Transmigrasi Of The Badgirl

Transmigrasi Of The Badgirl
cafe


__ADS_3

Setelah kejadian tadi kini Arsila sudah berada di kamarnya ia menghela nafas pelan karna tidak habis pikir dengan kelakuan Hana,ia pun mengambil hendponnya dan mengetik sesuatu pada seseorang.


“mending gue keluar dulu,bosan disini”ucap batin arsila.


Setelahnya ia turun dari lantai atas,sesampainya di bawah ia melihat para sahabat" abangnya  yang tengah asik main games,ia pun tidak menghiraukan itu semua,Karena tujuannya lebih penting saat ini.


“mau kemana Lo?”tanya Aliando dengan ketus yang melihat Arsila yang sudah ada di gang pintu.


“ bukan urusan lo!”jawab Arsila datar.


Tiba - tiba arvin datang dari arah dapur yang membawa beberapa cemilan,karna ia penasaran dengan adiknya itu,bahwa yang ia lihat Arsila memakai jaket kulit hitam serta celana jens hitam yang sedikit sobek- sobek di area lututnya,ia pun mendekat dan bertanya yang mencoba dengan nada yang lembut.


“dek,kamu mau kemana?”tanya Arvin santai dengan wajah datarnya.


Sehingga membuat sahabatnya yang mendengar dan melihat hal itu merasa terkejut,bagaimana tidak,mereka baru pertama kali ini melihat Arvin lembut pada Arsila,apa mungkin dia ke rasukan jin baik pikir mereka,kecuali ada seseorang yang melihat itu hanya menampilkan senyum tipisnya.


“mau keluar!”jawab Arsila datar,ia pun merasa terkejut dengan sikap abangnya tuh tetapi rasa terkejutnya bisa ia netralkan dengan wajah datarnya.


“ck!!! Bilang ajah Lo mau ngejal**g!”sewot Arkana yang menatap sinis pada Arsila.


Plakkkkk


“sssshh..sakit bego!Napa Lo geplak kepala gue?”tanya Arkana pada Arthur sambil meringis karna geplakan itu lumayan keras.


“lo,kalo ngomong di filter bego!”sewot Arthur menatap sinis pada Arkana,menurutnya temannya itu harus di kasih sedikit kekerasan.


“ya,suka - suka gue lah! Mulut! mulut gu.....belum selesai ia ngomong sudah duluan tangan Arthur menutup mulut Arkana.


Sedangkan Arsila hanya menatap datar mereka,dan kembali bersuara.


“lo! Gak ada urusannya sama gue! Urus diri Lo sendiri,sebelum menilai orang lain!"ujar Arsila datar dan dengan penuh penekanan,sehingga membuat arkana bungkam yang hanya bisa mengepalkan tangannya.


“dek,ini udah bangat,sebaiknya jangan keluar ya,”kata Arvin yang seperti tengah membujuk adiknya itu,bagaimana pun ia juga kwhatir.


“ gue ada urusan penting,jadi jangan halangi gue," jawab Arsila datar,setelahnya ia pun melangkah,karna ia ada janji pada seseorang.


” Hufffhhhhh,apa kamu masih marah sama Abang dek,”gumam Arvin pelan yang hanya bisa di dengar olehnya,dan menatap punggung Arsila dengan tatapan sendu, sambil menghela napas panjang.


Ia pun berbalik badan dan berjalan ke ruang tamu untuk bergabung dengan sahabatnya,setelahnya ia duduk di sofa sambil menunduk sedikit kepalanya,hal itu pun d lihat oleh Arthur dan devano,sehingga Arthur melirik pada devano,yang di balas dengan meluruhkan bahunya acuh.


Karana Arthur merasa kasihan dengan sahabatnya itu sehingga ia pun mendekat pada arvin dan mengelus punggungnya.


“ sabar bro,gue yakin dia pasti bisa jaga diri,” ujar Arthur menenangkan sahabatnya.cuman ia dan devano yang mengerti bagaimana perasaan Arvin sekarang.


“ thanks” jawab Arvin dengan nada yang santai

__ADS_1


“ ya,sama - sama bro," ujar Arthur


3 jam pun berlalu dan hari sudah mulai sore,yang dimana para anggota inti audora masih betah di sana karena mereka tengah sibuk dengan games masing - .masing dan tidak ada yang menyadari kalo hari sudah mulai sore,berbeda dengan Arthur dan devano yang bangkit dari duduknya sehingga hal itu membuat para sahabatnya mengalihkan pandangannya.


“ mau kemana Lo? Si bos juga? " Tanya Arkana pada Arthur  dan devano yang mendahului sahabat - sahabatnya dan langsung di angguki oleh mereka.sambil menatap mereka berdua secara bergantian.


“ gue ada urusan,kalo si bos ngga tau sih,” jawab Arthur  dan melirik kearah devano,di balas hanya dengan tatapan datarnya sehingga membuat arhtur mendengus kesal melihat itu.


“ mau kemana bos ?" Tanya yondi datar yang menatap devano separti menunggu jawaban.


“ pulang” jawab devano datar serta tatapan datarnya,setelah ia pun melangkah dan pergi dari sana dan langsung di ikuti oleh Arthur di belakangnya karna ia ada janji dengan seseorang,ia tidak ingin berlama - lama di sana.


