Transmigrasi Alsava

Transmigrasi Alsava
Part66


__ADS_3

" M-mengapa kau melihatku begitu, itu sangat menyeramkan. Cicit tuansen dengan mendunduk menghindari tatapan yang sangat menyeramkan baginya.


An hanya berdecih di dalam hati dan melihat tuansen, lalu memikirkan ucapan tuansen yang mengatakan dirinya dewa ular. Dengan cepat An mengigit jarinya lalu melesatkan darah itu ke kening Tuansen dan berhasil masuk dengan sempurna.


Mata tuansen terbelak merasakan aliran darah An.


" K-kau beraninya kau mengontrak dewa ini!. Ucap tuansen dengan emosi dan menatap An'li dengan tajam tetapi An juga menatapnya dengan tak kalah tajam.


Tuansen pun mendunduk tidak dapat dipungkiri ia sangat takut dengan mata itu.


" Aku tadi tidak percaya kau dewa ular jadi aku mengontrakmu dan itu berhasil jadi sekarang kau hewan kontraku dewa tuansen. Ucap An dengan seringai tipis yang tidak dapat dilihat tuansen sebab ia memakai cadar.


Baiklah kau sekarang hewan kontrakku jadi kau sekarang ikut denganku. Ucap dingin An lalu pergi meninggalkan Tuansen yang hendak protes.


" Menyebalkan, bagimana aku bisa mencari dewi suci kalau aku terikat kontrak dengan wanita itu. Gumang Tuansen yang melihat an berjalan dengan santai tanpa rasa bersalah.


Mereka hanya diam dan melihat pemandangan yang ada beda halnya dengan tuansen yang lelah berjalan mengikuti An bagaikan anak ayam yang mengikuti induknya.

__ADS_1


" Hei gadis apakau tidak kasihan kepadaku semenjak aku tiba di alam dewa aku belum mencicipi makanan yang ada disini, aku sunggu ingin merasakan makanan buatan di alam dewa ini. Ucap Tuansen membayangkan beberapa makanan.


" Kau lapar?. Kukira dewa sepertimu tidak makan, kau mau makan apa danging sapi atau daging manusia. Ucap An santai yang membuat mimik wajah tuansen berubah masam.


Hei gadis kecil aku ingin makanan yang enak, aku tidak makan daging manusia. Ucap Sinis Tuansen.


" Baiklah-baiklah, ikut aku. Ucap An pada tuansen.


Hmmm


Fen ambilkan itu.


Fen tolong bawakan makanan ku dulu.


Fen lihatlah minumanku tumpah kau harus membelikan nya lagi untukku.


Fen ayolah kenapa kau sangat lambat.

__ADS_1


Fen berhati hatilah, lambatlah sedikit kalau tidak barang barang kami akan jatuh.


Fen jangan diam saja ayo jalan, masi banyak lagi yang akan di beli.


Fen sepertinya gelang ini sangat bagus untuk Qin dan bao bagimana menurutmu.


" Sial aku menyesal ikut dengan nona. Ucap batin Fen menjerit akibat ulah xia dan xie yang memperlakukannya seperti budak.


Fen apakah kau bisa membawa barang satu lagi?. Ucap Xia yang melihat fen kesulitan membawa barang- barang nya.


Kalian bawalah sendiri, apa kalian tidak melihat barang yang kubawa. Ini sangat banyak dan berhentilah membeli makanan kita akan pulang sekarang!. Ucap Fen dengan tegas tanpa ada bantahan daru kalimat tersebut.


" Hiss baiklah, kau menyebalkan fen barang yang kamu beli hanya sedikit dan itu masi kurang kami harus membeli beberapa kado untuk Qin bao. Dan kau kalah dengan Qin, qin pernah membawakan barang kami yang begitu banyak dan dia sangat sabar pas dia terjatuh dan wajahnya terkenal lumpur untung barang kami aman. Ucap Xie membandingkan fen dan qin.


Fen yang mendengar itu pun melototkan matanya, jangan sampai ia bernasib sama Qin, ia tidak mau itu terjadi. Wajah tampan nya harus terjaga, itulah yang dipikiran fen sekarang harus terjaga.


Sudahlah xie ayo kita pulang. Ajak xia lalu menarik pergelangan tangan Xie lalu meninggalkan Fen yang kesulitan membawa barang barangnya.

__ADS_1


__ADS_2