
Huh, lelahnya harus mendaki dan menuruni bukit untuk melihat makam ayah ibu. Sudah lama, bahkan bertahun-tahun.
Kakek, apakah kakek tidak lelah harus mendaki dan menuruni bukit seperti ini?
Kakek kuat, bagaimana dengan mu? Masih muda tapi cepat patah semangat.
Kakek, jadi wanita itu sulit. Pakaian yang ku pakai itu sangat tebal, untunglah aku tidak memakai pakaian seperti di Istana. Kalau tidak, aku mungkin tahun depan sampai ke makam.
Kau ini ada-ada saja. Persis seperti ibu mu katakan sewaktu kecil, dia mengeluh karena terlahir menjadi perempuan karena pakaian yang ia kenakan.
Bisa saja ibu berkata seperti itu karena tidak nyaman. Tapi aku kuat kakek!!!
(Menggerutu)
Baiklah, baiklah...
Cucu kakek memang yang paling kuat! Karena terlalu kuat cucu kakek hingga lupa kalau masih memiliki kakek yang menjadi pendukungnya....
(Bercanda)
Kakek, di Istana rumit kakek. Tapi Kaisar sangat menyukai ku, ada beberapa saat dia membenci karena perubahan ku.
Kenapa bisa seperti itu?
Dulu aku pernah melakukan kesalahan, waktu itu Kaisar mengangkat beberapa selir dan selalu mengunjungi mereka. Di saat itu aku mengira Ibu Suri selalu ada di pihak ku, akan tetapi setiap aku menceritakan berbagi kisah dengannya dan memberi ku nasehat akan tetapi lambat laun aku merasa semakin menjauh dengan Kaisar. Mendengar salah seorang selir hamil dan melahirkan anak, ia kemudian menjadi Kehormatan.
Cucu ku, kehidupan Istana maupun harem hanya sedikit indahnya. Jadi bersabarlah...
Kakek, setelah itu. Anak yang dilahirkan selir itu langsung di beri gelar Pangeran De, Ibu Surilah yang memberikan seorang selir gelar untuk nama anak itu. Lalu hubungan ku makin merenggang, hingga membuat ku menjadi pion yang tidak berguna sama sekali.
(Berbicara sambil meneteskan air mata)
Cucu ku, Kakek ada untuk mu. Tidak ada yang melarang mu kembali ke rumah ini, keluarga ini selalu ada jadi jangan sekali-kali kamu menyia-nyiakan hidup mu!
(sambil memeluk permaisuri)
Hari ini makan sianglah, lalu istirahat jangan banyak pikiran saat di sini. Lupakanlah dahulu yang di sana.
Baik kakek!
Semangat..semangat...semangat!!!!
...
Ah, rasanya beban di dadaku ikut menghilang hanya dengan berbagi kisah dengan kakek. Aku di abad 21 jarang seperti ini dengan keluarga ku, mereka sangat sibuk karena harus menghidupi kami bertiga..
Tapi, aku berharap semoga permaisuri ini dalam kehidupan selanjutnya memiliki orang tua lengkap...
^^^...^^^
__ADS_1
Megu, kita sekarang ada di kediaman kakek. Bagaimana jika kita keluar sebentar aku ingin berjalan-jalan...
Baik Yang Mulia Permaisuri...
Ayo kita memakai baju yang lebih biasa. Dandani aku seperti nona muda dari keluarga bangsawan bukan seorang Permaisuri! Dan tolong saat di luar jangan memanggil ku dengan sebutan Yang Mulia, atau Permaisuri. Panggil aku nona!
Baik Nona...
Bagus sekaliπ
.....Beberapa saat kemudian.....
Aduh...
Maaf Tuan, saya tidak sengaja jatuh hingga mengotori baju Tuan....
( Meminta maaf, membungkuk)
Tidak apa-apa, tapi saya baru melihat wanita seperti nona di sini. Apakah nona sedang tersesat?
Tidak, saya hanya menunggu pelayan saya!
Nona, apakah ada yang salah dengan saya hingga nona tidak melihat wajah lawan bicara nona?
Ah, tidak! Bukan seperti itu...
Hanya saja, lebih baik jika seorang wanita lebih menjaga diri dan menghindari tatapan pria yang ia tidak kenali!
Ah..Apa???
(Sambil menghadapkan kepala keatas)
Akhirnya kau melihat ku juga....
Uhm...???
Apakah aku mimpi? mengapa Lucas Ji ada di abad ini? Atau dia juga bermimpi atau hanya Ilusi saja????
Nona....
Maafkan hamba, hamba terlalu lama menunggu permen ini habis di buat... Ini nona, tolong maafkan hamba...
Ah...
(Permaisuri masih kebingungan)
Nona...Nona...Pelayan mu telah tiba...
Ah... Lucas Ji kau di sini juga?
__ADS_1
Nona, siapa yang kau panggil?
(menengok samping kiri kanan)
Nona, saya sudah tiba. Mari kita pulang sudah petang .
Baiklah megu...
Tuan muda, saya ingin membawa Putri kembali ke rumah karena sudah petang...
(menunduk, jalan menjauh sambil memegangi Permaisuri)
Permaisuri...
Apakah Yang Mulia baik-baik saja....
Tidak apa-apa hanya saja aku menumpahkan sesuatu ke pakaiaannya karena hampir jatuh.
Baiklah Permaisuri, kalau seperti itu hamba akan menyiapkan air mandi untuk Permaisuri.
Cepatlah...
Apa ini? kenapa yang aku mau selalu terjadi. Aku ingin melupakannya bukan menginginkannya. Aku tidak ingin dengannya,aku hanya penasaran, itu saja dan itu pasti!!!
^^^...^^^
Sekian untuk episode kali ini...
Untuk itu aku juga ingin menyampaikan pada para pembaca sekalian..
..."Peringatan"...
Di musim penghujan ini harap kalian untuk menjaga kesehatan
Pakailah pakaian tebal agar hangat
Di musim ini banyak bencana alam terjadi secara alamiah seperti angin kencang,longsor dan banjir(seperti yang aku alami gengsπππ) jadi waspada!
Tetap jaga jarak dan selalu menggunakan masker agar terhidar dari Covid 19 bukan Doi'πππ
Jangan lupa ibadah yah!
Dan ...
π"Selamat Hari Natal Bagi Umat Kristiani Di Seluruh Dunia, Semoga Di Natal Tahun Ini Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik Dan Semoga Di Berkati Selalu" πππ
__ADS_1
.........