TOO BEAUTIFUL

TOO BEAUTIFUL
#42


__ADS_3

Hannah menghampiri Quentin dan berbisik ke telinga tunangannya itu.


"Sudah puas melihatnya?" tanya Hannah dengan sinis.


Quentin melihat wajah Hannah yang tampak marah.


"Kau marah? Aku senang melihat kau cemburu," jawab Quentin tersenyum dan mencium pipi Hannah.


"Kau menyebalkan, Quentin," ucap Hannah dan langsung masuk ke kamar pas meskipun baru sebentar mencoba gaunnya.


Honey melihat ke arah Hannah dan Quentin yang memang terlihat sedikit berselisih.


Karena ruangan itu kecil jadi tentu saja semua mendengar apa yang dikatakan Hannah pada Quentin termasuk Honey. Tetapi Honey berusaha mengabaikan hal itu.


"Pilihlah mana yang kau suka, Sayang," kata Marilyn.


"Aku pilih ini saja, Mom," ucap Honey memegang baju yang ada di tangan sang manajer.


"Baiklah, aku akan membungkusnya dulu," sahut manajer cantik itu.


Setelah beberapa lama, Honey pun langsung pulang ke rumah sang kakek. Selama dua hari ini Blue tak menghubunginya sama sekali melalui telepon dan mereka hanya berkomunikasi melalui pesan singkat.


Tapi itu pun jarang dibalas oleh Blue karena Blue mengatakan bahwa dia harus menyelesaikan pekerjaan perusahaannya sebelum menikah agar ketika bulan madu mereka tak ada urusan perusahaan yang mengganggunya.


Honey cukup mengerti hal itu tapi itu juga tetap membuatnya sedikit kesal pada Blue.


*


*


Keesokan harinya ...


"Mom ... Aku gugup," ucap Honey.


Marilyn memegang tangan Honey yang dingin dan menenangkannya.


"Tenanglah, Sayang. Nanti Blue akan memegang tanganmu dan kau akan tenang setelah melihatnya," jawab Marilyn.


Honey mengangguk dan tersenyum.


"Nenek dan kakek sudah ada di luar?" tanya Honey.


"Ya, mereka sudah ada di taman," jawab Marilyn.


Pernikahan mereka akan di adakan di resort milik keluarga Kingsford yang tak lain adalah keluarga Jared Kingsford -- suami Thea Robert.


Acara pernikahan pun dimulai. Blue akhirnya bisa melihat wanita pujaan hatinya itu setelah dua hari tak melihatnya.


"Kau terlalu cantik seperti biasanya," ucap Blue berbisik dan meniup pelan telinga Honey.


Honey tersenyum dan merasa geli dengan apa yang dilakukan oleh Blue itu.

__ADS_1


"Kau juga sangat tampan," jawab Honey.


Lalu mereka pun melangsungkan pernikahannya dengan lancar dan kedua keluarga sama-sama merasa sangat bahagia.


Blue hanya beramah tamah sebentar saja dengan tamu. Tak lebih dari dua jam saja dia berada di dalam pesta pernikahannya karena setelah itu, Blue langsung membawa Honey pulang ke mansionnya.


Blue sudah bilang kepada keluarganya bahwa setelah pernikahan Blue akan langsung membawa Honey ke manison dan tak menginap di resort.


Dan Blue juga berpesan bahwa tak ada yang boleh masuk ke mansion selama Blue dan Honey ada di sana.


"Dia sudah kabur?" tanya Sera -- kakak Bryce.


"Ya, ibu Honey memingitnya selama dua hari dan dia sudah sangat merindukannya," jawab Bryce Robert.


"Ya Tuhan, baru dua hari saja sudah begitu. Bagaimana aku yang berpisah selama setahun dari Alex?" ucap Sera.


Alex yang ada di belakangnya mencium pipi sang istri.


"Karena kita sangat luar biasa, Sayang," kata Alex.


Bryce hanya tersenyum melihat kemesraan sang kakak yang tak pernah lekang oleh waktu.


*


*


"Blue, apakah tak masalah jika kita pergi terlebih dulu?" tanya Honey.


"Oh ya, Blue. Kemarin aku bertemu dengan Hannah dan Quentin ketika pergi ke butik," ucap Honey.


"Hmm," ucap Blue singkat dan tak terlalu menanggapi apa pun.


"Apa kalian bermasalah? Karena mereka terlihat tak terlalu ramah padaku. Apakah mereka tak menyukaiku?" tanya Honey.


"Kami tak terlalu dekat, jadi itu hal yang wajar, Baby," jawab Blue yang seolah enggan membahas hal ini.


"Begitukah? Dan mereka sedikit berdebat karena Hannah marah pada Quentin," kata Honey lagi.


"Itu bukan urusan kita, Sayang," sahut Blue.


"Tapi aku merasa tidak enak karena semua pegawai mendengar pembicaraan mereka termasuk mommy dan aku," ucap Honey.


Sebenarnya Blue tak ingin membahas ini karena merasa hal ini tak penting.


"Aku tak mengerti," sahut Blue.


"Quentin selalu melihatku sepanjang aku mencoba gaun pengantin. Aku tak pernah melakukan kesalahan padanya, bukan?" tanya Honey dengan wajah bingungnya.


Blue langsung meminggirkan mobilnya di pinggir jalan.


"What?? Dia melihatmu sepanjang kau berada di butik?" tanya Blue.

__ADS_1


Honey mengangguk.


"Aku tak mengerti apa yang terjadi tapi Hanna selalu berwajah masam padaku. Maka dari itu aku bertanya padamu apakah kalian bermasalah hingga mereka juga bersikap tak ramah padaku?" tanya Honey dengan lugunya.


Blue mengumpat dalam hati. Dia memang pernah bermasalah dengan Quentin dan itu karena Hannah. Dan kini dia dengan beraninya memandang Honey di depan Hannah.


"Blue?" panggil Honey ketika Blue tampak hanya diam saja.


Lalu Blue mengusap pipi Honey dan mengecup bibirnya.


"Abaikan mereka. Kau tak akan pernah bertemu lagi dengan mereka karena mereka memang menyebalkan sejak dulu," ucap Blue alakadarnya karena dia tak ingin membahas hal ini lagi.


Honey hanya mengangguk saja dan tersenyum.


Blue tak memungkiri cukup susah membuat pria tak memandang ke arah Honey karena dia memang wanita yang cantik dan ramah. Dan Quentin salah satu pria yang tampaknya terpesona dengan kecantikan dan sikap manis Honey.


Blue kembali melanjutkan perjalanannya menuju mansion dan memegang tangan Honey.


Honey melihat ke arah Blue dan kemudian mencium pipinya.


"I love you," ucap Honey.


"Bisakah kau hanya bersikap manis padaku saja, Baby?" tanya Blue melihat senyum cantik Honey itu.


Honey mengangguk saja.


"Jadi aku tak boleh tersenyum pada orang lain?" tanya Honey.


"Oh my God ... Aku benar-benar ingin memakanmu sekarang juga," ucap Blue gemas.


"Memakan bibirku?" tanya Honey menggodanya dengan wajah lugunya.


"Lihatlah nanti ketika kita sudah tiba di mansion. Aku akan memakan seluruh tubuhmu sampai habis," ucap Blue.


"Kau mengerikan, Blue. Itu seperti percakapan dalam film pembunuhan dan kanibal," sahut Honey.


Blue tertawa mendengar ucapan Honey.


Blue kembali berhenti di pinggir jalan ketika hampir tiba di mansionnya karena sudah tak tahan untuk mencium bibir wanita yang baru beberapa jam menjadi istrinya itu.


"Blue apa yang kau lakukan?" tanya Honey ketika Blue memundurkan kursinya dan memegang tengkuk leher Honey.


Blue langsung melumaat bibir sang istri dengan cepat dan kemudian melepaskannya setelah beberapa menit bibir mereka bertautan panas.


"Kita lanjutkan di mansion," bisik Blue dan membenarkan tempat duduknya lalu menginjak pedal gasnya dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di mansion, Blue menggandeng tangan Honey masuk ke dalam mansion.


Mereka sedikit berlari dan baru sampai di depan pintu, Blue menyadarkan tubuh Honey dan meluumaat kembali bibir merahnya yang menggoda itu.


Blue sudah menginstruksikan untuk mengosongkan mansion utama dari semua pelayan karena dia ingin bercinta dengan Honey di mana pun di dalam mansion itu

__ADS_1



__ADS_2