Transmigrasi Of The Badgirl

Transmigrasi Of The Badgirl
fitnah


__ADS_3

Saat ini Arsila dkk masih di dalam kelas,mengerjakan latihan yang di berikan oleh guru mereka.


" Udalah, entar lagi juga bel," ucap Siska menatap pada Amel yang asik mengerjakan latihan tersebut.


" Ya"ucap Amel cuek.


Berbeda dengan Arsila yang malah menelungkukapkan wajahnya di atas tangannya yang bertumpu pada meja.


"'ck! Itu anak kebiasaan ya!" Ucap Siska kesal menatap arsila yang malah tertitur.


" Udah,biarin ajah!" Sahut Amel karna ia tidak ingin mengganggu ketenangan sahabatnya itu. " Ko gue ngerasa ada sesuatu yang Lo tutupin dari kita sil!" Ucap batin Amel menatap arsila dengan tatapan sulit di artikan.


Padahal Arsila bukannya tidur ia hanya tengah berpikir,dengan apa yang ia dengar dan di lihat di taman tadi.ia pun mendengar semua percakapan kedua sahabatnya itu.


" Sorry gue tidak mau kalian berdua terlibat dengan apa yang akan terjadi nanti" ucap batin arsila sedih.langsung mendonggakkan kepalanya menatap pada sahabatnya itu secara bergantian.ia pun menghela nafas pelan." sebenarnya apa hubungan mereka berdua?" Ucap batin arsila dengan pandangan datar kedepan.


 


Ia pun bangkit dari sana dan berjalan menuju pintu,belum sampau di pintu ia sudah membalikan badannya menatap pada Siska yang tengah bertanya.


" Lo mau kemana sil?" tanya Siska.


" Toilet" jawab Arsila dingin.langsung melangkah dari sana.


" CK! gini ni kalo ngomong ama kulkas! Ujar Siska kesal.sedangkan Amel hanya menatap punggung  arsila yang sudah hilang di balik pintu.


Arsila yang berjalan di koridor sekolah menuju toilet. dengan pandangan lurus kedepan,dan jangan lupakan dengan wajah dinginnyi.


***


Sedangkan Hana yang berada di kelasnya,ia tidak sengaja melihat Arsila lewat,dari sudut kaca.


" Hmmm,itu anak mau kemana?" gumam Hana pelan hanya bisa di dengar olehnya sendiri." Sebaiknya gue ikutin aja deh!" Ucapa batin hana.ia pun bangkit dari sana dan melangkah untuk mengikuti Arsila Sampai ke toilet.


" dia lama bangat! Ngapain ajah sih di dalam?" gumam Hana yang menunggu Arsila keluar dari dalam toilet.


Tiba tiba pintu toilet pun terbuka,Arsila yang terkejut melihat Hana ada di depan pintu.ia meliha ke arah toilet lain yang masih kosong.


Ia pun hanya menatap datar pada Hana,dan menaikkan sebelah alisnya seperti ingin bertanya.hana yang melihat tatapan yang di berikan Arsila hanya menunduk takut.


" Ngapain Lo di Sini?" tanya  arsila menatap datar pada Hana.


" Hm..a- ku mau ke toilet" jawab Hana menunduk takut.


" Itu masih ada yang kosong?" ucap arsila yang jengah melihat kelakuan Hana.


" Tata - di masih ada orang yang baru masuk,makanya aku nunggu ka-mu ke-luar"jawab Hana terbata bata dan masih menunduk takut.


" CK! bilang aja Lo mau ngelakuin sesuatu!" Ucap  Arsila menatap dingin pada Hana,yang masih menunduk takut,lebih tepatnya di buat- buat takut.


Karena jengah melihat sikap Hana,ia pun langsung melangkah dari sana,yang dimana Hana menatap kesal  punggung arsila yang sudah menghilang di balik pintu toilet.


" CK! Sial! Ko dia jadi dingin gitu ya?" gumam Hana kesal." Ahaaa,aku tau,aku harus melakukan sesuatu" ucap batin Hana yang tengah berpikir serta senyuman liciknya.


***


" Arsila ko lama bangat ya?" tanya siska kwahatir,pada Amel.


" Boker kali itu anak" jawab Amel Santai,berbeda dengan hatinya,yang juga merasa kwahitir.


Hinga suara bel istirahat pun berbunyi dan hal itu membuat semua siswa berhamburan dari kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah meronta².


Kringgg kringg kringg


"Udah bel nih?" Ujar Siska menatap Amel.


" ya,gue tau!" Ketus Amel.


" Anjing! ketus amat!" Umpat Siska yang langsung mendapat tatapan tajam dari Amel,ia pun hanya cengesan dan mengangkat kedua jarinya membentuk v paces.


Amel pun hanya bisa menghela napasnya kasar menghadapi sikap sahabatnya itu.


