
FORMASI SANGKAR EMAS.
Sebuah kurungan yang sangat besar yang memiliki aura hitam pekat dan sedikit aura putih menyelimuti area, dan an hanya diam dan melihat kurungan raksasa itu.
"Raksasa api, tebasan pedang kesunyian".
"Gumang An lalu muncullah sosok raksasa api dimana raksasa api tersebut memegang sangkar emas dengan satau tangan dan tangan satu raksasa api mengemgam sebuah bilah pedang tajam dan sedikit aura putih menyelimuti pedang tersebut.
RAUURRRR
RAURRR
GRATARRRR
Suara pijakan kaki raksasa api nyaring terdengar oleh mereka semua dimana pijakan raksasa itu sangat besar dan meninggalkan jejak.
"MAHLUK RENDAHAN DARI ALAM DEWA BERANINYA INGIN MENYERANG TUAN KU!.
"Ucapan Raksasa api menggema dan di dengar oleh semua orang. Mereka sangat terkejut bagaimana bisa ada raksasa api yang sudah punah ribuan tahun, kini ia muncul tepat di depan mata mereka.
"Terimalah akibat dari perbuatan kalian. Ucap raksasa api lalu menebas pedang ke musuh tuannya. Akan tetapi mereka tidak melihat energi sedikitpun menuju ke arah mereka, bahkan mereka tidak bisa merasakan apapun seolah- olah pedang yang di pakai raksasa api itu sangat tidak hebat" Sehingga musuh pun mencibir dan para rakyat hanya bisa diam dan melihat apa yang akan terjadi begitupun dengan Zhuxian.
__ADS_1
"Dimana serangan mu itu raksasa b0doh. Cibir Lian su dan beberapa pengawal bayangan pun tertawa keras saat mendengar tuan mereka mengatai raksasa itu bodoh, mereka pun mulai mencibir raksasa itu dan tiba- tiba hening suara tawaan berhenti dengan bergantikan suara teriakan kesakitan.
"Merdu sangat merdu". Ucap batin An mendengar teriakan pilu dari musuh nya.
Sringggg
Classs
Classss
Argggggg
Argggghh
"Cih tidak tuan, bawahan sama saja suka menghilang. Cibir An pada lian yang menghilang dengan tiba-tiba. Bisa saja An menangkapnya tapi ia malas mengurus hama yang suka kabur tanpa melawannya dahulu.
Whussss
Raksasapun hilang dengan sekejap dan formasi aneh pun hilang dan tergantikan oleh teriakan melengking xie.
"NONA APAKAH TIDAK APAPA. Teriak xie berlari menuju an, dan disusul oleh xia dan fen tak lupa tuansen.
__ADS_1
"Sutt diamlah dan kita harus pergi secepatnya pergi dari sini. Dingin An yang melihat para tetua yang akan menghampirinya. An lalu bertelportasi kembali ke penginapan begitupun dengan xia dan xie, fen dan tuansen.
An tahu apa yang akan terjadi nanti, ia pasti akan
di puja dan dia pasti akan menanyakan hal- hal yang tidak penting bagi An, bahkan ada tetua yang berniat menculiknya.
CARI WANITA ITU SEGERA BESERTA TEMAN-TEMANYA, KALIAN HARUS MENGELILINGI ALAM DEWA UNTUK MENCARINYA, SEBARKAN BERITA UNTUK MENCARINYA. Teriakan Zhu menggema dan teriakan itu Mutlak untuk para kerajaan. Mereka tidak bisa melawan sebab zhu lah dewa terkut di alam dewa ini.
"Tetua Le anda pasti melihat wajah mereka dan mengingat wajah mereka. Aku ingin tetua melukis wajah mereka dan pajangkan di setiap pasar rakyat dan kerajaan. Dingin Zhu lalu meninggalkan mereka.
Dewi bunga yang melihat itu segera menyusul zhu untuk menanyakan hal ini, mengapa dia ingin wanita itu. Dewi bunga sangat cemburu dan marah saat mengetahui zhu menginginkan wanita bercadar itu.
^
"Siapkan diri kalian, malam ini kita akan kembali. Dingin An lalu memasuki kamarnya tanpa mendengar jawaban dari teman-temannya.
"Menurutmu mengapa nona bersikap begini?,dan kekuatan nya tadi sangat dahsyat. Ucap xia yang melihat raksasa An.
"Diamlah jangan membahas itu, jangan membuat nona mengingat kejadian itu. Dingin fen lalu memasuki kamarnya dengan tuansen.
"Xie apakah aku salah bertanya begitu. Ucap bingung xia.
__ADS_1
"Kurasa tidak, mungkin otak mereka bermasalah xia. Ayo kita tidur nanti malam kita akan kembali. Ucap santai xie lalu mengandeng tangan xia untuk memasuki kamar mereka.