Transmigrasi Of The Badgirl

Transmigrasi Of The Badgirl
balapan


__ADS_3

Sedangkan di kelas 11 IPA 1, semua siswi tengah ricuh karena Jam mapel mereka tengah kosong,bahwa guru yang harus mengajar di kelas itu berhalangan,Karena ada urusan keluarga.


"WOIIIIII!! KITA SEKARANG JAMKOS...teriak Sony menggema,sehingga membuat semua siswi yang ada di sana harus menutup telinga mereka rapat- rapat.


" CK! Suara lo ke toa anjirt! Sewot sely menatap tajam pada sony.


" Hehehe,sorry ya teman- teman" ujar Sony pada semua teman sekelasnya sambil  mengatup kedua tangannya.sehingga membuat mereka semua hanya dan menganggukkan sedikit kepala mereka bersamaan.


" CK! Makanya kalo ngomong itu jangan keras- keras bego!"ujar Reyhan jengah melihat Sony yang sering teriak,ia juga heran kenapa ia mau berteman dengan Sony,padahal ia juga sama halnya dengan Sony yang selalu teriak".


" Tadi Lo bilang hari ini JAMKOS?" tanya Siska yang sudah kambuh lemotnya.


" Ya! kita jamkos" jawab Sony kesal,padahal ia sudah berteriak  apa masih tidak dengar oleh gadis itu pikirnya.


" Oh" kata siska cuek,sedetik kemudian ia langsung sadar dan kembali berteriak seperti kesetanan.


" HOREEEEEEEE.....KITA JAMKOS" teriak Siska menggelegar di dalam kelas,yang kembali membuat seisi kelas kaget dan menatak tajam Siska,bagaimana tidak! Suaranya yang keras tapi cempreng.membuat telinga sakit mendengarnya.


" Hehehe sorry" kata siska mengangkat dua membentuk v pces,dan jangan lupakan wajah tengilnya,itu pun tidak di hiraukan oleh se isi kelas karna mereka sudah mencari kesibukan.


" Lo tau dari mana?" Tanya Amel pada Sony  yang tiba" ikut menimbrung omongan para bocah lacnat.


" Tadi gue,gak sengaja dengar kalo Bu Alissya ngomong sama pak anto,kalo  Bu Alissya ada acara keluarga yang gak bisa di tunda gitu!" jawab Sony panjang kali lebar.


" Oh"ujar Amel dan Sely bersamaan.


" CK! Lo berdua ya! udah gue jelasin panjang lebar,cuman ber oh doang!" Sewot sony malas.


Berbeda hal nya dengan Arsila ia hanya tidur melengkupkan wajah di atas tangan yang menumpu bada meja,karna ia sedikit terganggu dengar tidurnya,akhirnya ia mendonggakkan kepalanya menatap satu persatu para bocah yang sedari tadi berteriak tidak jelas.


" Brisikkk!" Ujar Arsila datar dengan tatapan tajam dan dingin yang menatap pada orang teman²nya yang sedari tadi tidak bisa diam, mereka yang melihat tatapan tajam Arsila seperti ingin memakan mereka hidup²,dan menelan salivanya takut.


Arsila yang masih menatap datar pada mereka,hanya bisa menghela nafas kasarnya, ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kelas,ia tau bahwa semua siswi takut melihat tatapan tajam yang ia berikan.


" CK!" giliran di tatap gitu aja udah ciut!!"gumam Arsila pelan yang berjalan menuju kantin.


Sedangkan di dalam kelas yang terus menatap kepergian Arsila sampai menghilang dari pintu,dengan tatapan berbeda,ada juga yang mengumpati Arsila.


" Anjing!!  tatapannya bikin gue mati kutu!" Ujar Reyhan yang tengah memaki Arsila,karna ia juga tidak tahan melihat tatapan Arsila.


" Ya,gue juga takut!" kata Sely.


" Ihkk!! Seram amat teman Lo berdua!" Ujar Sony menatap  pada kedua sahabat Arsila.


