
Seorang pria baya sedang berada di sebuah rumah yah mewah tepat di hutan, tetapi jauh dari pemusiman warga.rumah tersebut jika di lihat dari luar seperti tidak berpenghuni sedikit seram,jika di dalam terlihat indah dan mewah.
Pria baya tersebut tengah menelpon suruhan untuk menghabisi salah satu anggota inti audora.
Drrt drrt drrt
Bunyi suara handphone di seberang sana.
" Halo bos"jawab sesorang pemuda
" Halo,kau dimana?" tanya pria baya tersebut.
" Saya lagi di luar bos,ada apa bos menghubungi saya" jawab seseorang pemuda itu dan bertanya pada pria baya.
"Saya ingin kamu membunuh seseorang" jawab pria baya itu.
" Siap apa bos?" tanya seseorang pemuda.
" Lebih baik kau datang ke mension,nanti aku akan jelaskan" jawab pria baya.
" Siap bos!"jawab pemuda tersebut,setelahnya ia langsung mematikan telponannya serta melangkah dari sana,untuk menjumpai bosnya itu.
****
Di sisi lain Amel yang ingin pergi ke mension sepupunya,tetapi di tengah jalan ia melihat siluet sesorang yang familiar.ia pun mengikutinya dari jauh.
" Mau kemana mereka?" Gumam Amel pelan,serta melajukan mobilnya untuk membunti mobil yang melaju di depannya.
Sedangkan orang yang di dalam mobil yang di buntuti Amel,tidak mengetahui jika mereka tengah di ikuti sampai tujuan.
" Kita mau kemana?" tanya seorang gadis pada pemuda yang berada di sampingnya.
" Kita akan ke mension!" jawab pemuda itu kesal.
" Ngapain Lo ke mension?" tanya Hana pada arkana.
" CK! Lo bego apa gimana!" Sahut arkana jengah dengan gadis di sampingnya.
" Udah ahk! Gue lagi malas!" Ucap Hana kesal.
" Napa Lo kesal gitu?" Tanya arkana yang melihat Hana yang tengah kesal,ia hanya bisa terkekeh.
" Gak!" Ketus Hana.
" CK! Bilang ajah, Lo malu kan?" tanya arkana sambil memincingkan matanya melihat Hana yang seperti singa kelaparan siap untuk menerkam mangsanya.
" GAKKK!!" bentak Hana menatap tajam pada Arkana.hal itu membuat Arkana langsung diam dan tidak ingin berdebat lagi dengan gadis gila di sampingnya.
Tiba" Hana mengingat apa yang di bisikan oleh Arsila di kantin sekolah tadi.
" Gawat!! dari mana dia tau,kalo gue udah punya suami!" gumam Hana pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Arkana.
Arkana hanya diam tetapi di dalam hatinya ia juga berpikir bahwa apa yang sudah di ketahui oleh adik dari sahabatnya.tak berselang lama mereka pun sudah sampia di depan mension.
" Udah,ayo turun" ujar arkana membuyarkan lamunan Hana.dan membuat Hana terkejut,ia hanya bisa mendenggus kesal,tetapi ikut turun juga.mereka pun langsung melangkah sana.
Sedang emel mengikuti mereka sedari tadi,Merasa terkejut dengan apa yang ia lihat,bahwa mension itu milik dari keluarga Arkana.
" apa sebenernya hubungan mereka?" Gumam Amel pelan,ia pun kembali fokus melihat ke depan.dan ia pun kembali terkejut melihat ada seorang pemuda yang langsung memeluk Hana serta mencium keningnya.
" Siapa pria itu?" ucap batin Amel,yang terus menatap pungung mereka yang hilang di balik pintu. " Sebaiknya gue pergi sebelum ada yang melihat gue" gunanya pelan,dan langsung melangkah dari sana.
setelahnya masuk ke dalam mobil,ia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
***
Di dalam kamar Arvin yang tengah termenung memikirkan atas perubahan sikap Arsila,yang beberapa hari,hal itu membuatnya merasa kehilangan atas sikap adiknya itu selama ini yang selalu cari perhatian pada dan juga Aliando, tetapi ia hanya acuh selama ini.
" Huffffhhh...Napa Lo berubah dek?"gumam Arvin pelan sambil menghela nafas kasar.tiba- tiba handponnya berdering yang berhasil membuyarkan lamunannya,ia melirik sekilas kalau menjawabny.
