Transmigrasi Of The Badgirl

Transmigrasi Of The Badgirl
menggemparkan sekolah


__ADS_3

Setelah Arsila sudah berada di kamarnya tapi dia masih bingung,ia belum mengingat apa" karna pemilik tubuh yang di tempatinya belum juga memberi sedikit ingatan,jadi dia lebih memilih untuk duduk di balkon kamarnya,ia juga masih berpikir sampai kapan ia  akan terjebak di dalam tubuh yang di tempatinya,serta tatapan datar dan pandangan yang lurus kedapan.dan ia juga tengah memikirkan keadaan kedua orangtuanya.


" Daddy sama momy gimana yah sekarang,pasti mereka tengah sedih karna kepergianku,maaf dad,mom,kalo saja aku hati"dan tidak ceroboh,tapi saat itu aku sedang kalut dengan perasaanku, pasti kita masih berkumpul,"ujarnya dengan suara yang lirih dan juga tatapan yang masih tetap datar,tapi tidak bisa di pungkiri kalau ia juga tengah  bersedih dengan takdirnya.sebisa mungkin ia menerima semua itu.


" Seandainya aku bisa mutar waktu,dan aku akan lebih hati" walaupun perasaan aku sedang kalut waktu itu," batinnya.


 


  Karena ia tidak ingin berlarut dengan pikirannya dan juga perasaanya yang masih sedih,ia melangkah dari balkon itu menuju kamarnya dan langsung saja ia menjatuh dirinya di atas kasur,dan setelahnya memejamkan matanya.dia pun terlelap dengan mimpinya seperti yang kenyataan.


****


Di alam bawa Sadar,ada seorang gadis cantik,dengan hidung mancung, serta tatapan yang datar dan juga wajah terlihat dingin,  yang tengah duduk,sambil melihat" sekaling gadis tersebut adalah Claudia alexander.


 " Gue di mana ya,ko tempatnya indah bangat," ujarnya Claudia dengan wajah yang tetep masih datar,yang masih betah dengan menatap seluruh keindahan tempat itu,tetepi ia di kejutkan oleh seseorang sosok gadis yang cantik yang tiba"memanggilnya hal itupun membuyarkan lamunannya.


 "Hay Claudia,ujar Arsila memanggil Claudia dengan senyuman manisnya,dan juga tatapan matanya yang lembut.


  " Anj*Ng!!umpat Claudia,Karena ia terkejut dengan sosok yang tiba" ada di depannya,tetapi rasa terkejutnya bisa di normalkan dengan ekspresi wajah yang terlihat lebih datar dan juga tatapan mata yang dingin.ia pun kembali memencingkan matanya menatap setiap inci wajah gadis yang ada di depannya bahwa ia tidak salah  lihat.


  " Hehe maaf yah, udah buat kamu terkejut," ujar Arsila dengan cecengasan yang tidak ada rasa bersalahnya.


 " Hmm,"jawab Claudia yang datar serta tatapan yang lurus kedepan. 


 " Ihh!!jangan datar" gituh kali sama gue," ujar Arsila sambil menggoyang"kan lengan Claudia.


"Hmmm,Napa baru sekarang loh muncul?”jawab Arsila dan sambil  bertanya dengan pandangan yang lurus kedepan serta wajah datarnya.


“hmm,maaf yah habisnya gue senang bangat disini,aku gak harus capek" lagi menarik perhatian mereka,karena gue udah betah bangat disini jadi gue lupa kalo tubuh gue Lo tempatin,hehehe,” ujar Arsila dengan cengesan tak merasa bersalah sedikitpun.


" Ya,Lo asyik di sini,sedangkan gue pusing mikirinnya tau gak,lagi pula Napa gue harus ada di tubuh Lo sih?”kata Claudia yang kembali bertanya.


“yah,gue mintalah sama tuhan, supaya  ada yang nempatin tubuh gue,Karena gue gak bisa masuk lagi  ke raga gue,makanya jadi jiwa Lo dah yang ketarik!”sewot Arsila yang mendenggus kesal,Napa pula gadis di sampingnya itu melayangkan pertanyaan seperti itu menurutnya aneh,bukan ia juga meminta untuk  hidup lagi pikir Arsila.


