Time Travel Sang Novelis

Time Travel Sang Novelis
eps. 5


__ADS_3

Aku ingin tidur sejenak, entah berat badan ku menurun atau justru bertambah aku tidak ingin memikirkannya. Permasalahan Istana ini lebih rumit,entah Kaisar berpihak padaku atau tidak tapi aku hanya ingin ke masa modern...


Aku lelah dan ingin tidur...


...... Masa Modern......


Ah, padahal hanya memejamkan mata sebentar aku langsung terbangun di abad ini tidak ada yang berubah. Aku seperti pergi berbulan-bulan,aku ingin mandi dan makan dan banyak ingin aku tahu dimasa apa aku berada dan apakah Xing Xingyue dan aku terikat atau hanya ada hal lain. Untuk sekarang pengalaman ini akan jadikan bahan untuk debut novel baru ku nanti, dan prioritas ku sekarang harus menyelesaikan deadline.Memang belum waktunya tapi aku merasa sudah lebih lebih baik karena alam masa itu masih sangat alami dan cocok mendapatkan ide baru.


Beberapa saat kemudian...


Aku telah menuliskan pengalaman ku kali ini. Entah sampai kapan aku harus di sana dan juga aku ingin melihat-lihat di Internet jadi bahan hiburan untuk menghilangkan bosan di masa itu takutnya ada beberapa hal yang akan menjadi boomerang kalau aku terlalu serius.


huh... mengantuk, aku sudah melakukannya semua aku ingin tidur....


.........


hmmm...


Eh, kenapa aku disini? aku perasaan tadi hanya berbaring tapi rasanya sepertinya tidur ku sangat nyaman tadi, sekarang aku ada dimana? Rasa ini sepertinya familiar sekali,(ucap dalam hati).


Nona...


huhu...huhuhu..hu...hiks...

__ADS_1


Nona bangun, sudah 4 hari nona tidak bangun. Kita sudah pindah ke Istana Phoenix, bangunlah... Yang Mulia Kaisar sudah berpihak padamu sekarang dia menyuruh kami meninggalkan Istana Dingin sejak melihat mu tidak kunjung bangun saat Yang Mulia Kaisar memanggil mu..nona bangun..


Kenapa Megu, menangis dan apa ini? 4 hari tidak bangun? Aku hanya tertidur dan begadang hampir 2 hari ternyata aku di masa ini tertidur selama itu?


Megu...


Kenapa kau menangis? Aku lapar...


Yang Mulia, syukurlah telah bangun..


Kita sekarang Di Istana Phoenix, aku tidak bisa memanggil mu "Nona" lagi.. Jadi bangunlah.. Hamba akan menyiapkan makanan kesukaan Yang Mulia Permaisuri..


Kasim yang ada di luar, Yang Mulia Permaisuri sudah bangun panggilkan tabib Istana segera. Aku akan pergi ke dapur Istana menyiapkan makanan untuk Permaisuri! Tolong pelayan lain siapkan air untuk berendam, Yang Mulia Permaisuri pasti ingin mandi setelah makan.


Tapi bagaimana bisa Kaisar berpihak secepat itu. Kemarin aku tidak melihat cermin dan mengukur timbangan. Sepertinya sudah turun 15 kg bukan?


Apa mungkin Kaisar mulai menyukai ku? Aku tidak bisa membalas perasaannya jika dia sampai menyukai ku. Rasanya aku tidak bisa,menyakitkan rasanya jika orang tidak membalas cinta mu tapi akan lebih menyakitkan lagi mencintai sesesorang yang bahkan hidupnya hanya bagai Ilusi seperti ku.


Beberapa saat kemudian...


Yang Mulia Kaisar,


Mengapa Yang Mulia berada di sini? Apakah ada hal yang ingin Yang Mulia sampaikan?

__ADS_1


Tidak usah memberiku hormat Permaisuri,aku mendengar kalau Permaisuri sudah bangun tapi tidak langsung memerintahkan kasim untuk menyampaikan berita itu padaku apakah aku ini tidak artinya?


heh? Dia bertanya apakah dia ada artinya? Artimu, karena sangat berarti mu. Nyawa pemilik tubuh ini meninggal sia-sia karena keacuhan mu,kenapa kau balik menyukai orang yang telah tiada?


Maaf Yang Mulia, bukannya aku menutupi itu dari mu,hanya saja aku merasa bersalah atas segala yang terjadi dalam Istana ini. Mohon Yang Mulia memaafkan ku...


Permaisuri, sedari dulu aku menyukai mu. Sejak dulu hanya Permaisuri yang biasa berdiri di samping ku sampai aku sendiri menjadi Kaisar. Aku tahu, di dalam Istana ini dapat merubah seseorang cepat atau lambat. Tapi perubahan itu membuatku berpikir bahwa itu bukan dirimu lagi permaisuri ku. Maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu selama ini.


Kaisar ini, benar-benar cinta pada pemilik tubuh ini tapi mengapa air mata ku jatuh saat dia mengatakan itu sambil memeluk ku sekarang ini.


Yang Mulia Kaisar,


Maafkan aku mulai hari ini Yang Mulia Kaisar bisa mengandalkan ku. Benarkan Kak Fu Jie?


Permaisuri, bisakah kita kembali seperti dulu?


Tidak, jangan seperti dulu. Kita harus memulai hubungan kita yang baru Putri Mahkota ku, Permaisuri ku. Sudah lama Permaisuri tidak memanggil ku dengan sebutan itu.


Biarkan aku di sini menemani mu makan siang. Hari ini tidak perlu masuk ke dalam Istana mengurusi negara, istirahatlah ini.


( Permaisuri menganggukkan kepala tanda setuju dan Kaisar nampak senang).


Hal seperti ini,jarang terjadi entah sampai kapankah akan bertahan. Sedihnya aku hanya pengganti bukan aku yang dia cintai. Entah berapa banyak hal yang harus ku lalui hanya saja aku berharap semoga sistem tidak membuat ku terbuai akan kenyamanan abad ini.

__ADS_1


.........


__ADS_2