
Beberapa minggu setelah kejadian kerajaan Byakgo dan kerajaan Selatan, salah satu kerajaan dari suatu tempat datang ke Kerajaan Naga untuk menjalin hubungan baik. kerajaan Bei adalah salah satu kerajaan yang bisa dibilang lumayan besar, kerajaan itu mempunyai pemerintahan yang cukup baik rakyatnya juga lumayan makmur dengan kepemimpinan kaisar yang bisa dibilang bijaksana.
*ISTANA TERATAI*
salah seorang putri dari kerajaan bay yang sedang berkunjung di Kerajaan Naga, terlihat wanita itu berkunjung di istana teratai tempat para wanita berkumpul.
"Hormat hamba, yang mulai permaisuri." putri Shei sudah berada di tempat kaisar naga.
"Siapa dia?" tanya Yura.
"Hamba tidak tahu, yang mulia." jawab Amei.
"Siapa kamu? kenapa kamu berada di sini?" tanya nyonya Wu.
"Namaku adalah putri She, aku adalah putri dari kerajaan Bei." jawab putri She.
"Lancang, jaga bicaramu dengan yang mulia permaisuri!" nyonya Wu nampak begitu marah ketika putri She berbicara dengan begitu kasar.
"Apa yang salah, nyonya. aku berbicara dengan istri dari yang mulia Kaisar naga. Anggap saja kami ini akan menjadi teman juga saudara." jawab Putri She yang terlihat menunjukkan ke aroganannya.
"Apa maksudmu dan apa keperluanmu kemari?" tanya Yura.
Tanpa disuruh Putri She langsung duduk di salah satu kursi.
"Siapa yang menyuruhmu untuk duduk!" Amei juga ikut kesal.
"Perkenalkan, namaku adalah Putri She. aku putri dari kerajaan Bei, aku akan menjadi selir dari yang mulia Kaisar." jawab Putri dengan semua tingkat kebohongannya.
"He.., apa?!!" Yura terkejut.
"Jaga mulutmu!" seru Nyonya Wu.
"Aku mengatakan kebenaran mengenai semua ini, Jadi aku minta yang mulia permaisuri menyetujui pernikahanku dan yang mulia Kaisar naga." ucap Putri She.
"Jadi kamu benar-benar ingin menjadi istri dari suamiku?" tanya Yura.
Putri dengan bangga menatap Yura, Gadis itu terlihat tersenyum dengan semua keyakinannya.
"Kalau kamu ingin menjadi istri dari Suamiku itu boleh-boleh saja, tapi aku mempunyai satu syarat." Yura tersenyum setelah mengatakan hal itu.
"Benarkah? benarkah Yang Mulia permaisuri mau menerimaku?" tanya putri She dengan senyum yang begitu mengembang dan raut wajah yang begitu bahagia.
"Tentu." jawab Yura. wanita itu tersenyum menatap seorang gadis yang benar-benar begitu lancang mengatakan hal itu padanya.
"Aku saja belum melakukan sesuatu, gadis ini benar-benar mau mengancam kedudukanku. aku tidak peduli mengenai kedudukanku, Tapi yang aku pedulikan itu pria yang sudah menikahiku itu jika dia berani melakukan sesuatu. lihat saja aku pasti akan membuatnya kehilangan nyawa, berani sekali dia bermain-main dengan kebahagiaanku." Yura kemudian tersenyum.
"Jika yang mulia Kaisar tiba-tiba langsung menikahiku.. apakah yang mulia permaisuri tidak akan marah?" tanya Putri She.
Yura menggelengkan kepalanya, terlihat Gadis itu hanya menunjukkan ekspresi yang biasa-biasa saja.
"Yang mulia, Kenapa yang mulia mengatakan hal itu?" tanya Amei yang sedikit kesal.
"Tenanglah, nanti aku mau bermain-main dengan putri itu." jawab Yura sambil tersenyum.
"Benarkah?" Amei ikut tersenyum jahat.
"Hehehe..," senyum jahat Yura.
MALAM HARI
*PAVILIUN TAMU*
WUSS...
__ADS_1
LAPP..
Yura dan nyonya Wu serta Amei sudah berada di atas genting bangunan paviliun tamu kerajaan Bei.
"Lihatlah Nyonya Wu, wanita itu sedang berbicara dengan pelayannya." Yura menunjuk putri She.
"Mereka mau ke mana, yang mulia?" tanya Amei.
"Mereka mungkin mau ke suatu tempat." jawab nyonya Wu.
"Jangan-jangan mereka mau ke tempat suamiku." Yura menatap nyonya Wu.
"Dasar wanita genit." Amei marah.
"Kita ke sana." nyonya Wu langsung membawa Yura dan Amei langsung menghilang.
