Transmigrasi Alsava

Transmigrasi Alsava
Part67


__ADS_3

" Hess makanan disini sangat lezatt, tidak seperti di tempatku. Ucap tuansen makan dengan lahap jangan lupakan tangannya penuh dua ekor ayam yang siap ia santap dengan lahap.


An yang mendengar itu hanya diam saja dan melanjutkan makan nya, sesekali ia melihat tuansen yang sangat belepotan.


" Sepertinya dia tidak pernah makan. Batin An sedikit kasihan kepada Tuansen yang makan dengan tergesa gesa seolah olah ia tidak pernah melihat makanan lezat.


Uhuk uhukk.


" A-air berikan aku air. Ucap Tuansen dengan terbata bata.


An hanya diam dan menyodorkan air minum kepada tuansen, setelah selesai meminum air akhirnya An membuka suaranya.


" Apakah di tempatmu kau tidak pernah mendapatkan makanan seperti ini? " atau kau dewa ular yang terbuang atau terasingkan?. Ucap An memperhatikan tuansen yang melotot kepadanya.


Hei gadis aku tidak di asingkan dan tidak dibuang!" hanya saja memang aku menyukai makanan yang ada disini. Dan aku sudah bosan dengan makanan yang ada di tempat ku tinggal. Ucap tuansen menjelaskan kepada An yang hanya mengangguk pelan.


" Jadi dimana kau tinggal?. Ucap An dengan bingung.


Aku tinggal di Al-.


" Nona ternyata kau disini kami baru saja membeli beberapa makanan enak. Teriak xie dengan berlari kecil menghampiri An.

__ADS_1


Berapa banyak yang kau beli?. Tanya An penasaran sebab ia pernah melihat xie dan xia merepotkan Qin dengan cemilan yang begitu banyak.


" Eumm kami hanya membeli sedikit saja. Ucap xia yang menjawab dan xie hanya mengangguk.


Sedikit katanya, cih tangan ku saja mau patah membawa barang- barang nya. Teriak batin fen kesal kepada xie dan xia.


An hanya diam dan melihat ke arah fen, seketika ia melihat betapa susahnya fen sekarang.


" Eh nona siapa pemuda buaya ini?. Tanya xia yang melihat Tuansen diam sambil memakan makanannya yang belum habis.


K-kau menyebutku buaya!, benarinya kau mengataiku buaya dasar sialan. Maki tuansen melototkan matanya kepada xia.


Hess kau melawanku ayo adu kekuatan. Ucap tuansen dengan meninju udara.


" Ayo siapa takut. Ucap xia yang tidak mau kalah terhadap tuansen.


Sudahlah kalian tidak perlu bertengkar begitu" perkenalkan dia tuansen dia sudah terikat darah denganku jadi dia hewan spiritualku sekarang. Ucap An santai.


" Benarkah, ckk selamat kau bisa menjadi teman nona kami. Dan kau harus mematuhi kami juga. Ucap xia dan xie bersamaan.


M-memang nya siapa kau. Geram tuansen yang melihat kesombongan xia dan xie.

__ADS_1


" Aku sama sepertimu dan kami lah yang berkuasa kau harus patut terhadap kami. Sombong xie.


Bisakah kalian diam, kalian sangat berisik lebih baik kita pulan saja. Tangan ku sudah pegal membawa barang mu ini. Sinis fen yang sedari tadi diam.


" Kita kembali ke penginapan, besok adalah lomba antara murid sekte dan rakyat. Dan kalian harus istirahat. Ucap An lalu berbalik dan di ikuti fen dan lainnya.


Tunggu- tungu apakah aku akan ikut?" kalau iya aku tidak sabar ingin bertarung. Batin Tuansen dengan tangan yang terkepal dan siap meninju orang orang.


" Tangan ku sangat gatal ingin menghajar seseorang.


" Mengapa bisa Dewa tua itu menjadi hewan spiritual Dewi suci. Batin seseorang.


Nona xie tadi membeli kue bulan dan ini sangat lezat. Ucap xie saat sudah di depan kamar penginapan.


" ambillah nona kami membelikannya untukmu. ucap Xia menyodorkan kue bulan kepada An.


"Terimakasi xie .Ucap An lalu memasuki kamarnya.


Tuansen yang melihat itu dengan cepat merebut sedikit cemilan dari tangan fen.


" Hesss jangan pelit kepadaku, aku hanya ingin mencicipi sedikit. Sinis Tuansen lalu menghilang meninggalkan xia dan xie yang hendak protes sebab makanan nya di ambil oleh tuansen.

__ADS_1


__ADS_2