TOO BEAUTIFUL

TOO BEAUTIFUL
#50


__ADS_3

Keesokan paginya ...


"Appa berangkat hari ini?" tanya Honey melihat sang ayah sudah tampak siap akan pergi ke London siang ini.


"Ya, Sayang. Appa tak ingin menunda hal ini terlalu lama," jawab Kim So Hyun tersenyum.


"Baiklah, Appa. Semoga perjalanan Appa lancar dan secepatnya bisa membawa mommy kemari," ucap Honey.


"Ya, Sayang. Terima kasih," sahut Kim.


"Cepatlah kembali, So Hyun. Dan bawa Marilyn kemari," ucap Aera.


"Ya, Eomma," jawab Kim So Hyun tersenyum.


Setelah makan pagi, Honey memilih menghabiskan waktunya bersama sang nenek. Dan Blue membiarkan hal itu karena dia ingin memberikan ruang pada Honey untuk lebih dekat dengan neneknya.


Blue hanya berdiam di dalam kamar berkutat dengan laptopnya.


Selama di sini nanti, mungkin Blue lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja karena mungkin Honey akan lebih sering bersama Aera.


Hal itu dilakukan Blue karena Honey tak akan berada di rumah neneknya terus. Honey akan mengikuti Blue ke Amerika.


Tetapi sebelum itu, Blue akan mengajak Honey pergi ke beberapa negara yang ingin dikunjungi oleh Honey.


*


*


Honey kini berada di taman bersama sang nenek.


"Itu rumah kaca dan di sana Halmeoni banya menghabiskan waktu," ucap Aera sembari menggandeng sang cucu ke rumah kaca -- rumah yang di dalamnya terdapat banyak jenis tanaman yang dikembang biakkan oleh Aera.


"Halmeoni yang mengerjakan ini semua?" tanya Honey.


"Ya, bersama pelayan pastinya," jawab Aera.


Lalu Honey mengikuti apa pun yang diperintahkan oleh sang nenek. Honey menikmati kebersamaannya bersama Aera sembari belajar bahasa Korea dengan mendengarkan percakapan Aera dan pelayan yang ikut membantu di sana.


Honey tak menceritakan tentang kehidupan dengan sang mommy sebelum dirinya ditemukan oleh Blue dan dibawa pergi dari hutan.


Honey tak ingin membuatnya runyam dan terjadi salah paham lagi antara keluarga Kim dan keluarga Haven.


"Kau tak capek, Sayang?" tanya Aera.


"Tidak, aku sangat senang menghabiskan waktuku dengan Halmeoni," jawab Honey dengan tersenyum.


"Apakah Blue tak keberatan kau selalu menemani Halmeoni?" tanya Aera sambil mengerjakan kegiatannya.


"Tidak, dia sibuk bekerja dengan laptopnya. Dia cukup sibuk dan aku selama aku di sini aku akan menemani Halmeoni sepuas yang Halmeoni inginkan," sahut Honey.


Aera tertawa dan mengecup pipi merah Honey yang menggemaskan.


"Terima kasih, Sayang," ucap Aera.

__ADS_1


"Cheon maneyo ( terima kasih kembali), Halmeoni," sahut Honey yang membuat Aera semakin tertawa.


"Kau cukup pintar mengikuti ternyata," kata Aera.


"Aku suka mempelajari hal-hal baru. Jadi ajarkan aku bahasa Korea. Oke?" ucap Honey.


"Oke, Sayang," sahut Aera tersenyum.


Dan mereka menghabiskan waktu seharian di sana. Bahkan mereka makan siang di sana. Dan Blue pun ikut menyusulnya ke sana.


*


*


LONDON ...


Kim turun dari mobilnya dan berjalan ke arah rumah yang dulu pernah didatanginya.


Dan di saat itu pula hatinya hancur ketika Leo mengatakan bahwa Marilyn sudah menikah dengan pria lain.


Meskipun apa yang dilakukan Leo sangat keterlaluan, tapi Kim tak memiliki dendam padanya.


"Aku ingin bertemu Nyonya Marilyn," ucap Kim pada security rumah itu.


"Baiklah, Tuan," sahut pria muda itu dan membuka gerbangnya.


"Anda bisa naik ke mobil lagi untuk menuju halaman, Tuan," ucap security.


Kim berjalan pelan menuju ke arah beranda rumah Marilyn dan mengedarkan pemandangan di sekitarnya yang tak banyak berubah sejak dulu.


Setibanya di pintu depan, pelayan sudah membukakan pintu untuk Kim karena security sudah menghubungi pelayan di dalam rumah.


