
" Setelah ini kita akan kemana. Tanya Xia kepada An.
Lebih baik mencari makan dahulu. Ucap An pergi mencari kedai makan.
Hmm baiklah.
Mereka berjalan beriringan sesekali xia dan xie menjahili fen akan tetapi fen hanya diam dan mengikuti nonanya.
Hei siapa mereka, aku baru melihatnya.
Lihatlah pemuda itu dia sangat tampan.
Ah kurasa mereka para kultivator dari sekte bunga.
Mereka sangat cantik, tapi lihatlah wanita bercadar itu, dia sangat mendominasi.
Cih mungkin sekumpulan J4lang.
Kau benar mungkin lelaki tampan itu terpaksa mengikuti 3 wanita itu.
Ucap para pejalan yang melihat An'li dengan teman teman nya. Ada pula yang merendahkan dan memuji.
" Nona apakah perlu saya menjahit bibir mereka. Ucap dingin Fen.
" Tidak, jangan pikir kan mereka disini kita hanya akan mencari gulungan giok cauwan. Ucap An tak kalah dingin.
__ADS_1
Xia dan xie hanya diam dan mendengarkan, sebenarnya xia ingin menyerang orang yang menghina nona nya akan tetapi mendengar suara an dia urungkan.
Mereka terus berjalan dan akhirnya mereka sampai di kedai Vucy. An berjalan memasuki kedai yang begitu ramai sehingga meja penuh, lalu An beserta fen xia dan xie menuju ke lantai dua dimana pandangan An melihat satu meja yang kosong.
" Permisi nona- nona dan tuan kalian ingin memesan apa. Ucap pelayan kedai vucy.
" Pesankan semua makanan terbaik disini dan termahal. Ucap xie dengan dagu yang di angkat naik ke atas, terkesan sombong tapi tidak bagi An dan xia.
B-baik nona kami akan menyiapkan secepatnya. Ucap nya sedikit gugup melihat tatapan xie.
Kedai yang ramai. Ucap fen
" Hmm sangat ramai sehingga hanya satu meja yang tersisa. Ucap xia memperhatikan semua yang ada di dalam lantai 2.
Oo yah nona dimana kita akan mencari gulungan giok cermin cauwan?. Tanya xia pada An yang hanya diam dan menutup mata seakan akan memikir kan sesuatu.
" Apakah nona pernah kesini, sepertinya nona mengetahui alam dewa ini. Ucap Xia.
Tidak, aku hanya mendengarnya saja dari orang orang. Ucap santai An.
" Kenapa aku tidak mendengarnya?. Batin xia heran.
" Sudahlah jangan dipikirkan makanan nya sudah datang. Dingin fen yang melihat beberapa pelayan membawa pesanan mereka.
Silahkan tuan dan nona -nona. Ucap pelayan dengan ramah.
__ADS_1
" Waahh sangat banyakk. Antusias xie begitu melihat banyak makanan di depan matanya.
Mereka makan dengan tenang tanpa ada ganguan. Sehingga suara benturan yang mengakibatkan mereka berhenti makan. Berbeda dengan An'li yang setia dengan makanannya.
Brakk
" Kosongkan ruang ini aku ingin makan disini. Teriak pemuda yang tidak biasa.
Semua yang ada di dalam ruangan pun pergi dengan ketakutan, beda halnya dengan An'li yang masih setia duduk dan makan dengan santai.
Melihat masih ada yang belum keluar pun menghampiri orang itu.
" Hei apakau tidak mendengar kau keluarlah!. Tekan Zhu dengan emosi yang sudah tidak terbendung.
Siapakau beraninya meneriaki nona kami. Geram xia pada zhu.
Heh masi ada yang tidak mengenalku rupanya. Perkenalkan namaku Zhu Xin putra dari Zhu dan Xin Ar. Ucap zhu dengan bangga.
Deg
An yang mendengar nama zhu pun langsung melihat pemuda di depannya.
" Kau putra Zhu?. Ucap An dengan memastikan pendengarannya tidak salah.
Iyah kenapa kau takut, yah patutlah kalian takut kepada ayah ku. Sinis zhu pada An.
__ADS_1
" Cih pria brengsek sepertinya aku takuti, oh tentu tidak. Ucap An takkalah sinis.
Pria brengsek?. batin Xia