TOO BEAUTIFUL

TOO BEAUTIFUL
#40


__ADS_3

Blue menggeser sedikit kursi Honey agar lebih mendekat ke arahnya dan menjauh dari Wilner serta Raph.


"Oh my ..." gumam Raph melihat sikap posesif Blue pada Honey.


Tak lama kemudian pesanan makanan yang lainnya pun datang. Lalu mereka yang berjumlah sembilan orang itu makan malam bersama.


Honey pun makan dengan elegan seperti biasanya. Itu cukup membuat perbedaan yang sangat signifikan dengan cara makan teman-teman Blue yang seperti biasa.


Dalam mengunyah pun, Honey sangat menatanya karena dia sudah terbiasa melakukan hal itu sesuai dengan ajaran ibunya.


Kecuali jika Honey makan es krim. Honey akan sangat lahap jika makan es krim.


Setelah makan, mereka pun saling mengobrol. Sejauh ini, Honey menikmati obrolannya dengan teman Blue meskipun kadang dia tak mengerti topik apa yang mereka bicarakan.


Hannah sejak tadi tak terlalu banyak bicara tak seperti yang lainnya. Honey terkadang melihat tatapan Hannah pada Blue. Sedangkan Blue selalu menghindari bertatapan dengan Hannah dan Quentin.


Semua teman Blue seakan mengerti dan tak pernah mengungkit hubungan Blue dan Hannah sama sekali karena kini mereka sama-sama punya pasangan yang lain.


Ya, Hannah dan Blue dulu pernah menjalin kasih beberapa bulan sebelum mereka lulus kuliah.


Mereka putus karena Hannah terlalu terobsesi menjadi seorang aktris meskipun hingga akhirnya gagal mencapai cita-citanya itu. Dan itu hanya cerita masa lalu anak muda yang tak pernah serius dan Blue menganggap itu hanya suatu selingan saja.


Quentin yang sejak dulu mengejar Hannah akhirnya mendapatkannya setelah Hannah terpuruk karena karir aktrisnya gagal.


Tangan Blue menggenggam tangan Honey di bawah meja dan menngusap-usapnya lembut.


"Apa di sini ada es krim, Blue?" bisik Honey ke telinga Blue.


Blue mengangguk. "Kau mau?" tanya Blue.


Honey mengangguk semangat. Honey sedang kerajingan es krim dan dia bahkan membeli banyak es krim bersama Blue kemarin hingga membuat kulkas neneknya penuh.


Lalu Blue memanggil pelayan dan memesan es krim untuk Honey tercintanya itu.


Beberapa menit kemudian, es krim pesanan Honey pun datang. Dia cukup tahu diri dan makan es krim itu dengan perlahan.


Tapi tetap saja membuat mulutnya sedikit terkena es krim.


Blue yang terbiasa mencium Honey, tampak tak canggung menjilat bekas es krim yang ada di pinggir bibirnya di hadapan teman-temannya.


Lalu Blue mengambil tisu dan mengusap bersih bibir Honey yang baru saja dijilat olehnya.


"Ehem Ehem." Wilner berdehem.


Honey menoleh dan dia melihat teman-teman Blue melihat ke arah mereka.


Lalu Honey menoleh kembali ke arah Blue dan berbisik di telinga Blue.


"Bukankah katamu ini hal yang biasa dilihat oleh semua orang? Tapi mengapa mereka melihat seperti itu pada kita?" bisik Honey.


Blue tertawa pelan dan kembali mengecupi bibir Honey.

__ADS_1


Lalu Blue melihat ke arah temannya. "Maaf, kami memang sedang kasmaran," ucapnya tanpa rasa berdosa.


"Sejak dulu kau memang menyebalkan, Blue," ucap Vanna.


Dan yang lainnya pun ikut tertawa kecuali Quentin dan Hannah yang masih canggung berada di antara mereka.


Bahkan wajah Hannah tampak jarang tersenyum dan terkesan tak terlalu senang dengan pertemuan ini.


Setelah cukup lama berkumpul, mereka pun pulang dari restoran itu.


Honey pun tak menanyakan apa pun pada Blue tentang Hannah. Dia tak ingin merusak suasana dengan membicarakan hal itu.


Dan Honey sangat yakin bahwa Blue benar-benar mencintainya.


Sesampainya di rumah kakek Honey, Blue menemani Honey sampai ke pintu utama.


