
Sementara di dalam kelas 11 IPA 1,sudah banyak siswa yang berada di kelas tersebut.
“AYO GOYANG DUMANG......BIAR HATI SENANG.....teriak Sony si bocah prik di kelas tersebut.
" BIAR HATI SENANG PIKIRAN PUN TENANG.....GALAU JADI HILANG....teriak Reyhan yang ikut" Tan berteriak
“YUHUUUUU GOYANGG.....ASEKKKK....JOSS, teriak Sony dan Reyhan bersaman sehinga semua siswa di kelas itu yang melihat mereka dengan geleng" kepala,karna mereka sudah terbiasa dengan kelakuan kedua teman mereka.
“WOIIII SONY,REYHAN BISA DIAM GAK,PAGI" UDAH BANYAK BACOT.....teriak Sely si ketua kelas,gadis yang cerewet di kelas tersebut.
“ EHH SELY KITA LAGI NYANYI YAH,BUKAN BACOT BEGOO..teriak Sony yang tidak terima dengan omongan Sely,belum sempat Sely menjawab tiba - tiba.
BRAAKKKKK
pintu kelas terbuka dengan kasar,se isi kelas pun langsung mengumpat kaget.
“ Ehhh bapak gue kawin ama janda”
“ehh ****** gue Dora Emon”
“anjirrtt jantung gue copot”
“bangsttttt!!”
begitulah umpatan" yang keluar dari semua murid di dalam kelas tersebut,tetapi tam di sangka mereka juga jadi tertawa Karna mendengar umpatan" itu.sementara pelaku yang masih berdiri de depan kelas dengan tatapan yang dingin serta wajah datarnya,dan bersama kedua sahabatnya itu.
“maaf yah teman" ujar Siska dengan menundukkan sedikit badannya kedepan.
Mereka pun langsung berjalan kearah bangku masing," dan arsila yang langsung duduk di bangkunya dengan melipat kedua tangannya dan menundukkan wajahnya.karna ia malas melihat tatapan" aneh dari teman kelasnya itu.
“ehh itu siapa sis,”tanya sely yang masih tengah menatap ke Arsila.
“lah, Lo gak kenal”ujar Siska yang balik bertanya,bukan malah menjawab.
“iya" lah bego! Orang nanya itu, di jawab!"sewot Sely yang kesal dengan Siska.
“ dia Arsila"ujar Amel dengan tiba", yang membuat penghuni kelas Kembali terkejut.
“APAHH!!” kaget se isi kelas.
“yang benar Lo Mel,”tanya Sony yang berjalan mendekat ke arah bangku Arsila untuk memastikan itu,apakah itu benar atau tidak.
“yah,liat sendiri,”jawab Amel ketus,karna ia malas dengan satu teman kelasnya itu.
Tiba" Arsila terbangun dan mendonggakkan kepalanya,karna ia sedikit terganggu dengan keributan,Karena dengan perubahannya,ia pun langsung berdiri dan berjalan kedepan dengan wajah datarnya.
"Untuk kalian semua gue minta maaf kalo ada salah" ujar Arsila dengan pandangan yang dingin serta wajah datar,dan langsung kembali ke tempat duduknya karna ia juga tidak butuh jawaban dari teman kelasnya itu,toh bukan dia yang buat salah tetapi sipemelik tubuh demi kebersihan nama baik ia harus meminta maaf,baru kali ini ia meminta maaf serasa sudah punya banyak salah.
“kalo bukan karna ke inginan Lo, buat balaskan dendam Lo, gue juga ogah kali minta maaf”ucap batin arsila.
”wahhh besti gue tuh,udahlah maafin ajah yah gak teman" ujar Siska heboh.
__ADS_1
“kalo kita mau maafin tapi ada syaratnya yah,lo harus traktir kita di kantin,nanti istrahat pertama ,”kata Reyhan sambil menunjukan Arsila dengan alis yang di naik turunkan.
“hmmm”jawab Arsila datar.
“datar amat tuh muka sil,”tanya Sony si bocah prik.
Tiba pinta terbuka dan masuklah seorang guru yang cantik,dan juga terkenal guru yang killer di sekolah itu.
“assalamuakim anak"sapa guru cantik itu,yang bernama Alissya.
“walaikumsalam Bu ”balas se isi kelas kecuali Arsila yang diam sambil menatap datar ke depan.
"Baiklah,buka buku paket kalian halaman 15 ”,ujar guru cantik itu sambil mengarah pandangannya untuk melihat siswanya itu,sehingga matanya tanpa sengaja bertabrakan dengan tatapan mata Arsila.
"Hey,kamu murid baru yah? Tanya Bu Alissya sambil manunjuk kearah Arsila.
“bukan gue Arsila”jawab Arsila datar,yang membuat Bu Alissya kaget.
“nih anak berubah bangat yah,bukan ia setiap datang kesekolah selalu berdandan dan dengan mekap tebalnya itu,tapi sekarang apa,ko jadi datar begitu tatapannya juga jadi lebih dingin dan juga tajam”ucap nanti Bu Alissya yang tengah bertanya".
“oh, jadi kamu sudah sembuh,yah sudah semua silakan lanjutkan untuk mengerjakan soal" yang ada di halaman buku yang tadi ya, ujar Bu Alissya sambil menyuruh anak didiknya itu.
2 jam berlalu,hingga tiba waktunya istirahat.
kringg kringg kringg kringg
Bel istirahat pun berbunyi dan semua murid pun bergegas ingin keluar,tapi suara seseorang menghentikan langkah mereka di dalam kelas itu .
