Transmigrasi Alsava

Transmigrasi Alsava
Part65


__ADS_3

" Aku tidak sabar untuk acara esok. Ucap seseorang.


Memangnya kau bisa ikut?.


" Siapa bilang aku mau ikut, aku hanya ingin menonton dan melihat wajah tampan pangeran zhu dan pangeran lainnya. Ucap nya dengan antusias.


Ckk.


Disisilain An yang mendengar itu langsung terbesit sebuah rencana untuk mengikuti lomba yang di adakan besok, tapi ia tidak akan memasuki sekte manapun.


" Apakah nona yakin akan mengikuti lomba ini?. Ucap fen.


Yah dan kalian akan ikut bersamaku. Ucap An'li dengan santai.


Hmm baiklah.


\=\=\=\=\=\=


An'li berjalan dengan santai di dekat pengunungan dimana ia melihat pepohonan yang indah dan bambu yang berjejer dengan rapi dimana bunga warna warni tumbuh dengan mekar menambah kesan yang sangat indah danau yang berwarna hijau air yang jernih membuat An tertarik untuk memasuki danau tersebut," akan tetapi sebua teriakan mengusik telinganya.


" Lari ada ular. Teriakan beberapa orang orang yang sedang melakukan kultivasi di pengunungan.


Mereka bisa saja memusnahkan ular itu tapi mereka sudah menyerang dan ular itu tidak terluka sedikitpun.


" Ada apa ini paman. Bingung An yang melihat orang orang berlarian dengan ketakutan.

__ADS_1


N-nona jangan kesana, disana ada ular besar yang tidak bisa di kalahkan oleh kami. Ucap nya dengan gugup lalu berlari meninggalkan An'li yang bingung.


Ular?. Batin An lalu pergi di mana tempat ular itu, dan ia melihat ular itu berdesis dan berjalan ke arahnya, dengan cepat An menebas kepala ular dengan pedang tajamnya.


BLASS


Dengan santai ia memotong kepala ular itu tanpa ada halangan.


" Kata orang itu susah dibunuh tapi kenapa aku dapat menebas dengan mudah?. Batin an bertanya tanya ( Kamu nanya).


Hei kau sialan, mengapa kau membunuh ularku hess. Ucap seseorang yang melihat ularnya terbunuh begitu saja.


An dapat melihat pemuda dengan rambut hitam panjang yang tiba tiba muncul di hadapannya.


" Kenapa kau mengangu manusia yang sedang berkultivasi. Ucap dingin An'li.


An yang mendengar itu pun langsung melihat Tuansen dengan tatapan tajam, tapi hanya sebentar lalu berbalik meninggalkan Tuansen yang mematung dengan mata melotot.


Tuansen yang tersadar pun mengejar An'li sehingga ia dapat mensejajarkan tubuhnya dengan An.


Hei kau kenapa kau meninggalkan ku, aku baru saja tiba di alam dewa ini, sebenarnya aku ingin ke alam fana tapi aku tersesat di hutan jelek ini. Ucap Tuansen melihat lihat pemandangan yang jelek baginya.


Baru tiba?. Ucap batin An.


" Siapa kau. Ucap An dengan dingin dan menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


Tuansen yang mendengar itupun berdehem dan mengusap kepalanya agar ia terlihat keren dimata An. Tetapi di mata an tuansen adalah mahluk yang bertingkah aneh.


Ehemm


" Perkenalkan aku dewa ular tuansen aku baru saja tiba di alam dewa. Ucap tuansen dengan angkuh di hadapan An'li.


Kau dari alam nirwana?.


Tidak aku berasal dari A-.


Ucapan Tuansen terpotong akibat adanya suara melengkin membuat telinganya berdengin.


" Hessss manusia siapakah yang berani berteriak begitu kencang di hadapan dewa ini. Ucap Tuansen dengan emosi.


An yang melihat itu melirik sinis Tuansen, tuansen yang melihat tatapan itu langsung diam ia seperti takut melihat mata tajam itu.


" Nona," xie mencari mu untuk pergi melihat isi alam dewa dan membeli beberapa cemilan juga. Ucap xie pada An'li.


" Kau pergilah, aku ingin melihat pemandangan disini, dan ambillah ini. Ucap An lalu memperlihatkan kan sekantung koin emas yang membuat mata xie berbinar.


" Ah nona kau yang terbaik. Ucap xie dengan girang tanpa melihat situasi dimana tuansen melihatnya dengan malas.


Pergilah bersama fen dan xia. Ucap An pada xie yang asik melihat kantung emas itu.


" Baiklah. Ucap xie ingin pergi tapi tertahan sebab ia melihat pemuda yang menatapnya dengan malas.

__ADS_1


" Hei kau, kau dasar muka buaya. Sinis xie lalu pergi tanpa mendengar jawab dari tuansen yang menganga akibat ucapan xie.


B-BERANINYA. Geram Tuansen tertahan melihat mata an yang terlihat sangat tajam.


__ADS_2