kalau mereka masih mempunyai waktu setengah jam sebelum jam 5 sore, karena Agan mengajak Swan untuk pulang bersama setelah dia menyelesaikan lesnya.
“kita harus pulang bersama dengan Swan ya, aku sempat melupakan hal itu tadi..”
“jadi kita akan menyiksa orang ini dimana?”
Agan menyuruh Kuga untuk membawa orang tersebut ke tempat yang cukup sunyi, karena dia akan membeli sesuatu terlebih dahulu.
setelah menunggu cukup lama, Agan datang ke tempat sunyi yang diberikan oleh Kuga.
“sudah selesai membeli barang yang kau butuhkan?”
“kurang lebih begitu, nih.. ikat kedua tangan nya menggunakan tali ini, jangan kendur.”
Kuga melaksanakan yang Agan minta dan Agan sendiri mengikat kaki orang tersebut.
setelah selesai mengikat, Agan menyiram wajah orang itu menggunakan air mineral yang ia beli.
“hah.. hah.. di-dimana gw?”
“halo bang”
orang itu kebingungan setelah menyadari apa yang sedang terjadi.
“a–apa yang kalian lakukan pada ku..!! woi, lepasin.”
tanpa pikir panjang Agan langsung menendang perut orang itu hingga terkapar.
“bang, gw tahu lu bukan anak sekolahan kan? jadi kenapa pake seragam sekolah kami?”
“bang*at, gw hajar juga lu ya..!!”
Agan merasa pukulan tidak akan berefek banyak pada orang seperti ini, jadi dia mengeluarkan sebuah f*esh care dan balsem dari tas nya.
“bang.. lu gitu aja terus, gw olesin ini ke mata lu mau?”
“woi.. gila lu ya, TO–”
Agan melayangkan pukulan tepat mengenai mulut nya, kemudian dia menyuruh Kuga untuk mengeluarkan plester.
Agan langsung menutup mulut orang tersebut menggunakan plester.
__ADS_1
“kesempatan terakhir, mau ngomong gak?”
Agan mengoleskan balsem ke bagian di bawah kelopak matanya..
“urmh..!! urmhh..!!?”
“denger ya bang, emang gw gak bisa b*nuh orang.. tapi gw bisa bikin orang trauma sampai masuk RSJ, mau coba?”
orang itu menjadi lebih tenang, kemudian menganggukan kepala dan setuju untuk bersikap kooperatif.
setelah plester di buka, dia menarik nafas dalam-dalam dan mulai berfikir dengan dengan lebih jernih.
“ada.. ada seseorang di sekolah mu yang menyuruh ku untuk melakukan nya, dia memberikan bayaran yang cukup besar untuk hanya sekedar mencari masalah di Warkop”
“kau tahu orang nya?”
“tidak, tapi aku sempat mendengar mereka menyebut-nyebut Rais”
setelah mendengar ucapan preman tersebut, Agan melihat ke arah Kuga.. tatapan nya sangat mengerikan, membuat Kuga seketika mengeluarkan keringat dingin.
“Kuga, aku mengenal sosok Ra'is ini.. tapi belum pernah melihat wajah nya secara langsung, kau tahu bagaimana wajah orang ini, dan berada di kelas berapa dia?”
“aku juga belum pernah melihatnya secara langsung, tapi aku tahu orang yang memiliki hubungan dengan nya”
Kuga merasa sedikit penasaran dengan alasan kenapa Agan terlihat kesal sekali, karena seingat nya tidak ada satu pun orang yang membuat masalah dengan Agan selain dirinya.
“Noir ya?”
“bukan, tapi pak Adnan”
“baiklah, kalau begitu kita urus orang itu besok.”
“uh.. ok”
Agan merapikan alat-alat yang di gunakan oleh nya, kemudian mengancam preman tadi dengan mengucapkan..
“bang.. saat lu pingsan tadi, gw ngambil foto lu tanpa busana, macem-macem aja lagi di sekitar sini.. atau cari gara-gara sama gw, siap-siap aja foto telanjang lu tersebar di seluruh jalanan”
“lu, serius..!?”
“yang gw lakuin tadi ke lu itu lumayan berbahaya loh, emang keliatannya kayak becanda ya?”
sang preman menelan ludah dan meminta untuk di kasihani, Agan yang sudah berhasil mendapatkan rasa takut darinya mulai memanfaatkan situasi.
