TOO BEAUTIFUL

TOO BEAUTIFUL
Bab 49


__ADS_3

Blue Honey 49


"Ini suamimu?" tanya Aera dalam bahasa inggris menyesuaikan dengan bahasa Honey dan Blue.


Karena berasal dari keluarga konglomerat, membuat keluarga Kim harus memiliki kemampuan dasar berbahasa asing terutama bahasa Inggris.


"Halo Halmeoni," sapa Blue menundukkan kepalanya hormat.


"Halo, Nak. Jadi kalian baru menikah?" tanya Aera lagi.


"Ya, Halmeoni. Kami baru menikah dan maaf kami tak bisa mengundang kalian karena aku baru mengetahui kabar kalian baru saja," jawab Blue.


"Itu tak masalah, Blue. Kami justru berterima kasih padamu dan keluarga Robert," ucap Kim So Hyun.


"Maukah kau menginap di sini, Sayang?" tanya Aera pada Honey sambil mengusap punggung tangan Honey yang sedari tadi tak dilepasnya.


Honey menoleh pada Blue, menunggu persetujuan Blue.


Blue mengangguk dan Honey pun tersenyum.


"Ya, kami akan menginap di sini selama di Korea," jawab Honey.


"Ooooh ... Terima kasih, Sayang," ucap Aera tersenyum senang lalu memeluk cucu tercintanya itu.


"Kalian berapa lama akan berada di sini?" tanya Kim.


"Terserah Honey," jawab Blue.


Honey melihat lagi ke arah Blue.


"Seminggu?" tanya Honey.


"Terserah kau, Baby," sahut Blue.


"Dua minggu. Tinggallah di sini selama Dua minggu, ya?" ucap Aera memohon.


"Eomma ... Itu terlalu lama. Mungkin Blue memiliki kesibukan." sahut Kim So Hyun.


"Tidak, Appa. Waktuku sangat fleksibel. Honey dan aku akan berada di sini menemani Halmeoni sampai mommy tiba di sini," kata Blue.


"Itu tak menganggumu, Blue?" tanya Kim untuk meyakinkan Blue.


"Ya, aku sama sekali tak terganggu," jawab Blue.


"Kau akan menjemput Marilyn, So Hyun?" tanya Aera.


"Ya, aku akan melamarnya dan tak ada kata terlambat bagi kami, kan?" ucap Kim So Hyun.


Honey kemudian menghampiri sang ayah dan memeluknya.


"Aku ingin melihat kalian bahagia. Buat mommy bahagia, Appa. Karena selama ini mommy menyiksa dirinya sendiri karena sesuatu yang tak diketahuinya," kata Honey.

__ADS_1


"Hmm, Appa sudah tahu hal itu, Sayang. Kita akan membuat kebahagiaan kita sendiri nanti," sahut Kim membelai rambut halus Honey.


Setelah cukup lama mengobrol, Aera mengajak Honey dan Blue berkeliling rumah luas itu.


Aera menggandeng tangan Honey dan Honey menggandeng tangan Blue juga.


"Ini kamar kalian. Istirahatlah. Nanti pelayan akan memanggil kalian jika sudah waktunya masuk makan malam. Mungkin sekitar dua jam lagi," ucap Aera.


"Ya, Halmeoni. Terima kasih," sahut Honey begitu juga dengan Blue.


Lalu Aera tersenyum dan pergi dari sana.


Blue dan Honey masuk ke dalam kamar yang sangat luas itu.


"Ini sangat luas," ucap Honey.


"Hmm," sahut Blue dan membukan coatnya lalu naik ke ranjang.


"Kau belum mencuci kakimu, Sayang," kata Honey.


"Aku ingin merebahkan tubuhku sebentar saja. Kemarilah. Aku ingin memelukmu," ucap Blue.


"Tunggu," sahut Honey dan menuju ke arah pintu besar di dekat jendela.


Lalu dia membuka pintu itu hingga pemandangan taman samping terlihat lapang di matanya.


"Di sini sangat nyaman," ucap Honey dan kemudian berbalik lalu membuka coatnya.


Setelah itu Honey menuju kamar mandi untuk mencuci kaki tangannya sebelum naik ke ranjang.


"Rumah ini sangat besar tapi juga terasa sunyi dan sepi," ucap Honey.


"Ya, nanti kita ramaikan dengan anak-anak kita," sahut Blue yang matanya mulai terpejam.


