TOO BEAUTIFUL

TOO BEAUTIFUL
#38


__ADS_3

"Oh ya, aku ingin pulang karena supir sudah menjemput," ucap Honey pada Yara dan Red ketika Blue masih bermain dengan keponakannya di danau.


"Kau tak menunggu Blue dulu?" tanya Red.


"Ibuku mengirim pesan untuk segera pulang karena di rumah kami akan kedatangan tamu," jawab Honey.


"Baiklah, Sayang. Hati-hati di jalan. Nanti akan kusampaikan pada Blue," ucap Yara dan mencium kedua pipi Honey.


"Hmm ... Terima kasih," ucap Honey tersenyum lalu mencium kedua pipi Red juga.


Lalu Honey pun keluar dari mansion Blue.


"Dia memang wanita yang terlalu cantik menurutku," ucap Red.


Yara tertawa mendengarnya.


"Aku yang wanita saja, tak puas-puas memandang wajah cantiknya. Pantas saja Blue tergila-gila padanya," lanjut Red.


"Tak hanya cantik, Red. Dia juga manis dan sangat baik. Tutur katanya sopan dan lembut serta sangat lugu. Mungkin itu yang membuat Blue tertarik," ucap Yara.


"Cantik adalah point pertama dalam kamus Blue, Mom. Semua mantan pacarnya cantik-cantik," sahut Red yang tentu saja hafal siapa saja mantan pacar Blue dari jaman sekolah sampai akhirnya mengenal Honey.


"Tapi kurasa Honey yang paling sempurna," lanjut Red.


"Kalian membicarakanku?" tanya Blue yang baru saja datang dengan tubuh basah,


"Di mana Honey?" tanya Blue.


"Dia pulang karena akan ada keluarganya datang ke rumahnya dan ibunya menyuruhnya pulang," jawab Red.


"Blue, cepatlah ke kamar mandi. Lihatlah lantainya basah semua," ucap Yara.


"Ya, Mom," jawab Blue sambil menggendong Farrow dan Jeth di punggung dan tangan kekarnya.


"Awas terpeleset, Blue. Kau menggendong cucu mommy," teriak Yara ketika Blue ke kamar mandi dengan sedikit berlari.


"Yaa ..." sahut Blue berteriak.


"Mom, aku juga ingin berenang," ucap Berry -- putri cantik Red.


"Nanti tunggu daddy saja, oke?" kata Red pada putri tunggalnya itu.


Berry pun mengangguk.


*


*


Sepanjang perjalanan pulang Honey hanya menatap keluar jendela mobil. Dia masih memikirkan gadis yang ada di foto itu. Dan foto itu masih disimpan oleh Blue.


Honey tak ingin bertanya apapun pada Blue terlebih dulu. Dia ingin mencerna hal ini sebelum mengatakan perasaannya pada Blue.


Setibanya di rumah, Honey disambut oleh beberapa keluarga kakeknya yang datang dari luar negeri.


"Jadi ini Honey? Aaaah dia cantik sekali, Marilyn," ucap salah seorang wanita tua dari beberapa orang di sana.

__ADS_1


"True ... Panggil True saja," ucap Honey tersenyum.


"Ah begitu. Baiklah, Sayang. Ayo kuperkenalkan satu persatu keluargaku," ucap wanita tua itu.


"Dia adalah adik kakek, Sayang. Namanya Nenek Matilda," ucap Marilyn pada Honey.


Honey mengangguk dan tersenyum lalu Matilda memperkenalkan anak dan menantunya serta cucunya. Cucunya ada dua dan semuanya adalah wanita yang usianya masih sekitar 20 tahun.


Honey menyambutnya dengan begitu baik dan ramah. Itu membuat keluarga besar Matilda cukup senang dengan karakter dan sifat Honey yang bisa menyesuaikan dengan siapapun dia berinteraksi.


Menjelang sore, keluarga Matilda masih berada di rumah Leonardo dan mereka rencananya akan kembali ke hotel malam hari.


"Hai, apakah aku mengganggu?" ucap Blue yang sudah ada di ujung ruang tengah.


Semua keluarga Honey termasuk Honey langsung melihat ke arah Blue.


"Blue? Kau ke sini?" tanya Honey dan segera menghampiri Blue.


Blue memegang tangannya dan mengecup bibir Honey seperti biasanya tanpa ada sungkan lagi pada keluarga Honey.


