Time Travel Sang Novelis

Time Travel Sang Novelis
eps. 23


__ADS_3

Permaisuri ku, bagaimana ini? Mengapa para menteri ku seperti memojokkan ku. Mereka memperlakukan ku layaknya seorang pelayan! Bagaimana tidak, aku belum memutuskan apapun tapi mereka menyuruhku seperti tutup mata akan keadilan. Aku adalah Kaisar, perkataan ku mutlak adanya dan begitu pula dengan mu. Bisakah Yang Mulia Permaisuri mempercayaiku mendapatkan keadilan untuk mu?


Mohon Ampun Kaisar!!!


Kalian baru menunduk setelah aku mengatakan hal tersebut?


Yang Mulia


Bolehkah Permaisuri mu ini mengatakan sesuatu?


Tentu saja!


Saat tempo hari Istana Phoenix terbakar sepertinya beberapa hal terlupakan yaitu " Terima Kasih " terhadap Jendral Besar telah menyelamatkan ku!


Tak apa Yang Mulia, sudah menjadi tugas hamba untuk melindungi!


Bisakah Jendral Besar menjanjikan hal tersebut padaku!Melindungi ?


Tentu saja Yang Mulia Permaisuri. Hamba berlutut dan bersumpah akan setia melindungi dan jujur sebagai seorang Kesatria dinasti ini untuk mu!


Kalau begitu sumpah mu telah ku pegang! Dan juga para menteri sekalian, jangan memojokkan Kaisar kalian seperti itu jika tak tahu yang sebenarnya!

__ADS_1



Ingatkah kalian para mentri dengan tusuk konde ini? Tusuk konde ini di temukan di sekitar Istana Phoenix. Kalian melewatkan barang bukti fisik ini karena heboh dengan diri kalian masing-masing.


Yang Mulia Kaisar, ingatkah Yang Mulia dengan ini?


Bukankah itu milik Selir Kehormatan Ruan? Benda itu ku berikan sebagai hadiah saat kenaikannya menjadi Selir Kehormatan pada saat itu. Bawa Selir Kehormatan Ruan kehadapan ku sekarang!


Baik Yang Mulia...


...


Huh, Yang Mulia ternyata memberi ku lampu hijau untuk memanfaatkan situasi yang ada. Tapi melihat sesuatu dengan jelas di balik tirai ini memuaskan. Melihat mereka yang sombong angkuhnya mendapati gelar menteri ingin memperlakukan orang seenaknya bahkan jika itu Kaisarnya sendiri.


Aku penasaran, mengapa begitu banyak manusia harus dia yang membantuku!


^^^...^^^


Hamba memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar...


*Selir Kehormatan Ruan, tempo hari lalu saat kebakaran Istana Phoenix terjadi dimanakah kau hari itu?

__ADS_1


Hamba menjawab, bukankah Yang Mulia lebih mengetahui hal itu*?


Benar, aku saat itu berada di kediaman mu untuk beristirahat!


*Tapi Yang Mulia, hamba di sana melayani Yang Mulia!


Lalu, hari itu aku tertidur sangat pulas di kediaman mu. Tapi tak ku sangka kau berani menyelinap keluar melakukan sesuatu terhadap Permaisuri*!


Mohon ampun Yang Mulia, hamba tidak mengerti apa dimaksud oleh Yang Mulia!


Saat kejadian berlangsung, Permaisuri mendapati Tusuk Konde milik mu terjatuh di di area sekitar Kediaman Phoenix miliknya. Apa yang kau rencanakan, jawab sejujurnya!


Hamba, tidak melakukan apapun. Tusuk konde itu sudah hilang beberapa hari, itu yang hamba cari. Tapi hamba tidak tahu jika benda tersebut berada di Permaisuri.


Jadi, Selir Kehormatan Ruan secara tidak langsung menunjukkan bahwa aku yang mengambil barang itu? Jangan sampai Selir Kehormatan Ruan lewat batas. Saat itu, Megu menyaksikan semuanya! Kau pasti mengira dia telah membusuk di sekitar gudang tua kan?


...


Heh, aku suka sekali wajah mu yang begitu rupawan begitu menjijikkan terlihat saat ini. Kau berani bermain api jadi jangan takut terbakar,cukup kediaman ku saja.


Bisa-bisanya perselingkuhan begitu nampak masih ingin di tutupi. Jendral Besar,aku tidak tahu maksud mu melakukan serta mendukung perbuatan wanita jahat satu ini. Mungkinkah demi melindungi Pangeran De? Akan tetapi selama ada diriku jangan harap sesuatu terjadi,maka dari itu jangan sampai mengusik ketenangan ku dan ketenangan suami ku!!!

__ADS_1


^^^...^^^


__ADS_2