
Di pesawat, Honey lebih banyak tidur karena semalam dia hanya tidur sebentar saja setelah menikmati malam pertamanya semalam penuh.
Blue pun ikut tidur sambil merengkuh bahu Honey hingga kepala Honey menyandar di dadanya.
Perjalanan panjang akan dilewati Blue dan Honey selama 13 jam lamanya nonstop.
"Apakah masih lama?" tanya Honey yang sepertinya sudah tampak bosan di dalam pesawat.
"Ya, masih agak lama. Tidurlah di ranjang kabin jika kau ingin berebah," ucap Blue.
"Tidak, nanti saja," sahut Honey.
Blue membuka jendela pesawat dan Honey melihat gumpalan awan di bawah pesawat yang dinaikinya.
Honey menaikkan kakinya dan menyandarkan tubuhnya ke depan dada Blue.
Pria tampan itu melingkarkan tangannya di perut Honey dan mengusap lembut di sana.
"Oh iya, aku pernah menemukan foto Hannah di salah satu bukumu di kamar. Apakah kalian dulu dekat karena kau memeluknya di dalam foto itu," ucap Honey.
Dia membuat topik pembicaraan ini untuk mengusir rasa bosan.
Blue tak langsung menjawab.
"Aku tak ingin membahasnya. Kau tak masalah, kan?" ucap Blue.
Honey mengusap tangan Blue yang melingkar di perutnya.
"Ya, kau tak perlu membahasnya jika kau tak suka," ucap Honey.
"Aku hanya ingin mengatakannya saja karena kata mommy aku harus selalu terbuka padamu dan tak boleh menyembunyikan apa pun darimu," lanjut Honey.
Blue semakin memeluknya erat.
"Ada sesuatu yang memang seharusnya tak perlu diceritakan karena itu hal yang tak penting untuk dibicarakan," ucap Blue yang benar-benar tak ingin membahas hal ini.
Dan Blue cukup kagum dengan sikap Honey yang dewasa meskipun dia mungkin masih tak mengerti bahwa setiap orang pasti punya hubungan masa lalu kecuali Honey tentunya.
Karena bagi Honey hanya Blue lah yang baru mengisi hatinya untuk pertama kalinya terakhir tentunya.
Blue tersenyum memikirkan hal itu. Honey adalah milik Blue seutuhnya dan Honey tak punya masa lalu sebuah hubungan yang pastinya membuat Blue lega.
Honey mengangguk dan merebahkan kepalanya ke paha Blue.
Blue membelai rambut halus Honey yang halus dan lembut.
"Ya, aku mengerti hal itu dan itu hak-mu," sahut Honey dengan nada bicara yang lembuat dan terkesan bijaksana.
Honey mendongakkan kepalanya ke arah wajah Blue yang ada di atasnya.
Lalu seperti biasa dia mengerjap-ngerjapkan matanya untuk memberi kode pada Blue.
__ADS_1
Blue tersenyum dan mengecup bibir Honey.
Lalu Honey menahan kepala Blue dengan kedua tangannya dan berbisik.'
"Ayo kita bercinta, sepertinya akan seru jika melakukannya ketika kita berada di atas langit, benarkan?" bisik Honey.
Blue tertawa dan langsung membawa Honey ke dalam kabin kamar pesawat pribadinya.
Selanjutnya tentu saja terjadi adegan panas untuk kesekian kalinya yang seakan tak pernah bosan dilakukan oleh pasangan pengantin baru itu.
(Silahkan bertravelling sendiri ya maakk ... WKWWKWK)
*
*
"Akhirnyaaaa ...." ucap Honey lega sambil merentangkan tangannya ketika keluar dari pesawat.
Blue memeluk Honey dari belakang dan mencium lehernya yang tertutup kerah coatnya.
"Selamat datang di Korea, Baby," kata Blue di telinga Honey.
"Di sini sepertinya sangat dingin, Sayang," ucap Honey.
Blue tersenyum ketika Honey sudah memanggilnya dengan panggilan sayang.
