Transmigrasi Of The Badgirl

Transmigrasi Of The Badgirl
pulang ke rumah


__ADS_3

Di sementara di tempat lain yaitu sekolah,dua orang gadis cantik yang berada di kanti sekolah,dua gadis tersebut lagi asyik"nya makan,tetapai ketenangan mereka terganggu oleh kedatangan sekumpulan pria yaitu anggota inti geng audora bersama seorang gadis yang selalu ikut bergabung  bersama mereka.


" Boleh gak kita ikut gabung sama kalian" ? Ujar Arthur tiba" yang itu membuat salah satu gadis itu tersedak oleh makanannya.


"Uhukkkh!..langsung saja Arthur langsung merampas minuman yang ada di atas meja tersebut.


" Nih minum dulu" ujarnya sambil menyerah air minum tersebut.hati" makanya kalo lagi makan sarkasnya yang kembali mengambil gelas yang ada di tangan gadis tersebut.


" Yah loh si anji*t udah tau orang lagi enak" nya makan,Lo datang" buat gue terjekut bego! Kalo gue mati gimana?"Ujar Siska dengan Muka yang muka yang merah dan sedikit kesal.


" Yah sorry,gue gak sengaja toh gue juga baik" kali ngomongnya," jawab Arthur dan kembali meminta maaf.


Sorry," Lo bilang  bego! Orang udah hampir mati,kalo gue mati" lo mau gantiin gue? Sarkas Siska yang kembali marah dan sedikit penekanan.


" Yah,ngapain Lo pada kesini?ujar Amel yang tiba" bertanya dan dengan wajah yang datar,yang melihat mereka satu".


" Yah mau gabunglah,mau ngapain lagi kalo bukan mau duduk disini,"jawab Arthur,dan diapun langsung duduk di samping siska.dan hal itupun lagi" membuat Siska kesal serta geram dengan sifat cowo tersebut.


Ngapin lo,duduk di simpang gue? Tanya Siska dengan kesal,mending Lo cari meja lain ajah kali bareng sama teman" bodoh loh tuh!"sarkasnya lagi dan menunjukkan para anggota inti audora.


" Ya elah,ngapain sih marah" sensian amat Lo! Pms yah Lo? Ujar Arthur dengan mengeluarkan pertanyaan tersebut.


" Yah,gue emang lagi pms,emang Napa!!bentak Siska yang sudah kesal Sampai ubun".


****


"Yah elah,gue kan udah minta maaf ngapain marah" lagi sih,nanti cantiknya hilang loh!.. ujar Arthur yang mencoba menggoda Siska,agar gadis itu tidak marah" lagi.


" Ehh anak kutilang! Gue tuh emang cantik dari Sononya,makanya bapa Ama mama gue tuh bangga punya anak kaum gue,jawab Siska sambil sedikit narsis,yang dimana itu membuat orang" yang ada disana memutar bola matanya malas.


" Ehhh, narsis juga Lo jadi cewe,!" Sewot Arkana yang sedari tadi diam bersama teman"nya.


" Siapa sih Lo? Gak ada yang ngajak Lo ngomong!" Skatmat Siska,hal tersebut pun membuat Arkana jadi bungkam,dan kesal.


"Buat apah lo pada gabung disini?"tanya Amel yang terdengar dingin, karena dia sedari tadi diam dan seperti mangganggu  ketenangannya dan hal itupun membuat ia  jengah dengan perdebatan antara sahabat dan anggota inti audora.


" Yah,betul tuh,masih ada meja kali yang kosong di sana tuh di pojokan,kan enak disana sambil mojok!"ujar Siska dengan senyuman yang terlihat julid.hal itupun membuat Arthur mendengus kesal Karena menurutnya senyuman itu seperti tengah mengejaknya.


" Yah el....senyum Arthur melanjutkan ucapannya,tiba" omongannya sudah di potong oleh Arkana yang sudah kepalang kesal sedari tadi,karna dia terus bediri dengan sahabatnya yang lain.


" Kita boleh ikut gabung kan? Dan langsung menarik salah satu kursi dan langsung mendudukinya,serta menyuruh sahabat"nya ikut duduk bersama mereka.


" Ngapain Lo disini,  Siapa juga yang nyuruh Lo pada duduk disini?"tanya Siska dengan kesal.


" Emm,aku juga boleh ikut gabung pada kalian?"tanya Siska dengan kepala yang menunduk dan dibuat" takut,untuk mencari perhatian dari para anggota geng audora.yang dimana hal itupun membuat Siska memutar bolan matanya dengan malas.


