TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
SIHIR SILUMAN PERBATASAN PINTU NAGA


__ADS_3

SRINGGG...


SRINGGG..


pedang prajurit kerajaan Selatan sudah mulai menari, orang-orang kerajaan selatan menabuh genderang peperangan untuk melawan para siluman kerajaan naga. "Bunuh mereka semua!!" dengan suara yang begitu keras kaisar Shi-tan memerintahkan para prajuritnya untuk tidak takut kepada para siluman kerajaan naga.


"Aaaa!!!" seru siluman gagak.


KRAKKK..


KRAKK..


KRAKKK..


suara para siluman gagak yang terus berseru. para siluman itu satu persatu menampakkan wujud mereka. "Bunuh mereka!!" suara teriakan beberapa burung yang sudah berubah menjadi sosok manusia.


AAAA!!


KRAKK!!


KRESS..


Para siluman gagak sudah membunuh para prajurit kerajaan Selatan, mereka sudah menghabisi begitu banyak orang-orang itu.


"Mereka memakan teman-teman kita." salah satu prajurit ketakutan saat melihat para siluman gagak memangsa para prajurit kerajaan Selatan.


Kaisar Shi-tan yang melihat itu pun tubuhnya benar-benar bergidik ngeri, di medan perang sekejam apapun pria itu tidak melihat kejadian yang ada di wilayah kerajaan naga. dia melihat sesuatu yang begitu menakutkan, sorot mata para siluman gagak begitu menakutkan. sorot mata itu menunjukkan jati diri pembunuh yang sangat menakutkan.

__ADS_1


"Kalian berbicara dengan begitu lantang! kalian memprovokasi para siluman yang ada di tempat ini, kalian datang dengan jumlah ribuan. akan kupastikan para siluman yang ada di lembah pintu naga akan meninggalkan puluhan prajurit saja." ujar pimpinan siluman gagak yang kemudian mengangkat salah satu tangannya. pria itu menghempaskan tangannya dengan begitu keras. Hal itu membuat pepohonan yang ada di tempat itu langsung tumbang mengenai para prajurit kerajaan Selatan.


"Apa ini, bagaimana mungkin prajuritku hanya tersisa seperti ini. kalau seperti ini terus bisa-bisa aku tidak akan bisa kembali ke kerajaan ku." guman Kaisar Shi-tan dalam hati. dia dan prajuritnya masih belum bisa memasuki kerajaan naga, di wilayah jauh dari kerajaan itu saja dia dan pasukannya sudah kalang kabut. makhluk-makhluk kejam itu membantai para prajurit kerajaan Selatan dengan begitu kejam. harusnya kalian tidak pernah ke kerajaan itu karena kalian datang dengan membawa malapetaka Hal itu membuat para makhluk yang ada di lembah pintu naga pun melawan dengan sekuat tenaga titik salahkan saja kaisarmu yang begitu arogan salahkan saja kaisarmu yang memiliki pemikiran yang begitu bodoh. mungkin itulah ungkapan hati dari para makhluk yang ada di lembah pintu naga.


Pekikan suara para siluman gagak membuat para prajurit kerajaan Selatan perlahan-lahan mengeluarkan darah dari hidung mereka, perlahan-lahan pula darah itu keluar dari mata dan telinga mereka. "Inilah saatnya kalian menghadap ajal kalian." nyonya Wu mengangkat salah satu tangannya. wanita itu kemudian memukul tanah yang dia pijak. gemuruh tanah yang mulai terbelah itu perlahan-lahan retak hingga membuat para prajurit kerajaan Selatan yang berada di atas kuda langsung terjerembab ke lubang yang dibuat oleh siluman katak itu. "Ini akan menjadi makam kalian! tempat ini akan menjadi saksi kebodohan kalian!!" seru Nyonya Wu dengan begitu lantang. sosok siluman katak itu kembali ke wujud manusia. wujud cantik namun mempunyai tatapan mata pembunuh sama seperti para siluman yang lain.


Pecahan kaca itu akhirnya retak dan mulai hancur berkeping-keping. Kaisar Shi-tan yang melihat hal itu dia sangat kebingungan. Bagaimana mungkin ada pecahan kaca yang tiba-tiba turun dari langit. Hal itu membuat Kaisar Shi-tan menatap langit tanpa berkedip sama sekali. beberapa butiran kaca itu memasuki mata sang Kaisar. "Aaaa!!!" suara teriakan menggelegar langsung keluar dari mulut pria itu. pecahan kaca itu bukan pecahan kaca biasa, namun itu adalah kristal beracun yang dihasilkan oleh beberapa siluman lembah pintu naga.


"Kita tidak akan bisa keluar dari tempat ini!" ketakutan terlihat begitu nyata di mata para prajurit kerajaan Selatan yang tinggal ratusan saja. mereka berangkat berjumlah ribuan namun sekarang tinggal ratusan prajurit. hal itu membuat Kaisar Shi-tan baru menyadari Apa kesalahan yang sudah dia lakukan. sebuah kesalahan yang tidak bisa mendapatkan maaf sama sekali, sebuah kesalahan yang ternyata tidak ada jalan kembalinya.


"Aku.. aku tidak akan percaya kalau sekarang para prajuritku tewas seperti ini." sang Kaisar menatap para prajuritnya yang sudah berguguran. medan perang yang dia pilih adalah tempat yang tidak dia kuasai sama sekali, mayat sudah bergeletakan di lembah pintu naga yang begitu luas itu, para siluman gagak juga mulai memakan bangkai Para prajurit kerajaan Selatan. terasa hening otak sang Kaisar, keinginan untuk membunuh itu tiba-tiba berubah menjadi ketakutan. keinginannya untuk membalas dendam itu tiba-tiba goyah saat melihat para prajuritnya tumbang satu persatu. lembah pintu naga bagaikan sebuah pemakaman bagi prajuritnya.


sebodoh-bodohnya seorang pemimpin Kaisar setan adalah orang yang paling bodoh dia tidak tahu seperti apa lawannya. namun dia mengorbankan para prajurit yang begitu setia padanya. kengerian yang dia lihat bagaikan lautan darah yang sudah menggenangi dirinya.


"Yang mulia! yang mulia!!" suara teriakan jendral kerajaan Selatan yang terus berusaha untuk membawa kaisarnya pergi dari tempat itu. sayangnya Kaisar Shi-tan sudah tenggelam dalam lamunan yang sudah menggerogoti otaknya. Jenderal kerajaan Selatan mencoba untuk menyadarkan kaisarnya, dipukul puluhan kali pun Kaisar Shi-tan tidak bergeming. tubuhnya tetap membeku melihat pemandangan yang ada di depannya.


"Ini semua salahku, Ini semua salahku." ratapan penyesalan sang kaisar ketika melihat prajuritnya sudah menjadi mayat.


WUSS..


"Hentikan!!" suara yang begitu keras tiba-tiba menghentikan para siluman gagak yang hendak menyerang Kaisar Shi-tan dan para prajuritnya.


"Kenapa kau menghentikan kami?" tanya pemimpin siluman gagak.


"Iya, kenapa kau menghentikan kami, Jin-fe?" Nyonya Wu juga bertanya ketika dirinya dihentikan oleh siluman rubah itu.


"Yang mulia Kaisar memerintahkan untuk menghentikan pembantaian ini, biarkan sisa dari prajurit kerajaan ini hidup." jawab Jin-fe.

__ADS_1


"Kita tidak boleh membiarkan mereka kembali ke kerajaan mereka, mereka pasti akan membuat ulah di tempat ini!" seru beberapa siluman yang mulai menunjukkan diri mereka.


"Yang mulia Kaisar naga memerintahkan kita untuk tidak membunuh sisa dari para prajurit kerajaan Selatan. pemimpinnya sudah terjerat pada pikirannya, dia tidak akan bisa melakukan apapun." jawab Jin-fe.


"Kami tidak akan pernah memaafkan mereka, mereka berusaha membunuh kita." jawab Nyonya Wu.


"Lalu, Apakah kamu ingin melawan yang mulia Kaisar?" tanya Jin-fe.


Nyonya Wu ataupun siluman yang lain tentu saja tidak akan berani, mereka begitu marah. mereka harus menahan amarah karena tidak jadi membunuh para prajurit kerajaan Selatan bersama kaisarnya. "Mereka akan mendapatkan hukuman. Tenang saja, yang mulia Kaisar akan menghukum mereka semuanya." Jin-fe kemudian menggunakan kekuatannya untuk membebaskan sisa para prajurit kerajaan Selatan yang masih hidup.


siluman rubah itu memerintahkan beberapa prajurit Kerajaan Naga untuk membawa sisa para prajurit kerajaan Selatan bersama kaisarnya ke penjara.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love

__ADS_1


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO


__ADS_2