
"Tempat ini seperti surga..," selir Momo terpesona dengan keindahan kerajaan naga.
"Kaisar naga orangnya benar-benar sangat tampan ya, selir. apalagi para pejabat kerajaannya.. mereka benar-benar sangat sempurna, tapi yang mulia Kaisar naga lebih sempurna lagi." pelayan kepercayaan selir Momo nampak juga terpesona dengan orang-orang yang ada di kerajaan naga.
"Sudah-sudah Kamu tidak usah mengatakan hal itu, kamu itu tidak pantas bicara seperti itu. lagi pula yang harus berbicara seperti itu harusnya aku." jawab selir Momo.
Ketika selir Momo memejamkan matanya dia mulai membayangkan wajah Kaisar naga yang membuat jantungnya terus berdebar. ada rasa gelisah yang begitu luar biasa. bahkan selir Momo merasakan sesuatu yang membuatnya begitu bersemangat. terasa ada api yang membakar jiwanya, serasa dia baru merasakan jatuh cinta kepada seseorang.
"Heh..," selir Momo menghela nafasnya dengan begitu berat.
*ISTANA NAGA*
"Nyonya." panggil Amei.
"Ada apa?" tanya Yura kembali.
"Heh.., aku merasa tidak suka dengan kedatangan mereka, nyonya." ucap Amei.
"Hemm.., memangnya kenapa? kan kita bisa bermain sebentar." jawab Yura.
"Maksud nyonya?" tanya Amei.
"Kita main-main Sebentar, kita tunjukkan kepada mereka kalau kita ini adalah orang yang bermartabat. kita harus menunjukkan kepada mereka kalau kita ini lebih hebat dari mereka, sekarang kita bukanlah keluarga mereka. kita juga bukan orang dari kerajaan Byakgo. Jadi apa yang kamu pusing kan?" tanya Yura.
"Saya takut jika mereka melakukan sesuatu kepada kita, Nyonya." ucap Amei.
"Sehebat apa mereka? sekuat apa, lagi pula aku juga ingin melihat bagaimana tampang dari kaisar kerajaan mereka. Kaisar Zen Hui adalah orang yang sangat jahat, kita harus memberikan mereka balasan." jawab Yura.
Seketika Amei tersenyum mendengar jawaban yang dikatakan oleh Yura.
"Aku.. aku mau melakukan apapun. aku mau melihat mereka iri padaku." ucap Amei.
"Kalau begitu kita akan melakukan sesuatu yang benar-benar membuat mereka iri kepada kita." jawab Yura.
Senyum yang begitu menakutkan itu ditunjukkan oleh Yura, wanita itu akan memberikan balasan kepada kaisar Zen Hui dan orang-orang yang ada di kerajaan itu. ketika mereka berbincang-bincang ternyata selir Kyuhyun datang menemui Yura.
"Hormat hamba, yang mulia." salah satu pelayan nampak mendatangi Yura.
"Ada apa kalian kemari?" tanya Yura.
"Yang mulia, selir kerajaan Byakgo ingin menemui yang mulia." jawab pelayan.
"Selir kerajaan Byakgo? selir yang mana?" tanya Yura.
"Selir Kyuhyun ingin menemui yang mulia permaisuri." jawab pelayan.
__ADS_1
Memang selir Kyuhyun selalu baik kepada Yura, karena itu Yura tidak ingin melakukan sesuatu kepada wanita itu.
"Kamu persilahkan dia, minta dia menungguku di taman paviliunku saja." pinta Yura.
"Baik, Yang mulia." pelayan yang kemudian pergi.
Wanita itu tidak datang sendiri, ternyata selir Selin juga ikut bersama dengan selir Kyuhyun. sekitar beberapa menit kemudian Yura sudah datang di taman yang ada di istana naga tempat tinggalnya bersama dengan Kaisar naga Tian Yao.
Pakaian yang begitu indah, wajah yang begitu cantik dan cara jalan yang begitu menawan. terlihat sekali Yura begitu cantik luar biasa hingga membuat selir Kyuhyun dan selir Selin benar-benar terpesona.
"Hormat hamba, Yang mulia permaisuri." salam selir Kyuhyun.
Selir Selin tidak membuka mulutnya sama sekali.