"Ya, keluargamu datang jadi aku menyempatkan diri kemari untuk berkenalan," jawab Blue.


"Kemarilah, Blue," panggil Seline.


Blue mengangguk dan tersenyum. Tampak dua cucu Matilda tak henti-hentinya memandang ke arah Blue. Mereka sepertinya terpesona dengan ketampanan dan sikap supel Blue.


Honey tetap memegang tangan Blue seolah Blue akan diambil oleh orang lain. Honey bahkan duduk sangat dekat dengan Blue ketika kedua sepupunya itu tak berhenti memandangnya.


Blue menggenggam tangan Honey dan mengecupnya sembari masih mengobrol dengan keluarga Honey.


Pikiran Honey melayang entah ke mana hingga dia tak tahu apa yang kini sedang dibicarakan Blue.


Honey langsung tersadar dan melihat ke arah neneknya.


"Ya, Nek?" tanya Honey.


"Kau lelah, Sayang?" tanya Marilyn yang menghampiri Honey dan juga mengusap pipinya.


"Aku hanya mengantuk saja," jawab Honey.


"Kalau begitu tidurlah," ucap Marilyn.


"Ayo aku akan mengantarmu," kata Blue dan mereka pun berdiri.


Blue berpamitan pada keluarga Matilda sebelum mereka masuk ke kamar Honey yang ada di lantai atas.


"Aku tak ingin tidur, Blue," ucap Honey ketika mereka ada di dekat tangga dan terlihat oleh keluarga Honey.


Blue melihat ke arah Honey.


"Lalu?" tanya Blue.


Honey kemudian memeluk Blue.


"Aku ingin jalan-jalan keluar," ucap Honey.

__ADS_1


Blue mengusap punggung Honey.


"Kau bosan di rumah?" tanya Blue.


"Hmm," sahut Honey.


Lalu Honey mendongakkan kepalanya pada Blue. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya seakan membuat suatu kode pada Blue.


Blue tertawa pelan dan mencium bibir Honey.


Blue meluumaat bibir Honey dan memegang tengkuk lehernya.


Honey melingkarkan tangannya ke leher Blue tanpa peduli kini mereka sedang berada di mana.


"Ehem ehem ..." Suara itu terdengar di belakang Blue dan Honey.


Blue melepaskan ciumannya dan melihat Leo sudah berdiri di belakang mereka.


"Tak ada tempat yang lain selain di bawah tangga?" sindir Leo.


Blue menahan senyumnya dan hanya mengangguk.


"Maaf, Kakek," ucap Honey yang kini wajahnya sudah memerah.


Lalu Leo pun pergi dari hadapan mereka dan menemui keluarganya di ruang keluarga.


Honey menggigit bibirnya sambil melihat sang kakek mulai menjauh dan menuju ke belakang.


Blue tertawa pelan melihat wajah Honey yang salah tingkah ketika Leonardo memergokinya berciuman dengan Blue.


"Ayo kita keluar jalan-jalan," ucap Blue.


Honey melihat Blue dan mengangguk.


"Ambil jaketmu dulu karena ini sudah akan menjelang malam. Angin malam cukup kencang," kata Blue.


Lalu mereka pun naik ke atas dan mengambil jaket di lemari Honey.


Setelah mengambil jaket, Blue memasangkan jaket itu ke tubuh Honey dan kemudian menarik kerahnya lalu mencium bibirnya lagi.


"Your lips are my addiction," bisik Blue dan menguluum bibir Honey yang merah itu.


Honey tersenyum dan tentu saja membalas ciuman panas itu.


Lalu tangan Blue menuju punggung Honey dan wanita cantik itu semakin menempelkan tubuhnya pada Blue.


Blue mengangkat tubuh Honey dan kaki Honey mengapit pinggang Blue.


Ciuman mereka semakin dalam dan Blue mengunci pintu kamar Honey agar tak ada yang masuk ketika mereka sedang berciuman panas seperti ini.


"Hmmpphh," desah Honey dalam ciumannya.


Blue duduk di sofa dekat pintu dan Honey duduk di pangkuan Blue.


Lalu Blue menghentikan ciumannya dan memandang wajah Honey. Nafas mereka sama-sama menderu.

__ADS_1


"Kau membuatku gila," bisik Blue.


Honey tersenyum mendengar hal itu dan mereka pun kembali berciuman.


__ADS_2