" Gue juga heran,kenapa dia bisa berubah jadi dingin,setelah sadar dari komanya!" Kata Siska sedih,ia mengingat masa dulu di mana Arsila selalu hangat dengannya.


Beda halnya dengan amel,ia hanya menyimak semua omongan teman" nya itu,ia juga tengah memikirkan apa yang di ucapakan Siska ada benarnya juga, walaupun dulunya Arsila dingin tetapi tidak sedingin sekarang.


 " Lo aneh,sepertinya bukan diri Lo yang gue kenal!" Ucap bantin Amel sedih.


 ***


 Sementara Arsila yang berada di kantin,menyibukkan dirinya dengan mengotak Atik hpnya setelah memesan makanan dan minuman.beda dengan pikirannya  yang berputar memikirkan berbagai  rencana yang akan ia lakukan untuk membongkar semua kejahatan Hana selama ini.


"Huffhh... aneh, kenapa gue merasa kalo semua bukti ada di tangan seseorang" gumam Arsila  pelan hanya bisa  di dengar oleh dirinya sendiri.


" Apa aku harus minta bantuan?" Ucap batin arsila bertanya² di dalam hatinya.di tengah²lamunannya ia terkejut mendengar suara bel istirahat telah bebunyi.


Kring kring kring


 " Bangsat!" Umpat Arsila yang  terkejut.


Semua pun murid yang mendengar suara bel istirahat segara berhamburan  menuju kantin untuk mengisi perut yang sudah berdemo sedari tadi,beda halnya dengan sahabat Arsila yang masih setia berada di dalam kelas menunggu semua murid keluar.


" Mel,Kanti yok" ajak Siska menatap Amel,ia juga sudah menahan lapar sedari tadi.


" Hmm,bentar ya” Jawab Amel santai,dan menyimpan semua bukunya ke dalam tas.


Setelahnya mereka pun melangakah keluar dan berjalan di koridor sekolah,menuju kantin dan juga untuk menemui Arsila.


" Itu dia,ayok" ujar Siska menarik salah satu tangan Amel.ia pun hanya pasrah di tarik seperti anak kecil,mereka pun langsung duduk di kursi masing².


" Yakkk!! Ko lo! gak ajak² kita dari tadi sih!" Ujar Siska marah menatap pada Arsila sambil berkacak pinggang,semua penghuni Kantin pun melihat ke arah mereka,bagaimana tidak suara Siska lumayan keras,sedangkan sang empedu hanya menatap datar dengan tatapan heran dengan sahabatnya itu.


" Udah,gak usah marah²" kata amel santai,ia juga kesal dengan Arsila karena tidak menghiraukan kehadiran mereka.


" CK! ya udah deh" jawab Siska pasrah.  " Sil,napa Lo jadi dingin bangat" ucap batin Siska sedih menatap sendu pada Arsila.


" Lo,mau apa? biar gue pesan" tanya Amel lembut.


" Samain ajah deh" jawab siska yang  masih menatap pada Arsila,hal itu pun membuat Arsila dan Amel menghelas nafas pelan secara bersamaan.


" Ok,tunggu ya,aku pesan dulu"ujar Amel langsung pergi.


Beda hal nya dengan Arsila yang masih menatap pada sahabatnya itu,tiba² ia merasa kasihan pada sahabatnya itu.


" Lo kenapa?" tanya arsila santai yang terdengar lembut.


   "  Gak papa,hehe" jawab Siska cengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


****


Sedangkan di meja sebelah yaitu meja anggota inti audora,yang sedari tadi melihat ke arah Arsila dkk.


" Adek Lo berdua makin cakep ya" ujar Arthur menatap pada kedua sahabatnya.


"  Hmm" jawab Arvin datar.


" CK! Gue udah bilang itu cuman trik doang!" Sewot Aliando ketus.


"  Gak,boleh gitu ka! apa yang di bilang ka Arthur  ada  benarnya juga" ujar Hana lembut,lebih tepatnya di buat²,beda dengan hatinya yang sudah kesal.


" Masa Lo berdua tidak merasa,kalo adek Lo udah berubah! Sarkas arthur jengah dengan kelakuan ke 2 sahabatnya itu.