" Halo" jawab Arvin datar.sehingga membuat di seberang sana hanya bisa mengumpat.
__ADS_1
" Anjirtt!" gak usah datar juga!" Sahut Arthur kesal,yah Arthur lah yang tengah menelpon Arvin.
" Apa?"tanya Arvin.
" CK! Lo dimana?" tanya Arthur,bukannya malah menjawab tapi bertanya balik.
" Di mension!" jawab Arvin ketus.
" oh,Lo datang ke mension si bos" ucap Arthur.
" Hmm" jawab Arvin hanya berdehem saja.
" ok,kita tunggu,dan sekalian ada yang gue kasih tahu sama Lo" ucap athurt santai.hal itu membuat Arvin bertanya - tanya dalam hatinya,setelahnya di matikan secara sepihak oleh Arvin dan bangkit dari sana berjalan menuju pintu.
" CK! kebiasaan ya! gak bedanya Lo sama Abang gue!" gumam Arthur kesal.
****
Arvin yang tengah melakukan motor spot untuk menuju mension sahabatnya,karena ia dalam berpikir tentang apa yang akan di kasih tau oleh sahabatnya itu,sehingga ia tidak sadar bahwa di ikuti oleh beberapa orang yang berpakai baju hitam serta penutup wajah.
" Ayok cepat! Kejar!" ucap salah satu dari mereka.karena mereka sudah melihat target yang akan mereka ringkus.
" ayok,cepat! Jangan sampai kita kehilangan jejaknya!" Ucap pria gendut membalas omongan temannya.
Mereka pun langsung mengikuti motor Arvin yang sedang melaju santai.
Karena merasa ada orang yang mengikuti Arvin,ia pun melihat dari kaca spionnya,betapa terkejutnya ia melihat sekumpulan pria gagah yang terus mengikutinya,kerena tidak ingin membuang- buang waktunya ia pun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi,dan menyalib² membuat pengederan lain menyumpah serapahi Arvin.
" CK! sial! siapa mereka?" gumam arvin di dalam helm fullfacenya,karena kembali melihat ke belakang.ia pun kembali menaikkan gas motornya lebih kencang.
Tetapi kebaika tidak berpihak padanya kerena ia sudah di kepung oleh para pria berbaju hitam itu.sehingga terdengar decitan ban motor yang tiba- tiba mengerem.
Ciiiiittttttt!!!!
Suara motor Arvin yang terdengar kerasa.ia hanya bisa memukul motor itu dengan tanganya karena ia sudah kesal.
" Sial!" Umpat Arvin kesal.dan langsung turun dari motornya melangkah pada pria yang sudah siap ingin membunuhnya.
" Siapa kalian? " tanya Arvin datar serta tatapan tajam dan dingin mampu membuat mereka terasa termidasi.
" Hahaahhaaa....Suara ketawa dari pria baju hitam itu.
" CK! Maju kalian! Satu²!" Sahut arvin datar.
" Heh bocah ingusan! kamu pikir bisa mengahabisi kami semua dengan tangan kosongmu itu! " Ucap ketua dari sekumpulan pria itu.
" CK! decak Arvin jengah melihat mereka yang menertawakannya,karena tidak ingin buang- buang waktu ia pun langsung maju untuk melawan mereka semua.
' bugh'
' bugh'
'bugh'
' krekkk!'
' ahkkkkk!'
Terdengar suara patahan tulang yang keras di dalam gelapnya malam,dan mengakibatkan erangan sakit seorang dari mereka,seketika mereka semua yang melihat itu bergedik ngeri dan membayangkan itu terjadi pada diri sendiri. pertarungan pun kembali memanas yang dimana Arvin mendapatkan bogeman tepat di sudut bibit sebelah kirinya.
'bugh'
' bugh'
Arvin pun mundur beberapa langkah kerena tiba - tiba mendapat bogeman di sudut bibirnya dan mengeluarkan sedikit darah.
" CK!sial! Bisa mati gue di sini jika melawan mereka semua!" gumam Arvin pelan dan tetap menatap pada semua lawan dan jangan lupakan wajah dinginnya.
Kerena tidak ingin memberi kesempatan pada musuh, ia pun kembali maju menyerang mereka semua.
***
__ADS_1
Sedangkan Amel yang terus melajukan mobilnya seperti biasanya,dan menatap lurus kedepan,serta pikiran yang berkelana kemana² terutama dengan yang ia lihat tadi.
