TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
AKU AKAN MEMBUNUHMU


__ADS_3

WUSS..


Angin berhembus semakin kencang, hembusan angin itu mampu menumbangkan pepohonan yang berdiri tegak di sekitaran kerajaan Naga. salah satu tangan Yura terangkat, wanita itu terus menghajar Kaisar Shi-tan dengan membabi buta. Tak ada yang bisa dilakukan oleh orang-orang kerajaan Selatan ataupun kerajaan Byakgo. mereka sudah masuk ke sarang para siluman, seharusnya mereka dapat menghormati orang-orang yang ada di sana namun sayangnya mereka tidak memikirkan konsekuensi saat mereka melukai salah satu orang yang ada di kerajaan itu.


"Siapapun yang berani membuatku marah maka aku tidak akan membiarkan mereka hidup, jika kerajaanmu ingin melawanku itu tidak apa-apa. datanglah.. seribu pasukan pun akan aku layani!" seru Yura. salah satu tangannya mencengkram leher selir Momo dengan begitu erat. tatapan matanya juga menatap Kaisar Zen hui, pria yang begitu dibenci oleh Yura di masa lalu dan masa sekarang. "Aku akan membunuh siapapun yang berusaha untuk menggangguku." kata Yura sembari menatap Kaisar Zen hui. tatapan mata Itu bisa diartikan sebagai peringatan.


"Arrgggg...,"


kesakitan teramat dirasakan oleh kaisar Shi-tan. dia ingin memberontak namun sayangnya kekuatannya tidak bisa menandingi kekuatan Yura. salah satu tangannya mencoba untuk mengeluarkan tenaganya untuk menyerang Yura. namun ketika dia terus berusaha untuk menyakiti wanita itu.. malah dia semakin tersakiti sendiri.


KREKKK..


BRUKK.


suara patahan tulang leher dari Selir Momo, kaisar Zen hui yang melihat hal itu, kedua bola matanya terbelalak sempurna. wanita yang begitu dia puja itu sekarang sudah tewas di tangan Yura tubuh yang langsung membeku di tempat. nafas yang terasa terhenti dengan debat jantung yang berpacu dengan begitu luar biasa.


"A..,"


Para wanita yang ada di kerajaan Selatan ataupun kerajaan Byakgo mereka menutup mulut mereka. mereka tidak akan percaya dengan pemandangan yang mereka lihat, kali ini putri dari kerajaan Selatan sekaligus istri dari Kaisar kerajaan Byakgo sekarang sudah tewas. tubuhnya dijatuhkan oleh Yura setelah wanita itu membuat selir Momo melayang.

__ADS_1


Langkah kaki Kaisar Zen hui berjalan mendekati mayat istrinya yang sudah terjatuh di tanah itu. mata yang tidak bisa terpejam.. mulut yang menganga bahkan kedua bola mata itu seolah hendak keluar dari matanya. sakit, itulah yang mungkin dirasakan oleh selir Momo ketika Yura memberikan kematian yang begitu sadis padanya. Antara bahagia bercampur dengan kebingungan 4 selir Kaisar Zen hui yang lain mungkin merasakan kebahagiaan ketika selir Momo sudah merenggang nyawanya.


Keempat wanita itu tidak pernah berpikir kalau hari ini nyawa selir Momo akan melayang di tangan wanita yang sudah dibuang oleh kaisar Zen Hui, kaisar kerajaan Byakgo.


"Kenapa kamu melakukan hal ini? kenapa kamu membunuh istriku!!" teriak Kaisar Zen hui. pria itu tidak akan pernah mengira Kalau hari ini dia akan kehilangan wanita yang begitu dia cintai. wanita yang memenuhi pikirannya walaupun dengan cara egois. walaupun wanita itu menggunakan cara licik untuk menjadi wanita pertama Kaisar Zen hui. hari ini Wanita itu sudah mati, kehilangan nyawa dengan cara yang sangat tragis.


"Kalian adalah tamu di tempatku, namun kalian tidak pernah memiliki sopan santun. Aku tidak suka dikhianati ataupun diperlakukan seperti wanita tidak tahu diri. kalian adalah orang-orang yang tidak mempunyai hak di tempat ini." Yura menatap satu persatu orang-orang dari kerajaan Selatan ataupun kerajaan Byakgo.


