
"Aaaa!!!"
putri She menangis meraung-raung merasakan kesakitan di tubuhnya, dia tidak akan pernah berfikir dia akan seperti ini.
"Tenang putri."
Tabib merasa kasian dengan kondisi putri She, gadis itu meraung kesakitan dengan kondisinya. gadis itu menangis tersedu-sedu merasakan tubuh yang benar-benar sangat sakit
"Heh..," menteri kerajaan Bei hanya bisa menggelengkan kepalanya.
*ISTANA NAGA*
"Kamu mau makan, suamiku?" Yura nampak tersenyum menatap sang suami. wanita itu menyodorkan makanan yang tadi dia buat khusus untuk suaminya.
"Tentu saja, istriku. aku akan menerima apapun yang kau berikan padaku." dengan senyum yang begitu cerah bagaikan mentari yang baru keluar di pagi hari. Kaisar naga nampak begitu manja kepada istrinya, dia terus-menerus merayu sang istri dengan kata-kata yang begitu menyejukkan hati istrinya.
"Apa kita tidak melihat kondisi putri dari kerajaan Bei, Suamiku?" Yura bertanya sekaligus ingin mengetahui sesuatu.
"Kenapa kita harus berusaha mencari sesuatu, istriku. biarkan saja mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan, biarkan mereka berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang mungkin tidak bisa mereka dapatkan." dengan tegas Kaisar naga menjawab pertanyaan istrinya. kata-katanya menunjukkan sebuah ketegasan bahwa dia tidak peduli Bagaimana kondisi Putri She. karena wanita itu sendiri yang berusaha membuat masalah.
Yura memejamkan matanya kemudian memanggil nyonya Wu.
Kaisar naga yang mengetahui sang istri memanggil Nyonya Wu seketika dia tersenyum.
WUSS..
Nyonya Wu langsung berada di tempat Yura dan suaminya. "Hormat hamba yang mulia." nyonya Wu sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Nyonya Wu, aku ada sedikit pekerjaan untukmu. Bisakah kau melakukan sesuatu untukku?" tanya Yura.
"Memangnya ada apa, yang mulia?" Nyonya Bu harus sedikit menahan dirinya agar di depan kasar Naga tidak mungkin dia langsung bersikap seperti emak-emak yang sedang bergosip bersama permaisuri kerajaannya.
"Kalian bicara saja, aku akan menemui para Jenderal kerajaan dulu." Kaisar naga yang kemudian mencium kening sang istri. pria itu meminta istrinya untuk tidak bersikap gegabah dalam melakukan sesuatu.
"Tenanglah, Suamiku. aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuat dirimu malu." jawab Yura yang kemudian melambaikan tangannya kepada sang suami.
__ADS_1
Setelah sang suami pergi barulah dua wanita itu bersikap selayaknya emak-emak yang akan mengobrol dan bergosip. Bahkan mereka adalah wanita yang memang selalu suka membicarakan sesuatu. "Ada apa, yang mulia?" tanya Nyonya Wu.
"Nyonya Wu tahu, aku mempunyai pekerjaan untuk nyonya. nyonya Wu harus melakukan sesuatu yang seperti aku minta." pinta Yura.
"Memangnya ada apa yang mulia?" tanya Nyonya Wu.
Yura mengatakan mengenai Apa yang harus dilakukan oleh wanita itu.
"Apa yang mulia yakin?" tanya Nyonya Wu.
"Tentu saja aku yakin, kalau aku tidak yakin kenapa aku memintamu kemari. karena aku yakin makanya aku meminta nyonya kemari." jawab Yura.
Dua wanita itu nampak tersenyum, entah apa yang ada di pikiran dua wanita yang sedang saling menunjukkan pandangan mata tersebut. setelah mendapatkan perintah dari Yura, nyonya Wu langsung menghilang dari tempat itu. suatu perintah yang diberikan oleh Yura agar Nyonya Wu akan memata-matai orang-orang kerajaan Bei. wanita itu akan memberikan sedikit pelajaran kepada orang-orang itu sesuai perintah permaisurinya.
Siluman katak wanita itu membuat rencana. "Ini akan sangat menarik." Nyonya Wu mulai memikirkan sesuatu yang licik.
putri kerajaan Bei terlihat sedang kesakitan di dalam istana tamu, salah satu utusan kerajaan tidak berhasil berbicara dengan Kaisar Naga. dia kembali dengan raut wajah yang kebingungan, putri dari kerajaannya sudah terluka parah. Bagaimana jika Kaisar kerajaannya sangat marah Bagaimana jika dirinya, dihukum karena tidak bisa menjaga Putri kerajaannya. begitu banyak pemikiran di otak utusan kerajaan Bei.
"Bagaimana? Apakah kamu bertemu dengan yang mulia Kaisar naga?" tanya menteri kerajaan Bei. pria yang mungkin berusia 35 atau 40 tahun itu menggelengkan kepalanya.
Menteri juga tidak bisa melakukan apapun, jika penasehat kerajaan saja tidak bisa menemui Kaisar naga. lalu apa gunanya dia? dia pun tidak akan bisa bertemu dengan kaisar kerajaan itu. "Jika kamu saja tidak bisa menemui yang mulia Kaisar itu artinya kita semua tidak akan bisa menemuinya." menteri kerajaan Bei sedikit mulai frustasi.
Go Bao bersama dengan Nyonya Wu datang bersama dengan suaminya atas perintah Yura, Go bao diminta untuk melihat Bagaimana kondisi putri She. Bagaimana kondisi putri kerajaan kalian?" tanya Nyonya Wu yang sudah masuk ke istana tamu.
"Kenapa kalian ada di sini dan Kenapa kalian masuk tanpa permisi?" tanya menteri kerajaan Bei dengan nada yang begitu tidak suka.
"Aku kemari karena aku diperintahkan oleh yang mulia permaisuri, jika kalian tidak suka aku berada di sini itu tidak apa-apa. lagi pula aku juga tidak suka melihat wajah kalian." jawab nyonya Wu yang benar-benar sangat kesal.
"Jangan seperti itu, menteri. Lihatlah nyonya ini datang bersama suaminya. Kamu tahu kan suaminya adalah tabib kerajaan ini, dia dipanggil sebagai dokter paling hebat tapi kerajaan Bei langsung menarik tangan Go Bao.
"Jangan coba-coba menyentuh tangan suamiku. dengarkan aku baik-baik, aku kemari karena aku diperintahkan oleh yang mulia permaisuri untuk melihat bagaimana kondisi putri kerajaan Bei yang tidak tahu malu itu." jawab kesal Nyonya Wu.
"Tolong jaga kata-katamu, Nyonya. kami masih menghargaimu, jika tidak..," ucap menteri yang tidak dilanjutkan.
Go Bao yang melihat istrinya diperlakukan seperti itu seketika dia langsung maju di depan menteri kerajaan Bei. "Kalau tidak apa? lanjutkan perkataanmu menteri, kalau tidak apa? Apakah kamu ingin menyakiti Istriku? kamu ingin menyakiti seorang wanita?" tanya Go Bao dengan kedua bola mata yang sudah melotot.
__ADS_1
"Katakan kepada istrimu untuk bersikap menghormati kami, kami ini adalah tamu di tempat ini." kesal menteri.
"Jika kalian mempunyai tata krama maka kami akan menghormati kalian, jika kalian tidak mempunyai sopan santun sama sekali maka jangan harap kami akan menghormati kalian. kalian hanyalah makhluk-makhluk yang tidak ada gunanya, Kalian adalah orang-orang yang tidak dibutuhkan di tempat ini." dengan nada yang begitu menekan Go Bao mulai menunjukkan sisi kasarnya.
"Diamlah menteri, diam." tabib kerajaan Bei berusaha untuk menenangkan menteri kerajaannya.
"Walaupun kami tamu Kami mempunyai harga diri." ujar menteri kerajaan Bei yang terlihat ingin melakukan sesuatu kepadanya.
melihat perlakuan tidak menyenangkan dari menteri kerajaan Bei seketika Go Bao langsung mengambil pisau yang ada di pinggangnya.
KRESS..
seketika tangan menteri kerajaan Bei putus, Go Bao menetap menteri kerajaan yang kedua bola matanya sudah melotot.
"Aaaa!!!" suara teriakan menteri kerajaan Bei saat tangannya sudah diputus oleh Go Bao, darah langsung menyembur keluar. orang-orang yang ada di tempat itu mereka terkejut bukan kepalang.
"Jaga tata krama kalian di sini, jika tidak.. bukan hanya tanganmu yang akan putus mungkin kepalamu yang akan putus." Go Bao yang kemudian langsung pergi dari istana tamu kerajaan Bei. pria itu memang selalu tidak suka, jika istrinya direndahkan oleh orang lain karena rasa cinta pria itu kepada istrinya adalah rasa cinta yang tidak terbatas.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
__ADS_1
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO