Transmigrasi Of The Badgirl

Transmigrasi Of The Badgirl
markas audora


__ADS_3

Sementara para anggota inti audora, sedang berada di rooftop sekolah,mereka membolos mulai dari jam pelajaran pertama sampai pergantian pelajaran kedua.karena mereka malas mengikuti pelajaran sebab ketua mereka tidak masuk sekolah,dan tidak ada satupun yang tau dimana ketua mereka berada.


" Lo pada  tau  gak,  si bos  dimana ?" tanya arkana,hanya di balas dengan gelengan kepala.hal itu membuat arkana mendenggus


tempat itu pun  seketika sunyi seperti kuburan,Aliando yang tidak suka suasana seperti Itu,sehingga ia kembali bertanya pada salah satu sahabatnya.


" Bukannya Lo,kemarin pulang dari rumah gue, bareng sama si bos ya?" tanya aliando pada Arthur, yang lain pun memutar kepala untuk  menatap pada Arthur.


" Hufffhhhhh....ya,tapi gue pulang ke apart!" jawab Arthur yang menghela nafas kasar,Karena semua sahabatnya menatapnya berbagai  tatapan.


" Gue pikir Lo,ikut si bos ke mensionnya!" Ujar aliando santai.


" Gaklah!" Sewot Arthur malas.


Berbeda dengan 2 pemuda yang sedari tadi diam hanya menyimak percakapan para curut di hadapan mereka.


" Lo berdua diam- diam baek dari tadi?" tanya Arthur  jengah melihat kedua sahabatnya itu,ia juga bingung kenapa harus mempunya sahabat seperti kutub,sama halnya dengan Abang  sepupunya." CK! tidak ada bedanya sama Lo bang!" Ucap batin arthur.


 " Hahaahahaaaaaa....di cuekin Lo ya,kasihan !" kata Aliando tertawa kencang Karena melihat wajah Arthur yang kesal.


" CK! bukannya kasihan Lo! malah ngetawin gue"! Ujar arthur mendramatis,dengan wajah yang di buat- buat sedih,hal itu pun membuat yang lain melihat itu jijik dan ngeri.


"Muka Lo nyet! Jijik gue liatnya! " Ujar arkana menatap sinis pada Arthur.


" Ya,anjirtt! gue ngeri, liat Lo gitu! sewot Aliando yang menatap heran dengan sahabatnys itu


" Lo berdua emang gak setia kawan! Ujar Arthur marah.


" Heh! Nyet! Lo itu bukannya tambah cakap,tapi malah seram bego" kata aliando mengumpat sahabatnya itu.


" Ya ben...,belum selesai Arkana ngomong,tapi udah terpotong oleh suara seseorang terdengar dingin.


" Brisikkk! " Sentak yondi datar menatap ke 3 curut dengan tatapan tajam,seketika nyali mereka ciut dan juga menelan salivamya takut.


" Sorry waketu" ujar para curut bersamaan.yang tidak di hiraukan oleh yondi karena ia kembali menatap ke depan dengan tatapan sulit di artikan.


Berbeda halnya dengan Arvin,ia hanya tersenyum tipis melihat wajah para curut yang seperti tertekan.


***


Sedangkan di sisi lain seorang pemuda tampan yang berada di depan bangunan mewah,dan juga tinggi,yang tiba di sana dan menatap sekeling bangunan,setelah ia melangkah masuk ke dalam bangunan tersebut.belun juga sampai di pintu masuk sudah banyak yang menyambutnya serta memberi hormat pada pemuda itu.


" halo bos,apa kabar" tanya salah satu  pria berbadan kekar,serta menyapa pemuda di hadapannya  sambil membungkuk sedikit badannya yang di kuti oleh yang lain.


"  hmm." Jawab  Devano datar, langsung melangkah masuk ke dalam bangunan itu.