" Udah ayo ke Kantin" sahut Siska kesal  karena melihat tatapan Amel,seperti ingin memakannya hidup².


" Hmm!" Ketus Amel yang hanya berdehem saja.

__ADS_1


Sedangkan Arsila yang mendengar suara bel istirahat,ia tetap berjalan di koridor sekolah  menuju kelasnya  dengan wajah  datar dan tatapan dingin.setibanya di pintu masuk ia sudah di mendapat pertanyaan dari sahabatnya.


" dari mana ajah Lo?" tanya Siska menatap pada Amel dengan mata meloto marah bukannya seram,tetapi itu terlihat lucu bagi Arsila dan Amel,sehingga membuat Arsila tersenyum tipis begitu juga Amel.


Plak!


Tiba tiba Amel mengeplak lengan Siska,dan membuat Siska kesal dan cemberut karena ia mendapat geplakan dari salah satu sahabatnya.


" Ngapain Lo melotot ke gitu?" Ucap Amel ketus,tetapi ia juga merasa gemas ekspresi wajah  sahabatnya.


" Kenapa Lo geplak gue?" tanya Siska sedih dan wajah cemberutnya.


Sedang Arsila hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dua sahabatnya,serta dengan senyuman tipisnya.


" Gue harap Lo berdua,tidak ada yang akan berhianat" ucap batin arsila,yang merasa senang  menatap kedua sahabatnya yang sedang adu mulut.ia jadi teringat di kehidupannya yang dulu sebelum dia terjebak di dalam tubuh yang di tempatinya sekarang, dimana sahabatnya dulu yang sudah di anggap saudara,berani menusuknya dari belakang.


" Udah ayo! keburu bel,gue lapar BANGATT!" Ucap Siska kesal melihat kedua sahabatnya.


" Hmm" jawab Arsila dan Amel bersamaan hanya berdehem saja,sehingga membuat Siska mendengus kesal.setelahnya mereka pun melangakah,dan berjalan di koridor.


Banyak yang menatap mereka dengan penuh iri juga kagum dengan kecantikan Arsila dkk,sedangkan Siska yang berjalan sambil tersenyum ramah  dan sesekali menggoda cogan yang lewat,berbeda dengan arsila dan Amel hanya menampilkan wajah dingin mereka serta tatapan datar,sehingga banyak siswa yang takut serta langsung menunduk kita bertepatan melihat tatapan mereka.


****


Sesampainya di kantin,mereka pun langsung menuju meja yang biasa mereka tempati.


" Lo berdua mau pesan apa?" tanya Amel santai menatap pada kedua sahabatnya.


" Gue bakso sama es teh ajah" jawab Siska.


" sama Lo apa?" tanya Amel, kembali bertanya pada Arsila.


" Samain" jawab Arsila dingin


" Ok" ujar Amel cuek, dan melangkah dari menuju stan makanan, karena ia malas dengan sikap dingin sahabatnya,ia tidak sadar kalo Ia pun juga dingin tapi tidak sedingin Arsila.


5 menit pun berlalu,pesanan mereka pun sudah sampai,dan mereka pun makan dengan nikmat,tanpa ada gangguan sesekali mereka bercanda,tetapi di tengah² asiknya menikmati makanan,tiba- tiba saja ada seseorang yang mengebrak meja mereka,sehingga membuat se isi kantin mengalihkan pandangan ke arah meja arsila dkk.


Braakkk!!


Bangsatt!!!


" Apa- apaan sih Lo! ngenganggu acara makan kita!" ucap siska marah menatap tajam pelaku.


" heh! Kutu babi,mending Lo diam!" Bentak Arkana.


" siapa Lo! berani nyuruh sahabat gue diam?" Ujar Amel datar menatap dingin pada semua angggota geng audora serta  seorang gadis yang terlihat kacau.


Sehingga membuat Arkana bungkam karena mendengar ucapan Amel.arsila yang melihat itu hanya tersenyum miring dan beraliha menatap pada gadis yang terlihat kacau.


" Heh! Kenapa Lo masih ngebully  Hana!" Bentak yondy marah menatap tajam pada Arsila.


" Gue udah bilang! jangan pernah Lo bully Hana! Kalo Lo masih ngebully dia! gue ngak segan² buat Lo bunuh Lo! Sambung nya lagu dengan tatapan tajamnya,serta urat² yang menonjol di area wajah dan lehernya.


Sehingga terdengar bisik² dajjal yang mencibiri Arsila.


"Wah! Penampilannya ajah yanh berubah,tetapi sifat sama kayak dulu!"


" Benar! Gue kira dia udah tobat benaran!"


" Kasihan Hana ya,padahal dia gadis yang baik,polos lagi!" 


 


" Ihkk jijik gue liatnya!" 


 " Heh! Jangan percaya dulu! Belum ada bukti juga!"


 " Ya,benar,kita jangan sudzon dulu!"


Sedangkan Arsila hanya menatap datar pada yondy,dan tersenyum miring,ia pun berdiri dan mendekatkan dirinya.


" Lo ada bukti?" tanya Arsila dingin serta senyuman smirknya.


" Napa Lo diam?" tanya Amel ketus.

__ADS_1


Tapi tiba tiba ada seseorang yang menampar pipi Arsila.


Plaakkk!


Sehingga membuat wajah arsila tertoleh ke samping,serta bibir yang sedikit terluka dan mengeluar kan darah segar.  Berbeda dengan Arvin yang hanya menatap datar padanya.


Arsila hanya tersenyum miring melihat pelaku yang sudah berani menampar wajah mulusnya.


" Itu akibatnya jika Lo masih ngebully Hana!" Bentak Aliando marah.hana yang melihat itu hanya tersenyum senang.


" Lo! Berani sekali menampar Arsila!" Bentak Siska,ia marah pada abang dari sahabatnya itu.


" Itu adek Lo bangsatttt!" Ucap Siska kembali membentak Aliando.


" Udah Lo tenang,Jangan emosi" sahut Amel menenangkan siska.


Sedangkan Arsila berjalan ke arah Hana,karena ia tidak sengaja melihat senyuman licik Hana.


" Sejak kapan gue ngebully Lo?" tanya arsila dingin serta penuh penekanan.


"ta- ta tataadi kamu bully a-ku di ka-mar man- di" Jawab hana menunduk takut.


" Oh!" Ujar Arsila datar.


Yondy yang melihat itu pun melangkah ingin melindungi Hana.


" Lo jangan coba- coba buat nyentuh dia sedikit pun!" ucap yondy penuh penekanan.dan membuat Hana senang dan merasa menang kerena sudah memfitnah Arsila.


Sedangkan Arsila hanya tersenyum remeh mendengar omongan yondy,lalu ia pun berjalan ke arah meja di sisinya,dan mengambil air minum seseorang,setelahnya menyrimankan tepat di wajah Hana.


Byuurrr!!


Seketika riasan di wajah Hana hilang begitu saja dan membuat mereka semua terkejut,bagaimana tidak! tadinya wajah Hana terlihat lebam merah,tetapi mekap itu luntur seketika,terbongkar sudah bahwa ia memfitnah arsila.dan terdengar lah bisik² siswa di kantin tersebut.


" Wahh! ternyata dia hanya memfitnah Arsila!"


" Gila! gue kira dia polos benaran!"


 


" Dasar PBB!"


" Apa tuh!"


" Polos polos bangasat!"


Sehingga membuat yondy geram dan menatap tajam pada Hana karna sudah berani membohonginya.


" Apah maksud semua ini Hana?" tanya yondy datar serta tatapan dingin dan tajam.hana pun hanya bisa menundukkan wajahnya serta perasaan yang sangat malu karena rencananya sudah gagal.


" Lain kali kalo gak ada bukti! Jangan asal nuduh Lo!"  ucap Amel menatap yondy serta senyum remeh.


Arsila pun maju dan membisikkan sesuatu tepat di telinga yondy.


" bagaimana kalo gue bongkar,jika Lo yang Lo dorong gue dari rooftop!"ujar Arsila tepat di telinga yondy, dengan seringai bak iblis, sehingga membuat yondy terkejut dan mematung seketika.ia pun berjalan kearah Aliando.


' bugh'


'bugh'


' bugh'


"Itu akibatnya karena Lo udah berani nampar wajah mulus gue!"ucap arsila dingin serta tatapan tajam dan benci.


setelahnya ia pun berjalan ke arah Hana dan kembali membisikkin sesuatu.


"Lo! Salah cari lawan! Gimana kalo gue bongkar Jika Lo udah punya suami!" ujar Arsila dengan seringainya,mampu membuat Hana mematung serta ketar ketir, dan wajha pucat Pasih,ia pun melangkah dari sana dkk.


" Makan tuh drama!" ucap Siska senang karena  melihat wajah pucat Hana.


" gue harap Lo,jangan menyesal!" ujar Amel pada aliando.dan langsung melangkah dari sana mengikuti arsila.


Sedangkan 2 orang pemuda yang hanya menatap diam mulai dari awal sampai akhir.dan tersenyum kala melihat wajah pucat Pasih Hana.


" Jika Lo masih ingin merencanakan sesuatu,gue orang yang akan duluan membunuh Lo!" ucap batin arthur menatap Hana dengan tatapan membunuh.berbeda dengan devano hanya menampilkan senyum smirknya,ia pun melangkah dari sana di ikuti oleh arthur meninggalkan para sahabat bodohnya.

__ADS_1


__ADS_2