TOO BEAUTIFUL

TOO BEAUTIFUL
#36


__ADS_3

"Ayo, Blue," panggil Honey ketika Blue tak kunjung ke dalam kolam.


'Ya, sebentar," ucap Blue dan turun ke tangga kolam karena dia sudah memakai celana pendeknya.


Setelah berdiri di dalam kolam, Blue pun mengulurkan tangannya agar Honey berpegangan padanya.


Dan Honey pun turun dengan melingkarkan tangannya di leher Blue. Kemudian Blue menangkap tubuh Honey dan kini mereka berpelukan di dalam air.


"Kolam ini lumayan dalam, Blue," ucap Honey.


"Ya, kau benar-benar ingin belajar berenang atau hanya ingin bermain-main saja?" tanya Blue.


"Aku benar-benar ingin belajar berenang tapi ini sepertinya terlalu dalam untukku jadi aku akan bermain-main saja dulu untuk saat ini," jawab Honey dengan senyum nakalnya.


Blue menyipitkan matanya dan menggigit hidung mancung Honey.


Honey tertawa dan mencium bibir Blue.


"Aku akan berbalik dan peluklah aku dari belakang," ucap Blue.


"Oke," sahut Honey dan berpindah posisi di punggung Blue.


Lalu Blue berenang dengan Honey di atas punggungnya.


"Ini menyenangkan, Blue," kata Honey yang kakinya di gerakkan di dalam air mengikuti gerakan Blue.


"Hmm, nanti aku akan mengajakmu ke pantai," ucap Blue.


"Pantai? Aku sama sekali belum pernah ke sana dan hanya melihat gambarnya dari buku saja," jawab Honey.


"Hmm, setelah menikah kita akan ke pantai pribadi keluargaku," kata Blue.


"Aku tak sabar untuk pergi ke sana," jawab Honey.


"Aku juga," sahut Blue.


'Aku tak sabar bercinta denganmu di pinggir pantai, Honey bunny sweety,' batin Blue.


Setelah cukup lama berenang, mereka pun naik ke atas. Karena Honey berada di belakang punggung Blue, membuat pria itu cukup aman mengendalikan dirinya agar tak terlalu terpancing dengan kemolekan tubuh Honey.


Blue langsung memasangkan bathrobe yang terlipat di kursi pinggir kolam ke tubuh Honey.


Honey tersenyum dan berjinjit mengecup bibir Blue.


'Ya Tuhan ... Manis sekali mahluk cantik ini. Aku berharap hari akan cepat berlalu dan kami segera menikah,' batin Blue.


Lalu Blue dan Honey masuk ke dalam mansion dan langsung menuju ke kamar Blue.


"Aku akan mengambil baju di kamar sebelah," ucap Blue.


"Baju siapa?" tanya Honey.


"Baju milik Red -- kembaranku," jawab Blue.


Honey mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama kemudian, Blue mengetuk pintu kamar mandi.


"Honey, ini baju gantimu," panggil Blue.

__ADS_1


CEKLEK ...


Honey mengeluarkan tangannya saja dan mengambil baju itu.


"Thank you, Blue," ucap Honey.


"Hmm, aku akan mandi di kamar sebelah," kata Blue.


"Ya," sahut Honey.


Setengah jam kemudian, Honey keluar dari kamar mandi dan sudah melihat Blue yang tampak segar dengan rambut klimisnya yang masih basah duduk di sofa.


Honey mengeringkan rambutnya menggunakan handuk dan duduk di sebelah Blue.


"Aku yang akan mengeringkannya," ucap Blue.


Honey melepaskan tangannya di handuk dan kini Blue yang mengambil alih tugasnya.


"Baju ini pas denganku hanya saja sedikit pendek untukku," ucap Honey.


"Hmm, tubuhmu sedikit lebih tinggi dari Red," jawab Blue.


"Dia sepertimu, Blue? Maksudku apakah dia memiliki rambut hitam sepertimu? Dan mata gelap sepertimu juga?" tanya Honey.


"Tidak, dia berambut pirang seperti mommy dan bermata biru seperti daddy," jawab Blue.


Honey menoleh ke arah Blue. "Aaah begitu ya? Jadi dia berambut pirang dan bermata biru?" tanya Honey.


Blue mengangguk.