__ADS_1


"aelahh,paling itu cuman trik biar di lirik sama waketu! sekalinya ****** akan tetap ******!" Semprot Arkana  dengan mulut lemesnya. Sehingga membuat Arvin menatapnya tajam,tapi tidak di haraukan oleh Arkana.


Sementara yondi hanya diam menyimak omongan sahabat²nya,yang masih menatap pada Arsila dengan tatapan sulit di artikan.


" Maafin gue sil, gara² Lo jadi berubah" ucap batin yondi sedih yang masih setia  menatap ke arah Arsila. 


Hal itu pun membuat Hana seperti cacing kepanasan karena ia tidak sengaja melihat tatapan yondy mengarah pada Arsila.


” Arsila anjing! tunggu aja,gue akan buat Lo menderita" ucap batin hana  dengan senyum jahatnya mengumpat Arsila sambil mengepalkan tangannya marah.


Tapi tidak di sadari jika ada seseorang yang melihat hal itu.


" Lo salah cari lawan" ucap batin seseorang dengan senyum smirknya.


****


Sementara di lain tempat seorang pria baya masih berada di kantornya,ia termenung dan menatap pada sebuah foto gadis cantik.ia tengah bersedih karna ia mengingat semua kalakuan manja putrinya.


" Semoga tenang di alam sana princess Daddy" ucap banti pria baya sedih.serta memejamakan matanya,menahan segala sesak dan rindu di hatinya.karena ia tidak mau lama² bersedih ia pun langsung melangkah dari sana.


***


Sementara di HIGH SCHOOL, Arsila dkk  yang berjalan di koridor,menuju fooftop, mereka  membolos di pelajaran terakhir.disinilah mereka di rooftop sekolah,mereka mengambil tempat duduk masing,sedangkan Arsila langsung berjalan  menuju  sofa.


" Sil! Lo ada masalah?" tanya Siska menatap  arsila, karena ia bingung dengan sikap sahabat nya itu,setelah sadar dari komanya.arsila yang mendapat pertanyaan seperti hanya menggelengkan kepalanya.


" Oh..tapi kalo emang Lo ada masalah, cerita sama kita!" Ujar Siska lembut,yang masih tetap menatap arsila.


" Itu benar sil!" Kita berdua sahabat lo,Jadi lo gak usah sungkan cerita sama kita" ujar Amel Santai sambil menatap arsila dengan tatapan sulit di artikan.


"Gak ada" jawab Arsila ketus ia jengah dengan pertanyaan itu sehingga ia memutar bola matanya malas.


" CK! gak usah ketus juga kali!" Sewot Siska kesal.dan tidak di hiraukan oleh Arsila.


Berbeda dengan Amel yang masih setia menatap pada Arsila,sehingga hal itu membuat Arsila menaikkan salah satu alisnya,seolah bertanya.


" Lo serius gak ada masalah?" Tanya Amel kepo.


" Gak!"jawab Arsila datar serta tatapan dinginnya.ia pun langsung bangkit dari sana,melangkah ke arah pintu.


" Mau kemana Lo? " Tanya Amel ketus,jengah melihat sikap sahabatnya itu.


" Pulang" jawab Arsila datar.


" Emang udah bel?" tanya Siska yang sudah ke mode lemotnya.


" Belum!" Ketus Arsila.


" Ngapain pulang?" tanya Siska kesal.


" Bosan!" jawab Arsila dan langsung keluar dari sana.


" CK! gini amat punya teman kulkas!" gumam Siska yang masih  bisa di dengar Amel.ia pun tersenyum tipis melihat kelakuan sahabatnya itu.


*****


" Woi! Nanti malam ada balapan!" Ujar Arthur memberitahu pada semua sahabatnya.


" Dimana?" tanya aliando menatap Arthur.


" Sirkuitlah bego!" Jawab arthur kesal yang juga mengumpat.


" Ya gue tahu,gak usah kesal gitu!" Sewot Aliando memutar bola matanya malas.


"Lawannya?" tanya yondy menatap pada Arthur.