"Ya, sudah memasuki musim dingin. Nanti kita beli coat agak banyak," jawab Blue.
Di bawah, sudah menunggu mobil jemputan yang tampak mewah itu.
Honey dan Blue pun masuk ke dalam mobil dan mereka akan tinggal di sebuah Villa yang ada di dekat daerah pantai.
Blue memang mencari tempat indah yang bisa sekaligus dibuatnya untuk berbulan madu bersama Honey.
"Ayo masuk," ucap Blue pada sang istri.
Villa itu mewah dan berarsitektru minimalis. Tipe yang sangat disukai oleh Blue.
"Sepertinya aku akan betah di sini," ucap Honey.
"Asal bersamaku, kau pasti akan betah, Honey. Karena aku tak akan membuatmu menganggur," sahut Blue.
Honey tertawa pelan dan memeluk Blue.
"Kapan kita akan menemui ayahku?" tanya Honey.
"Besok," jawab Blue.
"Ayo kita tidur, ini hampir pagi," ucap Blue.
"Aku sudah puas tidur di pesawat, Sayang. Kau tidurlah lebih dulu, aku ingin mengelilingi rumah ini," sahut Honey.
__ADS_1
"Baiklah, jangan keluar dari Villa dan kau hanya boleh berkeliling di area dalam saja, oke?" Pesan Blue pada Honey.
"Oke," jawab Honey dan Blue mengecup bibir Honey sebelum pergi ke dalam kamar.
Blue ingin beristirahat sebentar, karena di pesawat tadi dia baru saja membalas beberapa email untuk urusan bisnisnya.
Honey berkeliling di rumah minimalis dan lebar itu. Tak banyak barang yang ada di rumah itu dan itu membuatnya terlihat lebih luas dan lapang.
Setelah puas berkeliling di lantai bawah, Honey kemudian naik ke lantai dua di mana lantai itu dibuat untuk tempat tidur serta kamar mandi saja dan tak sekat di sana.
Honey melihat Blue sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Honey menuju balkon lebar yang ada di lantai dua itu. Lalu dia membuka pintunya dan melihat view pantai yang surut di depannya.
Honey duduk di atas ayunan rotan yang ada di balkon itu.
Hanya sebentar saja dia di sana karena udara cukup dingin. Honey kembali ke dalam dan menutup pintunya kembali.
Honey menuju kamar mandi dan mengganti bajunya.
Setelah itu, Honey ke atas ranjang dan bergabung dengan Blue di sana.
Dia masuk ke dalam selimut Blue dan memeluk suaminya itu.
Blue tersenyum dalam tidurnya dan memeluk Honey memberinya kehangatan di udara yang dingin ini.
Karena masih tak bisa tidur, Honey hanya menatap wajah tampan sang suami.
Dia hanya membelai wajah tampan itu dan mengamatinya.
Blue memiliki alis yang tajam dan hitam. Rahangnya kokoh dan tegas. Bentuk bibirnya sempurna dan sangat nyaman untuk dicium.
"I love you. I love you so much," bisik Honey sangat pelan agar tak mengganggu tidur Blue.
"Me too," sahut Blue dengan suara berbisik juga dan mata yang masih terpejam.
Honey tersenyum dan mengecup pelan bibir Blue.
Blue semakin memeluknya dan membuat Honey semakin nyaman hingga akhirnya dia ikut memejamkan matanya dan tidur bersama Blue.
Keesokan harinya, Blue dan Honey bangun agak siang dan itu membuat mereka juga melewatkan makan paginya.
"Kita makan di luar?" tanya Honey.
"Ya, kau ingin mencoba makan makanan Korea?" tanya Blue sambil memasang kaosnya.
"Ya, tentu saja aku mau," jawab Honey semangat.
Blue tersenyum dan memakai coatnya. Lalu dia mengambil coat Honey lalu memakaikannya.
"Thank you, Sayang," ucap Honey dan berjinjit mengecup bibir Blue yang tak pernah bosan dilakukannya.
__ADS_1
Lalu mereka pun pergi dari Villa menuju pusat keramaian di kota Seoul, Korea Selatan.