
Fang, Yu lang dan Ang-ru mencari keberadaan dua anak yang sedang tersesat mencari keberadaan Yu lang.
Di sebuah hutan terlihat dua anak laki-laki yang sedang berlari dengan ketakutan yang begitu besar, tubuhnya begitu lemas, wajah pucat pasi dengan memori mengenai desanya yang sudah dihancurkan. langkah kaki kedua anak itu terhenti di sebuah pohon yang cukup besar. nampak mereka begitu kelaparan dengan perut yang keroncongan.
"Kakak aku capek aku haus." bocah kecil itu menghentikan langkah kakinya, dia menarik salah satu tangan anak yang lebih dewasa itu.
"Kita tidak boleh berhenti di sini, nanti kalau mereka menemukan kita kita akan dibunuh sama mereka." jawab bocah yang lebih besar. perut mereka terus berbunyi, perut keroncongan yang menandakan kalau mereka benar-benar sudah kelaparan. Mereka pergi tanpa membawa bekal apapun. Bagaimana bisa membawa bekal bisa lepas dari para siluman jahat dan Iblis jahat itu saja mereka sangat bersyukur.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mencarikan kamu makanan dulu. kamu tunggu di sini ya aku akan mencari buah-buahan di hutan ini." ucap anak yang lebih besar itu, dia hendak meninggalkan si anak kecil yang terus memegang erat salah satu tangannya.
"Jangan, jangan tinggalkan aku. kalau aku ada di sini sendiri bisa-bisa mereka akan membunuhku. mereka akan membuatku menjadi santapan mereka." jawab bocah kecil itu dengan raut wajah yang sangat ketakutan.
"Tenang saja, kamu tidak usah khawatir. kita sudah jauh dari desa kita, mereka tidak akan menemukan kita di sini." jawab anak yang lebih besar. tangannya hendak ditarik ingin meninggalkan anak kecil itu, namun si kecil terus menggenggam erat tangan saudaranya itu.
"Aku takut aku, ikut saja aku tidak mau mati di sini." dengan raut wajah yang ketakutan dia terus meminta merengek takut akan orang-orang jahat yang sudah membunuh keluarganya.
"Baiklah kalau begitu Kamu ikut aku." akhirnya dua anak itu mencari sesuatu untuk mereka makan. di hutan yang tidak mereka ketahui itu Mereka mencoba untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan. tatapan mata mereka menatap pohon yang berukuran sangat besar, dedaunan yang berserakan dengan semilir angin yang lumayan kencang.
"Kakak itu ada buah di sana, Bisakah kita memakannya?" tanya si kecil.
Anak yang lebih besar itu menggenggam tangan si kecil, ada buah-buahan yang terjatuh di hutan itu. ada beberapa buah bekas gigitan burung atau makhluk yang lainnya.
"Kita ambil makanan itu lalu kita cari tempat untuk bersembunyi. jika kita tetap berada di sini nanti mereka akan membunuh kita." dua anak itu mencari tempat untuk berlindung, mencari sebuah gua atau apa saja. ketika mereka baru berjalan beberapa langkah dua anak itu menemukan sebuah pohon yang begitu besar dengan lubang yang tidak terlalu besar itu.
"Bisakah kita masuk ke dalam pohon itu, Kak?" tanya si kecil.
"Ayo kita coba, kita akan berteduh di sana. kemungkinan malam ini hujan akan turun." jawab anak yang lebih besar kemudian mendekati pohon besar itu. Ketika mereka memasuki pohon besar itu tiba-tiba terdengar suara lolongan serigala.
"Suara apa itu Kak?" tanya si kecil yang ketakutan. dia memeluk erat saudaranya sembari menyembunyikan kepalanya.
"Itu suara serigala, sebentar lagi malam mereka akan keluar." jawab anak yang lebih besar.
__ADS_1
Di sudut hutan tempat dua anak itu Fang, Yu lang dan Ang-ru sudah berada di tempat itu. "Aku bisa merasakan kalau mereka ada di sini." ucap Yu lang.
"Tentu saja kamu bisa merasakannya, hidungmu itu fungsinya sangat luar biasa." Fang sedikit memberikan sindiran kepada sahabatnya itu.
"Apa kamu mau ekor mu itu aku gigit? Kalau tidak aku jadikan santapan malamku." kata Yu lang sembari melotot ke arah Fang.
"Terima kasih, memang hari ini aku benar-benar sial karena berangkat dengan dua makhluk yang sangat mengerikan. aku hanyalah rusa yang tidak berdaya, Aku adalah makhluk yang sekarang terhimpit di antara serigala dan siluman harimau." jawab yang kemudian mengeluarkan kipas besi miliknya.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Ang-ru.
"Tentu saja kita harus berteduh, Memangnya kamu mau kita hujan-hujanan? Aku sih tidak mau dong. penampilanku saja sudah sesempurna ini masa aku harus basah kuyup." jawab Fang yang kemudian menggunakan sihirnya untuk membuat pondok yang tidak terlalu besar.
suara lolongan anjing atau serigala di hutan itu membuat Fang langsung menoleh ke arah Yu lang. "Kaummu memanggil." ucap Fang yang membuat Yu lang langsung mengeratkan giginya.
"Kamu mau cari masalah, Fang?" tanya Ang-ru.
"Tidak, lebih baik kita berteduh di pondok. aku juga tidak mau kalau tiba-tiba para serigala itu menyantap ku." jawab Fang yang kemudian mengibaskan kipas besinya. dalam sekejap mata di depan tiga orang itu sudah berdiri kokoh sebuah bangunan, sebuah pondok yang tidak terlalu besar namun cukup untuk berteduh dari hujan dan kejaran para hewan buas.
"Itu kan kamu walaupun hujan seperti ini aku bisa merasakan keberadaan mereka jawab hilang sudah nggak usah banyak bicara lebih baik kita berteduh dulu hujan akan turun dengan deras.
Dresss..grecekk.. grecekk..
hujan benar-benar turun di hutan tempat 5 orang itu. 3 siluman berteduh di dalam pondok kayu yang mereka bangun, sedangkan dua anak kecil itu berteduh di dalam pohon. "Kakak, aku takut." rengek si kecil yang terus memeluk erat saudaranya.
"Tenang, ada aku di sini. Kamu tidak usah khawatir." anak yang lebih besar itu menenangkan saudaranya. mereka berdua saling memeluk satu sama lain, menunggu hujan reda untuk melanjutkan perjalanan mereka. mencari siluman serigala yang pernah ditolong oleh ketua desa mereka.
"Kakak, Bagaimana kalau kita tidak menemukan Tuan Yu lang. Apakah kita akan mati?" tanya si kecil kembali.
"Kamu tidak boleh berkata seperti itu, kita pasti menemukan tuan Yu lang karena ketua bilang taring yang diberikan oleh Tuan Yu lang bisa membantu kita untuk menemukannya." jawab anak yang lebih besar.
Kata-kata yang dia ucapkan bertujuan untuk menenangkan si kecil yang dari tadi bertanya, namun ketika mereka berbicara mereka tidak sadar kalau beberapa serigala sudah mencium keberadaan mereka.
__ADS_1
"Arrgggg..," suara erangan serigala yang berada di sekitar pohon besar. serigala-serigala itu sudah mengelilingi dua anak kecil yang ada di pohon.
"Kakak, kenapa ada suara hewan di dekat tempat kita?" tanya si kecil yang sangat ketakutan.
"Tenang saja, mereka tidak akan bisa menemukan kita." jawab anak yang lebih besar.
Setelah berbicara ternyata anak yang lebih besar berusaha untuk melihat keluar dari lubang yang ada di pohon. Betapa terkejutnya mereka saat mereka melihat beberapa serigala sudah ada di depan pohon tempat mereka bersembunyi.
"Kakak..," ucap si kecil yang memeluk erat saudaranya.
"Tenang, kita Jangan bergerak. mereka tidak akan bisa menggapai kita di sini." jawab anak yang lebih besar.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
__ADS_1