 “napa harus gue?”tanya Claudia datar.


" Heh! Bego!!Lo Napa nanya" gue kegituh si,Lo yang minta buat hidup kembali bukannya Lo syukurin jug!”ujar Arsila yang tidak sadar sudah membentak gadis itu,tetapi itu tidak di hiraukan Claudia karna ia juga tengah berpikir kalo keadaan tubuhnya gimana.


“jadi tubuh gue gimana dong?"ujar Claudia lirih,yang itupun masih bisa didengar oleh Arsila,dan hal itu membuat Arsila jadi tidak tega melihat Claudia seperti itu,ia pun langsung mengelus punggung Claudia dengan sayang.


 " Udahlah,Lo gak usah sedih lagi,tubuh udah di makamkan dari 1 bulan yang juga,kata arsila yang masih tetap mengelus" punggung gadis itu.karena lama terdiam,Arsila pun langsung sadar kalau waktunya sebentar lagi akan habis sehingga ia langsung menyadarkan gadis yang di sampingnya.


 " Clau,gue gak ada waktu lagi nih, gue mohon sama Lo ubah pandangan Abang" gue terjadi kelakuan gue Selama ini,gue juga titip orang tua gue yah,”kata Arsila dengan memohon sambil mengedip"kan sebelah matanya,hal itupun di lihat oleh Claudia yang merasa jijik dengan dengan ekspresi Arsila.

__ADS_1


" Terus jaminannya apah buat gue!”tanya Claudia datar.


" Emm,tubuh buat Lo,jika Lo udah bisa merubah pandangan mereka,tapi ingat jangan datar yah tuh muka! Dan juga balaskan dendam gue sama tunangan gue,Karena ia sudah membunuh gue,”jawab Arsila yang sambil mengingatkan claudia.


" Tunangan?emang Lo udah tunangan?”tanya Claudia,kerena ia kembali terkejut dengan ucapan Arsila.


"Yah dia bunuh gue,"Boe Arsila yang masih dapat di dengar oleh Claudia,setelah ia menghela nafas pelan,hufhh..kalo gitu gue pergi sarkasnya lagi dan langsung melangkah dari sana setelahnya ia tertelan dengan Cahaya putih yang berkilau.


" Woiiiii.,.Lo mau kemana?gue harus gimana ini baliknya kemana?”tanya Claudia yang tidak sadar bahwa ia tengah mengucpakan lebih dari lima kata,dan setelah ia lagu" mengumpat


" Anjingggg! Gue malah di tinggal" umpatnya dan setelahnya ia melangkah dan menuju cahaya putih yang ada di depannya itu.


Setelah itu barulah ia tersadar,dan terbangung dari mimpinya dengan wajah yang di penuhi keringat serta nafas naik turun.


"Huffhhh,apa maksudnya tadi,tunangan?membunuh? Beo Arsila yang menghembuskan nafasnya pelan.setelahny ia melihat jam weker yang ada di meja belajarnya yang masih menunjukkan jam 02:00 pagi,dan ia pun kembali melangkah kekamar mandi untuk mencuci mukanya.


*****


Pagi pun telah tiba,yang dimana Arsila masih nyaman dengan aksinya yang terbaring di kasur dengan selimut menutupi seluruh badannya,ia pun terganggu dengan cahaya terik dari luar menembus masuk ke arah kamarnya itu,dan ia menggeliat dan terdengar suara lengguhan khas bangun tidur.


" Enggghhhhh,setelahnya ia membuka mata dan kembali melihat jam yang sudah menunjukan 06 :10,yang berarti ia masih sempat untuk berkemas,dan iapun langsung pergi kekamar mandi,setelah 20 menit,ia sudah selesai dengan pakaian seragam sekolah yang lengkap,Karna sedari tadi ia mengobarak" isi lemari,Karna menurutnya seragam pemilik tubuh yang di tempatinya seperti mau nge Lo*t*.


" Hmmmm,cantik"gumamnya,yang dimana ia tengah memakai hoddie,dan juga memoleskan sedikit Liptin di bibirnya serta bedak yang tepis,dan rambut di gerai,yang di mana ia terlihat sangat cantik seperti bidadari yang turun dari kayangan ( tapi boong!! Hehe).dan setelahnya ia turun untuk sarapan.


