TOO BEAUTIFUL

TOO BEAUTIFUL
#52


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Kim So Hyun dan Marilyn berangkat menuju Korea.


Honey dan Blue menjemput mereka di bandara.


Tampak Honey melihat ibunya turun dari pesawat dan tersenyum pada ayah dan ibunya.


Honey terlihat sangat bahagia akhirnya melihat kedua orang tuanya kembali bersama dan keluarganya menjadi utuh.


Wanita cantik itu berjalan ke arah Marilyn yang sudah berada di ujung tangga bawah bersama sang ayah.


Blue melepaskan pegangan tangannya dan membiarkan Honey memeluk kedua orang tuanya.


"I miss you so much, Mom," ucap Honey memeluk Marilyn.


"I miss you too, Honey. Terima kasih," sahut Marilyn.


Mereka berpelukan lumayan lama dan Kim pun memeluk mereka berdua. Hal yang belum pernah dilakukannya.


"Terima kasih, Blue," ucap Kim melihat ke arah Blue.


Blue tersenyum dan ikut bahagia melihat pemandangan indah ini.


Setelah itu mereka pulang ke rumah. Honey menyarankan pada Kim dan Marilyn untuk tinggal bersama Aera karena dia tak tega melihat Aera tinggal sendirian di rumah besarnya itu.


Dan Marilyn pun menyetujui saran dari Honey itu.


Setibanya di rumah keluarga Kim, mereka langsung di sambut oleh Aera.


"Halo, Marilyn sayang. Senang sekali akhirnya bisa berjumpa denganmu. Pantas saja So Hyun tak bisa berpindah ke lain hati, ternyata kau secantik ini," ucap Aera mengusap pipi putih Marilyn.


Marilyn tersenyum dan memeluk sang ibu mertua yang akhirnya bisa dirasakannya.


Kegiatan hari itu hanya seputar beramah tamah dan melepas rindu antara Honey dan keluarga besarnya.


*


*


Tak terasa sudah 2 minggu, Honey dan Blue berada di Korea. Mereka akan melanjutkan perjalanan ke Swiss dan negara-negara lainnya di Eropa.


"Jangan lupa selalu menelepon Mommy, Sayang," ucap Marilyn pada putri tunggalnya.


Honey mengangguk kemudian memeluk sang ibu.


Begitu juga Blue, dia juga berpamitan pada Marilyn, Kim dan Aera.


Setelah itu, mereka pun pergi ke bandara bersama supir.


Sesampainya di bandara mereka berdua langsung naik ke pesawat pribadi milik Keluarga Robert.


Honey duduk di sebelah jendela dan melihat ke arah luar.


Dia cukup sedih meninggalkan keluarganya di sini karena baru sebentar saja berkumpul dengan keluarga utuhnya. Tapi dia tetap harus ikut Blue karena Blue-lah tujuan hidupnya kini.


"Mommy dan daddy masih ada di Swiss?" tanya Honey.


"Ya," jawab Blue sambil merangkul bahu sang istri dan Honey dengan nyamannya bersandar pada Blue.


"Tak ada Red dan Kak Joy?" tanya Honey lagi.


"Tidak ada, mereka sudah ada di Amerika," jawab Blue.

__ADS_1


Honey mendongak dan mengecup bibir Blue.


"Maaf, aku sedikit mengabaikanmu akhir-akhir ini karena terlalu sibuk dengan mommy dan Halmeoni," ucap Honey.


"Itu tak masalah karena kau akan lama meninggalkan mereka. Dan sekarang kau sepenuhnya milikku," sahut Blue memegang dagu Honey dan mencium bibirnya dengan intens.


Blue menaikkan Honey ke pangkuannya dan mereka berciuman cukup lama.


"I love you," bisik Honey di depan wajah Blue.


"I love you too, Baby," sahut Blue dan memeluk tubuh Honey dengan erat.


*


*


Cukup lama mereka berada di atas pesawat menuju Swiss, hingga Honey mengalami Jetlag karena perbedaan waktu yang cukup banyak yaitu 7 jam.


Setibanya di mansion, Honey disambut oleh Yara saja karena Bryce sedang keluar menemui temannya.


"Di mana daddy, Mom?" tanya Blue.


"Dia sedang bersama temannya. Ayo istirahatlah dulu," ucap Yara pada sang menantu cantiknya.


"Ya, aku sedikit pusing," sahut Honey.