Honey melihat ke arah wajah Blue yang tampan.


"Hamili aku sebanyak yang kau bisa. Aku ingin memiliki banyak anak," ucap Honey dengan wajah yang serius.


Blue membuka matanya dan melihat tatapan polos itu.


Pria itu tak bisa menahan tawanya karena ucapan Honey yang di luar ekspektasinya.


"Mengapa kau tertawa? Apakah aku sedang mengatakan lelucon?" tanya Honey.


"Tidak, Baby. Aku hanya tak bisa membayangkan kau akan hamil setiap tahun dan kewalahan mengurus anak-anak kita. Belum lagi jika anak kita kembar karena aku memiliki gen kembar yang cukup kuat," sahut Blue.


"Kembar? Aku bahkan tak berpikir ke arah sana. Bagaimana caranya agar aku bisa hamil kembar?" tanya Honey dengan penuh semangat.


Honey beranjak duduk dan menghadap ke arah Blue.


"Sini kuberitahu," ucap Blue dan menyuruh Honey mendekatkan wajahnya dengan memakai kode tangan.

__ADS_1


Honey kemudian mendekat dan Blue mencium bibirnya dengan lahap.


Lalu Blue merebahkan tubuh Honey di ranjang dan tangannya sudah berselancar di balik baju Honey dengan meremaass dada bulatnya.


"Seperti ini carannya," kata Blue tersenyum nakal.


"Kita sering melakukan ini. Apakah kita perlu mencoba beberapa gaya yang lain agar anak kita kembar nantinya?" tanya Honey dengan lugunya.


Blue kembali tertawa dan membuka bajunya sendiri.


"Ooh ... Aku semakin semakin semangat bercinta denganmu, Baby," ucap Blue dan membuka celana Honey lalu melancarkan serangan lidahnya di sana.


"Aaaahh ...." Honey terpekik karena gairaah panas yang dikobarkan oleh ciuman Blue di atas areaa senssiitifnya.


"Pintu itu masih terbuka, Sayang," ucap Honey pelan dengan tangan yang meremas rambut tebal Blue.


"Tak akan ada yang mengintip," sahut Blue dengan cueknay.


"No, kau harus menutupnya terlebih dulu," sanggah Honey dan menahan kepala Blue.


Blue mendongak dan melihat wajah cantik istri polosnya itu.


"Gairah ku sudah berada di puncak kepalaku jadi aku tak akan sanggup berjalan ke sana," sahut Blue dan mencium dada Honey di balik kaos putihnya.


Honey melengkungkan tubuhnya apalagi ketika Blue memasukkan jari tengahnya ke pangkal pahanya yang sudah lembab dan basah.


"Oh my ..." sahut Honey sambil mendesah lalu menjauhkan kepala Blue dari dadanya.


Honey beranjak duduk dan kemudian turun dari ranjang.


Lalu dia berjalan cepat menuju pintu itu dan menutup serta menguncinya.


Blue mengamati gerak gerik Honey dengan senyum nakalnya sampai sang istri naik kembali ke atas tubuhnya.


"I'm ready. Sentuh aku sepuasmu dan buat aku hamil, Sayang," ucap Honey tersenyum dan membuat Blue tertawa.


Blue membuka kaos crop top yang dipakai oleh Hone hingga membuatnya tak memakai apa pun sekarang.


Blue pun membuka celananya sendiri lalu mendudukkan Honey pas di atas miliknya.


"Kau yang bergerak," ucap Blue lirih dan memukul bokong Honey pelan.


Honey mengangguk dan Blue membantunya memasukkan miliknya ke dalam milik Honey.


"Aaahh ..." Honey mendesah dan mulai bergerak di atas tubuh Blue.


Honey menggerakkan bokongnya maju mundur. Sedangkan tangan Blue ada di pinggul Honey dan membantunya bergerak cepat agar gerakan mereka bergerak seirama.


Desaahan mereka saling bersahutan, tetapi Honey memelankan desahannya karena takut terdengar seseorang karena rumah ini sangat luas dan sepi.


"Apakah suara kita menggema, Sayang?" tanya Honey.

__ADS_1


"Bukankah itu membuatnya semakin indah?" ucap Blue tersenyum menggoda.


Honey tertawa pelan dan melanjutkan permainan ranjang mereka di hari pertama mereka berada di rumah itu.


__ADS_2