
"Sayang, apakah aku harus menelepon mommy? Aku tak sabar mendengar kabar dari Mommy dan Appa," ucap Honey sembari tidur di paha Blue yang memegang Ipad-nya.
"Teleponnlah agar kau tak penasaran," sahut Blue.
"Tapi mungkin kau akan mengganggu kegiatan mereka, Baby," lanjut Blue.
Honey bangun dan duduk menghadap Blue.
"Kegiatan apa?" tanya Honey.
Blue tertawa pelan dan mengecup bibir merahnya.
"Mereka tak bertemu selama bertahun-tahun. Bayangkan apa yang akan mereka lakukan saat ini," ucap Blue.
Honey tampak berpikir dan mengerutkan keningnya.
"Mereka bercinta?" tanya Honey.
Blue kembali tertawa dan memencet hidungnya.
"Ya, tentu saja. Aku tak bertemu denganmu sehari saja, tak bisa menahan hal itu. Apalagi mereka. Dan merekan tak terlalu tua, Baby. Appa masih sangat bugar dan sehat, begitu juga mommy," ucap Blue.
"Oh my ... Lalu mereka akan membuat adik untukku?" tanya Honey.
"Aku tak tahu hal itu. Kau bisa menanyakan sendiri pada mommy besok," jawab Blue.
"Lebih baik kita membuat sendiri bayi kita," lanjut Blue dan mulai mencium bibir Honey dan merebahkannya di sofa.
Honey tertawa pelan dan membalas ciuman Blue.
"Kau tak bosan melakukannya setiap hari?" tanya Honey.
"Sama sekali tidak. Aku masih cukup berstamina untuk membuatmu KO di atas ranjang," jawab Blue dan membuka baju Honey.
Dan mereka pun kembali melakukan adegan panas yang tak pernah bosan dilakukannya.
(Silahkan bertravelling yaakkk ... wkwkwk)
*
*
LONDON ...
Leo tak memandang ke arah Kim dan hanya melihat ke arah luar jendela saja.
"Jadi kalian akan menikah?" tanya Leo dengan suara tegasnya.
"Ya, Dad," jawab Marilyn dan memegang tangan Kim.
"Lalu kau akan membawa putriku pergi meninggalkan ke Korea?" tanya Leo pada Kim.
"Ya, aku mohon restuilah kami. Sudah cukup jalan terjal yang kami lalui selama bertahun-tahun," jawab Kim So Hyun.
"Sayang ... Lembutkan hatimu. Karena sejatinya dia adalah hidup Marilyn. Pikirkan kebahagiaan putri dan cucu kita," ucap Seline.
__ADS_1
Leo tak langsung menjawab dan tampak berpikir.
"Aku masih baru berkumpul dengan anakku dan kau sudah akan membawanya pergi?" tanya Leo.
"Anda bisa ikut bersama kami ke Korea," jawab Kim.
"Aku tak ingin sombong, tapi keluargaku adalah keluarga konglomerat yang cukup disegani di sana. Jadi aku akan memenuhi semua kebutuhan kalian di sana. Bahkan jika anda meninggalkan perusahaan anda di sini, aku bisa memberi anda keuntungan yang sama dengan yang didapatkan dari perusahaan anda tiap bulan," lanjut Kim yang menurutnya inilah saatnya menyombongkan dirinya pada Leo.
"Wajar jika seorang ayah berpikir seperti itu. Aku hanya ingin melihat anakku terpenuhi kebutuhan hidupnya dan tak hidup sengsara," ucap Leo.
"Tapi daddy sendiri-lah yang akhirnya membuat hidupku sengsara," sahut Marilyn.
Kim memegang tangan Marilyn dan menggelengkan kepalanya tanda bahwa dirinya tak mau Marilyn menginterupsi perkataan ayahnya yang keras itu.
"Ya, untuk itu daddy minta maaf dengan apa yang terjadi pada kalian. Menihkahlah dan pergilah secepatnya dari sini. Semoga kalian selalu bahagian," ucap Leo akhirya dan berbalik pergi dari ruang tamu.
Seline berdiri dan mengikuti sang suami masuk ke dalam kamar.
"Maaf," ucap Marilyn sembari menahan air matanya.
"Mengertilah perasaannya. Dia akan sangat sedih ketika putri dan cucunya yang telah lama pergi darinya, harus berpisah kembali," sahut Kim.
Marilyn mengangguk dan memeluk Kim.
"Kita akan menikah di sini atas restu daddy," ucap Kim.
"Hmm, Honey, Blue dan Eomma harus ada di sini juga. Aku ingin mereka hadir di hari spesial kita," kata Marilyn melepaskan pelukannya.
