
...Acara Bunga Di Musim Semi...
Akhirnya hari ini tiba, baru kemarin aku menyampaikan hari sudah waktunya. Aku ingin lihat kejutan apa yang di persiapkan wanita murahan itu, sebenarnya aku tidak peduli pada si pemilik asli tubuh ini,tapi sekarang aku sudah menjadi dirinya aku harus bertanggung jawab atas keselamatan diriku sendiri.
krek..krek..
Nona, apa nona ingin berjalan di luar? hari ini bunga tampak cantik saat mekar ini minggu pertama musim ini,lebih baik aku ambilkan pakaian lebih tebal dan juga bukannya nona berpesan agar membangunkan nona lebih awal? Bangunlah nona..( Ucap megumi).
Baiklah, aku sudah bangun.
Tolong megu ambilkan baju yang biasa saja yang sederhana dan tidak terlalu tebal. Pakaian itu sudah ku siapkan sendiri,hari ini tidak perlu memakai yang indah,aku tidak akan kemana-mana dan temani aku saja berjalan sekitar sini .(Megu mengangguk tanda setuju sambil memakaikan baju)
...... Di sisi lain.....
Yang Mulia Ibu Suri
Yang Mulia Kaisar
Kami harap, Yang Mulia menyukai Acara yang kami persiapkan. Semoga keberuntungan dan kebaikan selalu mengikuti bagi yang hadir dalam perayaan ini (ucap selir tinggi).
Dimana Permaisuri sekarang, kenapa dia belum tiba ini sudah memasuki pertengahan perayaan hari ini (tanya Ibu Suri).
Selir Ruan dan Selir Jung menunggu saat-saat seperti ini untuk menjatuhkan Permaisuri
Mohon, Ibu Suri memaafkan kami. Permaisuri menyampaikan kepada kami bahwa dia tidak akan menghadiri perayaan hari ini karena merasa tidak enak badan, mohon Ibu Suri memaafkannya (ucap selir Kehormatan).
Kaisar merasa ada yang aneh,kenapa wanita itu tidak hadir padahal dia yang paling menggebu-gebu ingin hadir dan bertanggung jawab pada setiap acara ataupun perayaan hingga aku jadi penengah untuk membagi tugas untuk selir lain.
__ADS_1
Baiklah, kalau seperti itu kita harus menjenguknya. Mengapa hal ini bukan aku yang pertama mengetahuinya (ucap Kaisar sambil berjalan ke arah Istana Dingin).
.........
Saat ini, mereka pasti mencari ku.
Aku tahu cepat atau lambat akan ada waktu yang membuat ku berpikir lebih banyak di bandingkan deadline ku.
Ku mohon cepatlah datang..
Yang Mulia Permaisuri apa yang hendak kau lakukan? Di luar sini cuaca masih terbilang dingin. Mengapa kau memakai baju biasa dan tidak hangat itu?
Yang Mulia Kaisar, Ibu Suri...
Mengapa kalian datang kemari, hamba mohon maaf pakaian yang saya gunakan saat ini tidak layak.
Yang Mulia Permaisuri..
Biarkan kami membantu mu berdandan sedikit,hari ini hamba terlihat sedikit..
(ucap selir kehormatan memprovokasi).
Tidak apa selir kehormatan.
Maafkan hamba Yang Mulia, hari ini saya tidak bisa menghadiri perayaan bunga di sebabkan kondisi seperti Yang Mulia lihat. saya sekarang menjalani hukuman, tinggal di Istana Dingin tanpa membawa barang-barang berharga selain baju sederhana serta pakaian yang hanya di gunakan untuk agenda Resmi Istana,hamba tidak berani membawa yang lain.
Kemarin saya menyempatkan diri datang ke tempat pertemuan para selir untuk memberikan tanggung jawab perayaan bunga kepada Selir Kehormatan Ruan dan Selir Tinggi Jung untuk melakukannya dan juga memberinya pesan agar menyampaikan Permohonan maaf kepada Ibu Suri karena masa hukuman hamba. ( sambil memasang wajah sedih dan ketidakberdayaan).
__ADS_1
Bukankah engkau sakit...
Selir Ruan mengatakan itu
Yang mulia,
Hamba sakit, bukankah harusnya tabib yang terlebih dahulu mengetahuinya.Mengapa menjadi Selir Ruan?
Kaisar, berpikirlah...
Bukankah kau selalu menyayangi selir itu,sampai kau punya anak duluan dengannya bukan dengan ku. Sekarang kau tidak bisa menutup mata akan hal tadi, Ibu suri dan para pejabat lainnya masih melihat,hehehe...
Udara di luar masih sangat dingin, maafkan aku Permaisuri dan segera antar Ibu suri kembali ke kediamannya,dan juga untuk para pejabat/mentri sekalian untuk segera kembali. Perayaan sudah selesai dan juga untuk Selir Ruan dan Selir Jung kalian di hukum tidak boleh keluar dari kediaman kalian selama 3 hari ( Kaisar marah sambil memakaikan jubahnya pada permaisuri).
Semua sudah kembali mengapa kaisar gila ini masih di sini?
Yang Mulia,
ini jubah mu dan juga aku tidak terlalu membutuhkannya, Istana Dingin ini sangat dingin jangan sampai membuat mu beku. Hamba permisi undur diri...
Permaisuri meninggalkan Kaisar di halaman Istana Dingin sambil menanggalkan jubah tersebut di tangan kaisar lalu pergi tanpa berbalik membuat siapapun bertanya-tanya akan tingkahnya.
Entah, perkataan Permaisuri itu peringatan atau sekedar meluapkan kemarahan,hanya saja bahkan Kaisar pun terbelalak matanya saat Permaisuri bertingkah seperti itu.
Tapi perasaan Kaisar sebenarnya merasa perkataan itu sebuah ancaman!
Siapa yang tahu apa terjadi kedepannya...
__ADS_1