
Eunghhh
" Hoaaamm, Sudah pagi rupanya, Waktunya menghadapi dua kadal. Ucap an lalu membersihkan badan dan kelyar dari pavilun nya.
" N- Nona, Hormat kepada nona pertama. UCap fei yang terkejut akan kehadiran tuan nya.
" Hmm, Fei sejak kapan kau ada di depan?.
" Sejak tadi nona.
" Hmm yah, Oo yah selama aku pergi apakah ada yang mencari ku fei?.
" Selir beserta anak perempuan nya sempat mencari nona dan membuat keributan karena nona tidak menemui mereka dan ada juga yang mulia raja mencari anda nona.
" Hoo, Ada apa dengan selir mencariku?.
" Fei tidak tau nyonya.
" Baiklah kau pergilah, Aku akan berkeliling kerajaan. Ucap an pada fei
" Hamba permisi nona.
Hmmm
_________
" Kenapa pelayan mondar mandir?, Sepertinya akan ada acara, Tetapi acara apa?. Batin an bingung.
" Hei kau. Pangil an pada pelayan yang sedang membagikan sesuatu kepada para pengawal.
" Hormat pada putri pertama. Ucap pelayan/pengawal yang melihat putri an .
" Salam kalian aku terima, Dan yah ada acara apa ini?, Kenapa kerajaan di hias ?. Tanya an pada salah satu pelayan.
" Mohon ampun putri, Bukan kah besok hari pendewasaan putri sendiri?. Jawab pelayan.
" An yang mendengar itu menepuk jidat dengan mengelengkan kepala nya sendiri.
" Hmm, Aku melupakan itu, Baiklah kalian lanjutkan kerja kalian, Dan terimakasi atas jawaban nya. Ucap an berlalu meningalkan pelayan dan pengawal yang cengong.
" Aneh. Batin semua pelayan
__________
" Ayah kenapa adik An tidak pernah keluar dari pavilun nya?, Bahkan hari ini pun dia tidak keluar ayah, Ini sangat tidak sopan. Ucap jia yang sedang berkumpul di aula keluarga.
" Semua keluarga An yang tengah berkumpulpun mengiyakan akan ucapan jia.
" Benar yang mulia, Kemana S.. eh maksudku putri an itu?. Ucap Qian an yang termasuk salah satu keluarga an
" Sangat tidak sopan, Bahkan sudah dekat hari pendewasaanpun dia tidak keluar!, Sunguh penghinaan bagi keluarga besar An!. Ucap keluarga tertua an
__ADS_1
" Maaf kepada keluarga besar, sepertinya putri an sibuk untuk mengurus hari pendewasaan makanya ia tidak hadir dalam acara keluarga ini. Ucap yang mulia raja/ Ayah an yang menenangkan seluruh keluarga nya.
" Ayah sudah 5 Hari adik An tidak keluar dari pavilun apakah adik an berpergian tanpa meminta izin kepada ayah?. Ucap jia kepada ayah nya dengan keras, Biar semua keluarga an tahu akn kelakuan sampah ini.
" Tidak punya sopan santun.
" Apa! Sungguh tidak punya malu.
" Cih rendahan.
" Apakah kau dengar itu?, 5 Hari di dalam pavilun apa yang dia kerja di dalam, Apakah dia sedang bersama seorang pria.
" Cih menjijikan.
CUKUP!.
Bentak seorang pria tua
" Silahkan duduk dan jangan ada yang bersuara!. Bentak pria tua itu/ Xing An , Xing an ling, Xing adalah ayah tertua dari kerajaan bisa disebut kakek An.
" Tapi kakek , Adik an sunguh tidak tahu malu, aku pernah melihat nya kakek!, Dia membawa pria tua masuk ke dalam pavilun nya!. Ucap jia dengan keras.
" JIA!!. Bentak yang mulia raja.
" K-Kau.......
" Wahh drama yang sangat bagus. Ucap seseorang yang sedari tadi melihat mereka berbicara.
Tak, Tak, Tak
" Ho ho ho~ , Kenapa kalian diam?, Ayo lanjutkan pembicaraan kalian, Aku ingin mendengar nya juga, Sebelum kalian bercerita aku ingin duduk dulu. Ucap an sambil melihat semua orang yang tampak gugup akan kehadiran nya.
Glekk
" Semua orang menelan air liur mereka dengan kasar, sebab mendengar suara an yang bagaikan suara pencabut nyawa yang siap mengambil jiwa mereka.
" Hei anak selir!, kenapa kau ada disitu!?. Dingin an yang melihat jia duduk dimana tempat putri pertama.
" Ini tempatku dari dulu adik an, jadi silahkan lah cari tempat baru. Jawab jia angkuh
" LANCANG!!, seorang anak selir menduduki tempat seorang putri! Jangan mimpi!, Enyahlah kau sampah!. Bentak an lalu mengeluarkan kekuatan angin nya dan menghempaskan jia yang masi betah duduk di singahsana nya itu.
BRAK
UHUKK
Argggggg
"Teriakan keluarga besar An yang melihat jia terlempar ke dinding dengan keras.
" An! Dimana sopan santun mu kepada kakak mu hah!. Bentak lang rong kepada an
__ADS_1
" Cih, Lemah!. Guman an yang masi bisa di dengar keluarga nya.
" Cukup! , Selir agung pergilah bawa putrimu menemui tabib. Ucap kakek buyut yang santai akan kejadian terjadi.
" B-baik kakek. Ucap lang rong menahan emosi
" Kau keterlaluan!. Teriak Qian yang melihat kejadian itu, ia semakin membenci an
" Adapun yang memuji akan kejadian tersebut.
" Aku?, KETERLALUAN?. Ucap An dengan melangkahkan kaki nya ke arah Qian.
" Yah, Kau keterlaluan, Menjijikan. Ucap Qian tanpa rasa takut akan kejadian tadi.
Whussss
BRAKKK
Itulah balasan yang mengataiku!.
" Masi ada yang mau berbicara silahkan!, Aku siap mencabut nyawa kalian.
" Semua keluarga mengelengkan kepala kecuali kakek tua yang sangat santai meminum minuman nya.
" Hmm baiklah. Ucap an lalu duduk di tempatnya.
" Salam kepada kakek tua. Ucap An yang melihat kakeknya itu.
Hah
" Semua yang berada di aula sangat terkejut akan ucapan An, Bahkan ada yang menjatuhkan teh nya dan adapun yang melebarkan mulutnya.
" An kau tidak sopan kepada kakek!. Ucap An'feng
" Diamlah kau!, Kakek tua pun tidak marah kepadaku dan kenapa juga kau melarang ku!. Ucap An penuh penekanan.
" T......
" Biarkan lah. Ucap kakek tertua
" Jadi kakek tua, apakah semua persiapan hari pendewasaan ku aman?, aku tidak mau ada ganguan di hari pendewasaan ku nanti!. Ucap an
" Yah semuanya aman, tidak ada kendala sedikitpun. Jawab kakek tua
" Semua hanya diam mendengarkan apa yang an dan kakek bicarakan.
" Hmmm, Baiklah kalau begitu aku akan pergi, aku ingin mencari angin segar, disini terlalu panas untuk ku, dimana semua mata sinis dan hati yang dengki melihatku yang menambahkan hawa panas di diriku ku ini
" Semuanya bubarlah. Ucap kake buyut lalu menghilang bersama An yang menghilang entah kemana.
" Hah?, semua cengong akan ucapan kakek tua dan an yang sangat menyindir, sejenak mereka larut dalam batin mereka dan akhirnya mereka sadar dan keluar dari aula kerajaan.
__ADS_1