“ CK!! Tembokkkk!!” teriak Arkana yang kesal pada bosnya itu, dan tidak di hiraukan oleh devano,tetapi berbeda dengan Arthur yang cecekikan di belakangnya.


****


Sementara di cafe,Arsila tengah menunggu seseoarang sudah 3 jam ia di sana tetapi orang yang dia tunggu” pun belum juga datang hal itu membuat Arsila bosan,sehingga ia melangkah kearah pintu tetapi saat ia melihat ada seorang pemuda yang menuju ke arahnya.


“ sorry ya, habisnya gue ke asikan tadi main games, hehehe,” ujar Pemuda itu dengan cengesannya dan sambil menaik turunkan salah satu alisnya.


“ hmmm” jawaba Arsila datar yang membuat pemuda itu mendengus kesal.


“ GK usah datar gitu kali!” sewot pemuda itu dan menatap Arsila sinis,tetapi tatapan itu tidak di hiraukan.


” btw ngapain Lo ngajak gue ketemuan di sini ?" Tanya Arthur pada Arsila, pemuda yang bersama Arsila sedari tadi adalah Arthur.


“ apah?" Tanya Arthur,sambil melihat - lihat sekeliling cafe


“ ini tentang Lo deng.....belum selesai Arsila ngomong sudah lebih dulu di potong oleh Arthur.


“ Lo udah makan?” tanya Arthur dengan wajah tengilnya,sehingga membuat Arsila hanya memutar bola mata malas.


“ hmmmm” jawab Arsila datar


“ ohh,tunggu bentar gue mau pesan minum dulu,” ujar Arthur ssmbil memanggil salah satu pelayan.


" Mbak" panggil Arthur pada salah satu  pelayan yang tidak jauh dari mereka.


“ yah mas, mau pesan apah ya?” Tanya pelayan cafe


“ saya mau jus lemon aja mabak" jawab Arthur yang di angguki pelayan cafe tersebut dan melihat ke arah Arsila.


“ Lo mau apa sil?” tanya Arthur sambil menatap Arsila dengan tatapan lembutnya.


“ samain aja," jawab Arsila santai

__ADS_1


“ ohh,jus lemonnya 2 ya mbak” ujar Arthur ,dan di angguki pelayan tersebut,setelahnya pelayan itupun pergi dari sana.


“ Lo tadi mau ngomong apa?" Tanya Arthur dengan wajah yang serius


“ bentar ajah, nunggu pesanan," jawab Arsila santai dan jangan lupakan wajah datarnya itu serta tatapan mata yang dingin.


“ hmm," awab Arthur cuek.


2 menit kemudian pesanan mereka pun datang.


“ nih pesanannya yah mas mbak," ujar pelayan itu sambil .meletakkan di hadapan mereka.


“ ya, makasih ya mbak," jawab Arthur dan hanya di angguki pelayan tersebut.


“  minum dulu biar enak ngomongnya," ujar Arthur.


“hemm," jawab Arsila yang kembali mode datar.


" CK! Lo bisa gak, ga usah datar  gituh sama gue," tanya Arthur kesal,dan tidak di hiraukan oleh Arsila,sehingga Arthur hanya bisa menghela nafas pelan.


“ udah ko mau ngomong apa? Tanya Arthur dengan wajah serius menatap pada Arsila.


“ apa yang Lo ketahui tentang Hana?" Tanya Arsila to the point,karna ia harus mencari bukti agar bisa meluruskan pandangan Abangnya serta seluruh anggota inti geng audora.


“ hmmm,kalo menurut gue sih,dia sedikit berbahaya buat Lo,tapi tenang ajah gue akan selalu ada di pihak Lo," jawab Arthur dengan tatapan yang tulus.


“ hmmm, gue tau," ujar Arsila yang membuat arthur sedikit terkejut


“ dari mana Lo tau," tanya Arthur,hanya di balas dengan meluruhkan bahu acuh,sehingga membuat Arthur kesal melihat adik sahabatnya itu.


“ ada hubungan apa Lo sama devano?" Tanya Arsila,hal itu pun langsung mambuat Arthur terkejut bukan main.


“ emang kenapa?"bukannya malah menjawab tapi malah balik bertanya.


“ Lo sepupu devano ya?" Tanya Arsila to the point


Hufffhh....ya gue sepupunya," jawab Arthur sambil .menghela nafas panjang,mau ingin menyangkal pun ia tidak bisa Karena Arsila sudah mengetahuinya,sehingga membuat ia bingung dengan gadis di hadapannya itu.


“ gak ada yang tau , kalo Lo sepupunya devano bahkan para sahabat Lo?" Tanya Arsila dengan santai.


“ ya, benar tapi jika ingin Lo mau semuanya tanya aja devano," jawab Arthur tenang dan sambil memberi saran agar gadis itu tidak bertanya lebih jauh,karna itu bukan ranahnya untuk membuka indentitas keluarga mereka.


 “ maaf sil,tuh bukan ranah gue,sebaiknya Lo tanya vano ajah", batin arthur


" Hmmmm," jawab Arsila datar,ia pun langsung melangkah dari sana,karna hari sudah mulai gelap,ia pun tau jika Arthur takut  salah ngomong,karena itu bukan ranahnya.

__ADS_1


“ gue antar Lo pulang ya," ujar athur menawarkan dirinya mngantar Arsila.


“ gak usah, gue bisa pulang sendiri” jawab Arsila lalu pergi dari sana.


__ADS_2