"Dia pasti sangat cantik. Kau tak memiliki fotonya di ponselmu?" tanya Honey.


Honey hanya mengangguk saja dan kemudian mengecup bibir Blue.


Blue tertawa pelan melihat sikap manis yang selalu Honey tujukan padanya.


"I love you," ucap Honey.


"Oh God ... Kau manis sekali," ucap Blue dan mengangkat tubuh Honey ke pangkuannya.


"Kiss me," ucap Honey.


"Hanya sebentar saja," sahut Blue dan Honey hanya mengangguk.


Kemudian mereka pun berciuman.


Blue mengingkari ucapannya sendiri yang mengatakan bahwa akan melakukannya sebentar saja tetapi nyatanya dia tak segera melepas bibir Honey dari ******* bibirnya.


Harum tubuh Honey membuat Blue benar-benar lupa diri dan membuat ciuman mereka semakin dalam.


Tangan Blue mulai masuk ke dalam dress Honey dan mengusap paha mulusnya.


Kini ciuman Blue mendarat di leher jenjang Honey yang wangi.


Honey merasa geli karena hal itu dan menjauhkan kepala Blue dari lehernya.


"Aku kegelian, Blue," ucap Honey tertawa pelan dan secara tak langsung membuat Blue tersadar kembali.

__ADS_1


"Oh my ... Syukurlah," ucap Blue dan mengecupi bibir Honey lalu mengangkat Honey turun dari pangkuannya.


"Kau tak lapar?" tanya Blue.


"Ya, aku lumayan lapar setelah kita berenang tadi," jawab Honey.


"Baiklah, ayo kita makan," kata Blue dan menggandeng tangan Honey keluar.


"Blue, rambutku belum disisir," ucap Honey.


"Oh ya, aku benar-benar lupa," sahut Blue dan mengambilkan sisiri di meja kecil dengan kaca cermin.


"Ini." Blue memberikan sisir itu pada Honey dan wanita polos itu pun menyisir rambutnya dengan perlahan.


Blue hanya melihatnya dan kemudian mendudukkannya di lemari kecil dengan pintu.


Honey tersenyum sambil masih menyisir rambutnya.


Setelah beberapa menit, Honey pun menyelesaikan tugasnya menyisir rambutnya sendiri.


"Kau sangat cantik," ucap Blue dan mengecup hidung merah Honey lalu mengangkat tubuhnya hingga kaki Honey mengapit pinggang Blue.


Blue membawa Honey ke ruang makan dengan posisi masih seperti itu.


Pelayan yang melihat hal manis itu tampak tersenyum ketika melewati sang majikan.


Sesampainya di ruang makan, pelayan pun mendatangi Blue.


"Anda ingin makan, Tuan?" tanya pelayan itu.


"Ya, Bibi. Aku akan kembali ke sini 15 menit lagi," jawab Blue dan Honey turun dari gendongannya.


"Apa aku boleh ikut ke dapur, Bi?" tanya Honey.


Pelayan itu melihat ke arah Blue dan Blue mengangguk tanda persetujuan.


"Baiklah, Nona," jawab pelayan itu.


"Kau tunggulah di ruang tengah, Blue. Nanti aku akan memanggilmu jika makanan sudah siap," ucap Honey.


"Baiklah," jawab Blue lalu tak lupa mengecup bibir Honey sebelum Honey pergi ke dapur.


Kemudian Honey mengikuti pelayan ke dapur kecil yang ada di sebelah ruang makan. Di sana sudah menunggu dua pelayan yang lainnya juga.


Sedangkan Blue menuju ke area ruang tengah sambil mengecek pekerjaannya tadi yang tertunda.


Setengah jam kemudian, Honey menata semua makanan yang sudah dimasak pelayan bersama dengannya juga tadi.


"Blue, ayo kita makan," panggil Honey.


Blue melihat ke arah calon istrinya itu dan berdiri dari sofa.


Blue berjalan menuju area ruang makan dan kini mereka berdua bersama di sana.


"Kau ikut memasak ini?" tanya Blue.


"Ya, aku banyak mendapat ilmu baru dari bibi yang memasak makanan ini," jawab Honey.

__ADS_1


Blue hanya tersenyum dan mulai menyantap makanannya begitu juga dengan Honey.


__ADS_2