" Kurang tahu sih gue!" Jawab Arthur.


" Gimana kalo kita pergi kesana" ujar Arkana yang di setujui oleh mereka.setelah nya mereka langsung pergi.


Sedangkan Arsila yang baru saja datang dari arah dapur ia tidak sengaja mendengar percakapan teman² abangnya.


"Ha! Balapan" gumamnya pelan hanya bisa di dengar olehnya sendiri.


" Mending gue ikutin mereka,  CK! Sial motor gue gak ada lgi disini!" ucap batin arsila kesal.


Ia pun mengambil hpnya untuk menghubungi sesorang.


Drrt drrt drrt


Bunyi hp di seberang sana,sementar orang yang mendapat telponan dari nomor baru hanya bisa mengerutkan dahinya heran,ia pun langsung menjawabnya.


" Halo" jawab seorang pemuda.


" Gue mau beli motor spot keluaran terbaru" ujar Arsila datar,setelahnya ia langsung menutup telponan secara sepihak dan ia juga tidak lupa mengirim lokasinya.


Sementara di seberang sana bingung dan mencak² sendiri,serta mengumpat.


" Bangsatt! di matiin lagi! Umpat pemuda yang frustasi sambil menjambak rambutnya kasar.ia pun melihat ke layar hpnya,karena ada pesan masuk.ia pun langsung membereskan semuanya dan  untuk mengantarkan barang sampai lokasi.


*****


Di arena balapan


Saat ini Arsila yang sudah sampai di arena sirkuit balapan,ia tadi mengikuti geng audora,ia pun langsung melangkah dan menghampiri seseorang yang  dikenalnya.


" Ken gue dafar" ucap Arsila mengagetkan sang empu


"Lo kenal gue?"ucap pemuda yang bernama kenzi yang kerap di panggil Ken,selaku pengyelenggara balap resmi.ia juga salah satu anggotanya dulu ang sudah ia anggap abang,saat caludia masih berada di tubuhnya dulu.


" Hmm.gue daftar, hadiahnya apa?" Ucap arsila tanpa basa basi


" Hadiahnya, motor terbaru dan uang 200 juta" jawab kenzi seadanya.

__ADS_1


Mengangguk mengerti." Ok,gue ikut.inj taruhan gue,motor keluaran terbaru" ucap arsila sambil menunjuk kearah motor nya sendiri yang di desain sedemikian rupa.


Ken yang  melihat motor Arsila pun terpengarah takjub dengan desain motornya sedikit mengerdit karena melihat desain motor itu hampir mirip dengan motor Queen nya yang sudah tiada.


Menatap arsila dengan pandangan rumit." Ok,Lo ikut" ucap kenzi.


" Lawan?" tanya Arsila datar dan singkat.


" Lawan Lo ketua geng Orion malam ini" jawab kenzi.


"Kapan di mulai?"


"Bentar lagi, paling cuman 10 menit lagi Karena Lo baru datang" ucap kenzi yang di angguki Arsila.


Arsila pun berjalan dengan motornya menuju stan tanding di sana,ia bisa melihat para geng motor yang mengerubungi lawan tandingnya.


" Kenapa sikap Lo mirip bangat sama dia" ucap batin kenzi menatap sendu punggung Arsila.lalu ia berjalan ke arah tempat mengawasi pertandingan.


" Dia" ucap batin arsila yang tengah menatap lawannya.


" Ini lawan gue?" Ujar seseorang itu dengan tatapan  remeh, arsila hanya diam saja.


" Apah taruhan Lo?" tantang ornag itu.


" Arsila hanya menatap datar di dalm helm full face,dan mengetuk²  motornya.orang itupun mengangguk dan menyeringai,dan jangan lupakan terikan netizen yang berkoar² di arena tanding.


Di kabar  GENG ORION itu di kenal licik dalam bertanding,Arsila pun tau itu?ingat dia itu Queeen racing di masa hidupnya dulu.


