Time Travel Sang Novelis

Time Travel Sang Novelis
eps. 8


__ADS_3

Tidak terasa, aku sudah cukup lama tinggal di abad ini tidak ada yang mempersulit ku berapa harian ini. Semua normal saja, pagi hari para selir memberi hormat dan salam. Setelah itu menemani Yang Mulia Kaisar menghadiri Sidang dan mengurus Istana. Sore hari para selir datang mengucapkan salam kembali. Tidak ada hal apapun tapi mengapa aku ada kecurigaan yang sangat besar akan hal terjadi sebuah bencana.


Atau aku yang terlalu banyak berpikir?


Sudahlah, aku ingin beristirahat dulu. Aku ingin malam ini lebih tenang jadi aku bisa lebih segar jika terbangun esok hari..


.........


Kebakaran...kebakaran..kebakar...


Kebakaran... tolong... Yang Mulia Permaisuri masih di dalam... Tolong...


uhuk..uhukk..uhukk..uhk..


Kenapa ruangan ku penuh dengan kabut asap? Apa ini? Api dimana-mana... Tolong!..Tolong...Tolong ... ada kebakaran...Megu??? Tolong aku ...cepat!!! siapa saja tolong!!!


Yang Mulia....


Hamba datang... Ini aku Jendral Chong!!!


Hamba akan menyelamatkan Permaisuri..


(sambil menggendong permaisuri melewati api yang tengah melalap habis beberapa bagian Istana Phoenix).


Huhuhu...huhu..huhu...


Yang Mulia apa anda tidak apa-apa ini aku pelayan Pi. Apa anda terluka??huhuhu...


Sudah tidak apa-apa Pi. Tapi dimana megu, mengapa dia tidak kelihatan?


Maafkan hamba Yang Mulia,Megu belum kembali. Katanya dia akan pergi sebentar mengambil perlengkapan yang di inginkan Yang Mulia Permaisuri tapi belum kembali sejak saat itu,tapi dia tidak memintaku meninggalkan Yang Mulia. Tapi hamba lalai dan pergi mengambil air untuk mengisi teko air milik Yang Mulia tapi aku kembali semua hampir terbakar. Maaf Yang Mulia hamba pantas di hukum...


(bersujud sambil meminta pengampunan)


Tidak apa-apa Pi.. Hanya saja tolong berikan aku pakaian karena ini sangat terbuka. Mohon Jendral mengalihkan pandangan. Segera padamkan apinya jangan mengganggu atau membuat ribut sampai membangunkan Yang Mulia Kaisar yang berada di kediaman milik Selir Ruan.. Dan juga segera datangkan penyidik untuk menyelediki semuanya. Panggil semua saksi mata dan juga mintailah keterangannya sampaikan padaku lebih lanjut.

__ADS_1


Baik Yang Mulia!!..


(ucap tegas Jendral)


Pi, bawa aku ke tempat penyimpanan barang aku ingin beristirahat di sana. Dan panggilkan Kasim Song aku ingin menyuruhnya melakukan sesuatu dan juga siapkan pakaian ku.


Baik Yang Mulia...


.........


Aku sudah mengira hal ini akan terjadi. Mengapa semua begitu tenang, ternyata ada api yang ingin melahap ku tapi untung saja aku sudah mengatur diri untuk tinggal di abad ini sementara waktu.


Jika aku tadi kembali ke abad 21 mungkin aku gagal akan misi ku dan menjadi gendut selamanya. Tapi Tuhan, masih berpihak padaku. Mungkin aku bisa lolos kali ini tapi tidak lain kali aku harus lebih waspada.


.........


Yang Mulia, ini hamba...


Kasim Song.. Hamba telah membawa apa Yang Mulia Permaisuri inginkan.


Baik, Yang Mulia saya akan pergi menyelidikinya.


(kasim song pergi meninggalkan permaisuri).


Masuklah... aku ingin bertemu dengan mu dan sebutkan nama mu.


Yang Mulia Permaisuri ini aku Jiai. Aku di panggil untuk mengabdi padamu,hamba akan setia sampai akhir. Ini merupakan tugas penting. Kasim Song sudah menjelaskan semuanya pada hamba. Hamba Jendral Tinggi Pasukan Emas siap melayani dengan 3000 Prajurit khusus Lainnya.


(berlutut layaknya seorang petangguh).


Baiklah, kau di percayakan oleh Yang Mulia Kaisar terdahulu untuk melindungi ku. Bahkan hanya orang tertentu yang mengetahui keberadaan kalian di negara ini. Aku berharap kita dapat menjadi rekan yang baik.


Terima kasih Yang Mulia Permaisuri,hamba sudah mendengar apa yang terjadi pada Yang Mulia hari ini. Apa tindakan Yang Mulia inginkan?


Aku merasa ada yang tidak beres seperti kebakaran yang di sengaja. Para pelayan ku di Istana Phoenix sangat setia aku sudah pernah menguji mereka menurut mu mungkinkah? Ada yang menginginkan aku mati? Atau kehancuran negara ini? Pergi selidiki siapapun yang terlibat di dalamnya.

__ADS_1


Baik Yang Mulia, hamba undur diri.


........


Mereka itu ingin menguji ku atau benar-benar ingin aku mati?


Hari ini, mengapa kebakaran itu sangat di sengaja? Oleh siapa? Lalu dimana Megu? Dia tidak akan berkhianat. Yang Mulia Kaisar saat ini masih di kediaman Selir Ruan aku tidak boleh mengganggu mereka.


.....Di sisi Lain.....


Apakah Kau sudah menyelesaikan tugas mu? Lalu mengapa dia masih hidup!


Maafkan aku, aku tidak mampu melakukannya itu bertolak belakang dengan hati ku.


Lalu? Aku harus bagaimana? Bagaimana nasib anak mu yang ku kandung ini! Kau menyukai seorang Permaisuri yang telah menikah dengan pria lain apakah kau tidak sakit hati? Jika kau tidak suka padaku tidak apa,tapi bagaimana dengan anak mu.


Dia bahkan memanggil Pria Lain dengan sebutan Ayahanda? Lalu aku, aku hanya wanita yang melahirkannya. Dia bahkan harus menyebut wanita itu sebutan itu?


Maafkan aku, aku akan mencobanya.


Baiklah, jangan hanya mencoba tapi lakukan dengan benar. Demi anak kita!!!


.........


uh!...


Megu, dimana kau... Aku ada diruangan penyimpanan ini. Kau tadi pasti berjalan di sekitar sini..


Brak....


Ini mengapa terjadi???


Mengapa Megu??? Tertidur di sini. Mengapa ada kain? Ough,tidak ternyata dia sepertinya di bius tapi aromanya sangat kuat. Dia pasti ingin Megu tiada tapi tangannya kurang kuat menutupi Megu. Tapi syukurlah, aku akan membawanya ke tempat tadi...


Setiap orang memiliki kekecewaannya masing-masing.Tapi balik lagi dalam diri sendiri, mendiamkannya atau membalasnya walau hati kadang tidak rela akan tipuan semata.

__ADS_1


__ADS_2