" Ada hubungan apa mereka berdua?" ucap batin Amel.
Karena terlalu berpikir,sehingga ia tiba - tiba mengerem mendadak,karena ada pengeroyokan di depan sana.
"Anjingg!" umpat Amel Kesal dan memukul stir mobilnya,ia pun mendonggakkan kepalanga melihat ke depan dan mengerditkan dahinya heran melihat orang- orang yang masih suka keroyokan di tengah malam.
" CK! Masih aja suka keroyokan!" Ucapnya kesal,ia pun keluar dari dalam mobilnya dan berdiri tepat di samping memerhatikan gerak gerik semua orang yang bartarung.
" Itu bukannya Arvin ya?" Gumamnya pelan dan hanya bisa di dengarkan oleh diri ha sendiri,ia pun kembali memincingkan matanya karena melihat orang yang ia kenal dan merasa familiar.
" Arvin"ucapnya,karena melihat pemuda itu sudah cukup kewalahan,ia pun maju untuk membantunya.
' bugh'
' bugh'
tendangan yang cukup kuat dari seseorang,dan langsung menghentikan pertarungan itu.mereka pun yang melihat itu seorang cewe di tengah malam masih berkeliaran.
" CK! Bisanya cuman keroyokan! Cemen!" Ucap Amel menatap pada sekumpulan pria itu dan menjatuhkan ibu jari tangan kebawah.
Arvin yang melihat itu pun sedikit terkejut dengan keberadaan gadis di depannya.ia pun melangakah dan memastikan bahwa ia mengenal gadis itu.
" Lo! Ujar Arvin terkejut setelah melihat wajah gadis itu.
" Hmm" sahut Amel cuek hanya berdehem saja,malas melihat Abang dari sahabatnya,yang tidak pernah ada untuk sahabatnya jika dalam keadaan sulit.
" Waahh! Ada cewek cantik nih!" Ucap seorang dari kumpulan pria itu.
"Heh! Malam² gini tidak baik kalo cewe secantik kamu keluyuran!" Sambungnya lagi dengan sedikit nada sensual.
" CK! mending Lo semua pergi dari sini, sebelum gue menghabisi Lo pada!" ucap Amel Santai dan mencoba berbaik hati agar tidak mengantar nyawa mereka ke neraka.
" Hahahhaaaaa...Suara ketawa meraka,menurut mereka gadis itu hanya bercanda,bagaimana bisa seorang gadis mengahabisi mereka seorang diri.
Karena merasa geram para pria itu Amel pun melangkah dan menyerang mereka secara bertubi² dengan gerakan tak terbaca.
' bugh'
' bugh'
'bugh'
'Kreeekkkk!'
' kreekkkkk!!
' ahkkkkk!!!
Pukulan dan tendangan dari Amel cukup membuat mereka semua takut dengan aksi gila gadis itu,yang dimana Amel memutar kepala salah satu dari mereka,dan hal itu mereka semua bergedik ngeri.
" CK! Maju loh semua!" bentak Amel dengan tatapan membunuh.
Para pria itu pun langsung ciut dan tidak ada yang berani maju,dari pada kehilangan nyawa dengan konyol,sehingga mereka semua pun kabur dari sana.
" Itu aja takut!" ucap Amel menatap pada para pria yang sudah menjauh dari sana dengan tatapan remehnya.
" Thanks" ucap Arvin tiba² membuat Amel terkejut dengan suara dinginnya.
" Hmm" Jawab Amel yang sudah kembali ke mode dingin dan datarnya.
Setelahnya ia pun melangkah dari sana menuju mobilnya meninggalkan Arvin yang mematung serta menatap padanya.
" Ko di jadi dingin gitu ya?" gumam Arvin bertanya pada diri sendiri.karena tidak ingin memikirkan itu ia pun melangakah juga menuju motor spot.
***
Sementara Arsila yang tengah asik mengotak Atik laptop nya mencari data²pribadi orang yang ia curigai beberapa hari.
" Arkana" gumam Arsila pelan melihat di layar laptopnya.ia pun sedikit mengerditkan dahinya bahwa ada data² yang sedikit aneh menurutnya.
__ADS_1
" mereka berdua ada hubungan keluarga?" ucap batin arsila.
" Ok gue harus lebih hati² dan mempersiapkan rencana yang lebih matang lagi" ujarnya dengan seringai bak iblis.