
Blue mengajak Honey ke beberapa pusat perbelanjaan dan wisata di kota Seoul.
Dan Honey sangat menikmati pengalaman pertamanya berlibur ke luar negeri.
Honey juga mencoba banyak makanan dan jajanan asli Korea.
"Apakah ayahku tahu bahwa aku akan datang?" tanya Honey.
"Ya, aku sudah memberitahunya melalui asistennya," jawab Blue.
"Dan dia mau menemuiku?" tanya Honey.
"Ya, tentu saja. Dia bahkan terkejut dengan kehadiranmu yang selama ini tak pernah diketahuinya," jawab Blue.
Blue mengusap punggung tangan Honey ketika mereka berdua tampak makan di restoran untuk makan malam.
"Aku belum bertanya tentang anak yang dimilikinya selain aku," ucap Honey.
"Ayahmu tak memiliki anak. Itu juga salah satu sebab perceraiannya," jawab Blue.
Honey mengangguk.
"Ayahmu juga ingin bertemu dengan ibumu," ucap Blue.
Honey melihat ke arah Blue dan senyumnya mengembang.
"Jadi dia menerimaku dan mommy?" tanya Honey.
"Ya, ayahmu akan pergi ke London setelah menemuimu. Dia akan melamar mommy dan menjemputnya," jawab Blue.
"Benarkah itu, Sayang? Oh my ... Aku sangat bahagia mendengar hal ini. Mengapa kau tak mengatakannya sejak kemarin?" ucap Honey.
"Aku baru mendapatkan kabar ini tadi siang dari orangku," jawab Blue.
Lalu Honey memeluk Blue dan mengecup bibirnya.
"Baby, ini di Korea. Asia sedikit berbeda dengan di Eropa dan negara barat, jadi kau tak bisa menciumku sembarangan di tempat umum," ucap Blue ketika Honey ingin melumaat bibirnya lebih dalam.
"Uups, sorry," sahut Honey dan Blue tertawa pelan melihat sikap Honey yang lugu itu.
Blue mengusap rambut Honey dan mencium puncak kepalanya saja.
Setelah makan malam, mereka pun akhirnya pulang kembali ke Villa.
Banyak yang Honey pelajari selama berjalan-jalan dengan Blue tadi dan dia tak sabar menyambut hari esok di mana dia akan bertemu dengan ayahnya.
Sesampainya di Villa, Honey dan Blue segera membersihkan tubuhnya dan bersiap akan tidur.
"Apa yang kau lakukan? Kita akan bercinta lagi?" tanya Blue dengan senyum tengilnya.
"Hmm, aku lebih suka jika kita tidur tanpa memakai baju," jawab Honey yang hanya menggunakan celanaa dalaamnya saja.
Honey menghampiri Blue yang sudah ada di atas ranjang dan merangkak di atas tubuh sang suami.
Lalu tangannya masuk ke dalam kaos hitam Blue dan meraba perutnya yang rata.
__ADS_1
Kemudian Honey membuka baju sembari menempelkan dadanya ke dada Blue.
"Hanya dalam tempo singkat kau sudah cukup ahli dalam hal ini," lirih Blue dan mereeaas dada Honey.
Setelah baju Blue terbuka, Honey tengkurap di atas tubuh Blue.
"Apa aku harus membuka celanaku juga?" tanya Blue dengan tangan yang mengusap punggung polos Honey.
"Boleh juga," jawab Honey tersenyum nakal.
Lalu Blue pun mengangkat pinggulnya dan membuka celana panjangnya dengan cepat kemudian melemparnya ke atas karpet.
Tangan Honey kembali merayap ke atas tubuh Blue mencium dada bidangnya yang sexy.
"Aku suka tubuhmu," lirih Honey dan mengecup puncak dada Blue yang membuat Blue semakin terpancing hasratnya.
"Aaahh ... Baby, katakan jika kau sudah selesai mengeksplore tubuhku, karena aku akan melakukan hal sama seperti ini padamu," ucap Blue.
"Kau selalu melakukannya setiap kita bercinta, Sayang," ucap Honey.
Blue tertawa pelan dan dia membiarkan Honey bermain-main di atas tubuhnya sepuas yang Honey mau.
Honey tersenyum nakal dan mencoba memegang milik Blue yang sudah dalam mode mengeras.
Blue kembali mendesah karena miliknya sudah diusap pelan oleh tangan halus Honey.
"Aku suka melihat wajahmu yang seperti itu," ucap Honey dengan senyum nakalnya kembali.
Blue langsung merengkuh tubuh Honey dan merebahkannya di atas ranjang.
Blue mengangkat kaki Honey dan membuka pahanya dengan lebar lalu memasukkan miliknya ke dalam pangkal paha istrinya.
Blue bergerak maju mundur dengan gerakan cepat dan cukup semangat karena dia sedang berada di puncak gairah akibat godaan dari sang istri lugunya tadi.
"Kau sudah tak lugu lagi sepertinya tentang hal ini," ucap Blue sambil menciumi dada Honey.
Honey tertawa kecil dengan suara ******* yang terdengar merdu di telinga Blue.
Setelah beberapa lama, mereka pun menyelesaikan iklan panas itu sebelum tidur.
"Kurasa tidurku akan lebih nyenyak," ucap Blue.
Honey tidur di atas lengan bisep Blue dan memeluk tubuh Blue.
"Good night ... Semoga hari kita menyenangkan besok," kata Honey dan mengecup bibir Blue sebelum memejamkan matanya.
Blue juga menutup matanya dan mereka pun tidur bersama.
*
*
"Aku gugup," ucap Honey pada Blue ketika mereka masuk ke sebuah perusahaan yang tak lain milik ayah Honey.
Blue memegang tangan Honey dan menciumnya.
"Ada aku," sahut Blue.
__ADS_1
Honey mengangguk.
Lalu mereka masuk ke dalam lift dan menuju ke lantai di mana ruangan ayah Honey berada.
TING ...
Pintu lift terbuka dan asisten ayah Honey sudah menunggu di sana.
"Silahkan," ucap pria Korea itu dengan memakai bahasa Inggris.
CEKLEK ...
Asisten itu membuka pintu ruangan Kim So hyun -- ayah Honey.
Lalu tampaklah dari balik meja besar berdiri seorang pria Korea dengan paras yang masih tampan meskipun usianya tak muda lagi.
"Halo ... Putriku," ucapnya memakai bahasa Inggris.
Pria itu menghampiri Honey dan menangkup wajah cantiknya sembari tersenyum.
Blue melihat senyum yang sangat mirip dengan Honey.
"Panggil aku Appa. Itu panggilan seorang ayah di Korea," kata Kim dengan senyumnya yang menyejukkan di mata Honey.
"Appa," ucap Honey.
Honey tersenyum dan kemudian memeluk sang ayah ketika pria itu merentangkan tangannya di depan wanita cantik itu.
Honey memeluknya sangat lama dan Kim mengusap punggung Honey dengan lembut.
Honey tak pernah merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang ayah dan kini dia bisa merasakannya.
"Maaf terlalu lama tak mengetahui adanya dirimu," kata Kim lirih.
"I miss you," ucap Honey yang masih tak melepaskan pelukannya dari sang ayah.
"Duduklah, sepertinya kau mengabaikan suamimu karena Appa, Sayang," ucap Kim tersenyum.
Honey ikut tersenyum dan ternyata air matanya sudah tampak menetes.
Kim menghapus air mata itu dan mencium kedua pipi merah putri cantiknya.
"Kau sudah sebesar dan secantik ini. Bahkan sudah memiliki seorang suami. Betapa banyak waktu yang hilang di antara kita," kata Kim kembali membelai pipi Honey.
Honey memegang tangan sang ayah lalu menciumnya.
"Terima kasih sudah menerima kedatanganku," ucap Honey.
"Ayo duduk," kata Kim dan membawa Honey duduk di sofa.
"Duduklah, Blue," ucap Kim pada Blue.
Blue hanya tersenyum. "Aku akan keluar sebentar. Kalian bicaralah dan nanti aku akan ke sini lagi," sahut Blue dan menghampiri Honey lalu mengecup bibirnya.
"Thank you," ucap Honey pada suami tercintanya.
__ADS_1