”sayang,kamu cantik” ujar mama Sasa yang masih menatap putrinya itu.


" Hmm,makasih mam,kata Arsila dan lansung mendudukkan bokongnya di salah satu kursi.


“Yah sama"sayang!”jawab mama Sasa.


“Kamu cantik prinses”ujar papa Ferdi yang tengah memuji putrinya itu yang dimana i sudah lama tidak melihat penampilan putrinya itu,tetapi sekarang ia merasa senang Karna putrinya itu sudah kembali seperti dulu.


“udah" sarapan dulu nanti telat,kamu mau apah sayang”tanya mama Sasa pada Arsila yang sudah menyuruh mereka sarapan cepat agar anak"nya itu tidak telat sampai di sekolah.


“nasi goreng aja mam,” jawab Arsila,dengan nada yang mencoba lembut,ia juga melihat tatapan sinis dari salah satu abangnya,tetapi dia tidak hiraukan.


" Kamu cantik dek,”batin Arvin yang masih setia menatap adiknya.


" CK!caper,” batin aliando.dan langsung bangkit dari duduk,setelahnya ia langsung pamit,aku pergi dulu mam pa" ujar aliando sambil menyalami tangan kedua orangtuanya,dan lansung melenggang pergi,dan di ikuti oleh Arvin.


“ ma,pa aku juga berangkat ya,”ujar Arsila.


" Kamu mau naik mobil apah diantar supir ajah,” tanya mama Sasa.

__ADS_1


“naik mobil ajah ma.” jawab Arsila,sambil melangkah pergi dari sana,setelahnya ia langsung masuk ke mobil dan melakukannya dengan kecepatan sedang.


*****


Setelah 10 menit menempuh perjalanan dari rumah kesekolah,sekarang ia sudah sampai di parkiran sekolah,tetapi ia masih betah di dalam mobil,yang masi betah melihat" sekeliling sekolah yang sangat luas,setelah di rasa cukup iapun keluar dari mobil seperti slowmotion dengan gerakan lamabat,mengibaskan rambutnya kebelakang dan berjalan dengan tatapan yang datar serta wajah yang dingin,meninggalkan area parkiran yang rame gara" dirinya.


Gila siape tuh cewe cantik bangat


  Yah benar cantik bangat anjirt


   Wah apalagi bodynya gools bangat anjirt


   Hay cantik mau gak jadi pacar Abang


Hahaha halu lu 


   Cantikan gue kali 


   Ah masa kalo itu bilang


   Tapi ko kayak gak asing yah tu muka mirip dengan arsila Quenn bullying itu tuh


   Yah benar,tapi ko makin cantik dan sepertinya tatapannya datar yah 


   Tapi dia berubah bangat yah


   Aelahh mungkin itu cuman trik ajah agar menarik perhatian Adrian 


   Op kali tuh


  Seperti itulah pekikan" siswa siswi di sekolah tersebut,tetapi tidak di hiraukan oleh Arsila.


Yang dimana ia melangkah di koridor sekolah dengan pandangan lurus kedapan serta wajah yang datar,dan dimana banyak yang melihat ia denga tatapan iri benci serta mengagumi kecantikannya


Tiba" saat ingin berbelok ada seseorang yang meneriaki namanya.iapun langsung memutar kepalanya untuk melihat kebelakang siapa yang telah memanggilnya.


“silaaaaaaa tungggguu”ujar Siska sambil berlari di ikuti oleh Amel di belakangnya.


Setelahnya merekapun melangkah menuju kelasnya,hal itupun tidak luput dari pandangan anggota inti geng audora yang di mana mereka masih di parkiran bersama seorang gadis yang polos yang tengah mengepalkan tangannya.


  “kenapa loh gak mati ajah Arsila anjingg!” batin Hana Sambil mengumpati Arsila.


Iapun tidak sadar bahwa sedari tadi ada seseorang yang memperhatikannya,sehingga sudut bibirnya sedikit terangkat keatas seperti senyum smirk.

__ADS_1


__ADS_2