“kau punya telefon kan?”
sang preman menganggukkan kepalanya dengan cepat.
“berikan aku nomor mu, dan jika ada tawaran untuk mencari masalah seperti itu langsung beritahu aku, ok bang?”
“baik.. aku juga akan memperingatkan teman-teman ku.”
Agan tersenyum yang membuatnya terlihat lebih mengerikan lagi, setelah ikatan tangan dan kakinya di lepas.. preman itu melakukan hormat ke arah ku kemudian pergi.
“kau mengerikan bro, mungkinkah kau reinkarnasi seorang iblis atau semacamnya?”
__ADS_1
“seperti nya sekarang mulut mu yang butuh diajarkan sopan santun ya?”
saat sedang asik mengobrol, Kuga melihat jam tangan dan mengetahui kalau mereka terlambat untuk pergi ke tempat Swan.
setelah sampai di tempat les Swan, Agan dan Kuga mendapatkan omelan dari Swan..
•HOME SWEET HOME
“kak Agan, apa sudah ada perkembangan dalam hubungan mu dengan kak Swan?”
“belum, aku.. aku belum mau ada perubahan dalam hubungan saat ini”
ayah Agan yang tidak sengaja mendengar percakapan anak-anak nya ikut menambah pendapat.
“sebaiknya memang begitu sih.. ayah tidak menyangka orang yang kau sukai adalah anak tetangga baru kita.”
“aku juga merasa begitu pah, hanya saja ada perasaan takut kehilangan yang membuat ku berpikir mungkin orang akan mengambilnya terlebih dahulu”
“sudahlah lebih baik sekarang kita main bola saja, yang berhasil mengalahkan ayah akan mendapatkan uang saku tambahan”
Lia merasa bersemangat dan antusias, kurasa itu yang dirasakan oleh ku jika masih berusia sama dengan nya.
3 tahun mungkin terasa singkat bagi sebagian orang, namun itu adalah waktu yang lama bagi ku.
seharusnya aku sudah berusia 21 tahun saat ini, menikah dengan guide memiliki keluarga kecil di desa kyft tepat di samping danau, sheesh.. sekarang aku harus menunggu 3 tahun lagi.
apa aku mulai menyesali pilihan ku ya?
di sisi lain aku tidak mau mengotori nya dengan hubungan nanggung seperti pacaran, tapi di sisi lain aku juga tidak cukup yakin orang dengan penampilan seperti dirinya masih tetap akan single setelah 3 tahun.
haruskah ku bunuh saja semua orang yang memiliki kemudian untuk menjadi saingan?
aku butuh Ramen..
keesokan harinya Agan demam karena terlalu banyak beban pikiran, dokter yang di panggil ke rumah mengatakan kalau Agan hanya sedang kelelahan.
pagi di mulai dengan Agan yang bangun lebih awal dari anggota keluarga yang lain, namun saat menuruni tangga, Agan salah melangkah karena kepalanya terasa sangat pusing.
Agan tidak mengeluarkan suara apapun saat terjatuh di tangga, Alia yang kebetulan juga bangun awal hari itu terkejut melihat kakak nya tergeletak di lantai.
karena panik dan merasa tidak cukup kuat untuk membantu kakak nya, Lia masuk kedalam kamar orang tua nya kemudian membangunkan papah.
mendengar kalimat ‘kakak tergeletak’ membuat ayahnya langsung bangun dari kasur dan berlari mengeceknya.
mamah yang sudah terbangun saat Lia masuk ke dalam kamar, masih butuh waktu untuk memproses ucapan Lia.
papah yang melihat kakak tergeletak langsung menggendong dan membaringkannya di kasur tepat di samping mamah.
papah menghubungi seseorang untuk memeriksa kak Agan, mamah yang melihat kakak di bawa ke dalam kamar langsung bergerak untuk mengecek keadaannya.
“hidung dan kening nya berdarah”
“sepertinya dia demam, dan terjatuh saat menuruni tangga..”
ke duanya bersikap tenang sebagai orang dewasa, Alia tetap harus berangkat ke sekolah dan papah juga tetap harus berangkat bekerja..
__ADS_1
Agan di rumah dalam pengawasan ibunya sambil menunggu dokter yang di hubungi datang.