Time Travel Sang Novelis

Time Travel Sang Novelis
eps. 12


__ADS_3

Haah...


Melelahkan sekali rasanya membuat hidangan pada zaman ini. Banyak bahan-bahan yang harus diolah mulai dari awal.


Permaisuri,


Penyedap rasa yang di buat permaisuri sangat enak. Bagaimana kalau memproduksinya dengan jumlah banyak?


Aku tidak tahu, tapi sepertinya menyenangkan apabila semua orang dapat merasakannya. Akan tetapi aku akan mencoba memastikannya pada Yang Mulia terlebih dahulu!


Baiklah Permaisuri...


Memang tidak salah membuatnya dalam jumlah banyak akan tetapi lebih baik tetap menjadi bumbu rahasia untuk Kaisar saja. Jangan sampai penyedap yang aku buat menimbulkan masalah apabila Kaisar tidak menyukainya. Akan lebih baik jika dia mencobanya lalu merekomendasikannya pada yang lain,tidak mungkin ada yang menolaknya apabila Kaisar sendiri yang mengomsumsi penyedap tersebut.


Sekarang waktunya menunggunya kembali...


......Beberapa saat kemudian......


Hmmm...


Permaisuri, mengapa kau tertidur di sini? Tertidur saat duduk itu tidak baik!


Yang Mulia, kapan datang? Aku menunggu untuk makan bersama. Biar aku panaskan terlebih dahulu..


Tidak usah, kita makan saja aku juga tidak terlalu suka makanan terlalu panas.


Baiklah, silahkan coba hidangan yang ku buat


(sambil menyuapi Kaisar)


Enak sekali, entah sudah berapa lama kita tidak pernah seperti ini. Mungkin terakhir seperti ini saat Permaisuri awal-awal memasuki Istana.

__ADS_1


Benarkah sudah selama itu?


Membicarakan hal itu aku ingat, Ibu Suri meminta ku untuk pulang kembali ke rumah kakek ku.


Apa? Benarkah dia meminta mu seperti itu? Bukankah selama ini dia meminta mu untuk tidak lalai dalam urusan Istana.


Benar, Ibu Suri besok ingin meminta izin mu sebelumnya. Dan juga dia menginginkan aku kembali ketika kediaman ku sudah di bangun kembali.


Kau tahu Permaisuri, aku selalu mengatakan jangan pernah merasa sendiri! Dan saat ini kau tidak lagi seperti dulu menyimpan semuanya sendirian. Hanya kau yang ku punya, Ibu Suri bukanlah Ibu kandung ku.


Aku lahir dari kandungan Selir Nan.Dan Ibu Suri saat ini merupakan Selir Wan, mereka berdua merupakan saingan cinta dari Kaisar dari dinasti sebelumnya. Apakah kau tahu bagaimana Ibu ku berakhir? Ibu ku berakhir dalam situasi yang sangat mengerikan. Ibu ku mati terbakar, dan saat itu aku anak yang tidak di sayang berusaha sendiri hingga menjadi kuat dan ingin diakui. Maka dari itu ketika aku mendengar kediaman mu terbakar aku sangat marah,dan juga sedih. Kemudian saat ini Ibu Suri ingin kau pergi memisahkan aku dengan mu dengan alasan itu. Sama persis dengan yang di lakukan saat Ibu ku meninggal. Ibu Suri langsung meminta Kaisar agar aku di asuh olehnya.


Sudahlah Yang Mulia, mungkin semua ini hanya kebetulan. Aku akan pergi untuk menenangkan suasana saat ini itu yang terbaik.


Tapi Permaisuri ku, apakah itu baik-baik saja?


Saat ini hanya itu yang perlu kita lakukan, aku merasa kebakaran kediaman ku tidak sesederhana itu.


Permaisuri ku, siapapun dalang di balik kejadian ini meskipun dia sangat dekat dengan ku. Aku seorang Kaisar tidak akan segan-segan mengangkat pedang ku ini untuk membunuhnya sendiri.


(Sambil memeluk Kaisar)


Bisa fatal akibatnya jika dia mengangkat kembali pedangnya. Dia merupakan orang yang di juluki Dewa Perang, bagaimana tidak umur 9 tahun dia sudah pandai dalam bidang Pendidikan dan menjadi Sarjana termuda pada itu ditambah lagi saat umur 12 tahun dia sudah ikut dalam perang. Bisa rusak rencana ku jika dia memulainya lebih awal.


Permaisuri, kenapa kau terlihat seperti memikirkan sesuatu?


Tidak apa Yang Mulia, aku hanya memikirkan bahan apa yang ingin aku bawa ke kediaman Kakek.


Bawalah ini, aku ingat kakek mu sangat menyukai seni apalagi seni yang berhubungan dengan perang. Kakek mu adalah Dewa Perang sesungguhnya dan diakui oleh seluruh bangsa ini. Aku hanya percikannya


Terima kasih Yang Mulia

__ADS_1


Permaisuri ku, bisakah aku meminta sesuatu? Bisakah kita melakukan layaknya suami istri. Sejujurnya aku hanya melakukan itu dengan mu tidak dengan yang lain.


Baiklah, Yang Mulia aku akan mempersiapkan diri.


Permaisuri ku, Putri ku...


Bisakah kau di sana hanya beberapa hari saja?


Baiklah....


..........


Aduh, sudah pagi ternyata...


Semalam aku melakukannya?Bagaimana ini? Sudahlah ini wajar, aku juga sudah dewasa. Aku harus bersiap untuk pulang ke rumah kakek.


Yang Mulia, hari ini aku akan pulang ke rumah Kakek ku di kediaman ku yang dulu. Aku akan bersiap, bangunlah kita bersiap bersama. Aku akan pergi setelah kita sarapan.


Permaisuri, apakah begitu ingin kau meninggalkan ku?


Bukan, hanya saja aku ingin bergegas. Ibu Suri juga pasti ingin bertemu dengan mu.


Benar, aku harus melindungi mu!


Terima kasih Yang Mulia...


Aku harus pergi secepatnya untuk mencari jawaban dari sumber yang terpercaya. Mungkin Ibu Suri, bisa jadi dalang dari kekacauan Istana ini.


Bagaimana tidak, seorang selir bisa menjadi Ibu Suri dan wanita satu-satunya yang mampu bertahan di Istana ini dan menjaga tahtanya tidak goyah sedikitpun itu merupakan bahaya yang sangat mengerikan bagai ular beracun tapi tak nampak kapan ia mengeluarkan bisanya.


Sekarang aku hanya perlu memastikan Yang Mulia Kaisar berada di pihak ku. Dengan begitu aku akan baik-baik saja. Aku hanya perlu melempar umpannya tepat sasaran.

__ADS_1


Seperti halnya simpul pita, akan nampak cantik jika bersama dengan ukuran yang sama. Jika ada yang ingin merusak nya itu tidak lain Ibu Suri. Akan tetapi jika Ibu Suri ingin melepas simpul itu dengan menarik ku itu tidak mungkin berhasil, Yang Mulia Kaisar pasti akan merasakannya juga. Aku hanya tinggal bermain pada waktu!


Tunggu aku Ibu Suri heh...


__ADS_2