Devano pun sudah berada di dalam bangunan itu yang tidak lain adalah markas audora, bangunan  itu  bertingkat 4 yang memiliki banyak kamar untuk para anggota lainnya serta kamar untuk anggota inti dan juga ada ruangan pribadi untuk devano, ada juga ruangan bawah tanah. Ia pun langsung mendaratkan bokongnya pada sofa yang ada di ruangsn itu,sambil memanggil salah satu anggota yang lain.


" Sat!" ujar devano  datar, memanggil salah satu pemuda yang lumayan tampan.dan jangan lupakan dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


"Ada apa paketu, manggil gue? tanya satria santai,Karena ia sudah. biasa melihat tatapan dari bosnya itu.


" Kenan? tanya devano datar dan singkat.


" Masih di kampus bos" Jawab satria santai,karena ia sudah mengerti dengan cara bicara devano yang irit serta datar dan juga dingin.ia pernah stress karna tidak bisa mengartikan semua omongan bosnya itu,sampai dia harus belajar pada sepupu atau tangan kanan bosnya itu.


" Lama?" tanya  devano datar


" tidak bos,bentar lagi juga pulang" jawab satria satria.


"Ko sendiri bos? .mana yang lain?  jangan bilang  bos bolos ya? tanya satria yang  nyerocos sambil memincingkang matanya menatap pada devano.


" Gak!" Jawab devano datar  yang menatap lurus kedepan.


" Trus kalo bukan bolos, apa dong bos?" tanya satria lemot,hal itu pun membuat devano membuang nafasnya kasar.


" Gak masuk" jawab devano mencoba sabar menghadapi ke lemotan anggotanya itu, ia juga heran dengan dirinya sendiri kenapa ia bisa sesabar itu jika sudah berhadapan dengan satria yang tingkat kelemotannya di luar nalar pikirnya, " kalo bukan bagian dari audora udah gue cincang Lo!"ucap batin devano satria.


" Oh,git....belum selesai selesai satria ngomong sudah duluan terpotong oleh suara yang membahana sehingga yang ada di dalam markas tersebut harus menutup telinga masing".


" YUHUUUUUUU BABANG KENAN YANG TANPANNNN INI SUDAH PULANGGG....teriak Kenan memasuki markas.


" Woii bangsul! Suara Lo ke toa,sakit kuping gue!" Ujar satria kesal,menatap Kenan dengan tatapan sinis.


" Ya, elahh sirik ajah Lo!" Sewot Kenan malas,dan menatap pada devano yang masih duduk anteng dengan tatapan dingin.


" Hmm" jawab devano datar.


" Ngapain bos kesini?" tanya Kenan.


" Pengen"jawab devano datar.


" Ha! Pengen ngapain? " tanya Kenan kepo.ya dia adalah Kenan kusuma ( tangan kanan devano) orangnya baik,mudah senyum,ramah serta penyayang, tetapi sedikit bobrok, dan absurd,ia hanya hangat pada semua anggota audora.tetapi jika dengan musuhnya ia akan jadi berubah seperti iblis,yang tidak bulu,tua atau muda,wanita atau laki, ia akan membabat semuanya sampai habis.


" Suruh kumpul" ujar devano datar.


" Untuk apa?" tanya Kenan kesal,pasalnya bosnya itu seperti kutub 1000 pintu. " apa ada   wanita  yang suka pada dia ya,kalo ada kurasa wanita itu udah gila!" Ucap batin kenan.sambil berjalan mengikuti bosnya itu serta para anggota lainnya terkecuali anggota inti.


***


Disinilah mereka di ruangan rapat,yang biasa mereka pakai untuk mendiskusikan sesuatu yang penting.hal itu pun membuat yang lain bertanya" di dalam hati mereka,kenapa cuman mereka,di mana anggota inti,karena baru pertama kali ini mereka di suruh kumpul oleh bosnya terkecuali anggota inti.


" bos, ngapain kita di suruh kumpul?" tanya Deril mewakili anggota yang lain.


" Ya bos, ada apa sebenarnya?" tanya satria bingung.


