Time Travel Sang Novelis

Time Travel Sang Novelis
eps. 19


__ADS_3

Akhirnya aku kembali memasuki Istana,baru saja aku menikmati hidup ku yang indah sebagai bangsawan biasa dan cucu tersayang kini harus menjadi wanita dengan hati baja. Aku tadi meninggalkan kakek dengan wajahnya yang penuh kesedihan,kelak aku akan sering-sering mengunjunginya.


Aku kira kediaman ku di bangun dengan arsitektur bangunan yang lama ternyata tidak. Tapi bukankah bangunan dan pahatan-pahatan yang ada disini terlihat lebih megah dan sangat unik bisa di bilang agak modern tapi tidak lupa akan adat dan budaya khas negara ini.


Hmm...


Apakah kau menyukai kediaman yang baru aku buat untuk mu?


Memberi Hormat kepada Yang Mulia...


Tidak usah, berdirilah!...


Aku ingin memanjakan mu mulai dari hal sekecil ini, apa kau menyukainya?


...


Apa? hal sekecil ini?


Inilah kehidupan orang kaya, apalah daya ku ini yang hidup pas-pasan. Inilah kehidupan yang benar-benar Sultan, Kadang aku tidak mengerti kehidupan orang kaya. Mereka hanya tahu bagaimana membuat ku geleng kepala.


^^^...^^^


Tentu saja Yang Mulia,aku menyukainya! Sangat menyukainya...


Baiklah , istitahatlah Permaisuri.


Kau baru kembali, saat ini kau pasti kelelahan.


Terima kasih Yang Mulia atas perhatiannya, Yang Mulia juga jangan lupa Istirahat dan bekerjalah secukupnya.

__ADS_1


Aku pamit terlebih dahulu, jaga dirimu...


Baik Yang Mulia...


.........


Hah...


Sungguh melelahkan Kaisar. Benar apa kata mu aku harus istirahat tapi tidak hari ini!


Jiai...


Bagaimana hasil penyelidikan mu?


Yang Mulia Permausuri


Lalu...


Jendral Chong memang memiliki hubungan secara tidak langsung dengan kebakaran Istana saat itu. Bagaimana tidak, saat itu Jendral Chong sedang baru saja menyelesaikan tugas dari Yang Mulia harusnya ada di kediamannya di Luar Istana untuk beristirahat tetapi dia berkelaiaran sekitar kediaman Istana Phoenix yang tidak jauh dari harem Kaisar atau rumah para Selir dan yang lebih mengejutkan lagi...


Apa itu?


Kemungkinan Selir Ruan juga terlibat. Saat Yang Mulia Permaisuri tak ada di Istana, Jendral Chong dan Selir Tinggi Ruan sering bertemu di beberapa tempat, mereka biasa bertemu di kediaman Selir Tinggi Ruan dan terkadang mereka bertemu di luar menyamar sebagai tamu di Rumah Bordil Ghe di lantai 3!


Apa yang kau lihat di sana?


Ruangan itu sangat Privat Yang Mulia jadi hamba tidak bisa memastikannya dengan baik.


Baiklah, kalau seperti itu aku harus ke rumah bordil tersebut.

__ADS_1


Apakah ini tidak terlalu gegabah Yang Mulia?


Tidak apa. Jangan mengkhawatirkan ku, khawatirkan dirimu. Bagaimana bisa kau sanggup menguatkan dirimu saat menahannya begitu lama di rumah bordil itu?


Hah? Yang Mulia ada -ada saja... Saya sudah tua...uhuk..uhuk...


Aduh, Paman Jiai ternyata sudah tua ternyata padahalkan umur Paman Jiai baru 30an lebih.... Tapi Paman Jiai masih kuat berdiri kan???


Hmm...


Tentu saja aku masih kuat berdiri dan sangat perkasa!


Kalau begitu berdirilah. Apakah Paman Jiai sangat suka menekuk lutut dan memberi hormat apakah itu karena Jiai sangat perkasa???


Yang Mulia berhentilah menggoda ku. Aku bukan orang seperti itu...


Mata mu terbelalak karena beberapa hal...


Megu, Jiai menyukai mu..


Yang Mulia!!!


Kalian berdua kompak, mengucapkannya bersama-sama. Sudahlah aku hanya bercanda, lanjutkan tugas mu Jiai.. aku menunggu hasilnya secepat mungkin!


Baik Yang Mulia...


Bagi seseorang mungkin kematian ku adalah akhir tapi sebenarnya permulaan karena aku akan membalaskan dendam 10 kali lebih hebat dan mengerikan jika berani melukai ku, hampir aku menjadi "Upik Abu" dalam semalam karena mereka.


...........

__ADS_1


__ADS_2