"Silahkan duduk, Tuan. Aku akan memanggil Nyonya Marilyn," ucap pelayan wanita itu.


"Terima kasih," sahut Kim tersenyum dan sikapnya terlihat tenang meskipun sebenarnya dia sedikit gugup untuk menemui Marilyn yang sudah tak ditemuinya selama 24 tahun lamanya.


Tak lama kemudian terdengar langkah kaki yang sangat pelan menuju ruang tamu.


Kim berdiri ketika dia melihat kaki Marilyn dan kemudian mendongak melihat wajah Marilyn yang tampak terkejut.


"Halo, Sayang. Maaf terlalu lama membuatmu menunggu," ucap Kim dengan senyum khasnya yang membuat Marilyn jatuh cinta padanya.


Marilyn menutup mulutnya seakan tak percaya apa yang dilihatnya di depan matanya kini.


Marilyn melangkah mundur perlahan.


"Tunggu, jangan meninggalkanku lagi. Please," ucap Kim ketika melihat hal itu.


Marilyn masih belum berkata apa pun dan terdiam tanpa kata.


Dia bersyukur ayahnya tak ada di rumah saat ini dan itu sedikit membuatnya lega.


Lalu Kim menghampiri Marilyn yang masih terpaku di tempatnya. Marilyn menatap mata pria yang sangat dicintainya itu.

__ADS_1


Dia berpikir dirinya tak akan pernah melihat Kim lagi sampai di akhir hidupnya. Tapi kini Kim memberikan kejutan padanya dengan hadiri depan matanya.


Kim memeluk Marilyn dan mengusap punggungnya lembut.


"Honey mengatakan kau tak punya siapa pun, jadi aku tak perlu khawatir ada yang marah jika aku memelukmu, kan?" ucap Kim lirih.


Marilyn mengerjapkan matanya dan menangis.


"Honey menemuimu?" tanya Marilyn.


"Ya, putriku menemuiku bersama suaminya. Dia ingin ibunya ikut bahagia seperti apa yang dirasakannya saat ini. Dia tak ingin kita kesepian, Sayang. Dan kini aku percaya dengan takdir. Sejauh dan se-lama apa pun kita berpisah, tapi jika kau adalah takdirku, maka Tuhan akan mempertemukan kita lagi," jawab Kim pelan dengan panggilan sayang seperti dulu.


Lalu Marilyn mulai menangis dan memeluk Kim.


"Maafkan ayahku, Honey. Maafkan dia," ucap Marilyn sesenggukan.


Ya, Honey adalah panggilan sayang Marilyn pada Kim dan itu juga alasan diberikannya nama Honey pada putri tunggalnya itu.


"Aku tak pernah dendam atau pun marah pada ayahmu. Tapi jika kali ini dia tak mengizinkan kita bersatu, maka aku tak akan diam saja seperti dulu," sahut Kim dan kemudian melepaskan pelukannya.


Kini mereka saling bertatapan dan Kim mengusap air mata yang mengalir di pipi Marilyn.


"Maaf, seharusnya aku mencari tahu lebih dalam tentang hal ini dulu," ucap Kim dan menangkup pipi Marilyn.


"Tidak, ini bukan salahmu. Aku yang terlalu bodoh percaya perkataan ayahku bahwa kau mengkhianatiku dengan begitu mudahnya," jawab Marilyn yang masih menangis pelan.


Lalu Kim mengecup bibir wanita yang sangat dicintainya itu.


"Will you marry me?" tanya Kim yang langsung gerak cepat melamar Marilyn.


Marilyn tertawa pelan sekaligus menangis bahagia.


"Kukira ini adalah akhir hidupku. Aku benar-benar tak percaya dengan ini. Aku masih tak mempercayainya. Cubit aku agar aku tahu bahwa ini bukanlah mimpi," cuap Marilyn.


Lalu Kim mengecupi bibir Marilyn berulang kali.


"Aku hanya perlu menciummu untuk membuatmu percaya bahwa ini bukanlah mimpi. Aku nyata adanya," sahut Kim.


Marilyn kembali menangis dan Kim memeluknya kembali semakin erat.


Kini cintanya telah kembali dan berada dalam rengkuhannya. Mereka akan menghabiskan masa tua bersama dan tak akan terpisah lagi. Itulah tekad Kim.


Dia tak akan membiarkan siapa pun yang berusaha memisahkan mereka termasuk ayah Marilyn sekalipun.


Kim So Hyun -- Appa nya Honey


Cakep yak meskipun umurnya dah kepala 5 ๐Ÿ˜†



Marilyn


__ADS_1


__ADS_2