
*KERAJAAN NAGA*
WUSSS...
Semilir angin berhembus di antara hijaunya rerumputan.
BUGG..
Yura memukul Fang dan Yu lang.
"Apalagi yang salah, nyonya?" tanya Fang.
"Kenapa ekormu keluar?" kesal Yura.
"Iya, maaf." jawab Fang.
CLINGG..
Fang kembali berubah menjadi wanita cantik.
"Aaa!!! gimana sih?!" seru Yura kembali.
"Ada apalagi?" tanya Yura.
"Telingamu kenapa seperti itu?" tanya Yura sambil melotot.
"Heh..., ada apa sih?" tanya Go Bao yang baru muncul.
"Hehehe...," senyum misterius dari Yura.
"Ada apa, nyonya?" tanya Go Bao.
Dari senyum yang di tunjukkan oleh Yura membuat Fang dan Yu lang ikut tersenyum.
"Ada apa sih?" Go Bao merasa ada yang tidak beres.
"Rubah dia." perintah Yura.
"Baiklah, nyonya." jawab Fang.
CLINGG...
Go Bao di rubah menjadi sosok wanita cantik.
Go Bao terkejut bukan kepalang saat dirinya sudah berubah menjadi seorang wanita.
"Hahaha...," tawa Yura menggelegar.
"Hahahaha!!!!" Fang dan Yu lang ikut tertawa.
"Kejam sekali, nyonya." Go Bao hendak merubah dirinya lagi.
"Kalau kamu merubah dirimu lagi...," ancam Yura.
DEG...
"Menakutkan...," guman Fang, Yu lang dan Go Bao dalam hati.
"Aku mau menyusup ke kerajaan Utara." ucap Yura.
"Ke kerajaan Utara? memangnya kita mau apa ke kerajaan Utara, Nyonya?" tanya Fang.
"Tentu saja aku mau melakukan sesuatu." jawab Yura.
__ADS_1
"Apakah ada sesuatu yang ingin anda lakukan?" tanya Go Bao.
"Hehehe... mau mencari seseorang." jawab Yura.
"Memangnya siapa yang anda cari di sana, Nyonya?" tanya Yu lang.
"Seseorang dari duniaku dahulu, seseorang yang telah membunuhku di masa ku." jawab Yura.
Fang, Go bao dan Yu lang sedikit kebingungan dengan perkataan Yura, karena mereka tidak pernah tahu apa yang dimaksud oleh wanita itu.
"Memangnya dia mempunyai masalah dengan Nyonya?" tanya Yu lang.
"Tentu saja, masalah yang sangat luar biasa." jawab Yura.
Ketika mereka berbincang-bincang salah satu siluman kecil mendatangi Yura.
"Nyonya.. nyonya." Panggil siluman burung.
"Ada apa, cantik." jawab Yura.
"Nyonya, di luar kerajaan kita ada begitu banyak orang. kelihatannya mereka mau berkunjung ke kerajaan kita." jawab siluman burung pipit.
"Lalu?" tanya Yura.
"Mereka datang dengan membawa banyak orang, nyonya." jawab siluman Pipit sembari memperagakan apa yang dilakukan oleh orang-orang itu.
"Siap mereka, Nyonya?" tanya Fang.
"Mana aku tahu, kalian kan para siluman coba kalian cium bau mereka." jawab Yura.
"Kalau itu sih pekerjaan Yu lang, Kalau kami tidak bisa mengendus. kami bukan bangsa anjing." jawab Fang yang membuat Yu lang melotot.
"Ya ya maaf, kita sama-sama punya telinga." Fang mencoba menenangkan Yu lang.
"Salah lagi aku ngomong, memangnya harus bagaimana sih?" Fang sedikit kebingungan.
"Nyonya." Panggil Jin-fe.
"Ini nih satu perguruan dengan Yu lang." Fang menatap Jin-fe yang baru datang.
"Kamu mau mulutmu itu aku pindah ke belakang kepalamu, biar kamu menjadi tontonan satu kerajaan ini." Yu lang mulai marah.
"Wah bagus juga nih, coba Yu lang kamu rubah dia. mulutnya ada di belakang hidung sama matanya di depan." Yura malah memprovokasi Yu lang.
"Idih.. nyonya ini, masa malah memprovokasi bukannya menenangkan, malah membakar hati orang." Fang sedikit mencibir kan mulutnya.
"Kamu ini ya, dasar rusa jantan menyebalkan. mulutmu itu kenapa pandai banget berbicara, Kamu ini terlahir konslet atau salah tempat?" tanya Yura.
"Maksud nyonya?" tanya Fang kembali.
"Ya jelas aja aku tanya sama kamu, kamu itu lahirnya salah tempat atau kamu itu benar." jawab Yura.
"Salah tempat itu bagaimana ya, Nyonya?" tanya Fang yang sedikit kebingungan.
"Ya maksudku itu seharusnya kamu tidak terlihat sebagai seorang pria, Seharusnya kamu itu lahir menjadi wanita. kalau kamu pria pandai berbicara itu tidak pada tempatnya. apa kamu mau aku kasih pakaian wanita? aku beri dalaman wanita biar kamu menjadi wanita asli?" Yura menatap Fang dengan tatapan mata yang benar-benar membuat siluman rusa itu langsung tersenyum sembari menggerakkan kedua tangannya.
"Jangan, Nyonya. aku sudah sempurna seperti ini, wajahku tampan tubuhku tinggi badanku besar dan sangat menawan. Jadi cukup seperti ini aku tidak mau dirubah menjadi wanita." jawab Fang yang terlihat mundur satu langkah.
Jin-fe hanya bisa menghela nafasnya, memang istri dari junjungannya itu benar-benar sangat luar biasa.
"Ada apa, Jin-fe?" tanya Yura.
"Beberapa anak buah saya memberi kabar kalau ada tamu dari kerajaan Byakgo yang datang kemari, kerajaan itu datang hampir bersamaan dengan kerajaan Selatan." jawab Jin-fe.
__ADS_1
"Kerajaan Selatan?" tanya Yura.
"Benar sekali, Nyonya." jawab Jin-fe.
Yura, Fang dan Go Bao saling menatap satu sama lain.
"Kerajaan Selatan berani ke tempat kita?" tanya Yura.
"Hamba tidak tahu, nyonya." jawab Go Bao.
"Apa mungkin mereka tidak tahu kalau nyonya yang bertamu ke tempat mereka waktu itu?" tanya Fang.
"Entahlah, kemungkinan besar mereka memang tidak tahu." jawab Yura.
Para siluman dan Yura saling menatap satu sama lain.
"Ini akan menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan." ucap Yura.
"Benar sekali, nyonya. ini akan sangat menyenangkan, Kita akan membuat mereka menjadi bahan permainan kita." ucap Go Bao.
"Tapi, mau apa kerajaan Byakgo ke sini?" tanya Yura.
"Saya juga kurang tahu, Nyonya. Tapi kelihatannya mereka membawa begitu banyak orang-orang dari kerajaan mereka. juga para wanita kerajaan itu." jawab Jin-fe.
"Mereka mau membuat masalah ya..," ucap Fang dalam hati.
Yura bersama dengan Fang dan Jin-fe pergi ke perbatasan kerajaan, wanita itu ingin melihat Apakah benar yang dikatakan oleh Jin-fe mengenai para tamu kerajaan itu.
"Kalau mereka tahu siapa sebenarnya Nyonya mereka pasti akan sangat terkejut." ucap Fang.
"Tentu saja itu yang aku inginkan, mereka harus terkejut dengan wujudku." jawab Yura.
"Hi...," Fang bergidik ngeri mengingat wujud Yura.
"Sepertinya akan ada permainan yang sangat menarik." Yura nampak tersenyum dengan semua rencana yang ada di otaknya.
sedangkan Jin-fe dia sedikit kebingungan karena dia memang tidak tahu apa yang terjadi di desa Ruixa.
Dengan sekali hembusan angin tiga orang itu akhirnya melihat ke perbatasan Kerajaan Naga, mereka menatap kerajaan Byakgo yang datang terlebih dahulu. mungkin jarak kedatangan kerajaan Selatan 3 atau 4 jam kemudian.
"Berani sekali pria menjijikkan ini menginjakkan kakinya di tempat ini. kenangan masa lalu ini akan membekas di otakku." ucap Yura.
ingatan mengenai Yura di masa itu benar-benar sangat menyedihkan, Yura yang hidup di masa depan itu akhirnya ikut merasakan bagaimana kejamnya Kaisar Zen hui. karena dia juga mendapatkan siksaan dari pria itu.
"Kamu sudah masuk ke sarang harimau, kalau begitu aku akan membuka pintu kerajaanku, akan kubuat kau merasakan penderitaan yang sangat luar biasa." ucap Yura yang kemudian menghilang. wanita itu akan langsung pergi ke tempat sang suami. Yura akan meminta suaminya menerima orang-orang itu demi dirinya, Karena Yura ingin membalas dendam.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
__ADS_1
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO