
Setelah kembali ke kerajaan naga, Yu lang langsung berbicara dengan Kaisar naga. pria itu mendesak sang Kaisar untuk segera memberikan perintah kepadanya dan para prajuritnya untuk menemukan keberadaan klan hitam.
Kamu tidak bisa gegabah seperti itu, Yu lang, Klan hitam adalah makhluk seperti kita, mereka adalah siluman jahat sedangkan klan iblis adalah orang makhluk yang sangat berbahaya. mereka sudah bersembunyi cukup lama dari kita. sekarang mereka sudah bangkit dengan semua persiapan yang sangat matang, kamu tahu kan seperti apa kembaranku itu. dia adalah makhluk yang sangat ambisius dia pasti memiliki rencana yang sangat kejam." Kaisar naga berusaha untuk menenangkan Fang yang sudah sangat emosi.
"Tapi yang mulia, akan ada banyak korban jika mereka dibiarkan seperti ini terus." ucap Yu lang.
Para siluman yang lain terlihat mereka setuju dengan Yu lang, mereka yakin kalau klan hitam pasti perlahan-lahan akan mencoba untuk menghancurkan mereka.
"Akan lebih baik jika kalian mencari titik yang akan mereka Serang, setelah itu kalian Serang balik. kewaspadaan mereka mungkin tidak akan sama seperti mereka berusaha menyerang kita, menurutku kalian sekarang fokuslah mencari titik kelemahan mereka.
Serang mereka sebatas kemampuan kalian, Jangan memaksakan diri, jika kalian memaksakan diri.. setelah itu kalian terluka dan akibatnya kita tidak akan bisa melawan mereka untuk selanjutnya." dengan tegas Yura langsung memotong pembicaraan antara suaminya dan para petinggi kerajaan.
"Maksud yang mulia?" tanya Fang.
"Anggap saja kita menaruh umpan untuk mendapatkan mangsa, jika kalian yang memaksakan diri kalian maka kalian tidak akan mendapatkan hasil. tapi jika kalian memasang umpan dengan baik hasilnya mereka akan memakan apa yang kalian berikan. Setelah itu kita tinggal menangkap mereka, jangan langsung membunuh mereka tapi kita cabut akarnya perlahan-lahan dengan begitu kalian akan tahu sendiri kelanjutannya." jalan keluar yang dikatakan oleh Yura benar-benar sangat luar biasa. hari ini terlihat sekali dia bersikap begitu santai tidak seperti biasanya.
"Apa kamu baik-baik saja, istriku?" kasar naga yang merasa sedikit aneh dengan sikap istrinya.
"Tentu saja, Suamiku. memangnya Ada apa? Apakah perkataanku ada yang salah?" tanya Yura kembali yang membuat suaminya malah tersenyum.
"Kalian lakukan seperti yang dikatakan istriku, kita akan membuat rencana untuk memasang umpan bagi mereka. kalian harus ingat jangan gegabah karena mereka pasti memiliki rencana yang lebih matang." kata Kaisar naga yang kemudian meminta para petinggi kerajaannya untuk kembali ke tempat mereka masing-masing.
"Terima kasih yang mulia!" seru para petinggi kerajaan naga yang kemudian pergi dari aula kerajaan.
Kaisar naga membawa istrinya Kembali ke tempat mereka, di setiap perjalanan pria itu menatap istrinya yang beberapa hari ini sedikit bersikap berbeda. "Apakah ada yang salah denganku, suamiku? Kenapa kamu menatapku seperti itu? Kamu seperti menatap orang lain saja?" tanya Yura yang penasaran karena melihat suaminya terus menatap dirinya seperti dia itu orang yang berbeda.
"Tidak apa-apa istriku." jawab Kaisar naga.
Memang ada aura yang berbeda dari istrinya, Aura itu muncul dari tubuh sang istri. Hal itu membuat Kaisar naga sedikit mengerutkan Keningnya. "Aura apa ini? Kenapa Aura ini mirip dengan Aura yang aku miliki. Apakah telah terjadi sesuatu dengan istriku?" tanya Kaisar naga kepada dirinya sendiri.
Pancaran Aura yang sama persis dengan milik Kaisar naga dan istrinya. Hal itu membuat pria itu terus menatap sang istri dan berusaha untuk merasakan apa yang ada di dalam tubuh istrinya. salah satu tangan Kaisar naga terangkat, pria itu mencoba untuk melakukan sesuatu, dia takut jika ada sesuatu yang mengganggu istrinya hal itu membuat pria itu menggunakan kekuatannya untuk menarik keluar aura itu dari tubuh istrinya.
__ADS_1
Tap..
ketika Kaisar naga berusaha mengeluarkan kekuatan itu, malah kekuatan itu balik menyerang sang Kaisar. Hal itu membuat dirinya merasakan ada sesuatu. Anggap saja dia memukul dirinya sendiri. "Apa ini? kenapa seperti ini." guman Kaisar naga dalam hati.
Yura yang merasa ada sesuatu yang aneh, terlihat wanita itu langsung terhenti. dia menatap suaminya sembari memainkan bibirnya. "Ada apa denganmu suamiku? kenapa kamu kelihatannya memikirkan sesuatu?" tanya Yura.
"Ah.. tidak istriku, tidak apa-apa. hanya saja mungkin aku sedang memikirkan apa yang dikatakan oleh Yu lang dan yang lain." Kaisar naga yang mengalihkan pembicaraan. tangan yang begitu hangat dengan senyum yang begitu menyejukkan. Hal itu membuat Kaisar naga yakin ada sesuatu yang terjadi kepada istrinya. "Apa kamu tidak merasa sesuatu, sayang?" tanya sang kaisar.
"Tidak, suamiku. Memangnya ada apa?" Yura yang kebingungan.
"Mungkin tubuhmu capek, lelah atau kamu kesal." Kaisar naga mencoba untuk memastikan.
"Tidak ada apa-apa, aku tidak merasakan apapun. Apakah ada sesuatu yang aneh denganku?" tanya Yura yang kemudian menyentuh wajahnya sendiri.
"Ya Aku cukup aneh saja, beberapa hari ini kamu terlihat begitu berbeda. sikapmu berbeda, cara bicaramu berbeda. begitu halus dan lembut." jawab sang Kaisar sembari tersenyum kepada istrinya. senyum itu mempunyai begitu banyak arti, mempunyai begitu banyak pertanyaan yang mungkin Yura sendiri bingung untuk menjawabnya.
"Sebenarnya aku juga tidak merasa ada yang aneh, suamiku. akhir-akhir ini aku merasa tenang. Aku merasa tidak ingin marah-marah mungkin karena perasaanku sedang baik ya?" Yura malah bertanya kepada suaminya.
"Apakah kamu sedang bahagia?"
"Apakah kamu ingin sesuatu?" Kaisar naga terus bertanya.
"Sudahlah suamiku, jangan terus bertanya Aku ingin beristirahat sekarang juga. entah mengapa beberapa hari ini aku cepat sekali mengantuk." jawab Yura yang terus-menerus menguap. wanita itu memegang pinggangnya berulang kali, mau tidak mau Kaisar naga harus menghilangkan pikiran yang melanda dirinya. ya.. pria itu menganggap Mungkin dia merasa sedikit aneh saja.
Malam itu berlalu dengan begitu cepat pagi sudah menjelang.
*ISTANA NAGA*
"Yang mulia." panggil Amei.
"Ya, Amei." Yura menjawab dengan mulut yang penuh makanan.
__ADS_1
"Yang mulia, apakah yang mulia belum kenyang?" Amei yang sedikit kebingungan karena nafsu makan Yura bertambah luar biasa.
Beberapa makanan yang tidak dia suka pun sekarang dia lahap dengan begitu rakus.
"Sudah-sudah Aku sudah kenyang makannya, ambilkan aku minuman lagi. teh yang dingin itu sama beberapa buah-buahan bawa kemari." jawab Yura yang makan dengan begitu lahapnya. beberapa pelayan menatap Yura dengan tatapan mata yang begitu tidak percaya, buah-buahan dan beberapa makanan yang disukai oleh kaisar naga namun tidak disukai oleh Yura pun kini dilahap habis oleh wanita itu. sembarang makanan dihabiskan oleh Yura hingga membuat mulutnya penuh.
"Ada apa?" tanya Kaisar naga yang melihat beberapa pelayan nampak melongo menatap istrinya.
"Maaf Yang Mulia." ucap salah satu pelayan.
"Ada apa? Kenapa kalian melihat istriku seperti itu?" tanya Kaisar naga.
"Maaf Yang Mulia, kami akan membuatkan makanan lagi." jawab Salah satu pelayan yang kemudian pergi meninggalkan tempat sang Kaisar.
Saat memasuki ruangannya, Betapa terkejutnya pria itu saat melihat istrinya sudah menghabiskan begitu banyak menu makanan yang seharusnya mereka makan berdua.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
__ADS_1
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO