TOO BEAUTIFUL

TOO BEAUTIFUL
Bab 44


__ADS_3

Blue 44


"Kita berangkat hari ini, Blue?" tanya Honey sambil memakai bajunya setelah semalaman pasangan baru itu berkutat di ranjang.


"Ya, nanti siang kita berangkat ke Korea. Kita akan mengelilingi Korea selatan setelah menemui ayahmu," jawab Blue.


"Kau sudah pernah ke Korea sebelumnya?" tanya Honey dan kemudian duduk di pangkuan Blue yang juga baru saja mandi dan terlihat segar.


"Ya, aku sudah mengelilingi beberapa negara di Benua Asia," jawab Blue dan mencium pipi sang istri.


"Aku tak sabar berkeliling dunia. Apakah itu menghabiskan uang yang banyak?" tanya Honey.


"Tidak bagiku," jawab Blue.


"Apakah di sana sangat indah, Blue?" tanya Honey.


"Ya, sangat. Di luar sana banyak tempat yang terlalu cantik untuk di lewatkan, Baby. Seperti dirimu, kau terlalu cantik untuk kulewatkan," jawab Blue yang kemudian mencium bibir Honey.


Honey merangkul leher Blue dan membalas ciuman sang suami.


"Ayo kita sarapan pagi," ucap Blue setelah melepaskan ciumannya.


Honey mengangguk dan Blue menggendong Honey keluar kamar.


Pelayan sudah menyiapkan makan pagi mereka dan kini sudah tersedia makanan lengkap di meja makan.


Pelayan bekerja sangat profesional dan mereka hanya akan masuk mansion utama ketika jam makan saja.


Lalu mereka pun makan pagi bersama.



"Setelah ini, kita akan pergi ke resort lalu pamit pada keluarga kita," ucap Blue.


Honey menghentikan makannya dan melihat ke arah Blue.


"Nanti kita pasti akan kemari lagi," ucap Blue seakan tahu pikiran Honey.


Honey pun tersenyum.


Satu jam kemudian, akhirnya mereka pun pergi ke resort. Di resort, keluarga besar mereka berdua masih ada di resort. Jadi Honey dan Blue akan sekalian berpamitan pada semuanya.


"Kau akan langsung pergi membawa Honey bulan madu hari ini, Blue?" tanya Ocean -- sang kakak.


"Ya, aku tak akan menundanya, Kak," jawab Blue.


Lalu Joy menghampiri Honey. "Kalian berangkat jam berapa?" tanya Joy.


"Siang," jawab Blue.


Joy tersenyum pada Honey.


"Ikutlah denganku ke kamar dulu, Honey. Kemarin aku menghadiri acara fashion show dan memilihkan baju yang cocok untukmu," ucap Joy.


Honey melihat ke arah Blue seakan meminta tanda persetujuan dan Blue mengangguk.


Honey tersenyum dan melihat ke arah Joy. "Baiklah, ayo," jawab Honey.

__ADS_1


Lalu Joy pun menggandeng Honey ke kamar resortnya.


Blue menemui orang tuanya dan keluarga Honey.


*


"Kak, baju-baju ini sangat bagus dan indah," ucap Honey melihat baju-baju branded mewah yang tak dimengerti oleh Honey.


Honey hanya mengerti bahwa itu semua adalah baju yang bagus.


"Ini ... pakailah baju ini," perintah Honey sembari memberikan sebuah baju pada Honey.


Honey mengangguk dan langsung memakainya.


Setelah beberapa menit, Honey pun berdiri di depan cermin.


"Apakah ini bagus untukku?" tanya Honey.


"Sangat dan kau sangat-sangat cantik, Honey. Aku saja sampai terpesona melihatmu," jawab Honey.


Honey berputar di depan cermin dan melihat dirinya dari sana.


"Ayo akan ku rias sedikit saja," ucap Joy.


Lalu Honey duduk di depan meja rias dan Honey melihat ke arah kosmetik yang ada banyak di depannya.


"Aku melihat benda-benda ini kemarin ketika mereka merias wajahku," ucap Honey.


"Akan kuajari kau cara memakainya dan aku akan memberimu beberapa agar kau bisa memakainya sendiri nanti," kata Joy.


"Thank you, Kak," jawab Honey kembali tersenyum.