“YUKK CAPCUS.....ujar Reyhan dan Sony bersamaan,sahingga membuat Arsila memutar bola mata malas,mereka pun melangkah menuju kantin rame".sehingga mambuat para penghuni Kantin melihat hal itu jadi iri,dimana kelas 11 IPA 1 tersebut kompak dengan Queen bullying di sekolah mereka.
Ada juga pun sebagian siswa yang langsung terdiam karna mereka tidak berani,dan juga takut jadi target Bullyan gengsnya arsila,karna kemunculan Arsila dkk,Arsila pun menaikkan sebelah alisnya saat ada tatapan yang sulit di artikan dari sebagian penghuni Kantin “ada apa ini ” batin arsila.
“ Arsila dan kedua sahabatnya serta seluruh teman sekelasnya lansung merapatkan meja yang ada di kantin tersebut,dimana meja Arsila yang tidak bisa di tempati murid yang ada disana selain gengsnya seflik musuhnya gengs White horses,yang itu geng Arsila dkk.
“ Lo yang pergi pesan sana”titah Sely pada reyhan,yang di jawab dengan anggukan.
“lo semua mau pesan apa?"tanya reyhan
” gue bakso”
“ gue juga”
“ gue nasi goreng ajah”
“ Samain ajah semua yah”tanya Sony yang sedari tadi ia diam,yang dimana ia menatap Arsila mulai dari kelas hingga sampai kantin.dan semua teman sekelasnya itupun menganggukan kepala.
“ dan Lo pesan apa sil?”tanya Sely
“ nasi goreng”
“ minumnya apa?”
__ADS_1
“ es jeruk”
“ gue es teh”
samain ajalah sekalian,keburu bel nih” ujar Siska
"Yah..udah kita pergi pesan dulu” kata Reyhan sambil menarik tangan Sony.
10 menit mereka menunggu dan datangalah Reyhan bersama Sony dan juga yang punya kantin tersebut sambil membawa napan yang berisi.
“ Makanan datang....ujar Reyhan dan Sony bersamaan.
Mereka semua pun akhirnya fokus menikmati makanan dan sesekali bercanda gurau apalagi denga sony yang kelakuannya sangat absurd,sehingga membuat teman" itu tertawa keculi dengan arsila yang hanya tersenyum tipis,hal itu pun tidak ada yang melihat,tapi tiba".
Byurrrrrr
Seseorang menyiramkan kepalanya dengan es teh.
“Hey lo,tunjuknya pada Arsila,Jangan mentang" Lo udah berubah jadi bakal buat gue tidak ingin ngehajar lo,jadi jangan harap Lo tenang,sekali Lo musuh gue akan tetap musuh gue” ujar Alena angkuh pada Arsila dengan tangan yang bersedekap di dada.
Semua mata pun tertuju pada arsila,begitupun dengan kedua sahabatnya serta teman kelasnya,yang Dimana merek khawatir dengan arsila karna ia baru sembuh.
Arsila yang merasa ketenangannya terganggupun dan setika berdiri dan langsung berjalan ke arah Alena,tiba"
Plakkkkkk
Arsila menampar pipi Alena dengan kerasa sehingga sudut bibirnya mengeluarkan sidikit darah,Karna kekuatan jiwa Claudia yang berada di tubuh Arsila,dia tida sengan" menyakiti jika ada yang mengganggu ketenangannya.
Semua orang yang melihat itupun merasa terkejut dengan tindakan arsila yang,baru pertama kali mereka melihat hal itu,yang Dimana dulu Arsila akan pergi ke Abang" nya untuk minta di lindungi,bukan karna takut tapi karna ia mencoba cari perhatian dari kedua abangnya itu.
" BRENGSEKK LOO..teriak Alena yang ingin menampar balik arsila,tetapi belum sempat tangannya menyentuh pipi Arsila.arsila lebih dulu mencekal tangan Alena.
" Jangan pernah tangan busuk Lo tuh nyentuh pipi gue,dan tidak segan" buat tangan Lo patah,atau juga hidup Lo mingkin bisa berakhir”ujar dengan penuh penekan,langsung melepaskan cekalanny,dan melangkah pergi dari kantin tersebut.
Sementara di meja seberang sana yang melihat hal itupun melongo tak percaya.
“ wahh adek Lo,berubah bro”ujar Arthur pada Aliando yang hanya di balas dengan mengadahkan bahunya acuh.
“ hmm tatapannya ko jadi dingin gitu ya?”ujar Arkana yang.
“ mungkin itu salah satu trik,untuk menarik perhatian kita”ujar Aliando yang udah jengah dengan kedua sahabatnya itu.
“ho oh,tapi Lo gak ada rasa aneh gak sama tunangan Lo Yon?" tanya Arthur.
“gak,dia bukan tunangan gue lagi”jawab yondi datar,sontak hal itu pun membuat mereka kaget dan kedua Abang Arsila,serta ada rasa kecewa di hati mereka,tetapi mereka tepis semua itu.
„apah benar dek,kamu udah berubah" ucap batin Arvin sedih,yang dimana ia mengingat adeknya itu selalu mengadu padanya.
“sial!!!awas kau Arsila..!!! Bantin Hana yang kesal
“menarik....semoga Lo semua tidak menyesal”ucap batin seseorang dengan senyum tipisnya dan langsung pergi dari sana meninggalkan para sahabat"nya.
__ADS_1