Maka dari situ Arsila ingin menjatuh seorang Orion,yang semena² dalam balapan.tak berapa lama 10 menit pun tiba,mereka langsung menuju garis start untuk memfokuskan diri pada orang yang sedang membawa bendera tanding.yang berpakaian seksi dan juga menggerakkan bendera ke atas dan mulai


1


2


3


Gooo!!


BRRRRUMMMMMMM


Ketua Orion melaju kencang lebih dulu sedangkan Arsila yang hanya melajukan motornya dengan santainya,hal itu membuat para penonton heran melongo.


"HEH KENAPA DIA SANTAI SEKALAI?


"MUNGKIN DIA TAKUT KALI"


" HAHAHAHA ORION DI LAWAN?"


" JANGAN SENANG DULU KALI SIAPA TAU ITU CUMAN TRIK NYA DIA"


Kurang lebih tepatnya begitulah bising² di arena itu,Arsila yang mendengar semua itu,ia masih tetap menatap kedapan,ia melihat ada belokan dan  langsung menancap gas, karna ia  sudah lumayan tertinggal jauh.


"LET'S S PLAY BICHT" batin arsila menyeringai bak iblis.


Sehingga terdengar bunyi yang sangat nyaring dan keren di dengar.


BRRRRRUUUUUUMMMMMM


Ciiitttttt!!


Mereka semua melongo melihat hal itu,bagaimana tidak jelas² ia sudah tertinggal jauh di belakang,tapi sekarang mereka di buat takjub dengan Arsila hanya membutuhkan 7 menit sudah bisa berhasil menjatuhkan lawan.


"GILAAA PARAH ***!!KEREN ABISS"


"QUEEN RACINGG NIH CUKK!! PARAH²"


" JAGO BANGETTT!!!


" PENASARAN GUE  SAMA WAJAHNYA"


Sedangkan di arena balap ada seseorang yang memperhatikannya mulai dari berjalan menuju area balapa dan hingga memenangkannya.


" Sepertinya gue kenal dengan fostur tubuhnya itu" ucap batin seseorang yang masih tetap menatap arsila.


" GIla!! Keren Parah Cok!" heboh Aliando.


" Ya,baru kali ini gue lihat ada seseorang yang bisa menjatuhkan harga diri Orion, tanpa kita turun tangan" ucap Arkana terpengarah takjub.


" Ya,Lo benar!" Ucap Arthur membenarkan.


Beda hal nya dengan yondy dan Arvin yang menyimak percakapan para curut,dan jangan lupakan dengan wajah datar mereka,tetapi beda dengan pikiran mereka.


Sedangkan Arsila hanya duduk di atas motornya,sambil menatap datar pada lawannya.


" Mana" ucap arsila di dalam full face nya.


" Ketua Orion pun berjalan mendekat ke Arsila dan dan menyerahkan kunci motornya,langsung di terima baik oleh arsila.ia pun berdiri dan membisikkan sesuatu di telinga ketua Orion.


" Makanya jangan macam² sama Queen racing" bisik Arsila sambil menyeringai.


" Kenzi pun datang mengucapkan" selamat Lo menang! Sesuai yang gue bilang Lo bisa bawa motor lawan Lo serta uang 200 juta".


"Thanks, kalo gitu gue pergi!" Ucap arsila.saat Arsila ingin menjalankan motornya,kenzi pun kembali bertanya.


" Nama Lo siapa?" Tanya kenzi menatap arsila,dengan tatapan aneh.


" Anka,ya panggil aja itu" ucap arsila singkat,yang menggunakan nama belakang pemilik tubuh yang di tempatinya.


" Ok,tapi gue boleh minta nomor  lo gak? Siapa tau ada balapan lagi,biar gue bisa kabarin lo,jika lo masih ikut tanding!" Ucap kenzi.


Arsila yang mendengar itu pun hanya mengangguk,dan memberikan nomor ponsel.


" Thanks" ucap kenzi sambil mengembalikan ponsel arsila.

__ADS_1


Arsila hanya mengangguk dan langsung melesat pergi dari sana,karna hari sudah mulai malam,soal  semua hadiahnya biarlah kenzi yang mengurus itu.


__ADS_2