''Tenanglah istriku, tenangkan dirimu. sudah cukup untukmu melakukan hal ini, biarkan mereka kembali ke tempat mereka.. biarkan ini semua menjadi hukuman dan peringatan untuk mereka. jika mereka sampai melakukan sesuatu kepada kita kita akan menghabisi mereka sekaligus tanpa tersisa." Kaisar naga menenangkan wanita yang begitu dia cintai itu. memberikan dia kata-kata yang begitu lembut. menenangkan jiwa Yura yang sudah terlanjur marah tersebut. Orang-orang dari kerajaan naga yang sudah berubah menjadi siluman itu perlahan-lahan mulai kembali ke wujud manusia. "Lepaskan mereka, biarkan mereka kembali ke tempat mereka." lanjut Kaisar naga yang memerintahkan para siluman untuk melepaskan orang-orang kerajaan Selatan yang sudah mereka terekam yang hidup atau pun yang mati.


"Kenapa kami harus melepaskannya, Yang mulia. mereka sudah menyakiti permaisuri kami, maka kami tidak akan melepaskan mereka." salah satu siluman nampak tidak mau melepaskan orang-orang dari kerajaan Selatan. mereka terus menetap para tamu yang datang tanpa membawa rasa sopan santun di kerajaan tersebut.


"Yang mulia, maafkanlah kami. biarkanlah kami hidup, kami tidak akan melakukan apapun." selir Kyuhyun menghadap. wanita itu tentu saja tidak akan membiarkan suaminya tewas mengenaskan di tangan Yura.


Suara yang begitu familiar bagi Yura, wanita itu menatap Kaisar Zen Hui. "Pria seperti inikah yang kamu inginkan, Selir? pria yang tidak pernah menghargaimu, pria yang hanya memandang wanita sebagai pemuas nafsu. pria yang hanya menganggap kalian sebagai boneka. seperti inikah yang kalian inginkan?" Yura mencibir keras kaisar Zen Hui yang memang pada dasarnya tidak adil dengan beberapa selirnya.


"Ampunilah kami, Yang mulia. ampunilah kami. Biarkan kami kembali ke kerajaan kami aku tidak akan pernah membiarkan yang mulia Kaisar melakukan kesalahan." selir Kyuhyun terus memohon dan meminta ampun kepada orang-orang dari kerajaan naga. dua tangan yang sudah merapat. kedua bola mata yang sudah berkaca-kaca memohon ampun agar suaminya tidak dibunuh. sesakit itu perasaan selir Kyuhyun ketika dia membayangkan tiba-tiba suaminya dibunuh di tempat itu. mungkin wanita itu tidak akan pernah menerima kematian pria yang begitu dia cintai, namun akan lebih adil jika Kaisar Zen hui melupakan segalanya karena pria itu juga sudah melakukan kekejaman kepada Yura.


"Tanyakan kepada suamimu apakah suamimu mau kembali atau dia ingin bertarung dengan kami? jika suamimu ingin bertarung dengan kami maka kalian aku bebaskan sedangkan Kaisar kalian akan tinggal di sini untuk bertarung denganku." sahut Kaisar naga yang kemudian maju di depan Kaisar Zen Hui.

__ADS_1


Tak ada kata yang bisa terucap, melawan wanita Dia belum tentu bisa apalagi melawan pimpinan para siluman. salah satu tangan Kaisar Zen Hui nampak mengepal, pria itu mungkin mempunyai pemikiran ingin langsung membunuh Yura.


"Ampunilah kami, yang mulia. ampuni kami, mengaku kalah Kami tidak akan membalas dendam ataupun mencoba untuk mengganggu kalian!" seru orang-orang dari kerajaan Selatan yang masih hidup. mereka sangat ketakutan mereka tidak akan pernah berpikir kalau hari ini mereka akan melihat Seperti apa kerajaan selat naga. seperti apa kejamnya kerajaan itu jika mereka diganggu.


Kaisar Shi-tan terdiam menatap dua putrinya yang sudah tidak bernyawa, mati mengenaskan di tangan permaisuri kerajaan naga. "Aku pasti akan membalas semua sakit hati ini, aku akan membalas dendam kepada kalian." ucap lemah Kaisar Shi-tan yang terluka parah setelah bertarung dengan Yura.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

__ADS_1


__ADS_2