" Hmmmm" jawab Amel dengan wajah yang datar,Karan dia juga malas meladeni mereka,sehingga dia cuman bisa menahan amarah karena sudah kesal,jika sampai ia tidak bisa mengontrol emosinya bisa berabe urusannya nanti pikirnya.


*****

__ADS_1


" Cuek amat ni cewek" batin seseorang yang sedari tadi juga sudah jengah melihat mereka yang berdebat.


" Udah pesan ajah sana,gue udah lapar nih,"ujar arkana menyuruh Arthur dengan seenak jidatnya.


" Ya,elahh gue juga lapar yah,ya Udah ya ,tapi loh harus ikut nemanin gue yah" ujar Arthur sambil menaik"kan salah satu alisanya.


" Gak ahk gue lagi malas,loh ajak Ali ajah,tuh",sewot Arkana sambil menunjukkan wajah aliando.yang dimana hal itupun membuat Aliando mendenggus kesal,karna dia juga sedari tadi diam,karna malas dengan perdebatan mulut sahabat"nya.


" Gak!loh ajah,gue lagi malas"jawab aliando dengan kesal.


" CK! Yh", udah ayok!"ujar arkana sambil bangkit dari kursinya,serta menarik tangan Arthur,hal itupun membuat Arthur geram karna sahabat lacnatnya itu tiba" langsung menarik tangannya dengan kasar,hampir ajah ia jatuh.


" Bangsat!!" Kalo narik kira" lah bego! Ujar Arthur dengan suara yang keras,dan mampu membuat semua seisi kantin melihat ke arah mereka,maaf" yah kalo gue tadi tidak sengaja,sekali lagi gue minta maaf,sarkasnya dengan menundukkan sedikit kepalanya.


" Yah sorry gue gak sengaja",kata Arkana.


"Ngapain loh pada masih berdiri disitu,mau debat lagi Lo pada?"tanya Adrian,yang sudah jengah melihat kedua sahabat lacnatnya,dimana" selalu adu mulut,karena sedari tadi ia diam dan hal itu juga membuat dia kesal dan geram.


"Yahh santai ogeb! Gak usah ngegas kali!" Sewot Arthur dengan kesal.


" Yah Lo pada mau apah biar kita pesan!"tanya Arkana.


" Gue nasi goreng, Sama es teh",jawab aliando.


" Samain ajah" ujar Arvin dan Devan secara bersamaan.


" Kalo gue bakso ajah sama es teh juga",kata Adrian,sama kamu apah yang tanya lagi pada gadis di sampingnya.


Dan mereka pun langsung pergi dari sana menuju stan makanan untuk memesan beberapa makanan untuk para sahabatnya".


*****


Ok,kita beralih ke rumah sakit ya.


" Sayang kamu udah bangun?"tanya  Mama Sasa,yang dimana ia baru melihat putrinya itu keluar dari kamar mandi.


hal itupun membuat Arsila mendenggus kesal,gimana gak kesal coba! Anaknya koma, bukannya di rawat ataupun di temani selama ia koma dan terbaring di rumah sakit.


"Hmm" jawab Arsila,dengan dehaman yang terdengar dingin.


Karena ia menjawab dengan dehaman serta wajah yang dingin dan datar,itupun membuat kedua orang tuanya itu terkejut.


" Maaf yah sayang" papa sama baru datang jenguk kamu,bukan berarti kita gak sayang sama kamu,kita ajah baru tau kalau kamu masuk rumah sakit gak ada yang kasih tau Sama papa dan mama sayang" kata papa Ferdi.


" Yah sayang maaf yah apah yang di bilang papa itu benar sayang"ujar Mama Sasa,dengan muka yang sedih menatap putrinya,dan rasa menyesal karna ia tidak becus sebagai seorang ibu,seharusnya ia menjaga putri satu"nya bukan malah ikut suaminya itu pergi ke luar negri.


"Hmm,tidak apa" jawab Arsila,yang masih dengan wajah yang dingin serta tatapan yang datar,karna ia juga muak dengan kedua orang tua dari  yang punya tubuh yang di tempati,yang ada di otak mereka hanya kerja dan kerja.hal itupun membuat dia malas berbicara.


"Perasaan kamu udah gimana sayang? " Tanya mama sasa.

__ADS_1


" Seperti yang mama lihat" jawab Arsila dengan muka yang masih tetap datar.


Dan itupun membuat mama Sasa jadi terdiam Karena ucapan putrinya itu,dan ruangan itu pun menjadi sunyi Karena tidak  ada lagi yang mengeluarkan suara.tiba" pintu terbuka yang membuat mereka langsung melihat kearah pintu itu,dan masuklah seorang dokter untuk kembali  memeriksa arsila.