Lalu Yara menggandeng tangan Honey dan mengantarkannya ke kamar.


Sedangkan Blue menuju ruang makan karena dia sedikit lapar.


"Kau tak makan dulu, Baby?" tanya Blue pada Honey,


"Oke, aku akan makan terlebih dulu," sahut Blue dan duduk di sana.


Honey dan Yara masuk ke sebuah kamar dan Honey langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Istirahatlah, Sayang. Setelah ini akan kuantarkan susu hangat untukmu," kata Yara.


"Thank you, Mommy," sahut Honey.


Lalu Yara keluar dari kamar dan Honey duduk kembali kemudian membuka coatnya.


Setelah itu, dia pun mulai menutup matanya karena ini pun sudah lumayan malam.


*


*


Pagi harinya, Honey terbangun karena merasakan mual di perutnya. Dia pikir mungkin karena efek terbang terlalu lama kemarin.


Honey dengan cepat berlari ke arah kamar mandi karena merasakan akan muntah.


Blue yang sudah bangun dari tadi, mengikuti Honey ke dalam kamar mandi.


Blue memijat tengkuk leher Honey dan Honey mengeluarkan semua isi makanan yang ada di dalam perutnya.


Tampak wajah lelah dari wajah Honey karena terlalu lama muntah. Dan kini wajahnya memerah dan banyak air mata di pipinya.


Blue mengambil tisu dan membersihkan wajah Honey.


"Sudah?" tanya Blue pelan dan cukup khawatir dengan keadaan Honey.

__ADS_1


Honey mengangguk dan mengisi air di bath tub agar Honey bisa langsung mandi dan tubuhnya menjadi rileks.


Sembari menunggu bath tub penuh, Blue pun mendudukkan Honey di atas meja marmer.


Dia membuka baju Honey yang basah.


"Ini sangat tak enak," ucap Honey lirih dan mengusap bibirnya dengan tisu basah.


"Hmm, mungkin kau kelelahan setelah perjalanan jauh kemarin," sahut Blue.


Honey menggeleng.


"Sepertinya tidak, aku belum datang bulan dan menurutmu aku hamil, Sayang?" tanya Honey pelan.


Blue melihat ke arah wajah Honey.


"Kita akan ke dokter siang ini," ucap Blue dan mengecup bibir Honey.


Honey mengangguk dan Blue memeluk sang istri.


"Aku tak terlalu berharap tapi jika benar kau sedang hamil, aku benar-benar sangat bahagia. Thank you," ucap Blue mencium kening Honey yang basah karena keringat.


Tak lama kemudian, mereka pun berendam di bath tub berdua.


*


*


Setelah makan pagi, Blue tak membuang-buang waktu dan membawa Honey pergi ke dokter. Mereka belum mengatakan hal ini pada kedua orang tua mereka karena memang ingin memastikannya terlebih dulu.


Dokter tampak memeriksa perut Honey.


"Ya, anda hamil. Masih sangat muda dan anda harus menjaganya dengan baik selama trisemester pertama kehamilan," ucap dokter itu.


Honey dan Blue saling menatap dan tersenyum bahagia.


Cukup lama Blue dan Honey berkonsultasi tentang kehamilan Honey itu dan mereka pun akhirnya pulang kembali ke mansion.


"Mengapa pulang cepat? Bukankah kalian akan berjalan-jalan mengelilingi kota Bern?" tanya Yara yang melihat Blue dan Honey sudah pulang.


Lalu Honey tersenyum dan memberikan sebuah surat pada Yara.


Yara menaikkan alisnya dan kemudian membuka isi surat itu.


Tak lama kemudian, tampak senyum mengembang di bibir Yara.


"Selamat, Sayang," ucap Yara dan memeluk Honey.


"Kurasa aku akan merepotkan mommy untuk sementara di sini," sahut Honey.


"Mommy sangat senang jika kau merepotkanku, Sayang," ucap Yara mengusap punggung Honey.


Lalu Yara melepaskan pelukannya.


"Mommy akan membuatkan jus buah untukmu," ucap Yara.


Honey mengangguk dan kemudian Blue menggandengnya lagi menuju taman belakang.


Mereka hanya menghabiskan waktunya hari ini di rumah seharian. Dan kabar bahagia ini pun sudah disampaikan pada keluarga besar Honey yang ada di London serta Korea.


Mereka semua menyambut bahagia hal ini.

__ADS_1


__ADS_2