TOO BEAUTIFUL

TOO BEAUTIFUL
Bab 45


__ADS_3

Blue akhirnya menemukan sebuah hotel kecil yang cukup bagus di pinggir jalan.


"Blue ... Kita tak akan terlambat terbang?" tanya Honey yang tangannya sudah digandeng oleh Blue ke lobby hotel.


"Tidak, karena kita akan naik pesawat pribadiku," jawab Blue.


"Pesawat pribadi? Kau punya pesawat, Blue?" tanya Honey tercengang.


"Pesawatmu juga mulai hari ini, Baby," jawab Blue dan mulai memesan kamar di meja resepsionist.


Honey melihat Blue ketika dia melakukan pemesanan kamar hotel.


Honey suka mengamati hal-hal baru yang ada di depannya dan cukup cepat mengerti dan belajar.


"Ayo," kata Blue dan menarik tangan Honey.


TING ...


Pintu lift terbuka dan mereka pun masuk ke dalam lift.


Honey kembali melihat ke Blue cara lift tertutup dan ketika membukanya.


Blue tersenyum melihat Honey yang selalu mengamati apa yang dilakukannya.


Setelah pintu lift terbuka, mereka pun langsung keluar dan menuju kamar yang dipesan oleh Blue.


Blue menempelkan kartu di pintu hotel itu dan Honey kembali melihatnya dan kepalanya mengangguk.


Blue tertawa pelan melihatnya. Dia tahu Honey sedang mempelajari apa yang dilakukannya.


Setiap ada hal baru, Honey pun selalu mengamati dan mempelajarinya. Ketika ada yang tak dia mengerti, dia akan bertanya pada Blue.


CEKLEK ...


Blue membuka pintunya dan dan langsung menyandarkan tubuh Honey di belakang pintu.


Blue memegang dagu Honey dan mengecupnya pelan.


Honey tersenyum dan membalas kecupan Blue dengan melumaatnya perlahan.


Tangan Blue meraba leher dan tengkuk leher Honey yang terasa halus di tangannya.


Kini bibir mereka saling bertautan lama dan Honey melingkarkan tangannya ke leher Blue.


Blue mulai melepaskan coat coklat Honey dan kini bahunya yang terbuka terlihat oleh Blue.


Blue mengecupi bahu mulusnya dengan perlahan dan membuat Honey terpancing gairaahnya.


Lalu Blue menggendong Honey dan membawanya ke ranjang.


Kemudian Blue menurunkannya dan merebahkan tubuh Honey di ranjang.


Blue melepas sepatu high heels hadian pemberian Joy yang dipakai oleh Honey.


"Kau tak sakit memakai ini?" tanya Blue.


"Sedikit tapi aku suka memakainya. Kakiku terlihat indah. Kau menyukainya?" tanya Honey.


"Tentu saja dan sepertinya bukan aku saja yang menyukainya," jawab Blue.

__ADS_1


"Ya, nenek dan mommy juga suka melihatku memakai sepatu itu, Blue," jawab Honey.


Blue melihat ke arah Honey dan tertawa. Dia terlalu gemas dengan Honey yang bahkan kadang tak sadar betapa cantik dan menariknya dirinya.


"Aku akan menggigitmu, Baby," ucap Blue gemas.


Honey tertawa pelan sembari melihat Bkue membuka coat dan bajunya.


Tubuh atletis dan perut sixpack Blue sudah terlihat oleh Honey.


"I love you," ucap Honey lirih.


"Aku lebih mencintaimu," sahut Boue dan langsung melahap bibir Honey tanpa ampun.


"Hmmmpphh," desah Honey.


Tangan Blue mengangkat dress Honey yang berwarna gold itu sampai sebatas dadanya.


Honey tak memakai bra karena bajunya di desain sudah menggunakan bra di dalamnya.


Hal itu membuat Blue cukup mudah melepas bajunya.


Blue mengecapi dada bulat Honey yang selalu membuatnya semakin bergairaah.


Tangannya mulai membuka celana daalam milik Honey.


Dan langsung mengusapnya dan memainkan jarinya di sana.


"Aaaahh," desah Honey ketika Blue memasukkan sedikit jarinya di bagian sensiitifnya.


Blue melepaskan ciumannya di dada Honey dan melihat wajah cantik Honey.


"Kau suka?" bisik Blue dan menjilat telinga wanita cantik itu.


"Hmm," sahut Honey.


Tak lama kemudian, Honey membalik tubuh Blue dan membuat posisinya berbalik.


"Hei ... Aku belum memulainya," kata Blue tersenyum miring.


"Aku yang akan memulainya. Aku ingin belajar di posisi seperti ini," sahut Honey dan membuka seluruh bajunya lewat kepalanya


Kini Honey benar-benar polos dan tak memakai apapun lagi.


"Kau mulai nakal, ha?" ucap Blue.


Honey tersenyum dan dengan percaya dirinya dia memasukkan milik Blue ke dalam miliknya.


Blue yang melihat hal itu cukup tercengang dengan kemahiran Honey dalam hal ini. Karena mereka baru melakukannya kemarin, tapi Honey sudah cukup mahir.


"Baby ..." desah Blue ketika Honey mulai menggoyangkan bokongnya di atas milik Blue.


Tangannya bertumpu di perut sixpack Blue.


Lalu Blue beranjak duduk dan memeluk tubuh polos Honey yang hangat.


Blue mengusap punggung Honey yang halus dan menciumi dadanya yang berada tepat di hadapannya.


Honey tetap bergerak maju mundur dan tangan Blue kemudian membantunya bergerak cepat.

__ADS_1


"Lakukan hal ini tiap hari," bisik Blue dan menggigit leher Honey.


Honey kembali mendesah dan Blue merebahkanhya kembali di bawah tubuhnya.


Blue membalik tubuh Honey dan menciumi punggungnya.


Tangan Blue meremaas dada Honey yang berada di bawahnya.


Dan pinggulnya kembali bergerak dengan posisi Honey yang menungging.


"Aaahhh ... Blue ..." Honey mendesah keras karena posisi itu membuat kenikmatannya berkali-kali lipat.


"Panggil aku Sayang mulai saat ini, Baby," bisik Blue di belakang telinga Honey.


"Hmmm," sahut Honey dengan masih mendesah.


Cukup lama mereka berada di atas ranjang dengan sprei yang sudah tak berbentuk.


Hingga akhirnya mereka mencapai puncaknya bersama sedangkan Honey sudah berkali-kali.


Blue menyandarkan kepalnya di dada Honey dan mereka menenangkan nafas bersama setelah melalui adegan ranjang yang membuat napas mereka cepat.


Lalu Honey memeluk kepala Blue yang ada di dadanya.


"Aku bersyukur kau adalah orang oertama yang kutemui di hutan," lirih Honey.


"Dan aku pun bersyukur karena aku yang menemukanmu pertama kali. Aku tak bisa membayangka kau ditemukan oleh orang lain sebelum aku. Itu akan membuatku gila," ucap Blue.


Honey tersenyum dan mengecup puncak kepala Blue.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Honey.


"Ya, ayo," jawab Blue dan beranjak dari atas tubuh Honey.


Lalu Blue menggendong tubuh Honey dan membawanya ke kamar mandi.


Mereka selalu mandi bersama sejak menikah karena kegiatan mereka hanya seputar bercinta saja.


Setelah mandi, Honey pun langsung memakai bajunya dan riasannya sudah luntur karena mandi.


Tapi hal itu sama sekali tak mengurangi kecantikannya.


Honey mengurai rambutnya yang basah dan Blue yang selalu tampak segar dengan rambut klimisnya yang hitam pekat.


Setelah itu, mereka pun keluar dari hotel dan langsung melanjutkan perjalanannya ke bandara.


Sesampainya di bandara, anak buah keluarga Robert sudah menunggu di depan pesawat untuk menyambut mereka berdua.


Honey tersenyum pada pria muda itu dan sekali lagi membuat seorang pria meleleh ketika melihag senyum indah dan manisnya itu.


Blue menggandeng tangan Honey dan membawanya ke dalam pesawat.


Honey yang tak pernah naik pesawat, tentu saja takjub melihat hal itu.


"Ini bagus sekali, Blue," ucap Honey.


"Ya, ini milikmu," sahut Blue.


Honey mengikuti Blue dan duduk di sofa berwarna coklat yang ada di dalam pesawat mewah itu.

__ADS_1


__ADS_2