"Selamat malam," ucap Honey sembari mengecup bibir Blue yang tersenyum.


Blue membalasnya dengan kecupan bertubi-tubi yang membuat Honey tertawa pelan.


Meskipun terhitung sudah sama-sama dewasa, Blue merasa sedang berkencan dengan gadis remaja yang baru mengenal cinta.


"Bye," pamit Blue dan dia pun pergi dari sana.


*


*


Keesokan harinya, Honey ikut makan bersama dengan keluarga besar kakeknya. Dan besok rencananya keluarga Blue akan datang untuk makan malam bersama.


"Ya, Kakek. Nanti malam mereka kemari," jawab Honey dan Leo mengangguk.


"Kau sudah menyiapkan bajuku, Sayang?" tanya Leo pada Seline.


"Sudah. Semua sudah disiapkan dengan baik. Tenanglah," jawab Seline.


"Nenek sudah membelikanmu gaun yang sangat cantik untukmu, Honey," ucap Seline pada sang cucu.


"Ya, itu harus. Kau harus tampil sempurna di hadapan keluarga Blue, Honey," timpal Leo.


"Ya, Kakek. Terima kasih, Nenek," jawab Honey.


"Kita tidur bersama malam nanti. Boleh, kan?" tanya Marilyn.


"Tentu saja, Mom," jawab Honey dan mencium tangan Marilyn.


Seline tersenyum melihat hal itu sekaligus sedih karena setelah menikah, Honey akan ikut dengan Blue ke Amerika.


*


Seharian itu, Blue dan Honey tak bertemu sama sekali dan mereka hanya saling berkirim pesan yang membua Honey selalu menempel dengan ponselnya.

__ADS_1


Setelah makan malam selesai, Honey dan Marilyn masuk ke kamar Honey.


Di atas ranjang, Marilyn memeluk putri semata wayangnya dan mengusap punggungnya dengan lembut.


"Mommy berharap kau akan bahagia bersama Blue, Sayang," ucap Marilyn.


"Hmm, dia mencintaiku, Mom," sahut Honey tersenyum.


Honey berharap Blue bisa cepat menemukan sang ayah agar bisa dipertemukan lagi dengan sang ibu.


Honey sebenarnya merasa sedih karena akan meninggalkan Marilyn ketika dia menikah nanti. Tapi setidaknya ada kakek dan neneknya yang membuat ibunya tak kesepian.


"Mom ..." lirih Honey.


"Hmm," sahut Marilyn.


"Apakah mommy pernah cemburu?" tanya Honey.


Marilyn tertawa pelan. "Semua orang pasti pernah cemburu dan itu rasa yang wajar," jawab Marilyn.


"Mommy pernah merasakan hal itu?" tanya Honey.


"Ya, ketika melihatmu bersama Blue. Mommy cemburu karena kau telah membagi cintamu dengan Blue," jawab Marilyn.


Honey melihat ke arah Marilyn.


"Mommy serius?" tanya Honey dengan lugunya.


Marilyn tertawa kecil.


"Semua orang pernah merasakan hal itu, Sayang. Tapi alangkah baiknya jika cemburu itu terlalu berlebihan, maka kita harus mengatakan dan mengeluarkan hal itu agar tak menjadi beban pikiran," jawab Marilyn.


Honey hanya mengangguk.


"Cemburu juga bisa berarti tanda cinta," ucap Marilyn lagi.


"Begitukah?" tanya Honey.


"Ya, jika kau tak merasakan perasaan apapun maka kau tak akan cemburu, bukan?" kata Marilyn.


Honey mengangguk tanda mengerti.


"Jangan menyembunyikan apa pun perasaanmu pada Blue. Karena harus ada kejujuran dan saling percaya di antara kalian," ucap Marilyn menasehati Honey.


"Ya, Mom. Aku mengerti," jawab Honey tersenyum dan mencium pipi sang ibu.


"Tidurlah, besok mommy akan menggosok punggungmu karena sudah lama mommy tak membersihkan tubuhmu, Sayang," ucap Marilyn.


"Aku sudah dewasa, Mom," jawab Honey.


"Kau tetap menjadi anak bayi mommy sampai kapan pun," sahut Marilyn dan semakin memeluk erat putri tunggalnya itu.

__ADS_1


"I love you, Mom," ucap Honey.


"I love you too, My Honey," jawab Marilyn.


__ADS_2