Honey memperhatikan apa yang dilakukan Joy pada wajahnya dan dia mempelajari itu dengan cepat dengan melakukannya sendiri mengikuti arahan dari Joy.


Cukup lama Honey berada di kamar Joy hingga akhirnya mereka pun keluar dari sana dengan membawa koper kecil yang berisi baju-baju serta kosmetik hadiah dari Joy.


(Cerita OCEAN dan JOY ada di novel 'STALKER GIRL' yaaaa... Ceritanya bagus bgt n seruuu)


*


*


Honey keluar pas ketika jam makan siang dan keluarga besar mereka berkumpul di area restoran. Blue melihat ke arah Honey yang tampak berbeda dari biasanya.


"Joy, kau membuatnya semakin cantik dan aku akan semakin sulit untuk menjaganya," ucap Blue melihat sang istri yang semakin cantik dan modis.


Dan beberapa orang yang ada di samping Blue tampak tertawa mendengar ucapannya.


"Apakah kau tak suka, Blue?" tanya Honey.


"Tidak, aku sangat suka," jawab Blue berdiri dan mengecup bibir Honey.


Honey tersenyum dan kemudian duduk di sebelah Blue.


"Sayang, kau sangat cantik," ucap Marilyn yang juga duduk di sebelahnya.


Honey tersenyum dan mengangguk dan menceritakan apa saja yang dia lakukan tadi bersama Joy.

__ADS_1


Marilyn senang mendengarnya karena Honey sangat diterima dan di sayangi oleh seluruh keluarga besar Robert.


Marilyn seakan ingin menitikkan air matanya melihat sang putri tunggalnya kini sudah menjadi istri orang dan hidupnya tampak bahagia.



*


*


Setelah makan siang, Blue dan Honey pun berpamitan pada seluruh keluarganya. Marilyn tampak menangis melepas Honey karena mereka tak pernah berpisah lama.


"Jaga kesehatanmu, Sayang," ucap Marilyn.


"Tentu saja, Mom. Mommy juga," sahut Honey dan mencium kedua pipi Marilyn lalu memeluknya.


"Aku akan menjaganya, Mom," ucap Blue pada Marilyn.


Marilyn mengangguk dan memeluk Blue juga. Pria yang mengeluarkan dia dan putrinya dari jebakan hidup ygn dibuatnya sendiri meskipun itu bukan salah Marilyn sepenuhnya.


Tak lama, mereka pun pergi dari resort dan menuju ke bandara yang jaraknya cukup jauh.


"Kau sedih meninggalkan ibumu?" tanya Blue yang melihat Honey sejak tadi diam saja setelah pergi dari resort.


"Ya, sedikit. Kami selalu bersama, Blue dan sekarang kami harus berpisah meskipun kami masih bertemu lagi. Tapi berbeda rasanya karena kami tak tinggal bersama lagi," jawab Honey.


Blue mengusap pipi Honey dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya memegang kemudi setir mobil.


Honey menciumi tangan Blue yang ada di pipinya.


Kemudian Honey mengecup bibir Blue meskipun Blue masih menyetir.


"Kau akan membuatku tak fokus menyetir, Honey," ucap Blue.


"Begitukah? Maaf," ucap Honey.


Blue tertawa pelan dan mengusap rambut Honey dengan lembut.


Tangan kanan Honey berada di atas paha Blue dan mengusapnya di sana seperti yang biasa dilakukannya ketika dia duduk bersama Blue.


"Itu juga," ucap Blue tiba-tiba.


Honey melihat ke arah Blue dengan pandangan bingung.


"Aku tak mengerti," sahut Honey.


"Ya Tuhan, sikap lugumu ini yang membuatku hilang kendali, Baby," ucap Blue dan pandangannya mengarah ke luar jendela mobil seakan mencari alamat atau tempat.


"Apa yang kau cari, Blue?" tanya Honey melihat hal itu.


"Aku mencari hotel," jawab Blue.


"Bukankah kita akan langsung ke bandara?" tanya Honey.


"Hmm, setelah dari hotel kita langsung ke bandara," jawab Blue sambil masih melihat ke pinggir jalan mencari hotel di sekitar sana.


"Kau ingin tidur?" tanya Honey yang masih belum mengerti.

__ADS_1


"Ya, tidur bersamamu," jawab Blue tertawa pelan karena Honey belum mengerti ke arah mana pembicaraan ini.


__ADS_2