"Ya, nanti aku akan menyuruh mereka kemari," sahut Kim dan tersenyum.
"Menurutmu apakah kita harus melakukannya sebelum menikah atau sesudah menikah?" tanya Kim dan pipi Marilyn memerah karena hal itu.
"Kita masih sangat bugar dan sehat, Sayang," jawab Kim tersenyum.
Marilyn kembali tertawa.
"Kau masih tetap cantik seperti dulu dan di mataku kau tak pernah berubah," ujar Kim menangkup pipi Marilyn dan mencium bibir wanita yang sangat dicintainya itu.
"I love you so much," ucap Kim.
"I love you so much too, Mr Kim So Hyun," jawab Marilyn tersenyum dengan wajahnya yang bersinar.
*
*
SEOUL, KOREA ..
Hari ini ada sebuah pesta di rumah keluarga Kim.
Aera mengadakan pesta penyambutan untuk cucu satu-satunya, seperti yang dilakukan oleh Leo ketika menyambut kedatangan Honey.
Tapi acara ini tak sebesar acara yang diadakan Leo karena Aera hanya mengundang kerabatnya saja.
Keluarga Chaebol di Korea kebanyakan tak pernah suka kehidupan pribadinya tersorot orang luar meskipun itu rekan bisnis mereka.
__ADS_1
"Kau cantik sekali, Sayang," ucap Aera mengusap pipi putih Honey yang mulus.
Blue yang tampak mengenakan jas-nya tersenyum melihat ke arah Aera dan Honey.
"Kau sudah siap, Nak?" tanya Aera pada Blue.
"Sudah, Halmeoni." Blue menghampiri Honey dan menggenggam tangannya.
"Oooh ... Kalian sangat serasi sekali dan Halmeoni berharap kalian akan segera mempunyai bayi sebelum Halmeoni pergi dari dunia ini," ucap Aera.
Honey melepas tangan Blue dan memeluk Aera dengan penuh kasih.
"Aku akan memberikan Halmeoni banyak cucu dan membuat rumah ini ramai," sahut Honey yang disambut tawa oleh Aera.
"Terima kasih, Sayang. Ayo kita keluar sekarang," ucap Aera dan menggandeng tangan kanan Honey.
Sedangkan Blue memegang tangan kiri sang istri.
Mereka berjalan melalui lorong-lorong raksasa dan mereka pun tiba di taman luas yang ada di halaman belakang.
Semua tamu tampak melihat ke arah mereka bertiga.
Semua tersenyum ramah, dan Honey membalasnya dengan senyum cantiknya yang membut tamu tampak terpesona melihatnya.
Honey memliki perpaduan Eropa dan Asia, jadi membuatnya terlihat berbeda dan kecantikannya unik seperti boneka porselain.
Tak hanya Honey, Blue pun menjadi sorotan karena hanya dia satu-satunya orang Eropa yang ada di sana.
Ketampanannya juga mendominasi di pesta itu. Blue pun menyambut tamu yang datang dengan ramah dan membuat kerabat keluarga Kim merasa nyaman dan tak sungkan padanya.
Mereka langsung berbaur dan saling berkenalan dengan kerabat jauh ataupun dekat dari keluarga besar Kim.
Honey melihat seorang anak laki-laki tampan yang berumur sekitar 7 tahun. Anak itu sangat tampan dan tersenyum padanya.
Honey mendatangi anak kecil itu.
"Hai tampan ... Siapa namamu?" tanya Honey dalam bahasa Korea yang diajarkan sedikit oleh neneknya setiap hari.
"Aku Oh Sehun," jawabnya menggunakan bahasa Inggris.
"Waahh ... Bahasa Inggrismu sangat lancar. Kau sangat pintar dan tampan," ucap Honey bersalaman dengan anak tampan itu.
Blue yang ada di samping Honey tampak mengusap rambut halus Sehun.
"Ucapkan salam pada Aunty, Sayang," ucap ibu dari anak itu yang usianya mungkin setara Blue, begitu juga dengan ayah dari anak itu.
Sehun langsung menunduk hormat pada Blue dan Honey.
"Halo True ... Sebenarnya kami pernah tinggal beberapa tahun di Kanada, jadi dia cukup fasih berbahasa Inggris," ucap Kim Yeo Jin -- sepupu jauh Honey.
"Jika aunty memiliki anak perempuan, bolehkah aku mengenalkannya padamu, Sehun?" tanya Honey.
Sehun mengangguk dan tersenyum.
"Anak Aunty pasti cantik karena Aunty sangat cantik," jawab Sehun yang membuat mereka berempat tertawa.
__ADS_1