
Kini keluarga Robert sudah datang ke kediaman Honey. Hanya Bryce, Yara dan Blue saja yang datang ke sana.
Kakek Leo menyambut kedatangan Bryce dengan cukup meskipun mungkin karena latar belakang keluarga Robert yang cukup terpandang dan termasuk salah satu keluarga konglomerat yang bisnisnya sangat maju dan produktif.
"Pernikahan akan diadakan dua hari lagi karena aku mempercepatnya. Tak masalah, kan? Aku harus segera ke Dubai dalam minggu ini," ucap Bryce.
"Itu tak masalah, Tuan. Lebih cepat lebih baik, bukan?" jawab sang kake.
Mendengar hal ini tentu saja membuat Blue senang karena sebentar lagi Honey resmi menjadi miliknya.
Setelah makan malam dan berbincang cukup lama, akhirnya keluarga Robert pun pergi dari kediaman keluarga Haven.
Yara dan Bryce pulang terlebih dulu. Berbeda dengan Blue yang masih berada di sana karena Marilyn ingin bicara dengannya.
"Begini Blue, aku punya permintaan. Ya, mungkin ini terdengar sedikit kuno. Tapi bisakah kau tak menemui Honey sampai pernikahan kalian diadakan? Ini hanya dua hari saja. Aku memang kuno dan hanya ingin pernikahan putriku satu-satunya berjalan lancar dan selalu bahagia," kata Marilyn menjelaskan dan Honey mendengarkan di sampingnya.
"Kalian mau, kan? Hanya itu keinginan mommy," ucap Marilyn memohon.
Honey melihat ke arah Blue dan Blue hanya mengangguk.
"Baiklah, itu tak masalah. Hanya dua hari saja, kan?" tanya Blue.
"Mommy tak ingin memisahkan kami, kan?" tanya Honey dengan wajah bingung.
"Tentu saja tidak, Sayang," jawab Marilyn memegang tangan Honey dan menciumnya.
"Ya, itu tidak masalah, Honey," ucap Blue menenangkan.
Lalu Honey pun mengangguk setuju.
Setelah mengobrol sebentar, Blue pun pamit pulang. Honey mengantar Blue ke halaman depan sampai di depan mobil.
Blue mencium bibir Honey dan wanita cantik itu pun membalasnya.
Blue menangkup pipi Honey dan melihat wajahnya dengan seksama.
"Aku ingin mengingat wajah cantik ini sebelum pulang karena aku tak akan bertemu dengan wajah lugu ini dua hari lamanya," ucap Blue mengecup hidung dan kening Honey.
Honey tersenyum dan membuat Blue kembali menciumnya.
"I love you," bisik Honey.
"I love you too. Jangan merindukanku terlalu dalam, oke?" ucap Blue dan tak hentinya mengecup wajah Honey seakan enggan melepaskannya.
Honey tertawa kecil. "Aku akan sangat merindukanmu," sahut Honey lirih.
Lalu mereka berpelukan dan Blue menopang dagunya di bahu mulus Honey yang terbuka kemudian mengecupnya.
Wangi harum tubuhnya di hirup dalam-dalam oleh Blue. Dia akan mengingat harum ini selama dua hari ke depan.
__ADS_1
Honey memang benar-benar membuatnya tergila-gila dan memporak-porandakan hatinya. Blue bahkan tak pernah secinta ini pada seorang wanita selain pada sang ibu tentunya.
"Aku enggan melepaskanmu," bisik Blue.
"Aku juga, tapi kita harus melakukannya, bukan? Kau bisa memelukku sepuasnya dua hari lagi," ucap Honey yang membuat Blue tertawa.
'Tak hanya memelukmu, Baby. Aku akan membuatmu tergila-gila padaku dan mengurungmu di kamar berhari-hari,' batin Blue.
Setelah cukup lama berpamitan, Blue pun akhirnya pulang ke mansionnya.
*
*
"Sayang, mommy akan pergi mengambil gaun pernikahanmu dulu," ucap Marilyn.
"Ya, Mom. Apakah aku boleh ikut? Aku ingin melihat-lihat gaun lainnya juga," tanya Honey karena sejak kemarin dirinya hanya ada di rumah saja dan merasa bosan.