"Duduklah, selir." pinta Yura.
selir Selin menatap Yura dengan tatapan mata yang begitu terpesona, wanita itu menetap Yura yang sekarang benar-benar sudah berubah. pakaian yang begitu mewah wajah yang begitu cantik bahkan kulit yang begitu halus. sangat berbeda ketika dia berada di kerajaan Byakgo.
"Ada apa, selir kemari?" tanya Yura.
"Bisakah kata-katamu itu sedikit sopan, dasar wanita tidak tahu diri." ketus selir Selin.
"Seharusnya kamu yang berkata sopan kepada yang mulia permaisuri, Jika kamu tidak bisa sopan akan kupastikan para pengawal istana naga akan menyeretmu dari sini!" Amei langsung mempertegas kata-katanya. wanita itu memang selalu tidak suka dengan selir Selin. wanita yang selalu sok, selalu bersikap seolah dia adalah pemimpin tertinggi di istana para wanita.
"Turunkan ada bicaramu, jika tidak para pengawal istana naga akan membuangmu dari kerajaan!" seru Yura yang langsung meninggikan suaranya. sorot mata yang begitu tajam dengan kata-kata yang begitu mempertegas Wibawanya.
Seketika selir Selin langsung duduk karena selir Kyuhyun juga langsung menarik pakaian wanita itu.
"Jika kamu tidak bisa bersikap sopan di kerajaanku, maka aku akan melemparmu dari kerajaanku. Kalau tidak aku akan langsung memasukkanmu ke penjara." ancam Yura.
"Wanita ini benar-benar sangat sombong, setelah dia menjadi permaisuri kerajaan ini sikapnya begitu melonjak. Dia kira dia akan tetap bertahan di kerajaan ini, apa?" guman selir Selin dalam hati.
"Sampai kapanpun aku akan bertahan di kerajaan ini, karena ini adalah tempat suamiku dan tempatku. Jika kamu mempunyai pikiran kotor ataupun pikiran jelek lebih baik kamu keluar dari sini, aku tidak menerima tamu yang tidak mempunyai tata krama sama sekali!" seru Yura dengan nada suara yang begitu keras.
selir Selin benar-benar sangat terkejut ketika Yura mengatakan hal itu padanya, wanita itu seolah bisa membaca apa yang ada di pikirannya.
"Pelayan!" panggil Yura.
Dua pelayan langsung datang menemui Yura.
"Iya, Yang Mulia." jawab pelayan.
"Minta pada dua prajurit untuk kemari, bawa wanita yang tidak mempunyai tata krama ini keluar dari istana naga!!" seru Yura yang membuat dua pelayan langsung menunjukkan wujud mereka.
Dua wanita cantik itu tiba-tiba berubah menjadi sosok yang sangat menakutkan, dua wanita itu berubah menjadi wanita bertubuh besar dengan sorot mata yang sangat tajam.
__ADS_1
"Aaaa!!!" selir Kyuhyun yang terkejut.
"Bawa wanita ini keluar dari istanaku!!" seru Yura.
"Yang mulia.. yang mulia." selir Kyuhyun langsung meminta maaf kepada Yura.
"Di sini aku adalah pimpinan, disini aku adalah penguasa. jika kamu macam-macam.. maka kamu akan celaka!" seru Yura.
"Ampun.. ampun..," Selir Selin berteriak.
"Bawa dia ke istana tamu." pinta Yura.
"Baik, Yang mulia." jawab dua pelayan.
selir Kyuhyun benar-benar tidak akan mengira kalau hal ini terjadi, wanita yang dulu dia kenal itu sudah berubah total bahkan ada raut wajah yang begitu tidak berkata.
"Duduklah, selir." pinta Yura.
"Terima kasih, Yang mulia permaisuri." jawab Yura yang kemudian meminta pelayan untuk mempersiapkan makanan untuk mereka.
"Kamu harus melihat para dayang yang ada di istana, tolong perintahkan kepada mereka untuk melakukan persiapan pesta ulang tahunku dan Yang mulia." pinta Yura.
"Baiklah, Yang mulia." jawab Amei yang kemudian pergi cara berbicara Amei dan Yura memang begitu dekat.
Berbeda dengan para selir Kaisar Zen hui yang selalu memandang rendah para pelayan dan dayang kerajaan.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
__ADS_1