Time Travel Sang Novelis

Time Travel Sang Novelis
eps. 11


__ADS_3

...


Tidak ada yang tahu, hidup sebagai anggota kerajaan dapat membuat orang menjadi serakah dan berambisi, aku hanya ingat bahwa dulu aku hanya ingin hidup bebas menjadi seorang Jendral Besar seperti kakak keempat ku.


Akan tetapi, setelah kakak pertama sebagai Putra Mahkota melakukan hal buruk menyebabkan hanya aku sebagai putra ketujuh dan kakak keempat serta dirinya yang mampu bertahan hingga akhir. Akan tetapi dia enggan menerima posisi tersebut lebih lama lagi karena rasa bersalahnya dan juga keburukan tersebut tercium oleh Kaisar terdahulu menyebabkan kakak pertama di hukum dan di tugaskan hanya sebagai pegawai sipil biasa.


Kini yang tengah ku percayai adalah kakak keempat,karena sedari dulu dia tidak pernah ingin kedudukan ini. Tapi kenapa baru sekarang dia berani mengkhianati ku, jangan salahkan aku mulai bertindak. Dulu aku menjaga sikap karena Ibu Suri merupakan penyelamat ku,dan juga Ibu kandung mu. Tapi sekarang tidak lagi!


^^^...^^^


Zhen Xu, tetap awasi pergerakan dari Jendral Xiao He,dan juga suruh Niao tetap mengawasi Permaisuri dari kejauhan jangan sampai dia mengetahui pergerakan kalian. Laporkan pada ku segera dan bawakan Ming Zhu seorang detektif swasta ke hadapan ku segera!


Baik Yang Mulia Kaisar!


.........


Salam kepada Ibu Suri...


Masuklah Permaisuri,


Aku mendengar bahwa kediaman mu terbakar hari ini dan Permaisuri di izinkan untuk tinggal bersama dengan Kaisar oleh perintahnya sendiri, maka dari itu bagaimana kalau ku usulkan kepada Yang Mulia Kaisar untuk mengizinkan mu untuk pulang terlebih dahulu ke kediaman orang tua mu?


Maafkan aku Yang Mulia Ibu Suri, tapi orang tua ku sudah meninggal saat aku berumur 3 tahun. Dan sejak umur ku 16 tahun memasuki Istana sebagai permaisuri dari Pangeran Ketujuh hingga menjadi Kaisar saat ini, Yang Mulia Ibu Suri belum sekalipun mengizinkan aku keluar dari Istana. Bukan, hanya sekali itu juga hanya untuk kunjungan sebagai tindak penghormatan yang hendaknya harus di lakukan. Lalu mengapa Yang Mulia Ibu Suri memberi usulan tersebut?


Mengapa kau begitu tidak menurut hari ini. Jangan lupa kau ada di sini berkat ku!


Tapi Yang Mulia Ibu Suri jangan lupa, aku berada di Istana untuk kepentingan negara dan itu merupakan permintaan Kaisar terdahulu!

__ADS_1


Jaga bicara mu Permaisuri!


Sepertinya kesehatan Yang Mulia Ibu Suri sedang terganggu hari ini. Kalau begitu, hamba pamit terlebih dahulu.


(Memberi hormat dan berjalan keluar)


Permaisuri, Kelak kau akan tahu tidak ada cinta yang abadi bagi seorang pria...


( Ibu Suri memperingatkan,namun diacuhkan)


........


Dasar wanita gila, dia pikir dirinya siapa. Hanya karena gelarnya Ibu Suri, dia mampu mengatakan itu pada ku! Aku ingin membicarakan hal ini pada kaisar nanti.


Lebih baik aku bersiap-siap membuatkannya makanan, di banding mengurusi wanita seperti itu. Aku tidak bisa membiarkannya tinggal diam, tapi aku juga tidak bisa menghilangkan rasa cinta Kaisar yang ada padaku.


Megu, kita ke dapur Istana sekarang!


Baik Permaisuri..


Megu aku ingat, ada banyak bahan makanan hasil dari negri kita. Pertama-tama perlihatkan padaku dimana bumbu dapurnya!


Apakah ini garam?


Benar Permaisuri!


Panggilkan aku beberapa pekerja di dapur Istana tadi.

__ADS_1


Baik Permaisuri...


Di zaman ini, rasa umami belum di temukan. Betapa hambarnya hidup ku, aku harus memberitahukan mereka cara membuatnya agar makanan jadi lezat dan tidak bisa di lupakan.


Baiklah,kalian semua ada disini bantu aku membuat penyedap rasa. Siapkan bahannya dan bagi tugasnya.


Baik Yang Mulia Permaisuri


(seluruh pekerja menjawab)


Ikutilah semua langkah-langkah yang telah aku tuliskan. Aku akan mengawasi kalian...


Megu,aku berharap waktu berjalan lambat agar Yang Mulia Kaisar dapat makan segera sesaat dia kembali.


Benar Permaisuri...


....


Yang Mulia, Permaisuri setelah di tinggal di panggil ke kediaman Ibu Suri dan saat ini sedang berada di dapur Istana.


Baiklah, sepertinya malam ini aku harus kembali ke kediaman lebih lama agar dia memiliki banyak waktu untuk menghindari dirinya terluka di dapur. Tetap awasi dirinya dan laporan semuanya.


Baik Yang Mulia...


...


Dalam hidup memang banyak rintangan, tak semua orang bisa melewatinya tapi sudah kewajiban untuk menghadapinya. Setiap langkah kaki menentukan takdir dan tujuannya sendiri bukan berdasarkan perkataan seseorang, hari ini aku belajar bertambahnya umur tidak menjadikan diri makin dewasa. Tapi pengalaman!

__ADS_1


Seandainya saja Ibu Suri hidup di abad 21 sudah ku laporkan atas perbuatan yang tidak menyenangkan...


Tapi sudahlah, aku hanya perlu memastikan bahwa aku baik-baik saja dan hanya perlu menunggu seseorang satu persatu membuka topeng seperti yang di lakukan Ibu Suri hari ini...


__ADS_2