"Baiklah, ayo," jawab Marilyn. '
"Aku akan ganti baju sebentar," ucap Honey.
"Baiklah, mommy akan menunggumu di ruang tamu," jawab Marilyn.
"Ya, Mom," sahut Honey.
Marilyn keluar dari kamar Honey dan menuju ke ruang tamu. Sedangkan Honey mengambil baju di lemarinya dan segera berganti baju.
Setelah itu, Honey pun langsung turun dan menghampiri sang mommy.
"Ayo, Mom," ucap Honey.
Marilyn menoleh pada Honey dan tersenyum lalu berdiri.
"Kau cantik sekali, Sayang," kata Marilyn menggandeng tangan sang putri cantiknya itu.
"Karena aku memiliki ibu yang cantik dan ayah yang tampan," jawab Honey tersenyum.
Marilyn tersenyum sekaligus sedih karena mengingat sosok pria yang dulu dicintainya. Dan dia sudah mengikhlaskan semua yang terjadi dalam hidupnya.
Mereka pun kemudian pergi ke sebuah butik di mana gaun pengantin Honey dipesan.
Sesampainya di sana, Honey pun langsung mencoba gaun indah itu.
"Ini sangat cantik, Mom. Blue pasti suka melihatnya," ucap Honey memutar-mutar tubuhnya di depan cermin raksasa.
"Blue lebih suka melihatmu daripada gaunnya, Sayang," jawab Marilyn.
Honey tertawa pelan.
__ADS_1
"Anda ingin mencoba dua gaun yang lain, Nona?" tanya manajer butik itu.
Honey mengangguk. Lalu dia pun berbalik dan mengikuti sang manajer untuk melihat gaun yang lain.
Terlihat ada tamu lain yang juga masuk ke butik itu. Honey otomatis melihat ke arah pintu karena pintu itu berbunyi setiap ada orang masuk ke dalam butik.
"Hai ... Kau Hannah, bukan?" tanya Honey dengan senyum cantiknya.
Hanna terlihat datang bersama Quentin dan mungkin Hannah juga ingin mencoba gaun pengantin.
"Hai," sahut Hanna dengan tersenyum tipis.
Marilyn melihat interaksi itu dari kursi sofanya.
"Maaf, aku akan ke dalam," ucap Hannah karena Honey menghalangi jalannya masuk..
"Ups, maaf," jawab Honey.
Quentin melihat ke arah Honey dan cukup terkagum dengan kecantikannya. Dan Hannah memperhatikan hal itu.
Wajah Hannah tetiba menjadi masam ketika melewati Honey.
Marilyn menghampiri Honey. "Kau mengenalnya, Sayang?" tanya Marilyn ketika Hannah dan Quentin masuk ke area dalam toko yang sedikit lebih masuk.
"Ya, mereka teman kuliah Blue. Kemarin kami bertemu di restoran," jawab Honey.
"Mereka terlihat tak ramah," ucap Marilyn karena dia khawatir Honey akan sudah berinteraksi dengan orang-orang semacam itu.
"Tidak, Mom. Mereka tak terlalu dekat dengan Blue. Tapi aku dekat dengan teman-teman Blue yang lain," sahut Honey santai.
Marilyn hanya mengangguk saja menanggapi ucapan Honey.
Lalu manajer datang dan membawa dua gaun yang akan dicoba lagi oleh Honey.
Honey kembali menuju kamar pas dan Marilyn mengikutinya karena dirinya kan membantu Honey memakainya.
Kamar ganti Honey bersebelahan persis dengan Hannah.
Dan Quentin menunggu di sofa yang ada di depan kamar pas itu.
Tak lama kemudian, Honey keluar dari kamar pas dan melewati Quentin yang tampak sedang berbicara dengan Hannah.
Quentin melihat ke arah Honey ketika Honey melewati mereka.
Honey menuju ke arah cermin besar itu bersama Marilyn. Sedangkan Hannah berdiri di cermin sebelahnya.
Semua pegawai butik tampak hanya fokus pada Honey saja karena memang sosok Honey benar-benar bersinar ketika memakai gaun pengantin yang bagian bahu dan dadanya cukup terbuka.
Dan Quentin pun juga melihat ke arah Honey. Hannah memandangnya tajam karena hal itu.
__ADS_1