Transmigrasi Alsava

Transmigrasi Alsava
Part79 Bulan purnama


__ADS_3

Sialan nona sudah menipuku! aku harus membalasnya. Gumang Tuansen yang sedang mencuci piring kotor akibat tidak daat membayar makanan yang ia makan.


"Hei cucilah piring nya dengan bersih. Perintah Cio yang sudah sangat kesal kepada Tuansen.


"Yah-yah kau tenang saja. Jawab ketus Tuansen.


Malam harinya tepat bulan purnama dimana An'li merasakan gejolak yang aneh sehingga ia terbangun dari tidur nyenyak nya.


An yang melihat Cheng tertidur dengan pulas pun lekas bangun dan meninggalkan Cheng sendiri ia tidak akan mengangu kekasih nya itu.


An terus berjalan dan berlari sehingga ia tiba didalah satu tempat yang sangat sepi dan hanya ada bulan yang menyinarinya.


An'li dapat melihat bulan yang berwarna putih dan berubah ke warnah merah sehingga ia dapat merasakan tubuhnya sangat panas hal tersebut berlangsung selama beberapa menit sehingga tiba-tiba An'li mengeluarkan air mata.


...



Anggap aja gitu. ...


Ada apa ini? mengapa aku menangis?. Ucap batin An'li, ia sejenak diam dan terus diam sehingga tiba-tiba Air hujan pun turun dengan deras mengguyur semua bumi dan aura gelap pun semakin mencekam dimana Bulan pun semakin merah seperti darah dan dunia Kultivator pun heboh akan hal itu dan adapun para tetua beranggapan bahwa malam ini adalah kelahiran Iblis sesungguhnya dimana iblis itu tidak akan pernah terkalahkan.

__ADS_1


"Kalian harus mencari raja iblis sesungguhnya dan menjalin persahabatan untuk membasmi para manusia di seluruh bumi ini, termasuk dewi bodoh itu. Ucap seseorang.


"Baik tuanku kami akan mencari sebisa kami. Jawab sang bawahan.


"Hmm pergilah.


"Baik tuanku".


\=\=\=\=\=


"Sungguh akan ada bencana Alam. Dewi kegelapan sudah tiba dan Iblis Haus Darah pun sudah bangkit dan hanya ada satu lagi yang belum bangkit yaitu Dewi suci, jangan sampai mereka bertemu dan mengakibatkan perang besar. Ucap seseorang saat melihat beberapa fenomena yang datang.


"Berhati-hatilah jangan sampai Dewi dan Iblis haus darah mengetahui pergerakan kalian itu akan menimbulkan rasa kebencian yang sangat mendalam dan akan membenci semua para kultivator. Termasuk dirimu. Jelas seseorang dengan memegang tongkat kayu.


"Yah aku mengerti kalau begitu hamba pamit untuk mencari Dewi dan Iblis. Ucap orang misterius.


"Pergilah".


Ia pun lekas pergi meninggalkan seorang kakek dengan tongkat kayunya itu.


"Patutlah kau mendapatkan nya, jiwa mu sudah kembali dan semua yang kau miliki akan kembali dengan satu persatu. Ucap batin kakek Dao lalu menghentakkan tongkat nya dan iapun menghilang menyisahkan kesunyian malam dengan Air hujan yang masih menguyur bumi kultivator.

__ADS_1


Beda halnya dengan An'li. An'li sekarang dapat merasakan dadanya yang sangat panas sehingga ia mendongak dan melihat Bulan merah lalu berteriak dengan keras.


**Arggggghhh


Arghhhhhh**


An'li terus berteriak sehingga bola mata yang awalnya birupun berubah menjadi merah darah begitupun dengan rambutnya yang menjadi merah ia terus berteriak dan mengumankan sesuatu.


"Bunuh aku ingin membunuh. Ucap An'li dengan keadaan yang tidak sadar.


Arghhhh


"Aku ingin membunuh. Ucap An'li lalu menghilang dan tepat muncul di pasar gelap dimana semua orang sangat sibuk berlalu lalang meskipun hujan mereka tidak menghiraukannya sama sekali.


"Bunuh dan darah. Gumang An'li di bawah pepohonan dan melesat untuk mencari mangsa.


"Kalian harus berhati-hati malam ini. Ucap seseorang.


"Mengapa harus berhati-hati?. Tanya heran orang 2.


"Lihat lah bulan malam ini, sangat merah kata tetua di istana malam ini adalah kebangkitan Iblis haus darah. Ucap Mulan.

__ADS_1


__ADS_2