" Lo! Kalo mau ngajak kumpul,kasih tau anggota yang lain?" Ujar Kenan malas,ia jengah dengan sifat bosnya itu.


"  Tunggu bos,anggota inti belum di sini juga kan ! Apa tidak sebaiknya kita tunggu dulu mereka datang kemari,baru kita kumpul di sini bos" ujar deril yang memberi sedikit saran,tetapi itu tidak di hiraukan oleh devano.

__ADS_1


" Apa dari kalian ada yang ingin berhianat!!"ujar devano dingin serta tatapan tajam pada seluruh anggotanya. hal itu pun membuat semua anggota menelan salivanya takut karena melihat tatapan tajam dan seperti tengah mengitimidasi  mereka.


" Tidak ada bos" jawab mereka serempak,ya karena mereka tidak mau mati konyol hanya untuk melakukan sebuah penghianatan,hal itu pun membuat mereka bingung siapa yang berjuang,mau bertanya tapi mereka semua takut.


" Napa lo ngomong gitu ke mereka?" Tanya Kenan menatap heran dengan bosnya itu.hanya di balas dengan gelengan kepala,justru membuat kenan mendenggus kesal.


" Bubar!" Ujar devano bangkit dan berjalan ke arah ruangan pribadinya.


" CK! Semuanya bubarrr!" Kata Kenan dengan suara yang keras.


Semuanya pun bubar dari sana dan langsung menuju tempat masing" ada yang main hp,nonton tv,serta ada juga yang berrbutan makanan atau cemilan.


****


Di ruang pribadi ia tengah mengatok Atik laptopnya yang kembali melihat data" sesorang yang sudah ia retas 2 hari yang lalu. Lalu ia mengambil hendponnya untuk menelpon Kenan.


" Halo," jawab Kenan.


" Ruangan pribadi" kata devano,langsung mematikan telpon secara sepihak.


Sedangkan di posisi kenan yang misuh" Karan telponannya di matikan secara sepihak oleh bosnya itu


" CK! Punya bos gini amat!! Gumamnya pelan yang hanya di dengar olehnya,dan berjalan menuju ruangan bosnya itu.


Clekk


Pintu pun terbuka,ia pun langsung berjalan mendekat ke arah devano.


" CK! Ngapain Lo nyuruh gue kesini?" tanya Kenan ketus.tapi hanya di balas dengan tatapan dingin


"  Hufffhhh..ada apa Lo manggil gue?" tanya kenan kembali,sambil menghela nafas kasar.


" Lo selidikin dia!" Ujar devano sambil memberikan selembar foto serta data" seseorang.


" Hah? Baut apah?" tanya kenan kegat,bagimana tidak ia di suruh nyelidikin salah satu anggota inti audora,ia berpikir bosnya itu udah gila atau kesurupan seorang jin.


' gue curiga sama dia" jawab devano sambil memberikan laptopnya di hadapan Kenan.


Lagi" membuat kenan terkejut,bagiamana bisa seorang anggota inti Selama ini sudah di percaya,mencoba ingin berhianat.setelah melihat semua yang ada di laptop, ia pun mengepalkan kedua tangan,serta tatapan tajamnya.


" Ok,gue akan mata - matai dia dari jauh" kata Kenan,yang sudah geram dengan salah satu sahabat bosnya itu,jika di izinkan untuk membunuhnya ia akan langsung melaksanakannya.


" Hmmm' jawab devano datar,langsung berdiri dan melangkah dari sana.


" Mau kemana Lo?' tanya Kenan kesal.karena ia langsung di tinggal tanpa permisi.


" Pulang"'jawab devano,iapun langsung melangkah dari sana.


" Punya bos gini amat ya! Tuhann beri aku kesabaran" gumam Kenan pelan sambil memohon pada yang maha kuasa,ia pun kembali menatap pada laptop yang di hadapannya itu.  "  Tunggu permainan Lo,Karena Lo sudah berani berhianat pada keturunan Wilson " ucap batin Kenan dengan seringai bak iblis.

__ADS_1


__ADS_2