WUSS...
LAPP..
*RUANG KERJA KAISAR*
"Ada apa?" tanya pengawal kepada putri She.
"Aku mau bertemu dengan yang mulia Kaisar naga." jawab putri She.
"Maaf putri, yang mulia kaisar tidak bisa di temui." jawab pengawal.
KREKKK..
pintu ruangan kerja kaisar terbuka. sosok pria keluar dari tempat itu.
"Kita pergi, Yu lang." ajak Fang.
"Kita ke perbatasan lembah pintu naga." jawab Yu lang yang kemudian menatap putri She.
"Aku mau bertemu yang mulia." jawab putri She.
"Lebih baik putri pergi, yang mulia kaisar akan pergi ketempat yang mulia permaisuri." jawab Yu lang.
"Aku tidak perduli, aku mau bertemu dengan yang mulia kaisar." putri She bersikukuh.
Yura yang melihat kesombongan putri She.. Yura benar-benar kesal. "Aku benar-benar mau menguliti wanita itu." kesal Yura.
"Kita kerjain saja." Nyonya Wu yang kemudian tersenyum.
"Hehehe...," Yura juga ikut tersenyum.
"Kerjain yang lebih seru." Amei sangat bersemangat.
Nyonya Wu langsung mengunakan kekuatannya, siluman katak itu berubah menjadi sosok yang akan menghantui putri She.
PUKK...
sebuah batu kecil di lempar ke arah putri She.
"Aduh..," putri She mengelus kepalanya yang di lempar batu kecil.
PUKK..
kepala Putri kembali dilempar batu oleh Nyonya Wu yang tidak terlihat.
"Siapa yang berani melemparku dengan batu-batu ini, mereka benar-benar tidak tahu diri." Putri She yang kemudian menoleh. Gadis itu mencari sosok yang sudah melempar kepalanya dengan bebatuan kecil.
__ADS_1
"Kalau Anda tidak punya keperluan lebih baik anda pergi dari sini, putri. yang mulia Kaisar tidak akan menemuimu." Yu lang dan Fang kemudian pergi meninggalkan Putri She.
Kedua siluman itu merasakan salah satu temannya yang berbuat jahil kepada Putri She.
"Aku tidak mau, aku mau menemui yang mulia kasar. aku akan menunggu yang mulia Kaisar keluar." jawab kekeh Putri She.
karena mendengar jawaban seperti itu akhirnya Yu lang dan Fang pergi meninggalkan Putri She.
PUKK..
"Aduh.. Siapa yang berani melempar kepalaku." Putri She mulai kesal. tatapan matanya menatap 2 prajurit yang berjaga di depan ruang kerja Kaisar.
"Lebih baik kalian mengaku, Kalian kan yang melempar kepalaku dengan kerikil-krikil itu!" seru Putri She.
Dua prajurit itu tidak menjawab mereka menatap Putri dengan tatapan mata yang begitu sinis.
"Lebih baik kalian katakan, Kalian kan yang melempar kepalaku dengan batu-batuan ini?" tanya Putri She kembali.
"Maaf ya, Nona. kami tidak melakukan apapun, kamu tahu sendiri kan kalau kami dari tadi berjaga. tangan kami membawa tombak, Lalu bagaimana mungkin kami membawa batu-batuan itu." jawab Salah satu prajurit.
Putri She mulai berpikir kalau apa yang dikatakan oleh dua prajurit itu benar adanya.
WUSS..
semilir angin mulai berhembus, Putri She merasakan kalau ada aura yang begitu mencekam.
"Kenapa tiba-tiba bulu kudukku merinding." ucap Putri She sembari mengusap kedua tangannya.
"Tidak.. tidak.. mungkin ini karena aku terlalu kebingungan." Putri She kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di depan ruang kerja Kaisar naga
WUSS...
hembusan angin semakin mencekam.
"Pergi dari sini.. pergi dari sini..," bisik Nyonya Wu yang kemudian menggunakan kekuatannya untuk memberi pelajaran kepada Putri She.
"Suara siapa itu." Putri She nampak menoleh, suara seorang wanita yang berbicara di telinganya. tiba-tiba bulu kuduknya semakin merinding.
"Pergilah dari sini.. pergi... jika kamu tidak pergi dari sini akan ku makan kau..," ucap Nyonya Wu kembali.
"Siapa kau beraninya kamu menakut-nakutiku!" Putri She mengira kalau ada seseorang yang sedang mengerjainya.
"Pergi dari sini pergi." ucap nyonya Wu yang kemudian menampakkan dirinya sebagai sosok bayangan yang begitu menakutkan.
"Aaaaaa!!!"
suara teriakan dari Putri ketika melihat sosok menakutkan yang ada di depannya.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
__ADS_1
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO