
Sementara di dalam kamar yang luas bewarna abu- abu campur putih,yang terlihat elegan.ada seorang pemuda yang tengah duduk sambil mengotak Atik laptonya,ia sedang mencari identitas seseorang sudah 2 jam ia berada di depan laptop tersebut tapi tidak ada tanda - tanda yang mencurigakan.
“ hmmm,siapa sebenar Lo!”Gumam devano datar,tak di ada yang tau jika pikirannya terus beperang memikirkan semua itu.
Di tengah" lamunannya ia pun di kejutkan dengan suara pintu yang di gedor",ia hanya bisa menghela nafasnya pelan dan berjalan membuka pintu tersebut.
Tok...tok..tokk
Clekk..pintu pun terbuka ia hanya menatap datar pada orang yang di hadapannya dan setelahnya mempersilahkannya untuk masuk.
“ gue gak di ajak masuk ni?" Tanya Arthur kesal
“ hmm,masuk!" Jawab devano datar dan jangan lupakan tatapan dinginnya.
*****
Lama terdiam sehingga hal itu membuat Arthur jengah dengan sepupunya itu,yang di mana ia melihat devana hanya fokus dengan laptopnya bukannya malah menyambutnya dengan hangat.
“huuffhhhh...apa yang Lo cari bang?" Tanya Arthur sambil menghela nafas panjang yang tengah menatap ke arah laptop di depan sepupunya itu.
“seseorang” jawab devano datar,yang kembali mengotak Atik laptop tersebut,tanpa di sadari ia menarik sedikit sudut bibirnya keatas menampakkan seringai bak iblis,itu pun membuat Arthur bergedik ngeri melihat sepupunya itu seperti seorang iblis.
“ bang,gak usah senyum- senyum gitu Anji*t!"sewot Arthur kesal menatap sinis pada devano.
“hmmm” jawab devano datar,dan menatap Arthur seperti ingin bertanya,dan hal itu pun di sadaril oeh Arthur.
“ ngapain Lo natap gue kayak gitu?" tanya Arthur,yang sudah jengah dengan sepupunya itu,bahkan ia berkali - kali mengusap dadanya mencoba untuk bersabar menghadapi sifat sepupunya itu."kalo bukan sepupu,udah gue Lo! Ke sungai Amazon!" ucap batin arthur.
“ ngapain?" tanya devano datar.
“ ha!..maksudnya?" ujar Arthur dengan lemot dan jangan lupakan dengan wajah polosnya,bukan menjawab malah balik bertanya,sehingga membuat devano memutar bola matanya malas.
" Lo ngapain kesini?" tanya devano,dengan nada yang terdengar lebih santai.
" Yah,pengan ajah sih bang," Jawab Arthur.
“ oh," ujar devano cuek.
" Oh doang bang?" tanya Arthur kesal,hanya di balas dengan meluruhkan bahunya acuh.
” bang,gue nginp disini ya!" Plesss...ujar Arthur dengan mangatup keduan tangannya seperti memohon sambil menaik turunkan alisnya.
“ hmmm," jawab devano,setelahnya ia bangkit dari sana dan berjalan ke arah toilet,sehingga ide jahil pun muncul di pikirin Arthur.
“ bangggg mau kemanaaa....." tanya Arthur sambil berteriak.
“ toilett," jawab devano.
“ IKUTTTTTTT BANGGGGGG!" teriak Arthur dengan wajah yang tidak merasa bersalah
“ DIAMM!" bentak devano,yang sudah kesal dengan adik sepupunya itu,sehingga membuat arthur tertawa kencang
HAHAHHAHAHA....tawa Arthur sambil memengang perutnya yang sudah guling- guling di lantai,karna ia sudah berhasil menjahili Abang sepupunya,kapan lagi ia bisa melihat wajah kesal dari sepupunya itu. ( emang dasar adik sepupu lacnat Lo! Hehehe). Karena sudah terlalu cape ketawa,ia pun membalikkan badan dan menatap kerah laptop,karena penasaran ia langsung mendekat dan betapa terkejutnya dia melihat data seseorang yang di retas oleh sepupunya.
" What!! kata Arthur melorotkan kedua matanya. " Jadi Lo ingin berhianat! Ok,kita lihat ajah siapa yang bakalan mati! " suara bantin arthur dengan mengepalkan tangannya.
*****
Sedangkan di sisi lain seorang gadis cantik tengah duduk santai di sebuah cafe,menunggu seseorang,sambil memainkan hpnya.
" Hay, udah lama ya, nunggunya?"sapa seseorang pemuda tampan.
Gadis itu pun mendonggakkan kepalanya,melihat seseorang yang tengah menyapanya.
" gak bang,baru aja gue nyampe disini" jawab Amel.
__ADS_1
" Oh,kirain udah lama Lo di sini " Ujar pemuda.
GK bang,Abang mau pesan apa?" tanya Amel.
" Udah, gue ajah yang pesan " ujar pemuda itu.
" Ok deh!" Jawab Amel pasrah.
2 menit kemudian pesanan Meraka pun datang,yang di bawa oleh seorang pelayan cafe.
" Maaf,ini pesananaya"ujar pelayan sambil meletakkan di hadapan mereka
" Ya, makasih mbak" jawab Amel ramah.
****
Ya gadis yang berada di cafe tersebut yang tidak lain adalah Amel bersama tangan kanannya,yang sudah ia anggap sebagai seorang Abang.
" Lo mau ngomong apa, Sampai ngajak gue ketumuan di sini?" Tanya angga,dengan nada lembut.ya, nama pemuda tersebut Angga arliston.ia juga sudah menganggap Amel seperti adikna.
" Gue mau,Lo selidikin seseorang" jawab Amel.
" Siapa?" tanya angga.
" Nih!" Jawab Amel sambil memberikan foto seseorang.
" Lah! Ini bukanya salah satu sahabat sepupu Lo dek?" Tanya angga kaget setelah melihat foto tersebut
" Ya bang ga!" Jawab Amel kesal melihat wajah keterkejutan pemuda tersebut.
" Emang dia ngapin lo?"
" Gak, di apa- apain bang!"
" Gue curiga sama dia bang”Jawab Amel.
" Curiga kenapa?" tanya angga.
" Ok, gue cerita aja”jawab Amel.
Flashback on
Pada saat Amel pulang dari apartemen sahabatnya,ia tidak sengaja melihat seorang pemuda yang seperti ia kenal dan sedang mengobrol dengan seorang pria baya dan juga seorang gadis.ia pun mengikuti mereka dari belakang Karena penasaran dengan pemuda itu.
" Itu bukannya Arkana ya?" Yang bertanya pada diri sendiri.
" Dari pada gue penasaran, mending gue ikutin mereka aja" gumam Amel yang masih menatap 3 orang yang berbeda gender.
ia melajukan mobilnya,untuk mengikuti mereka karena ia juga sedikit merasa familiar dengan gadis itu,tetapi tidak dengan pria baya tersebut,ia tidak sadar kalo ia sudah samapi di sebuah restorant mewah yang terkenal.setelahnya melihat orang itu sudah keluar dari mobil,ia lantas ikut keluar untuk mengamati gerak- gerik mereka.
" Ha?.. restorant?" ucap batin Amel yang terus berjalan masuk ke restorant tersebut.ia pun langsung duduk di salah satu kursi yang agak jauh dari orang tersebut.
Disiniah mereka,di restorant mewah mereka pun langsung berjalan ke arah meja yang sudah di pesan seseorang.
" Om,kita ngapain kesini?" tanya gadis tersebut.
" Ada yang mau om bicarakan sama kalian" jawab pria bah itu,dan langsung mendaratkan bokongnya di salah satu kursi,yang di ikuti oleh gadis dan pemuda tersebut.
" Kalian mau pesan apa?" tanya pria baya itu.
" Es jeruk ajah om,soalnya aku masih kenyang"jawab Arkana.
" Samain ajah" jawab Hana.
"Hmmm,bentar om pesan dulu" kata pria baya itu dan langsung bangkit dari duduknya untuk memesan beberapa minuman dan juga makanan.
__ADS_1
Yaps,orang yang di ikuti Amel dari tadi yang bukan lain,adalah Hana dan arakana.
Setelahnya pesananan mereka pun datang dan di anatar oleh pelayan restoran itu.mereka pun kembali membicarakan sesuatu hal penting.
" Ada hal penting,yang om sampaikan sama kaian!" Kata pria baya.
" Apa om?" tanya Arkana,dengan dahi yang berkerut.
" Penting om?" tanya Hana jengah melihat pria baya yang di hadapan nya,karna setiap bertemu dengan omnya itu pas akan selalu ada hal penting.
" Yah, om mau kalian selidiki seseorang!" Jawab pria baya tersebut,dan memberikan sebuah foto laki - laki.
" Ha?,dia? " tanya Hana dengan mata meloto,bagaimana ia tidak terkejut melihat foto orang yang dia kenal.
" Ini serius om?" tanya arkana dan juga terkejut melihat foto itu,bagaimana tidak,foto itu salah satu sahabatnya.
" Ya,om curiga sama dia"jawab pria baya,sambil menatap foto tersebut.
" Curiga kenapa om?" tanya Arkana yang penasaran.
" Sepertinya dia ada hubungan dengan keluarga Wilson" jawab pria baya itu.
" Masa sih om?" tanya Hana yang terkejut,serta bola mata melotot.
Sedangkan Arkana yang mendengar hal itu pun terkejut, tetapi ia tidak sepercaya itu pada pria baya yang di hadapan,karna ia sudah lama bersama dengan geng audora.
" Apa mungkin, ada sesutu yang di tutupin dari publik?" Ucap bantin Arkana yang bertanya dalam hatinya.
Sedangkan di sebelah meja tersebut,seorang gadis yang terus mengamati dan mendengar omongan mereka serta tidak lupa merekam.
" Oh...jadi mereka berdua dekat" gumam Amel pelan,hanya bisa di dengar olehnya.
" Jadi mereka ingin mencari indentitas seseorang,tapi siapa ya?" Ucap batin Amel yang sedari tadi mendengar,tetapi ia tidak bisa melihat selembar foto yang ada di hadapan mereka.
" Sial!!! Itu foto siapa lagi"ujar Amel dengan wajah frustasi.
" Ehh..tapi tunggu! ko pria tua itu nyebut keluarga Wilson?" tanya Amel pada dirinya sendiri.
" Gawat!!gue harus ketemu bang Angga,ini gak bisa di biarin!!" Kata amel langsung bangkit dari duduknya,untuk segara keluar dari sana sebelum ia ketahuan.
**
Setelah 10 menit Amel pun sudah menceritakan semua yang ia lihat.
" Jadi gituh bang!" Ujar Amel.
" Tunggu? kata Lo tadi,keluarga wilson!" tanya angga yang terkejut,mendengar cerita Amel, hanya di balas dengan anggukan kepala.
" Udah ah bang,gue mau pulang!" Ujar Amel yang langsung berdiri,sembelum ia malangakah,ia kembali menatap pada Angga.
" apa lagi? tanya angga ketus.
" Lo,selidiki dengan benar,setelahnya Lo kasih tau semua tentanga dia bang! Kalo gak gaji Lo gue potong!!" Jawab Amel sambil mengancam pemuda itu,hal itu membuat Angga hanya mendenggus kesal.
" Ya ya,bawel Lo! Sewot anggap.
" Ok! gue cabut dulu" ujar Amel langsung melangakah dari sana.
" Hufff...kalo bukan adek, udah gue cincang Lo!" Gumam Angga kesal,karna ia tengah di ancam,sambil menghela nafas pelan.setelahnya ia pun melangakah dari sana.
__ADS_1