" Maaf pa,Bu,  boleh mingir sedikit saya mau kembali memeriksa kedaan putri kalian" ujar dokter itu.


" Ah ya,dok silahkan" kata papa Ferdi untuk mempersilahkan dokter itu supaya putrinya di periksa.sambil menarik tangan istri dengan pelan dan berjalan menuju sopa yang ada di ruangan tersebut.


dokter itupun langsung memeriksa keadaan Arsila yang di mana ia sudah sembuh dan sudah di perbolehkan untuk pulang dan tetap juga menjaga kesehatan karena ia lupa ingatan,dan setelah selesai memeriksa,dokter itupun berjalan kerah yang dimana kedua orang tua Arsila  sedang duduk untuk menunggu sampai selesai periksa.karena dokter tersebut sudah siap langsung aja mama sasa bertanya pada dokter itu.


" Dok,jadi bagaimana putri saya apa dia sudah sembuh total dan sudah bisa pulang dok?"tanya mama Sasa.


"Ya bu, keadaan putri ibu sudah membaik dan sudah bisa pulang,tapi tetap harus di pantua dan di jaga karena benturan di kepalanya kemarin jadi mengakibatkan ia lupa ingatnanya ,tuan,nyonya" jawab dokter itu sambil memberitahu kalo Arsila tengah amnesia.


" A-a-aapah dok?lu-lu lulupa ingatan dok?" Tanya mama Sasa yang lagi dia harus terkejut dengan keadaan putrinya itu.


" Yah nyonya ,jawab dokter itu.kalo begitu saya permisi dulu,nanti kalo mau pulang silahkan datang ke ruangan administrasi untuk menandatangani semua pembiayannya pa Bu,kata dokter.


" Yah dok,terima kasih" jawab papa Ferdi yang langsung mempersilah dokter tuh.


" Yah sama"tuan kalo gitu saya permisi dullu,"kata dokter itu sambil melangkah kearah pintu.setelah dokter itu pergi papa Ferdi dan mama Sasa kembali mendekati putrinya.


" Sayang kata dokter kamu udah bisa pulang,tapi jarus tetap di jaga kesehatannya yah nak",ujar Mama sasa.kalo begitu mama beres" dulu,kamu di situ ajah sayang.kata mama Sasa.


" Ya,kalo begituh papa ke ruangan administrasi dulu yah sayang" kata papa Ferdi dan langsung keluar dari ruangan itu untuk menuju ruangan administrasi.


****


Kita sekarang berada di Mension William.


Sekarang mereka sudah sampai di depan Mension yang mewah,mama sasa langsung membangunkan putrinya agar turun dari mobil,karena mereka sudah sampai.


" Sayang bangun,"kata mama Sasa dengan lembut,kita udah sampai sayang,nanti kamu lanjut tidur di kamar yah nak ujarnya.


" Hemm" balas Arsila datar.


" Sayang,jangan gituh mama,seharusnya kau tidak usaha bersifat dingin seperti tuh!"omel nonya Sasa ketika mendengar suara dingin putrinya itu.


" Sabar ya sayang!"kata tuan Ferdi.


Yang dimana Arsila masih menatap Mension mewah dengan tanaman yang sangat luas.arsila mentapa sekeliling Mension,besar juga ni mension,batin Arsila.


"Masuk sayang"ujar nyonya Sasa,yang dimana tidak di hiraukan oleh Arsila,karena putrinya tuh tengah menatap mension tersebut.


" Sayang udah dong  natapnya, ujar nyonya Sasa yang kembali untuk mengajak  putrinya,yang dimana Arsila langusung buyar dari lamunannya.


" Eh yah mam"kaget Arsila.


Dan ketiganya pun masuk kedalam mension dan Arsila yang mendapat tatapan sinis dari kedua abangnya.arsila tidak memperdulikan kedua abangnya itu,ia langsung melangkah pergi dari sana menuju kamarnya.kalau dulu Arsila langsung pergi berpelukan dengan Abang"nya Meski ia di tolak beberapa kali.tapi sekarang berbeda kedua abangnya pun terkejut dengan sikap dingin arsila.

__ADS_1


 " Ko,dia beda bangat ya?" Batin kedua abangnya.


Setalah sampai di kamar,Arsila langsung membersihkan dirinya selama 30 menit ia sudah selesai dan langsung merebahkan tubunya."sampai kapan gue harus terus di sini"batin Arsila. 


__ADS_2