
Hai teman-teman semoga kalian sehat selalu dan di beri rezeki yang berlimpah Aamiin dan selamat berbuka puasa.
*
*
*
*
"Selama aku tidak ada di dekat mu apakah ada wanita yang mendekati mu Hmm?. Tanya An'li dengan menyenderkan kepalanya di dada bidang cheng.
"Apa yang akan kamu lakukan ketika ada Wanita menggodaku bahkan ingin aku menjadi Suaminya. Ucap Cheng tanpa menjawab pertanyaan dari Kekasih nya itu.
"Aku akan mengejarnya sampai ke ujung dunia dan ketika aku mendapatkan nya aku akan membunuhnya siapapun itu . Balas An'li.
"Kau sungguh nakal. Ucap Cheng lalu menarik ujung hidung An'li.
"Hiss jawab pertanyaan ku Cheng. Kesal An 'li.
"Baiklah-baiklah aku akan menjawab. Yah ada seorang wanita yang menggodaku dengan terang-terangan bahkan Ayah mengetahui itu. Ucap Cheng lalu melihat wajah An'li yang berubah masam.
"Tenanglah aku tidak akan tergoda dengan wanita seperti dia, seleraku hanya dirimu. Ucap lagi Cheng dengan seyum menggoda.
"Benarkah? jadi aku ingin tahu siapa wanita itu. Binar An'li.
"Dia dipanggil dengan sebutan Dewi Yu. Jelas Cheng.
"Dewi yu yah, di kerajaan mana dia tinggal?. Tanya An'li.
"Dia tinggal di alam tertinggi dan kau akan kesana kalau sudah mencapai ranah tertinggi.
"Ahh sudahlah kau menyebalkan. Kesal An'li meninggalkan Cheng dengan sejuta kebingungan.
__ADS_1
"Dimana lagi letak kesalahan ku, hisss sungguh wanita. Gumang Cheng lalu mengikuti An'li.
*
*
*
*
"Apa kalian sudah menemukan Putri. Tanya Raja An pada para pengawal.
"Kami belum menemukan nya tuan. Jawab para pengawal.
"Hah sudahlah kalian beristirahat lah, Bulan Merah sedang berlangsung kalian tidak akan keluar istana.Ucap jelas Raja An.
"Baik yang mulia". Balas pengawal.
*
*
*
" Hess apa kalian melihat Nona An'li. Tanya Tuansen pada fen.
" Tidak memang nya kenapa kau memcari Nona An'li. Tanya balik Fen yang di angguki oleh bao.
"Hess aku ada bisnis dengan Nona. Bohong Tuansen.
"Apa itu. Ucap Bao yang penasaran.
"Kalian sangat kepo, sudahlah aku ingin beristirahat. Ucap Tuansen lalu berbalik meninggalkan mereka semua akan tetapi Tuansen menghentikan langkahnya dan berbalik.
__ADS_1
"Oo yah kalau Nona sudah datang bilang kepadaku yah. Ucap Tuansen yang di angguki Fen dan Bao.
"Sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan. Batin Fen curiga kepada Tuansen.
*
*
*
"Aku harus kembali. Bisik An'li pada Cheng yang sedang memeluknya.
"Tinggal lah sebentar lagi. Ucap Cheng masi setia memeluk An'li.
"Tidak bisa, keluarga kerajaan pasti mencariku saat ini, apa lagi Bulan Merah masih berlangsung dan seharusnya aku masih bisa membunuh seseorang. Ucap sinis An'li pada Cheng.
"Hei aku melakukan ini demi kebaikan mu An'er. Ucap Cheng melepaskan pelukan nya lalu melihat wajah kekasihnya itu.
"Kau lihat Bulan Merah itu. Ucap Cheng mengarahkan pandangan nya ke arah bulan merah.
"Bulan Merah adalah pertanda bahwa iblis baru telah tiba, dimana iblis tersebut sangat jahat dan haus darah dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi kepadamu An'er. Jelas Cheng kepada An'li.
"Dan juga kau akan diburu oleh para dewa dan alam tertinggi begitupun dengan iblis lainnya, mereka akan mencarimu untuk merebut hati mu dan memusnahkan manusia.
"Sungguh kau sangat manis Cheng aku semakin mencintaimu. Ucap spontan An'li lalu memeluk erat kekasihnya.
"Jadi kau ingin pulang sekarang Hmm?. Tanya cheng.
"Aku akan menginap, besok saja aku pulang. Ucap An masi setia memeluk Cheng.
"Baiklah kalau begitu ayo masuk. Ucap Cheng lalu memegang pergelangan tangan An'li.
__ADS_1